MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 97 curahan hati Nina



malam itu setelah selesai menelpon Nina,Hana keluar kamar menuju restoran hotel untuk makan malam,disana dia berdiskusi dengan Lucky, berdiskusi masalah Lucas dan Nina.


"Gimana ya caranya biar mereka berdua tuh menyatakan perasaan masing-masing"Hana terlihat berfikir.


Hana yang serius membahas soal Lucas dan Nina bersama Lucky tak sadar kalau rombongan atlet sudah berkumpul di restoran hotel untuk makan malam,dia tak sadar kalau suaminya memperhatikannya dari jauh.


"Apa yang sedang di fikirkannya?"guman Bintang saat melihat istrinya yang seperti sedang berfikir di depan sahabatnya.


"Bi... kenapa?"tanya coach Yoga dari arah belakangnya.


"Eh... tidak coach"Bintang langsung memalingkan wajahnya dari Hana dan bergabung dengan rombongannya.


sementara itu di meja yang cukup jauh itu Lucky juga ikut berfikir karena dia tahu benar sifat saudara kembarnya yang sulit sekali membuka hati.


"Susah Han... kalo dia udah kecewa"Lucky pesimis.


"Dia kecewa tapi sebenarnya dia juga masih ngarep,elu kaya nggak hafal ajah sifat dia".


Tiba-tiba ponsel Hana bergetar di atas meja, dilihatnya pesan dari suaminya.


Mikirin apa serius banget kelihatannya.


Hana celingungkan dan mendapatkan suaminya bersama rombongannya sedang makan malam di meja yang letaknya agak jauh darinya. Hana cengengesan melihat ke arah suaminya.


Dia jadi ingat kenangannya bersama suaminya disini di tempat ini sebelum mereka menikah,disini lah Bintang menyebutnya calon istrinya.


Lucky yang melihat sahabatnya cengengesan langsung melihat kearah yang sama dengan Hana, Lucky pun tersenyum pada Bintang.


Bukan apa-apa sayang bukan masalah serius kok.


Hana membalas pesan suaminya.


Bintang membaca pesan dari istrinya kemudian dia tersenyum dari jauh.


Aku makan dulu ya kamu jangan lupa makan kasihan dedenya kalau kamu tidak makan.


Bintang mengirim pesan lagi.


Hana pun membalasnya.


Iya sayang ini aku sedang pesan makanan.


"Bi.... makanlah dulu kamu bisa menemui istri mu nanti setelah makan, tidak usah berkirim pesan seperti itu,seperti orang yang masih pacaran saja padahal sebentar lagi akan punya anak"tegur coach Yoga.


"Eh... iya coach"Bintang pun meletakan ponselnya di meja dan mulai menyantap makan malamnya. sambil sesekali melihat ke arah istrinya yang sedang makan juga.


selesai makan Bintang mengajak Maxi kemeja istrinya.


"Sayang...sudah makan? "tanya Bintang saat ia sampai di meja Istrinya.


"Sudah"


Bintang pun duduk di samping istrinya,mengelus perut istrinya.


"Jangan lupa minum susu dan vitaminnya ya?"


"Iya... "


Maxi dan Lucky menahan tawa mereka, karena mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu kejadian di tempat yang sama, kejadian lucu, tragis dan berujung penyatuan mereka.


Rombongan Bintang sudah selesai makan malam dan semuanya kembali ke kamar masing-masing termasuk Bintang, dia sempat mengantar Hana sampai depan pintu kamarnya.


"Istirahatlah hari ini perjalanan cukup panjang,besok meetingnya mulai jam berapa?"


"Jam sembilan pagi,bila sempat aku akan datang ke gedung olah raga melihat mu bertanding,tapi bila aku tak datang kamu jangan kecewa ya sayang".


"Tidak... aku tidak akan kecewa aku mengerti kok"Bintang membelai wajah istrinya.


"Masuk lah kedalam dan tidurlah yang nyenyak aku sayang kamu"ucap Bintang saat mengantar Hana didepan pintu kamar hotel.


"Aku juga sayang kamu"Hana tersenyum dan membuka pintu kamarnya dia pun masuk kedalam kamar tersebut"Aku tutup ya pintunya"kata Hana yang masih melihat suaminya berdiri menunggunya masuk kedalam kamarnya.


Bintang membaringakan dirinya di atas kasur, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena perjalanan yang cukup jauh. dia melihat layar ponselnya sebelum dia tertidur dan membaca doa sebelum tidur.


