MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 87 Gila karena mu



kedua perawat itu melongo melihat aksi Bintang memberikan obat pada istrinya.


Bintang langsung memberikan segelas air kepada Hana,dan langsung di minum oleh Hana.


"Lain kali sediakan buah pisang untuk membantunya minum obat, dalam keadaan normal saja dia sulit minum obat apa lagi dalam keadaan seperti sekarang ini"Bintang pun meminum segelas air karena mengunyah obat yang masih meninggalkan rasa pahit di dalam mulutnya.


"Biarkan aku nanti yang akan membujuknya untuk meminun obat tersebut"lanjut Bintang.


Kedua perawat yang masih shock itu hanya mengangguk. mereka berdua pun keluar dari ruangan Hana,saat di luar mereka berdua histeris mengingat aksi Bintang.


"Aaaaa gila suaminya benar-benar aaaa Bisa-bisanya dia melakukan itu didepan kita"salah satu perawat sters sendiri.


"Benar-benar suami idaman ganteng, atletis, cinta mati sama istri, setia,mapan aaaaa benar-benar suami idaman banget"perawat yang satunya juga histeris.


"Aaaaa masih ada nggak stok yang seperti itu di dunia ini kalau ada aku mau tuhan... "kata kedua perawat itu.


Hana terdiam terpaku saat Bintang melakukan itu, dia merasakan seperti pernah mengalami hal seperti tadi sebelumnya.di rabanya bibirnya yang tadi bersentuhan dengan bibir Bintang.


Aku seperti pernah mengalami hal ini sebelumnya.


"Taraaa ayo makan coklat nya"Bintang menunjukan buket coklat lagi pada Hana.


Tiba-tiba terbesit bayangan saat pertama kali Bintang membawakannya buket coklat untuknya.


Apa... apa itu tadi bayangan apa itu.


Bintang menyuapinya coklat dan Hana pun memakannya.


Hana memandang Bintang terus.


"Kenapa?"tanya Bintang lembut.


"Entah kenapa aku seperti sudah mengenal mu sebelumnya"Hana memang wajah Bintang.


Bintang tersenyum dan memegang tangan istrinya yang memegang pipinya.


"Kita memang saling mengenal,bila kau belum ingat jangan di paksaan pelan-pelan saja".


Tiba-tiba dr. Akam masuk bersama Papah Adam dan temannya yang seorang polisi. Hana ketakutan melihat orang lain masuk dia lalu memeluk Bintang menyembunyikan wajahnya di dada Bintang.


dr. Akam dan Papah sangat prihatin melihat keadaan Hana.


"Dia masih takut bila melihat orang lain"Bintang menjelaskan"Hana...jangan takut mereka ini kakak ku dan papah ku, mereka bukan orang jahat"Bintang membujuk Hana dengan lembut agar tidak takut pada papah dan dr. Akam.


"Tangan mu diperiksa dulu ya... kan tangan mu sakit"Bintang masih membujuk Hana.


Hana pun mau di periksa okeh dr. Akam tapi Bintang tidak bisa pergi darinya karena dia masih ketakutan. dr. Akam melihat keadaan tangan adik iparnya yang memar, begitu tidak tega dia melihat keadaan adik iparnya, dr. Akam mencoba meraba ruas-ruas jari Hana, Hana mendesis kesakitan,Bintang terlihat khawatir.


"Tenang Bi... aku tidak sedang menyakiti istri mu,tulangnya tidak ada yang patah hanya bergeser, bila melakukan terapi tangannya akan kembali normal"dr.Akam menjelaskan.


Papah mengenalkan temannya yang seorang polisi, dia sudah mendapatkan rekaman cctv saat di gor saat Hana di culik, tapi para pelaku masih berstatus buron.


"Pah.... Hana bilang dua juga mendengar suara seorang wanita,kemungkinan wanita itu dalang di balik kasus ini Pah".


"Menurut hasil penyelidikan di cctv orang yang menculik istri anda berjumlah 3 orang".


"Tapi istri saya bilang kalau yang menyiksanya itu beramai-ramai kemungkinan lebih dari 3 orang pak"


"Kita belum bisa memastikan berapa orang yang melakukan kekerasan kepada istri anda tapi kami akan berusaha untuk secepatnya menangkap tiga orang pelaku yang terlihat di cctv dahulu untuk perkembangan kasus ini".


Malam ini Bintang melihat Hana tertidur dengan nyenyak.


