
Siang ini Hana mengantarkan makanan dan obat ke kamar Bintang.di ketuknya pintu tak ada jawaban akhirnya Hana masuk membuka pintu perlahan di intipnya kamar Bintang,dilihatnya Bintang sedang tidur.
"Dia tidur"Hana menaruh nampan berisi semangkuk bubur,segelas air dan obat demam.
"Di bangunin nggak ya...tapi dia harus makan dan minum obat"
Hana memberanikan diri memegang kening Bintang yang sedang tertidur.
"Masih panas"
Bintang membuka matanya,ia tersenyum melihat Hana ada di samping tempat tidurnya.
"Eh...kamu bangun aku mengejutkan mu ya?"Hana gelagaban.
"Tidak aku tidak tidur sungguhan tadi hanya memejamkan mata aku tidak bisa tidur nyenyak mungkin karena demam"Bintang duduk di atas kasurnya.
"Makan lah dulu setelah itu minum obatnya mungkin dengan begitu kamu bisa tidur nyenyak"Hana membawa nampan ke atas kasur Bintang.
"Baiklah terima kasih sudah repot-repot mengantar makanan dan obat untuk ku"
"Eh...tidak apa-apa aku senang melakukannya,makanlah"
Bintang tersenyum dan menyendok bubur,ia mengaduk bubur tersebut agar panasnya berkurang lalu menyuapnya ke mulutnya.di rasakan bubur itu.
"Ini bukan Oma yang buat ya?"Bintang bertanya setelah sesendok bubur masuk kedalam mulutnya.
"I...iya...kenapa tidak enak ya?"Hana panik karena itu bubur buatannya Oma Lina tadi menyuruhnya membuatkan bubur untuk Bintang.
"Enak...enak banget"Bintang langsung melahap bubur tersebut.
"Serius?"Hana bertanya tak percaya.
"Serius coba lah"Bintang meyodorkan sendok berisi bubur ke depan wajah Hana.
"Ah...tidak usah itu buat mu"Hana memalingkan wajahnya dari Bintang.
"Apa Oma membeli bubur di luar?"Bintang bertanya.
"Tidak itu buatan sendiri tidak beli di luar"Hana gugup.
"Tapi aku tahu rasa bubur buatan Oma,ada yang berbeda dari rasanya,apa resepnya berbeda"
"Sudah...makanlah kalau sedang makan jangan banyak bicara atau mengkritik makanan itu tidak baik karena makanan itu rizki yang perlu kita syukuri"
Bintang pun menghabiskan makanannya tanpa sisa.
"Sekarang minumlah obatnya"Hana memberikan obat dan segelas air pada Bintang.
Bintang pun meminum Obat tersebut.
Hana merapihkan mangkuk dan gelas di tata di nampan.
"Istirahatlah aku taruh ini dulu ya"Hana mengangkat nampan di tangannya dan ia menuju pintu.
Bintang melihatnya.
"Hana apa bubur itu buatan mu?"
Langkah Hana langsung terhenti saat ia ingin membuka pintu.
Hana cengengesan,melihat itu Bintang tersenyum.
"Terima kasih kau mau membuatkan ku bubur"
"Ah...iya"Hana kikuk dan ia pun langsung keluar dari kamar Bintang.
Saat Hana turun dari tangga Mamah Bitha dan Oma Lina melihat mangkuk yang di bawa Hana isinya kosong.
"Wah...buburnya habis"Kata Oma antusias.
"Biasanya Bintang kalau sakit tidak makan banyak mangkanya setiap habis sakit pasti berat badannya menurun"lanjut Oma.
"Iya Mah...kamu memang tepat berada di sampingnya saat ini Hana"Mamah Bitha bicara tak ketus seperti biasanya.
Hehe ada apa dengan dia apa dia benar-benar berfikir anaknya jatuh cinta pada ku.
"Oma Tante aku permisi dulu mau menaruh ini di dapur"Hana berpamitan pada Oma dan Mamah Bitha.
Di dapur Hana menaruh mangkok dan gelas di tempat mencuci piring,ia pun segera mencucinya.
Ah...kenapa aku bisa terjebak disini sih...aku sudah seperti istrinya saja,ah...bukan aku seperti pelayan tapi kenapa aku senang melayani dia,aaa kalau Lucky tahu hal ini dia pasti bilang kapan lagi kan bisa merawat idola mu...iiihhh menyebalkan.
...***...