"Selamat malam sayang"ucapnya kecil ketika melihat layar ponselnya yang terpajang foto dia dan istrinya saat beberapa tahun yang lalu saat dia berjalan-jalan menggunakan kursi roda.


...***...


Pagi hari sebelum Bintang berangkat dengan rombongannya dia menemui istrinya dulu, dia memberi pesan untuk berhati-hati saat dirinya jauh dari suaminya, Hana pun menuruti pesan suaminya.Hana berdoa untuk kemudahan pertandingan suaminya hari ini.


Bintang dan timnya pun segera berangkat menuju arena, Hana masih dikamar hotelnya,menunggu kedatangan Nina. tak lama Nina menelponnya dia. memberi tahu kalau dirinya sudah tiba di lobi hotel, Hana memberitahukan letak kamarnya dan memintanya datang kekamarnya.


Tok.. tok... pintu kamar Hana ada yang mengetuk.


Hana pun membukanya.


"Aaaa Nina"Hana langsung memeluk Nina yang berada di balik pintu.


Nina pun tersenyum karena Nona yang dia kenal masih sangat ramah padanya.


"Duduklah sebentar aku siap-siap dulu"


Hana pun mempersiapkan dirinya untuk meeting bersama timnya,Nina melihat perut Hana agak buncit.


"Nona apakah anda sedang mengandung? "tanya Nina.


"Ah... iya.. sudah kelihatan ya hehe? "Hana melihat kearah perutnya.


"Itu berita baik Nona, semoga sehat terus sampai persalinan"doa Nina.


"Aamiin".


Setelah selesai mempersiapkan dirinya Hana mendekat pada Nina,dia ingin mengetahui sebenarnya perasaan Nina pada sahabatnya.


"Nina... apa kau mencintai Lucas? "tanya Hana pelan.


Nina menunduk malu.


"Kenapa kau diam saja jawablah pertanyaan ku"


"Nona Tuan Lucas terlalu baik untuk saya"


"Aku tidak menanyakan dia baik atau tidak,yang aku tanya kamu mencintainya atau tidak"Hana gemas.


"Sejujurnya saya memang mencintainya Nona sejak lama tapi saya tak mau banyak berharap, Tuan Lucas memang memperlakukan saya agak berbeda dengan teman-teman yang lain, tapi waktu itu saya mengira kalau Tuan Lucas hanya menganggap saya sebagai orang yang bisa dia percaya,saya tidak menyangka kalau dia sebenarnya mencintai saya juga, saya tidak bisa menerimanya saat itu karena saya sudah di jodohkan walau saya mencintainya saya tidak bisa menerimanya karena sudah di jodohkan, tapi saat dia menolong saya dan keluarga saya perasaan itu semakin dalam, tapi dia mengucapkan selamat tinggal saat menyelesaikan masalah keluarga saya,mangkanya saya tidak berani Nona saya tidak berani kembali bekerja lagi karena Tuan sudah mengucapkan selamat tinggal"


"Heh... dia itu mengucapkan selamat tinggal di mulutnya saja tapi di hatinya dia ingin kamu kembali padanya lagi,sebenarnya saat dia mengucapkan selamat tinggal pada mu waktu itu dia itu sebenarnya berharap kamu mencegahnya pergi, tapi kamunya tidak peka.... gerrrr"Hana gemas.


Dia jadi ingat dirinya sendri yang tidak peka pada perasaan suaminya saat dulu.hingga ia tersenyum sendiri.


Tok... tok... ada yang mengetuk pintu kamar Hana, Hana meminta Nina membukakan pintu karena dia ingin ke toilet kamarnya.


Nina pun membuka pintu,dan ternyata yang di balik pintu adalah Lucas. Lucas terkejut melihat Nina ada di kamar Hana.


"Kamu sedang apa disini? mana Hana?"Lucas bersikap kaku seperti biasanya.


"Nona sedang di kamar mandi Tuan"Nina gugup melihat Lucas.


Tak lama Hana keluar dari kamar mandi.


"Siapa Nin..."tanya Hana saat keluar dari kamar mandi.


Saat melihat Lucas Hana tersenyum pada keduanya.


"Eh.... Lu... ternyata kamu, memang sudah mulai meetingnya,kita meeting dulu atau langsung interview?"tanya Hana.


"Kita meeting sebentar,lalu interview setelah itu meeting lagi menentukan siapa saja yang di terima"Lucas berbicara seperti biasanya dengan Hana.


"Ooo begitu,oke...kita berangkat yuk"Hana sudah membawa tas ranselnya dan berangkat ketempat meeting.


...***...