MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 31 Aslan



Hana berlari saat Bintang ke arah podium,tapi tiba-tiba ada yang menarik tangannya.Hana pun menoleh kepada orang yang menarik tangannya.


"Ka...Aslan..."gumam Hana terkejut.


Aslan membawa Hana keluar dari gor,Hana pun menurutinya.


Di luar Gor.


"Kaka kenapa bisa ada disini?"Tanya Hana.


Tangan Aslan masih memegang tangan Hana.


"Ayo pulang"Aslan menarik tangan adiknya.


Ya Aslan adalah kakak kandung Hana.


"Tidak mau"Hana berusaha melepaskan pegangan tangannya.


"Ck...ayo pulang sudah berapa lama kamu meninggalkan rumah"Aslan masih memaksa Hana.


"Aku akan pulang ka tapi tidak sekarang aku masih banyak pekerjaan yang masih harus aku selesaikan"pegangan tangan Aslan mengendur.


"Nana...Ibu mengkhawatirkan mu"


"Bohong Ibu bilang dia selalu kesal bila melihat ku karena aku sangat mirip dengan ayah hingga sampai bakat ayah yang menurun pada ku sangat di benci Ibu"


"Nana...adik kecil ku"Aslan memegang pipi Hana dengan kedua tangannya.


Bintang yang sedari tadi mencari Hana akhirnya melihatnya,Bintang berlari mendekat pada Hana melepas mendali yang masih menggantung dilehernya,ia berniat memberikan hadiah kemenangannya kali ini untuk Hana sebagai rasa terima kasihnya,tapi saat ia berjarak lebih dekat tubuh Aslan yang tertutup papan baner mulai terlihat,Bintang melihat Aslan memegang pipi Hana terlihat mesra di mata Bintang.


Ting....Bintang menjatuhkan mendali yang di pegangnya bunyinya terdengar oleh Hana hingga Hana pun menoleh padanya.


"Bintang..."Hana terkejut melihat Bintang yang berada di belakangnya.


Bintang tak percaya dengan apa yang dilihatnya dirinya merasa di hiyanati.dia pun berbalik badan dan berlari meninggalkan Hana dan meninggalkan mendali yang ia dapatkan dengan susah payah di pertandingan.


Ternyata itu alasan mu selama ini tidak bisa menganggap aku lebih dari seorang idola di hati mu ternyata itu!


Bintang geram ia berlari tak ada tujuan,Hana mengejarnya di carinya kemana Bintang,tak bisa ia temukan.


Hingga awan mendung pun menurunkan hunjan.


"Bi...kamu dimana"Hana berusaha mencari Bintang di derasnya air hujan yang mengguyur tanah.


Bintang yang mendengar suara Hana menutup telinganya,ia tak mau mendengar suara Hana.Hana melihat Bintang yang bersandar di dekat bus para atlet ia melihat Bintang yang basah kuyub menutup telinganya.


Hana berlari menghampirinya.


"Bi...kenapa hujan-hujanan nanti kamu bisa sakit"


"Pergi kau dari sini"Bintang tak mau melihat wajah Hana dia memalingkan wajahnya kearah berlawanan.


"Bi...kamu kenapa?"Hana berbicara lembut dia berusaha memegang lengan Bintang tapi di tepisnya.


"Sudah lah Han...jangan dekati aku lagi,aku sudah tahu alasan mu tidak bisa menganggap mu lebih dari seorang idola mu saja,aku tak ingin merusak hubungan orang lain"


Hana tersenyum.


"Bi...sepertinya kamu salah faham"


Bintang menoleh ke arah Hana.


"Salah faham apanya sudah jelas-jelas tadi kamu bermesraan dengan laki-laki itu tadi"Bintang sewot.


"Apa kami terlihat seperti itu tadi?"Hana masih tersenyum.


"Iya kau terlihat mesra dia memagang pipi mu seperti ingin mencium mu"Bintang sewot.


Hana akhirnya tertawa.


"Hahaha"


Bintang bingung melihat tingkah Hana.


"Kamu bisa ya berfikir begitu hihihi"Hana masih tertawa.


"Kenapa kamu tertawa"Bintang masih sewot.


"Kamu cemburu"Hana bertanya dan menahan tawanya.


Bintang terdiam dan masih cemberut.


"Nana..."Aslan menghampiri Hana dan Bintang.


Hana dan Bintang menoleh pada Aslan.


"Kenapa kalian hujan-hujanan begini?"Tanya Aslan bingung.


