
Lucas menatap Hana dan Hana hanya cenge-ngesan saja.
"Sayang.....kan lain tangan jadi biasanya lain rasanya"Hana menjelaskan.
"Oh...begitu ya"Bintang polos.
"Iya...mangkanya tadi aku mau kedapur mau masak buat kamu tapi kamu malah larang"
"Ooo berarti tempo hari kamu bohong ya kalau bubur itu resepnya Lucas"Bintang menebak.
"Sebenarnya itu resep kami berdua tapi aku mencoba mengubah sedikit resepnya tadi,karena kamu sedang kurang sehat jadi aku menambahkan beberapa bahan makanan dan bumbu untuk membantu pemulihan mu Bi"terang Lucas.
"Ooo pantas beda"Bintang terlihat berfikir.
"Ya kalau bubur yang Hana masak biasanya di berikan untuk orang yang sedang demam hingga orang yang memakan bubur itu bisa cepat sembuh karena ada beberapa rempah yang di masukan kedalam bubur itu,membuat yang memakannya menjadi hangat dan rilex,hingga nyaman untuk beristirahat".
"Ooo ya kamu benar saat aku memakan bubur itu aku memang sedang demam dan sehabis memakan bubur itu badan ku hangat dan aku tidur dengan nyenyak,ooo jadi ada rempah-rempah yang di campurkan di bumbu itu ya?".
"Iya...Bi...aku memasak bukan hanya memasak membuat makanan enak itu memang mudah tapi membuat makanan enak dan bisa di terima di dalam tubuh baik untuk tubuh seseorang yang telah menyantap makanan kami itu suatu tantangan Bi...karena kami tidak hanya mengambil konsep orang makan cuma bilang ooo makanan ini enak tapi merasakan makanan enak dan sehat itu tujuan kami disini".
"Wah....sayang teman mu benar-benar hebat"Bintang memuji Lucas.
Hana hanya tersenyum dan menyedot jusnya.
Ya bubur yang tempo hari Bintang makan adalah bubur kreasi Hana dan Lucas jadi Lucas bisa langsung tahu bubur seperti apa yang Bintang makan dan dalam keadaan seperti apa Hana membuatkan bubur seperti itu untuk Bintang.
...***...
Tengah Malam di kamar,saat semuanya sudah tertidur Hana tiba-tiba merasakan urat di betisnya seperti tertarik,Hana menghentak-hentakan kakinya di atas tempat tidur hingga membuat Bintang terbangun.
"Sayang ada apa?"Bintang yang masih di kuasai rasa kantuk belum sadar istrinya sedang menahan rasa sakit.
"Tidak sayang tidak apa-apa kaki ku hanya kram"masih menahan sakit mencengkram selimut.
"Apa kram?"Bintang terkejut"jangan di hentakan begitu sayang tapi lemaskan kaki mu"Bintang langsung membantu istrinya dengan susah payah dia duduk disamping istrinya ia menaikan dengkul istrinya dan menurunkannya beberapa kali dengan menahan rasa sakit Hana pun menurutinya.hingga rasa kram itu mereda.
"Ah....sudah sayang sudah tidak sakit lagi"Hana merasakan sakit di betisnya hilang.
"Tadi kamu main basket tidak pemanasan dulu sih jadi otot mu kaget"
"Hehe iya kamu benar"Hana lalu bangun dari kasur.
"Mau kemana?"tanya Bintang.
"Mau cari salep pereda nyeri otot di tempat obat,sebentar ya"Hana meninggalkan Bintang di lihat oleh Bintang istrinya berjalan agak pincang mungkin masih sedikit sakit kakinya.
Hana kembali ke kamar dia masih melihat Bintang terduduk di kasur.
"Sayang kenapa tidak tidur,tidur lah"Hana lalu duduk di sebelahnya ia menaikan kakinya dan mengoleskan salep di betisnya.
Bintang merangkul kepala istrinya dan mencium kepalanya.
"Kalau sakit atau lelah bilang lah jangan di sembunyikan,aku takut terjadi sesuatu pada mu"Bisiknya.
Hana menoleh ke arah wajah suaminya ia tersenyum.
"Sayang...aku tidak apa-apa kok besok juga aku masih bisa beraktifitas seperti biasa jadi tenang ya,sekarang kita tidur lagi yuk" Hana mengajaknya kembali tidur.
Bintang pun kembali tidur,Hana masih terjaga ia melihat wajah suaminya di belainya wajah itu lalu di cumbuinya pipi kening dan bibir suaminya.
