MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 94 Rahasia dibawah Pohon



Siang itu saat mobil Bintang sudah tiba di gerbang rumah,Hana langsung berlari manyambutnya di depan pintu rumah, senyum ceria terlihat di wajah Hana, Hana menyalami tangan Bintang dan Bintang mengecup kening istrinya.


"Kenapa ceria sekali istri ku ini? "tanya Bintang.


"Ada berita baik nanti aku ceritakan di kamar setelah kamu selesai mandi dan ganti baju"Hana merangkul lengan suaminya sambil berjalan menuju kamar mereka.


Oma yang melihat mereka tersenyum.


Di dalam kamar Bintang segera melepas sepatu dan langsung mandi, karena tubuhnya di basahi keringat saat latihan tadi, selesai mandi dia pun mengenakan pakaian yang telah disediakan istrinya di kasur.


Bintang duduk di sofa kamar bersama istrinya.tapi sebelum Hana bercerita Bintang langsung ingin bicara.


"Sayang... mau kah kamu aku ajak pindah ke rumah ku?"tanya Bintang.


Hana tahu Bintang memang mempunyai rumah sendiri hasil ia menjuarai kejuaraan tempo hari dia pun tahu keberadaan rumah itu dimana dan sebesar apa rumah itu.


"Maksud mu rumah mu yang disana yang besar itu? "Hana ragu.


"Iya... sayang kita kan sudah berumah tangga masa aku harus tinggal bersama Oma terus"


"Hehe sayang...rumah itu begitu besar kita hanya tinggal berdua"


"Sayang disana kan ada asisten rumah tangga kamu ada temannya,dan sebentar lagi kita kan akan punya anak pasti rumah itu jadi tambah ramai"


"Tapi kita baru punya satu sayang... "


"Ya nanti setelah yang ini lahir kita buat lagi biar dia punya teman dan rumah itu semakin ramai"Bintang asal bicara.


Hana mangap mendengar hal itu.


Dia difikir bikin anak dengan begitu mudahnya, tidak tahu proses hamil dan melahirkan.


"Kenapa bengong sayang, aku memang berniat punya anak yang banyak loh aku serius"


"Hah... "Hana terkejut mendengar pernyataan dari suaminya.


Bintang tertawa tanpa suara.


"Sayang.... bukan kah banyak anak itu banyak rejeki"


"Iya juga sih... doa kan saja istri mu ini selalu sehat hingga bisa mengurus kalian semua"Hana menggelendot pada suaminya.


Bintang tersenyum.


"Terus kapan kita pindah?"tanya Hana.


"Malam ini"


"Kenapa kamu ini selalu membuat keputusan yang mendadak sayang"Hana sewot.


"Maaf kalau aku mendadak mengajak mu pindah tapi kita kan memang tidak membawa barang-barang semua sudah ada disana, biarkan barang-barang yang ada disini kan kita juga akan sering berkunjung kesini"


"Ooo begitu, baik lah"


"Ooo iya katanya kamu punya berita bagus,berita apa itu sayang? "


Hana akhirnya bercerita tentang Lucas dan Nina pada suaminya dan tentang tujuannya pergi ke negara x dia pun minta ijin pada suaminya untuk pergi ke sana untuk urusan bisnisnya.


"Kapan harus kesana? "


"Minggu depan"


"Baik boleh kamu pergi karena biar bagaimana pun itu usaha mu aku tidak bisa mencegah,kebetulan minggu depan pun aku berangkat ke sana ada pertandingan disana"


"Anak papah sekalian nonton papah ya..."Bintang mengelus perut istrinya yang mulai kelihatan besar karena sudah memasuki usia 4bulan.


Hana tersenyum melihat tingkah suaminya.


...***...


Sore itu Hana mengajak Bintang keluar untuk bersepeda.


"Sayang.... bersepeda yuk... "ajak Hana.


"Kamu ingin bersepeda?kamu kan sedang hamil sayang nanti kalau kamu jatuh gimana?"


"di bonceng sama kamu sayang... hehe"


"Baiklah... apa sih yang tidak untuk istri ku tersayang"Bintang memeluk istrinya.


Mamah dan Oma melihat anak dan menantunya yang terlihat begitu bahagia walau hanya bersepeda ikut tersenyum.


