
Satu bulan sudah berlalu sejak kejadian kecelakaan,perkembangan Bintang semakin hari semakin membaik,pagi ini seperti biasa Hana membuat sarapan di dapur tapi kali ini Hana membuat sarapan sendiri karena ayah dan Ibu sudah kembali ke negeri asal mereka untuk menghadiri acara pernikahan Lucky.
Bintang di kamar sendirian ia sedang belajar berdiri dan berjalan pelan-pelan,Hana masuk kedalam kamar melihat suaminya yang berdiri dari kursi roda dan berjalan pelan-pelan.
"Sayang...."Hana terlihat antusias,dia lalu menghampiri Bintang"Sayang....kamu berjalan?"
Bintang tersenyum.
"Alhamdulilah ya allah...suami ku mulai pulih"Hana gembira sangking gembiranya ia ingin memeluk tubuh Bintang yang sedang berdiri tapi di urungkan niat tersebut karena dia takut suaminya jatuh ketika menangkap dia di pelukannya.
Bintang berjalan pelan ke arah Hana dia lalu memeluk istrinya.
"Terima kasih karena sudah sabar mengurus ku"bisiknya saat memeluk istrinya."Bersabar lah sebentar lagi"bisiknya lagi.
"Sayang...sarapan dulu ya...aku sudah buatkan bubur buat mu"
Bintang pun menyantap sarapannya,tangannya juga sudah bisa mengangkat benda-benda ringan.
Hana yang melihat hal itu sangat senang dan bersyukur karena suaminya sudah bangkit dari keterpurukan.
Ponsel Hana berdering di lihat ternyata Lucas.
"Ya...Lu...ada apa?"
"Hana hari ini ada meeting kamu bersiap-siap nanti Nina dan Geral akan menjemput mu"
"Ah...iya aku lupa hehe terima kasih sudah mengingatkan,sangking bahagianya aku lupa kamu sudah berangkat bersama ayah dan ibu ku kesana"Hana terdengar sangat bahagia.
"Apa yang membuat mu sebahagia ini sampai-sampai kamu menjadi lupa?"Lucas penasaran.
"Suami ku sudah bisa berdiri dan berjalan pelan-pelan"suara Hana terdengar bahagia sekali.
"Benarkah alhamdulilah"Lucas mengucap syukur.
Lucky yang ada di sampingnya penasaran kenapa saudara kembarnya mengucapkan rasa syukur saat menelpon Hana.
"Ada apaan?"Lucky penasaran.
"Bintang sudah bisa berdiri dan berjalan pelan-pelan"Lucas memberitahu Lucky.
"Yang bener coba sini ponsel elu"Lucky merebut ponsel yang di pegang Lucas.
"Serius Han...Bintang udah bisa berdiri dan berjalan pelan-pelan?"Lucky penasaran.
"Iya Luc alhamdulilah,sekarang dia sedang sarapan"
"Alhamdulilah ya allah buah dari kesabaran elu sob..."terdengar suara haru Lucky di sebrang telpon.
Lucky terharu hingga menitikan air matanya.
"Ya...terima kasih ya karena sebagai kawan kalian selalu memberikan kekuatan sama gua,selalu ada di saat gua butuh kalian,kalian adalah sahabat terbaik gua" Hana pun menitikan air mata di ujung pelupuk matanya.
"Han...ada Dini nih disini elu mau ngomong nggak sama orang ngidam nih"Lucky memberitahu Hana keberadaan Dini di rumahnya.
Dini mengantarkan pesanan ayam untuk acara di rumah Lucky besok,akan di adakan pengajian untuk memberkahi pernikahan Lucky dan Clara,syukuran diadakan oleh kedua belah pihak,di rumah Lucky dan juga di rumah Clara.
Lucky pun menekan tombol speaker agar mereka semua bisa mendengar pembicaraan.
"Ooo ya...mana-mana"Hana antusias.
"Hana...aku kangen...."Suara Dini manja.
"Aku juga kangen sama kamu...gimana rasanya ngidam?"Hana bahagia dan penasaran.
"Gimana ya...pusing,eneg dan muntah tapi itu katanya wajar dalam trimester pertama nanti kalo sudah lama-lama juga hilang kata bidannya begitu"Dini menjelaskan.
"Kenapa Dini?"Bintang bertanya karena kurang menyimak pembicaraan mereka.
"Dia lagi ngidam hihi"Hana tertawa kecil.
"Ngidam?hamil maksudnya?"Bintang bingung.
"Iya sayang Dini sebentar lagi jadi ibu"Hana tersenyum antusias.
"Ooo begitu ya...selamat ya Din..."Bintang memberi selamat.
"Iya makasih Bi...nanti kalian nyusul ya"sangking bahagianya Dini keceplosan.
Lucky tiba-tiba mencubit tangannya,dan melotot kearahnya.menandakan kenapa bicara begitu seolah tidak tahu kondisi pernikahan sahabatnya.