"Tidur lah yang nyenyak sayang"bisiknya.
Dia jadi sangat sensitif sejak kecelakaan menimpanya,aku tahu kau menghawatirkan ku karena kau sayang pada ku tapi jangan terlalu berlebihan juga,atau aku memang harus belajar mengerti diri mu yang sekarang ini.terima kasih karena sudah mencintai ku suami ku sayang.
Hana pun tertidur menghadap ke arah suaminya.
Pagi Hari Bintang berjemur di depan jendela,semntara Hana sedang menyiapakan sarapan di dapur bersama Ibu.Bintang mencoba menggerak-gerakan tangannya di cobanya pelan-pelan walau ada rasa nyeri,tapi dia tidak betah berlama-lama berdiam diri terus,dia harus cepat pulih dia tak ingin membebani istrinya terus di tambah dia sangat rindu memukul bola bulu.
Hana masuk ke dalam kamar membawa nampan berisi roti lapis dan susu yang sudah dia buat.
"Sayang...sarapan dulu"Hana membawa nampan ke hadapan Bintang.
"Eh...iya sayang terima kasih"Bintang menoleh ke arah istrinya.
"Aku bisa sendiri sayang...aku tak ingin terlalu manja"Bintang mengambil roti ditangan Hana dan memakannya.
"Apa kau mulai melatih tangan mu?"Hana melihat Bintang mulai menggerakan tangannya pelan-pelan.
"Iya..."Sambil meringis.
"Sakit ya?"
"Sedikit tapi aku tidak betah berdiam diri terus sayang"masih meringis.
"Ya...kamu pasti rindu lapangan ya?"
"Hehe iya apa lagi setelah melihat kamu dan Lucas bermain basket kemarin,bila aku tidak begini mungkin aku juga akan ikut bergabung bermain dengan kalian seperti kemarin"
"Oooya...pasti seru,apa lagi kalau ada Lucky pasti lebih seru Lucky keren loh Sayang saat bermain basket apa lagi saat dia melakukan slam dunk cewe-cewe pada histeris bila dia sedang beraksi seperti itu"
"Oooo ya... termasuk kamu ya?"Bintang menggoda.
"Ooo tidak aku hanya histeris bila melihat mu jumping smash dan bola mu melesat masuk tajam kelapangan lawan"
Bintang tersenyum,dia senang istrinya hanya mengidolakan dia walau dia mempunyai teman yang keren di mata wanita lain.tapi di mata Hana hanya Bintang seorang yang keren.
"Susu nya"Hana memberikan segelas susu pada Bintang.
Bintang pun menghabiskan susu dalam tiga kali tegukan.
"Terima kasih sayang"Bintang menaruh gelas susu di nampan.
Hana melangkah ingin keluar kamar,tapi langkahnya terhenti saat Bintang bicara.
"Sayang..."Bintang memanggil.
"Ya..."Hana menghentikan langkahnya.
"Kamu kalau mau mencium ku jangan saat aku tertidur itu curang namanya"Bintang tersenyum.
"Hah...jadi semalam kamu merasa aku mencium mu"Hana terkejut.
Bintang Hanya tertawa tanpa suara.
Hana tidak menghiraukannya dia akhirnya pergi dari kamar dan menaruh nampan di dapur.
"Iiih dia itu yang curang bukan aku"Hana kesal dan membanting nampan di meja.
Hana kesal sendiri di dapur.
"Kenapa?"Ibu bertanya karena melihat raut wajah anaknya berubah sehabis mengantarkan sarapan untuk suaminya.
"Eh...tidak bu tidak apa-apa hehe"Hana gelagaban karena dia tidak mungkin menceritakan hal seperti itu pada ibunya.
"Kalau ada masalah selesaikan baik-baik jangan bertengkar kalian baru juga menikah sudah berbeda pendapat"
Apaan sih ibu jadi salah faham begini.
"Iya bu...alhamdulilah kami tidak bertengkar hanya saja dia sedang menggoda ku saja"
"Di goda suami kok kesal begitu"
"Iiiih ibu dia menggoda ku mengatai aku curang karena menciumnya diam-diam semalam"Hana keceplosan.
"Hihi"ibu tertawa.
"Ibu..."Hana merengek.
"Hihihi Hana....hana wajar dia bicara begitu,itu memang curang kamu mencuri ciuman saat dia sedang tidur"
"Aaaa ibu kenapa jadi membela menantu ibu"Hana jadi sters sendiri.
Ibu masih tertawa melihat anaknya meninggalkan dapur.
...***...