"Kakak mengejar ku?"tanya Hana bingung.


"Iya ini tadi terjatuh"Aslan menunjukan mendali Bintang.


"Bi...mendali mu"Hana memberikan mendali kapada Bintang.


Bintang masih cemberut dan mengacuhkan Hana.


"Sebaiknya kita berteduh dulu"ajak Aslan.


"Bi...kenalkan ini Ka Aslan kakak ku kakak kandung ku"


Bintang melongo tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Ka...kak mu?" tanya Bintang ragu.


Hana hanya mengangguk dan tersenyum.


"Sudah sudah kenalannya nanti saja kita berteduh dulu lihat kalian basah kuyub begini" ajak Aslan.


Mereka pun mengikuti Aslan ke tempat berteduh.


"Bi...ini punya mu"Hana memberikan mendalinya kepada Bintang.


"I...ini untuk mu"Bintang malu-malu memberikan mendalinya pada Hana.


Aslan tersenyum melihat adegan ini,seperti melihat drama romantis saja fikirnya,dia tidak menyangka ternyata idola adiknya bisa bucin dengan adiknya.


"Baiklah kakak akan memberitahu Ibu kamu sedang banyak pekerjaan jadi belum bisa pulang,tapi ingat pulang Ibu selalu menunggu mu di rumah"


"Ya ka..."


"Kakak pulang dulu ya"Aslan membelai kepala adiknya.


"Ya...hati-hati kak"Hana menyalami tangan Aslan.


"Tunggu kak"Bintang menghentikan langkah Aslan yang ingin meninggalkan mereka berdua.


"Maaf kan aku tadi"Bintang menjabat tangan Aslan.


"Sepertinya kamu salah minta maaf, seharusnya kamu minta maaf dengan Nana bukan dengan ku"Aslan menjabat tangan Bintang."Baik-baiklah kalian berdua aku pulang dulu"Aslan menepuk bahu Bintang.


Saat Aslan berjalan meninggalkan mereka berdua Lucky yang berlari ke arah Bintang tiba-tiba terkejut melihat kehadiran Aslan.


"Ka...As..."panggil Lucky ketika melihat Aslan di depannya.


Aslan tersenyum lebar pada Lucky.


"Apa yang kaka lakukan disini?"tanya Lucky penasaran.


"Mau jemput Nana,tapi yang di jemput banyak kerjaan dan nggak bisa ninggalin kerjaannya katanya"


"Oh...hehe kaka sudah kenalan dengan Bintang?"


"Sudah tadi dia hampir salah faham dengan kami"


"Oooo maklumi lah ya ka hehe bucin"bisik Lucky.


Aslan tersenyum lebar mengerti.dia pun menepuk pundak Lucky dan pergi dari hadapan mereka semua.


Lucky terkejut melihat Bintang dan Hana basah kuyub.


"Ya ampun lu berdua hujan-hujanan?tadi ka As juga basah dari mana sih kalian ini,oia Bi ganti baju mu coach mu mencari mu tadi"


Bintang pun berlari kedalam gor.


"Kenapa hujan-hujanan sih Han?"


Hana pun akhirnya menceritakan pada Lucky apa yang terjadi tadi.


"Hahaha gila dia cemburuan banget ya"Lucky terpingkal-pingkal.


"Jangan sembarangan ngomong"Hana mencubit pinggang Lucky yang tertawa.


...***...


Hana yang bajunya masih basah masuk kedalam gor bersama Lucky Hana mengambil barangnya yang tertinggal,Lucky dan rekan kerjanya pun sudah merapihkan barang-barang mereka.


"Han lu pake jaket gue ajah nih"Lucky memberikan jaketnya.


Saat Hana ingin mengambil jaket Lucky,tiba-tiba Bintang menyodorkan bajunya di depan mata Hana.


"Pakai ini saja"


"Ya Han pakai baju Bintang ajah,kapan lagi kan idola perhatian sama fans nya"Lucky cengar cengir.


Hana melotot ke arah Lucky.


"Pakailah nanti kamu bisa masuk angin"


Hana pun mengambil baju Bintang.


"Terima kasih"Hana langsung berlari ke toilet untuk mengganti bajunya.


Bintang kenapa kau baik sekali kalau seperti ini bisa-bisa aku beneran jatuh cinta pada mu akh...Hana buang perasaan itu,Bintang berbuat baik pada mu itu karena dia memang orang yang baik pada semua orang bukan pada mu saja.


Hana berdebat dengan batinnya sendiri.


...*** ...