MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 71 Pertengkaran



Baskom berisi sayuran terjatuh hingga sayuran yang ada di dalamnya berserakan di lantai dapur.


"Sayang... kamu tidak apa-apa? "Bintang khawatir.


"Hehe tidak sayang aku tidak apa-apa "Hana tertawa kecil.


"Kenapa kamu terkejut saat aku bilang ingin melihat kamar mu? "Bintang penasaran.


"Hehe tidak sayang, justru nanti kamu yang terkejut bila masuk ke kamar ku"


"Kenapa Memangnya? "Bintang bingung.


"Karena isi kamar ku sebagian tentang diri mu"Hana malu.


"Hah... "Bintang bingung.


"Sudah... sudah nanti saja kalau kamu kesana ya terkejutnya jangan sekarang,saat ini aku masak dulu,kamu istirahat saja dulu"


"Apa maksudnya sebagian kamar mu itu tentang diri ku sayang? "


"Sulit menjelaskannya sayang nanti saja ya kamu lihat sendiri" Hana mencuci sayuran.


Bintang terdiam dia duduk di dapur memperhatikan istrinya memasak.


Malam telah tiba selesai memasak Hana lalu mandi, Bintang menunggunya di dalam kamar, tak lama Hana keluar dari kamar madi memakai pakaian tidur dan dengan rambut yang basah, Hana menyisir rambutnya, Bintang memperhatikannya.


"Sayang kamu tidak mandi? "tanya Hana saat ia menyadari suaminya menatapnya terus.


Bintang mendekat pada istrinya yang ada di depan meja riasnya, Hana bingung kenapa suaminya malah mendekatinya.


"Ada apa sayang? "Hana sedikit takut Karena mata Bintang terlihat tak seperti biasanya.


Kenapa dia menatap ku seperti itu.


Hana ketakutan.


Bintang tiba-tiba memeluk Hana, di hirupnya aroma sampo yang digunakan Istrinya, diciumnya rambut istrinya,dan ia menyingkirkan rambut yang menutupi leher istrinya.Hana semakin takut tapi dia tak mampu bergerak entah kenapa badannya. membeku.


Bintang menghirup aroma sabun yang masih menempel di kulit istrinya,dia pun mulai meraba leher itu dengan bibirnya, Hana terdiam tak mengelak sentuhan suaminya, dan kali ini ia menatap istrinya matanya sayu, didekatkan bibirnya dengan bibir istrinya,dan bibir mereka pun bersatu.Hana memegang tengkuk suaminya di saat mereka menyatukan bibir mereka di rasakannya temperatur tubuh suaminya sudah meningkat, ia lalu menyadari ada yang salah kali ini.


Hana mendorong tubuh Bintang hingga Bintang menjauh. Hana bangun dari duduknya.


"Sayang lekas lah mandi, aku tunggu di meja makan"


Hana berjalan ingin keluar kamar, tapi tangannya di tarik oleh Bintang. Hana memandang suaminya.


"Maaf sayang tapi ini bukan saat yang tepat"Hana membelai pipi suaminya.


"Kenapa? "Bintang kesal.


"Kamu masih sakit"Hana pun ikut kesal dia ingin meninggalkan kamar.


"Tetap lah disini"Bintang meninta Hana tetap berada di kamar.


"Lebih baik kamu madi aku menunggu mu di luar ya"Hana berbicara lembut.


Bintang tidak melepaskan tangannya,Hana tahu suaminya sekarang sedang di luar kendali, dia tidak ingin memancing hal yang tidak seharusnya terjadi. Hana memberontak ia mencoba melepaskan pegangan tangan Bintang.


"Sayang... lepaskan tangan ku"Hana memberontak menggoyangkan tangannya agar Bintang melepaskannya.


Tapi bukan melepaskan Bintang malah menariknya dan menjatuhkan Hana di atas kasur Hana semakin takut ia lalu mencoba berlari saat Bintang menjatuhkannya ke atas kasur,tapi Bintang langsung menyergapnya dia langsung menahan badan Hana kini tubuhnya ada di atas tubuh Hana.


Hana semakin takut, ia mencoba melawan,dia kumpulkan seluruh tenaganya untuk mendorong tubuh Bintang dan ia berhasil Hana langsung turun dari kasur dan berlari kearah pintu.


"Jangan keluar"


Hana sudah meraih gagang pintu.


"Ku bilang jangan keluar"Bintang membentak Hana hingga ia tersentak"Bila kau berani keluar maka jangan pernah kau sentuh aku sedikit pun"Masih bernada tinggi.


Hana tetap membuka pintu dan keluar dari kamar.


"HANA"Suara Bintang lebih keras dari sebelumnya.


Hana tak menghiraukannya.


Bintang kesal ia lalu melempar bantal ke arah meja rias dan terdengar barang berjatuhan dari atas meja.


Bintang kesal dia akhirnya duduk di atas kasur menunggu istrinya masuk. dan tak lama Hana masuk Bintang sudah senang melihat istrinya masuk ke dalam kamar lagi, tapi Hana masuk bukan menghampiri dia malah mengambil jaket yang tergantung di gantungan baju.