"Eh...maaf aku salah".
"Tidak apa-apa Din...kami sedang menikmati masa pacaran dulu karena kami tidak pernah berpacaran hehe"Bintang tertawa.
Terlihat kelegaan di wajah mereka bertiga mendengar Bintang tertawa.
"Hana segera bersiap-siap lah Nanti Nina akan menjemput mu"Lucas mengingatkan dan segera mengakhiri telpon.
Dirumah Lucky Dini Habis menerima omelan Lucky.
"Ngaco lu...ngomong begitu sama mereka lu tahu kan kondisi pernikahan mereka itu kaya apa?"Lucky ngomel dan Dini menunduk merasa bersalah.
"Iya...maaf aku kan nggak sengaja tadi keceplosan"Dini meresa bersalah.
"Untung Bintang nggak kesinggung tadi kalo dia kesinggung siapa yang repot?"Lucky masih ngomelin Dini.
"Yang repot pasti Hana"Dini rasanya ingin menangis.
"Nah...elu tahu"Lucky kesal.
Saat Dini tahu Hana sudah menikah dengan Bintang dirinya sangat senang karena sahabatnya menyusulnya menikah,tapi ketika tahu bagaiman cara mereka menikah dia pun menangis,karena sahabatnya menikah dengan kondisi yang sangat memperihatinkan.
...***...
Hana bersiap-siap untuk pergi meeting dia juga mendandani suaminya karena akan di ajaknya meeting.
"Sayang...jangan dandan terlalu cantik nanti semua mata laki-laki tertuju pada mu"Bintna cemberut melihat istrinya berdandan tidak seperti biasanya.
"Tidak sayang aku hanya berdandan resmi saja kok biar terlihat lebih pantas saja gitu".
"Iya..."Bintang ngambek.
"iiihhh kamu gemesin deh..."Hana mencubit hidung suaminya,hingga suaminya itu tersenyum.
Bel pintu berbunyi.
"Sepertinya Nina dan geral sudah datang"Hana langsung keluar dan membuka pintu.
"Nona apa anda sudah siap"Tanya Nina saat dirinya sampai.
"Ya...tunggu sebentar aku ajak suami ku"Hana menyusul suaminya di kamar.
"Aku tidak ingin naik kursi roda"Bintang menolak saat Hana menarik kursi roda.
"Baiklah,tapi aku tetap akan membawa ini karena takut kamu kelelahan".
Hana meminta bantuan Nina untuk.membawa kursi roda ke mobil sedangkan Bintang di gandeng oleh Hana.
Nina yang melihat hal itu terkejut.
"Tuan anda sudah bisa berjalan?syukurlah..." Nina tersenyum bahagia.
Geral melihat ke arah Hana,Bintang jadi sewot.
"Hei...jangan melihat istri ku seperti itu"Bintang sewot,dia cemburu karena geral terlihat terpesona melihat Hana.
"Sayang...jangan seperti itu"Hana jadi serba salah.
"Maaf Tuan"Geral meminya maaf dan menundukan kepalanya.
Aku tak menyangka suami Nona Hana sangat cemburuan. (batin geral).
Hana membantu Bintang masuk kedalam mobil,Hana pun duduk di sebelah Bintang, Nina bersama Geral di depan.
"Cepat jalan jangan curi-curi pandang"Bintang masih sewot.
"Sayang..."Hana kesal sendiri dengan tingkah suaminya yang cemburuan.
Bintang cemberut.
"Sayang....jangan seperti ini dong....mereka itu semua tim ku mana mungkin mereka punya fikiran yang tidak sopan sayang..."
"Kenapa masih disini kenapa tidak jalan-jalan mobi ini?"Bintang sewot lagi.
"Ya Geral cepat lah jalan,takut yang lain menunggu"Hana pun meminta Geral menjalankan mobil.
Mobil pun berjalan dengan kecepatan standar,perjalanan cukup jauh dan memakan waktu Hana tak tahu kalau meeting di adakan di tempat yang sama seperti meeting sebelumnya,ia baru sadar ketika memasuki kota lain.
"Nina kita mengadakan meeting dimana sih?"Hana penasaran.
"Di tempat biasa Nona di tempat bulan kemarin kita meeting"jelas Nina.
Mobil memasuki area parkir hotel,tiba-tiba Bintang gemetar dia pun memegangi kepalanya,Hana panik dia tahu sepertinya Bintang masih trauma dengan tempat ini.
"Sayang...sayang..."Hana panik melihat kondisi suaminya tidak baik-baik saja.
"Batalkan meeting dan antar aku kerumah sakit sekarang"teriak Hana pada geral dan Nina,dia panik melihat kondisi suaminya.
"Sayang...."Hana memeluknya dan mengelus kepalanya,tapi Bintang masih gemetar dan berkeringat dingin.
...***...