
Hana kembali ke dalam rumah saat dia melewati ruang keluarga untuk kembali ke kamarnya Oma memanggilnya.
"Hana... kemarilah" Oma memintanya mendekat.
Hana pun mendekat pada oma.
"Ya... Oma"suara Hana kecil.
"Duduklah disini"Oma memintanya duduk di sebelahnya. Hana pun menurutinya.
Oma memegang tangan cucu mantunya itu, Hana tertunduk.
"Jangan bersedih suami mu sedang berjuang untuk kesembuhannya"kata oma lembut sambil mengelus-elus punggung tangan Hana.
"Tidak oma Hana tidak sedih"Hana tertunduk.
"Sayang.... oma mengerti perasaan mu ini baru pertama kali kalian berpisah kan? "Oma mengelus pipi Hana.
"Hana tidak sedih oma,hanya saja ini terlalu mendadak"Hana masih menunduk.
"Hana sayang... cepat atau lambat Bintang memang harus kembali ke asrama, terkadang ia memang selalu seperti ini malam-malam langsung pergi kesana bila memang sudah saatnya dia kembali,nanti saat liburan dia juga akan meluangkan waktunya kembali pulang jadi kamu tak perlu bersedih"oma menasehati cucu mantunya.
"Iya Oma... ".
"Tersenyum lah sayang... "
Hana pun tersenyum.
"Nah... begitukan kamu tambah cantik"puji oma.
"Oma Hana kembali ke kamar dulu ya ada beberapa barang yang belum Hana rapihkan"Hana pamit pada oma.
"Ya... kembalilah kekamar mu".
Hana pun manaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya, saat ia masuk di rasakan begitu sunyi kamar itu, Hana terduduk di sofa. kamar yang menghadap jendela luar.
Semilir angin yang berhembus masuk kedalam kamar dan menerbangkan rambut Hana, Hana menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
Hana mengutak-atik ponselnya di bukanya album kenangan bersama sahabatnya Lucky,Lucas dan Dini.
"Aku rindu kalian kawan... "Hana lirih.
Dia merindukan masa-masa mereka masih sering bertemu dan belum menjalani bahtera rumah tangga, saat dia sedang menatap foto persahabatan mereka tiba-tiba Lucky menelpon. Hana terlihat sangat senang melihat nama sahabatnya di layar ponselnya.
"Ya... Luc... ada apa?"
"Hachi gua punya kabar bagus"Lucky terdengar antusias.
"Kabar apaan? "Hana bingung.
"Komik kita mau di cetak,hari minggu ini akan di adakan launcing di mal kota"
"Serius lu? "Hana antusias.
"Iya nanti kita diundang dateng kesana buat acara tanda tangan dan jadi nara sumber karena ada sesi wawancara juga".
"Oooh begitu nanti gua tanya suami gue dulu ya boleh apa nggak gue dateng kesana sediri"
"Kok sendiri lu busa kali datang sama suami lu"Lucky sewot karena belum tahu kabar terbaru Hana.
"Suami gua tadi balik ke asrama"Suara Hana kurang semangat.
"Kok bisa memang dia sudah sembuh total"Lucky bingung.
"Belum jadi dia masa pemulihan di asrama,disana dia dipantau sama pelatih dan tim medis disana, ya... semoga suami gua bisa sembuh total secepatnya ya Luc"
"Ya... elu yang sabar ya... ya udah nanti elu kabarin gue ya dibolehin apa nggak sama suami lu".
"Ya... "
Sambungan telpon pun terputus.Hana segera. menelpon suaminya yang masih di perjalanan menuju asrama.
Ponsel Bintang berdering, dilihatnya nama istrinya di layar ponsel.
"Sayang... "Gumamnya saat melihat layar ponselnya.
"Belum juga ada setengah jam udah nelponin ajah hadeuh susah kalo masih baru jadi penganten"Keluh dr. Akam.
Bintang langsung mengangkat telpon dari istrinya.
"Ya sayang...."Bintang menyahut telpon.
"Sayang... aku tadi dapat kabar baik dari Lucky"
"Kabar baik apa sayang? "Bintang senang istrinya terdengar tidak bersedih lagi.
"Itu komik kami akan di cetak dan hari minggu ini kami di undang untuk launcing di mal kota,bolehkah aku datang kesana? "
"Wah... selamat ya sayang... kerja keras mu akhirnya membuahkan hasil, datanglah aku mengijinkan"
Bintang tersenyum mendengar jeritan bahagia istrinya.
Bila itu membuat mu sebahagia ini maka ku ijinkan sayang, aku baru mendengar kebahagiaan mu lagi karena akhir-akhir ini dirimu lebih banyak menangis dari pada tertawa.
