
Pagi ini Hana bersiap-siap untuk pergi ke acara launcing komiknya bersama lucky, seperti biasa dia pergi di antar oleh pak Anang. sebelum pergi tak lupa Hana meminta ijin pada Mamah Bitha dan Oma.
Saat tiba di mal kota Lucky sudah menunggunya bersama Clara, Hana berjabat tangan dengan Clara menanyakan kabar, dan ternyata Clara pun sedang hamil muda, kadang Lucky kerepotan meladeni istrinya yang ngidam ini dan itu.
Hana senang melihat rumah tangga kawan-kawannya semuanya baik-baik saja. Lucky pun mengajak Hana kesebuah panggung yang sudah di sediakan oleh tim penyelenggara.
Mereka bersiap-siap di balik panggung sebelum acara di mulai. Hana telah memberi tahu suaminya sebelumnya bila ia sudah tiba di tempat acara bersama Lucky dan Clara,acara pun di mulai seorang MC naik kepanggung untuk menyampaikan babarapa kata dan akhirnya menyambut kedatangan Hana dan Lucky.
Sebelum acara pembagian tanda tangan sesi acara wawancara di mulai terlebih dahulu.
Aduh... aku gugup baru pertama kali aku duduk di atas panggung dan di lihat banyak orang begini.tenang Hana... tenang....
Hana mengusir kegugupannya dalam hati.
Wawancara pun di mulai.
"Selamat siang...Nina Starkhoo dan Tuan Lucky"sapa pembawa acara pria.
"Siang..."Hana dan Lucky menjawab berbarengan.
Hana di panggil dengan nama penanya.
"Bagimana kabarnya?"tanya pembawa acara.
"Baik..."Jawab Hana dan Lucky.
"Sebelumnya saya mengucapkan selamat kepada kalian berdua karena komik kolaborasi yang kalian buat berhasil di cetak dan lihat....para penggemar kalian sudah menunggu sesi tanda tangan"
Orang-orang yang datang semuanga berteriak histeris pada Hana dan Lucky.
"Pertama-tama kenapa sih kalian berniat kolaborasi?"
"sebelumnya kami memang berkarya sendiri-sendiri saya seorang penulis dan teman saya ini komikus tapi saya melihat bakat kawan saya ini dan menawarkan untuk berkolabkrasi dan dia setuju"kata Lucky.
"Ooo jadi kalian memang kenal sejak lama? "tanya pembawa acara tersebut.
"Iya... kami berteman sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama"Jawab Lucky.
"Kenapa mengambil tema bulutangkis? "
"Semua terinspirasi dari kisah cintanya dia"Lucky menunjuk Hana.
"Ooiya suami Nona star memang atlet bulutangkis bukan? "
"Iya... betul"Hana tersenyum.
"Kalau boleh tahu apa sih arti nama starkhoo? "
"Itu artinya Bintang ku, jadi sebenarnya ejaan huruf dobel o itu adalah u jadi bila di baca starku artinya bintang ku, itu nama suami saya dulu saya sangat mengidolakannya mangkanya saya memilih nama pena saya dengan nama itu"jelas Hana.
"Hari ini Tuan datang bersama istri apa nona juga bersma suami? ".
"Iya pastinya bersama suaminya mba... "Bintang tiba-tiba nyeletuk dari bawah panggung.
Hana terkejut melihat suaminya hadir di acaranya. Lucky tersenyum melihat wajah Hana yang gembira melihat kedatangan suaminya.
"Wah... ternyata sumber inspirasi nya juga ada disini teman-teman"kata pembawa acara itu.
Para penggemar komik Hana dan Lucky langsung melihat ke arah Bintang. mereka berguman-guman,wah...gantengnya suaminya, wah... mereka cocok sekali yang satu ganteng yang satu cantik,ih...jadi iri....
begitulah guman-gumam mereka.
"Tadi tuan Lucky bilang kalau ini cerita terinspirasi dari kisah cinta nona,apakah isi komik ini pengalaman pribadi nona? "
"Ohh bukan semua tidak ada hubungannya,awalnya Lucky memang mau mengangkat kisah saya tapi saya tidak setuju dan saya sedikit merubah isi cerita hingga menjadi cerita yang sekarang"jelas Hana.
"Tapi untuk judul bukunya apa itu termasuk inspirasi dari nama suami anda juga? "
"Iya"Jawab Hana dan Lucky berbarengan.
"Wah... kalian memang kompak ya... "pembawa acara itu terkejut.
"Ya... disitu sudah jelaskan judulnya saja my star yang artinya bintang ku, jadi bintang disini yang kami maksud adalah seorang bintang atau seorang idola"jelas Lucky.
"Mas Bintang bagaimana perasaan anda setelah tahu nama anda dan profesi anda menjadi inspirasi karya tulis dari istri anda dan kawannya"pembawa acara itu tiba-tiba bertanya pada Bintang yang ada di bawah panggung.
seorang tim memberikan mic pada Bintang untuk menjawab pertanyaan pembawa acara.