"Bersabarlah sayang keadilan sedang ditegakan untuk mu,aku penasaran siapa yang begitu tega menyakiti mu sampai seperti ini".


Pagi hari Bintang keluar ruangan Hana sebentar untuk membeli sesuatu, dokter yang menterapi Hana telah berada diruangan. dokter mencoba menunjukan foto Bintang pada Hana, dokter mencoba mengingatkan Hana bahwa Bintang adalah suaminya.


"Hana... kamu kenal dengan orang yang ada difoto ini?"dokter menunjukkan foto Bintang yang ada di ponselnya.


"Orang itu adalah tuan yang selalu bersama ku"kata Hana polos.


"Kamu ingat atau tahu siapa dia? "


Hana menggeleng.


Hana menggeleng.


"Kamu ingin tahu wajahnya seperti apa?"


Hana mengangguk.


"Nah... ini wajahnya inilah suami mu, mangkanya dia selalu bersama mu dan setia menemani mu".


Hana tiba-tiba tertawa geli.


Tiba-tiba Bintang masuk kedalam ruangan, dia melihat istrinya sedang tertawa di depan dokternya.Hana melihat kearah Bintang dan masih tertawa.


"Tuan... dokter ini lucu, dia bilang kamu itu suami ku hahaha"Hana tertawa.


Bintang menghampiri istrinya.


"Kalau itu benar bagaimana?"tanya Bintang.


"Hehehe Memangnya anda mau dengan wanita tidak waras seperti aku"Hana masih tertawa.


Apa dia sadar dia itu sedang tidak waras, ada pasien tidak waras menyadari dirinya tidak waras hadeuh... aku pusing sendiri .


Dokter pusing sendiri.


"Sebenarnya aku pun gila".


Hana terdiam mendengar perkataan Bintang.


"Kau... gila? "Hana ragu.


"Iya aku gila karena mu"


Aduh... kenapa jadi begini kenapa jadi tambah parah apa pasien ku akan bertambah satu lagi? suami istri jadi gila bareng gitu. (dokter bingung).


Hana bengong mendengar ucapan Bintang.


"Ah... sudahlah lupakan,bila kau belum ingat aku tak apa pelan-pelan saja"


Aaaa kufikir dia beneran menjadi gila karena melihat istrinya kurang waras.


(Dokter histeris dalam hatinya).


"Aku membawakan mu buku gambar dan peralatan menulis untuk menghilangkan rasa bosan dan sekalian melatih tangan mu"


"Apa terapinya sudah selesai dok"tanya Bintang.


Dokter pun mengangguk.


"Apa boleh aku membawanya ketaman, aku takut dia bosan bila di dalam saja"Bintang meminta ijin pada dokter.


"Silahkan akan ada perawat yang mengawasi dia"dokter pun mengijinkannya.


"Hana kita keluar yuk... "bujuk Bintang.


Hana pun mengikuti Bintang dan dia tak lupa Bintang membawa buku gambar dan alat tulis yang di berikan Bintang kepadanya.


Ditaman Bintang mengajak Hana duduk di bangku taman mereka di temani oleh dua orang perawat yang mengawasi mereka berdua, Hana mencoba memegang pensil dirasakan tangannya masih terasa nyeri tapi tidak separah kemarin, mungkin karena dr. Akam semalam melakukan terapi sedikit pada tangan Hana.


Ponsel Bintang tiba-tiba berdering di lihatnya ternyata itu telpon dari papahnya, Bintang meninggalkan Hana bersama dua perawat yang mengawasinya. Papah bilang kalau salah satu penculik Hana sudah tertangkap dan memberikan informasi kalau mereka memang dibayar untuk menganiaya Hana dan jumlah mereka ada lima orang,tidak termasuk orang yang membayar mereka.


Saat Bintang menerima telpon yang berjarak agak jauh dari Hana, tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekati Hana, kedua perawat yang bertugas mengawasi Hana tidak menyadari kedatangan wanita itu karena mereka sedang asik mengobrol.


"Apa yang kau lakukan pada Bintang hingga saat kau gila pun dia masih setia menemani mu? "katanya ketus.


Hana yang menggores-goreskan pensil di buku gambarnya, langsung mengangkat kepalanya dia mengenali suara wanita yang ada dihadapannya ini.


"Aku kenal suara mu,kamu wanita jahat yang menyuruh orang-orang itu menyiksa ku"Hana langsung bangun dari duduknya.


...***...