"Sayang... boleh kah besok aku menemui Dini aku ingin ke yayasan soalnya? "Hana bertanya lagi.
"Ya boleh asal kamu ingat waktu jangan terlalu lelah nanti anemia mu kambuh lagi"
"Ya... sayang... aku mencintai mu muach... muach... "Hana mencium di telpon.
"Aku juga mencintai mu muach...muach"Bintang membalas.
Dokter Akam yang mendengar hal itu tersenyum.tidak pernah dia melihat wajah adiknya begitu penuh cinta dan kebahagiaan.
"Sudah dulu ya... beri kabar kalau kamu sudah sampai di asrama"Hana mengakhiri telpon dengan suaminya.
Telpon berakhir. Bintang tersenyum menatap layar ponselnya.
"Kenapa sepertinya bahagia sekali kedengarannya? "dokter Akam penasaran.
"Komik Hana di buat versi cetak dan dia akan melakukan Launcing komiknya di mal kota. hari minggu ini, dia minta ijin pada ku kak untuk pergi"
"Dia sungguh wanita yang baik,bertanya dulu pada suaminya untuk meminta ijin"
"Ya aku mengijinkannya karena itu suatu kebahagiaan untuk nya kaka tahu dia tadi berteriak kegirangan saat aku ijinkan"Bintang tersnyum gembira mengingat kebahagiaan istrinya.
"beberapa hari ini aku tidak melihat dan mendengar di tertawa sebahagia ini kak"
"Itu karena kamu"dr.Akam sewot.
"Iya... kakak benar"Bintang terdengar tak semangat.
"Huh... "dr. Akam. masih sewot.
Mobil pun tiba di parkiran asrama, Bintang pamit pada kakaknya tak lupa ia menyalami tangan kakanya.Bintang pun masuk kedalam asrama dan langsung menuju kamarnya.
Diketuknya pintu kamarnya.
"Max... buka pintunya".
Maxi langsung membukakan pintu.
"Selamat datang kawan.... "Maxi dengan gembira menyambut kedatangan kawan sekamarnya.
Bintang tersenyum saat Maxi memeluknya. Bintang masuk kedalam kamarnya dia menaruh tas ranselnya di depan lemarinya. dia lalu menjatuhkan dirinya di kasur yang selama bertahun-tahun menemaninya tidur di asrama.
Maxi tahu alasan Bintang kembali ke asrama dengan cepat.
"Sabar kawan... sembuhkan dulu kaki dan tangan mu"Maxi mulai bicara.
"Jujur sebenarnya aku masih belum percaya aku ini sudah menikah dengannya Max"Bintang menatap langit-langit kamarnya.
"saat aku mengijakan kaki ku lagi disini itu sudah biasa tapi kali ini ada rasa yang tertinggal di luar sana".
Maxi mendengarkan curhatan kawannya.
"Tapi ini semua demi kebaikan kami terutama untuknya aku tidak mau melihatnya menangis terus karena ulah ku"
"Bi... aku tahu ini berat bagi mu tapi ini adalah proses yang harus kalian jalani,banyak orang yang bilang cobaan di awal pernikahan memang berat itu untuk membuktikan seberapa kuat cinta diantara kalian berdua, makin besar cinta kalian makin sulit cobaannya"
Bintang masih menatap langit-langit kamarnya.
"Bila kalian bisa melewati tahap ini kalian berdua bisa naik kelas kekelas yang lebih tinggi Bi... oleh karena itu sabar lah".
"Ya... kau benar"Bintang tersenyum.
"oia aku harus mengabari istri ku kalau aku sudah sampai di sini"Bintang lalu mengeluarkan ponselnya dari kantung celananya.
"Eh... dia kirim pesan"Gumam Bintang saat. membuka ponselnya.
Sayang aku sholat dulu,bila kamu telpon tidak aku angkat berarti aku masih Sholat .
Itulah pesan Hana, dia sengaja mengiriminya pesan karena takut suaminya khawatir bila dia tak segera mengangkat telponnya.
" hehe dia sudah hafal sifat ku"Bintang tersenyum saat membaca pesan dari istrinya.
Bintang pun membalas pesan istrinya.
Aku sudah sampai kamu istirahatlah, aku mencintaimu istri ku muach...
Itulah pesan Bintang.
"Hehe Bi... dimana-mana orang di pingit sebelum menikah, ini kamu terbalik menikah dulu baru di pingit hahaha"Maxi meledek sahabatnya.
Bintang tersenyum sedikit terhibur dengan candaan kawannya, dia hanya melemparkan bantal ke arah Maxi.
...***...