"Kita kemana sayang? "tanya Bintang saat akan mengayuh sepedanya.


"Kita ke danau sayang disana ramai kalau sore seperti ini"Hana memeluk pinggang suaminyandari belakang boncengan.


"Baiklah... "Bintang langsung mengayuh sepedanya menuju danau yang cukup jauh dari daerah rumahnya.


Itung-itung latihan fisik fikir Bintang,latihan fisik sambil menyenangkan hati istrinya.saat mereka sampai danau tak sengaja mereka bertemu dengan Lucky dan Clara beserta anak kembar perempuan mereka.


"Iiihhh lucu banget..."Hana gemas melihat kedua anak sahabatnya itu.


"Luna Luni bosan ya dirumah terus? "tanya Hana pada kedua anak bayi itu,kedua bayi itu pun tersenyum pada Hana saat di ajak bicara.


"Tumben kalian kesini? "tanya Clara.


"Iya... Hana ingin bersepeda sore-sore mungkin dia bosan di rumah terus"Bintang menjawab sementara Hana asik bercanda dengan kedua bayi.


"Atlet mah beda ya... naik sepeda sambil bonceng istri sepedahan juga nggak kelihatan capek"ledek Lucky.


"Hahaha"Bintang tertawa.


"Luc.... ada berita bagus dari Lucas"Hana menghampiri mereka.


"Berita apaan dia suka begitu lebih milih ke elu ceritanya dari pada ke gue"Lucky kesal sendiri.


Hana pun menceritakan hal yang Lucas ceritakan, Lucky mangap mendengar cerita Hana dia tak percaya saudara kembarnya begitu mencintai wanita yang bernama Nina itu.


Ingin rasanya Lucky membantu saudara kembarnya mendapatkan cintanya,hingga Hana dan Lucky pun mempunyai rencana untuk menyatukan mereka berdua.


"Tapi pastiin dulu itu cewe cinta nggak sama Lucas? "


"Iya juga sih hehe"


"Gue rasa itu anak tempo hari langsung ngelamar ajah deh nggak di pastiin itu perempuan demen apa nggak sama dia"fikir Lucky.


"Hehe kayanya sih gitu dia kan nggak pandai merengakai kata-kata kaya elu Luc"


"Bahkan sampe sekarang pun gue susah bedain elu ngomong serius sama becanda haha"


"Rese luh... "Lucky ingin mencubit Hana tapi Hana malah berlari.


Bintang yang melihat itu jadi khawatir karena istrinya sedang mengandung.


"Sayang.... jangan berlari kamu sedang mengandung"teriak Bintang.


Dan Hana lun langsung menghentikan langkah larinya dan Lucky mendapatkannya.


"Hayooo loh.... nggak bisa kabur kan luh sekarang"Lucky dengan pandangan meledek mendekat pada Hana.


"Lucky....akh... elu curang"Hana kesal.


Melihat tingkah konyol suami dan kawannya Clara tersenyum.


"Istri mu energik sekali ya"


Bintang hanya tersenyum.


"Kau tidak cemburu dengan kedekatan mereka? "


"Tidak aku tahu persahabatan mereka sejak lama terjalin tak pantas bila cemburu,cemburu itu ada batasnya aku lihat dulu dari sisi mana orang melihat istri ku, walau kadang aku memang suka cemburu tak beralasan pada istri ku tapi bila dia dengan Lucky dan Lucas aku tak pernah cemburu karena aku tahu ikatan mereka hanyalah ikatan persahabatan rasa sayang antara mereka adalah rasa sayang pada saudara tidak lebih dari itu"


"Waw kau tahu banyak ya tentang mereka"


Bintang hanya tersenyum.


Lucky yang tidak tega mencubit kawannya yang sedang hamil malah berlari menghampiri Bintang dan Clara.


"Bi... bi... elu mau tahu nggak rahasia Hana yang seumur-umur elu nggak akan percaya"kata Lucky saat menghampiri Bintang dan Clara.


Hana bingung apa lagi yang mau di bocorin sama kawannya ini.


"Rahasianya ada di bawah pohon jambu di asrama belakang klub"


Hana yang mendengar hal itu langsung membekap mulut Lucky.


...***...