"Mau kemana kamu"tanya Bintang Bingung.


Hana tak menjawab dia malah berlari lagi keluar kamar dan terdengar suara pintu depan di buka olehnya,Bintang mengejarnya keluar tapi Hana sudah tak terlihat.


"Kemana dia malam-malam begini"Bintang cemas.


"Dia tidak membawa ponselnya"Bintang tambah cemas,ia lalu menghubungi Lucas.


"Ya... ada apa Bi?"tanyan Lucas.


"Hana... hilang dia kabur Lu"Bintang cemas.


"Hah... nggak mungkin dia hilang Bi... dia bukan anak kecil mungkin dia ke minimarket sebentar lagi juga kembali"


"Dia kabur Lucas...tadi kami sempat bertengkar"


"Hah apa?! "Lucas terkejut"Kalian bertengkar kok Bisa? "Lucas bingung, karena setahu Lucas hubungan mereka jauh dari kata bertengkar.


Masalah apa hingga membuat mereka bertengkar dan Hana sampai berani kabur dari rumah.


Fikir Lucas.


"Aku akan mencoba mencarinya bila dia datang ke rumah mu beri tahu aku ya"Bintang cemas ia langsung menutup telpon dan berjalan keluar rumah mencari istrinya.


Bintang terus berjalan menyusuri sisi jalan mengedarkan pandangannya berharap. menemukan istrinya.


Bell rumah berbunyi.


Nina yang sudah ada dirumah,bertanya-tanya siapa yang datang malam-malam kerumahnya.


Nina mengintip dari lubang pintu, dia terkejut karena yang ada di depan pintu rumahnya adalah Hana. segera ia membuka pintu tersebut.


"Nona ada apa malam-malam dan kenapa anda sendirian?"Nina bingung.


Hana langsung memeluk tubuh Nina dia menangis di pelukan Nina.


"Ijinkan aku menginap disini malam ini"Hana menangis di pelukan Nina.


"Nona anda kenapa"Nina semakin bingung. "Ayo kita masuk kedalam"Nina mambawa Hana masuk kedalam rumahnya.


Hana duduk di bawah kasur Nina, Nina memberikannya segelas air mineral, tapi tidak disentuh oleh Hana,Hana hanya memeluk lututnya yang di tekuk.


Nina terus bertanya Nona anda kenapa tapi. tidak dijawab sama sekali olehnya dia terus. menangis, akhirnya Nina menelpon Lucas dia memberitahu Hana ada dirumahnya dan menangis terus. Lucas memberitahu Nina untuk menjaga Hana karena dia dan Bintang akan menjemputnya kesana.Nina pun menuruti Lucas.


Apa mereka sedang bertengkar, tapi kenapa kenapa mereka bertengkar setahu ku mereka saling mencintai hubungan mereka pun sangat romantis, bisa ya hubungan yang seromantis kalian pun bisa ada pertengkaran


fikir Nina saat melihat Hana menangis sambil memeluk lututnya.


bell pintu berbunyi.


"Itu pasti tuan Lucas dan suami Nona"Gumamnya Nina langsung membuka kan Pintu.


"Dimana istriku"Bintang cemas.


"Di dalam tuan"Nina memberitahu.


Bintang langsung merangsek masuk medalam rumah Nina, dia. mendapati istrinya menangis di bawah kasur sambil. memeluk lututnya dia pun duduk. disamping istrinya.


"Sayang... pulang yuk"Bujuknya


Hana diam dia tetap menagis. Bintang membelai rambutnya, tapi tangannya di tepis. oleh Hana.


"Sayang... maaf aku memang salah aku minta maaf aku nggak akan mengulanginya lagi"


Hana masih diam.


"Kita pulang ya kita selesaikan masalah kita di rumah"bujuk Bintang dia memegang tangan Hana tapi di tarik oleh Hana ia tak mau di pegang oleh Bintang.


"Bukan kah tadi kamu bilang aku tidak boleh menyentuh mu lalu kenapa sekarang kau menyentuh aku "Hana ketus.


"Sayang ayo kita pulang ya"


"Tidak mau kau sudah membentak ku, kau tahu itu sangat menyakitkan perasaan ku"Hana histeris.


"Sayang... maaafkan aku aku salah aku minta maaf"Bintang memeluk Hana.


Hana tidak mau dipeluk dia memberontak.


"Aku tidak mau pulang tidak mau kamu jahat"Hana tambah histeris.


Melihat itu Lucas tidak bisa diam.


"Bi... sebaiknya biarkan dia disini dulu biarkan dia tenang dulu.


"Tapi Lu... "Bintang menolak meninggalkan Hana.


"Sudah percaya pada ku,sekarang kamu ikut aku biarkan dia disini bersama Nina"Lucas membujuk Bintang. dan Bintang pun menurut mengikutinya walau dengan berat hati meninggalkan istrinya dengan kondisi seperti itu.


...***...