"Perasaan saya... jujur saya terkejut karena selama ini saya adalah inspirasi mereka berdua"Bintang tersenyum.
Sesi wawancara pun berakhir dan sekarang giliran sesi tanda tangan. semua penggemar Hana dan Lucky mengantri untuk mendapatkan tanda tangan mereka dan berfoto bersama mereka.
Bintang dan Clara menunggu di bawah panggung,mereka berdua sempat berbincang-bincang.
"Bagaimana kondisi kaki mu? "tanya Clara.
"Sudah lebih baik,kamu sendiri? "
"Bagus itu... "jawab Bintang singkat.
Acara pun selesai Hana langsung menghampiri Bintang.
"Sayang... kamu tidak bilang akan datang"
"Mau memberi kejutan untuk mu istri ku tersayang"Goda Bintang.
dia berbeda sekali bila bicara dengan istrinya,manja baru kali ini aku melihat dia semanja itu, biasanya dia kaku bicara seperlunya saja tapi kenapa bila dengan Hana dia sangat berbeda ya... cinta memang sulit di mengerti aku pun dengan Lucky begitu,aku tidak bisa jauh darinya sejak kami menikah.
Batin Clara.
"iihhh apaan sih"Hana malu.
Clara dan Lucky tersenyum melihat tingkah laku mereka berdua.
"Kamu dengan siapa datang kesini?"tanya Hana.
"Dengan Maxi,jadi nanti kami langsung kembali ke asrama".
"Ooo begitu... "Hana cemberut.
"Hei... kenapa cemberut ?"
"Kamu tak ingin menghabiskan waktu libur mu dengan istri mu? seminggu di asrama apa kamu diri mu tidak merindukan ku"Hana ngambek.
"Ya... rindu lah... kalau tidak rindu kenapa aku repot-repot datang kesini"
"Bohong"Hana manyun.
"Benar sayang... "Bintang mencubit hidung istrinya tapi tidak kencang.
Hana tersenyum.
"Jalan-jalan sebentar ya... sebelum kamu kembali ke asrama"Hana merangkul lengan suaminya.
Bintang pun tersenyum. menuruti kemauan istrinya.
Calara dan Lucky pamit duluan,kepala Clara sudah mulai pusing karena sedang ngidam, jadi Lucky memutuskan untuk segera pulang kerumah.
"Kami pulang duluan ya Han... kayanya istri ku sudah mulai pusing"kata Lucky.
"Oooya sudah hati-hatilah jaga istri lu lagi hamil muda"kata Hana.
Bintang terkejut mendengar ucapan Hana.
"Hamil? "Bintang bingung.
"Iya... sudah 8 minggu"Jelas Lucky.
"Wah... selamat ya... "Bintang tersenyum.
Lucky dan Clara pun pamit dan berlalu dari mereka berdua.
Hana dan Bintang berjalan-jalan di dalam mal, di iringi oleh Maxi di belakang mereka. dan mereka mampir di food cort untuk makan.
Saat sedang duduk dan menunggu makanan yang mereka pesan datang Bintang tersenyum melihat istrinya.
"Kenapa sayang kenapa melihat ku seperti itu? "Hana bingung.
"Sejak kapan nama ku menjadi inspirasi nama pena mu? "Bintang penasaran.
"Sejak..... pertama kali membuat komik, tapatnya 5 tahun yang lalu maaf aku seenaknya saja menggunakan nama mu sebagai nama pena ku"Hana tertunduk merasa bersalah.
"Kenapa menunduk"Bintang mengangkat dagu istrinya.
"Kamu fikir aku marah ya? "goda Bintang.
Hana terdiam.
"Aku tidak marah aku malah senang bisa menjadi inspirasi mu sayang"Bintang membelai lembut pipi istrinya.
"Banarkah kamu tidak marah? "Hana tersenyum.
"Iya aku tidak marah masa aku marah dengan istri ku karena menjadi inspirasinya, aku senang sayang...terima kasih karena menjadi kan ku inspirasi mu"Bintang memegang tangan istrinya.
Hana pun memegang tangan suaminya dan tersenyum merekah seperti bunga yang sedang mekar dan itu membuat Bintang jadi salah tingkah, entah kenapa setiap istrinya tersenyum seperti itu padanya jantungnya tidak karuan detaknya. padahal mereka sudah menikah tapi perasaan berdebar seperti sebelum mereka menikah masih suka di rasakan oleh Bintang.
Dari kejauhan mereka tidak menyadari ada seseorang yang tidak suka melihat kebersamaan mereka, Imel yang sedang mengunjingi mal tak sengaja melihat mereka berdua, Imel mengundurkan diri dari menjadi terapi di asrama karena malu dengan kejadian tempo hari.
Dia berniat balas dendam di luar,tapi niatnya belum ia tunaikan.
"Lihat saja nanti aku pasti akan menghancurkan mu Hana"katanya geram matanya penuh api dendam saat manatap Hana dari jauh.
...***...