MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 72 Pulang



Bintang gelisah didalam kamar Lucas,dirinya tidak bisa diam mondar-mandir, Lucas yang melihat itu jadi pusing sendiri.


"Bi... tenang lah jangan mondar-mandir seperti itu nanti kaki mu sakit lagi"Lucas mengingatkan.


"Biar kaki ku sakit tak mengapa asal istri ku kembali pada ku lagi, aku tidak bisa hidup tanpanya Lu... "Bintang lalu duduk di lantai kamar


"Tenangkan lah diri mu Hana tidak akan meninggalkan mu dia hanya sedang marah, beri dia waktu untuk menenagkan hatinya dulu"


"Tapi Lu... dia tadi menyebut ku jahat, dia sangat tersakiti oleh ku Lu... aku memang keterlaluan tadi padanya,aku menyesal"Bintang menunduk lemas.


"Aku tahu kau menyesal, tapi percuma cara apa pun tidak akan berhasil membujuknya bila dia sedang marah"


"Apa dia akan memaafkan ku? "Bintang mengigit jari telunjuknya untuk. menghilangkan kegugupan.


"Dia akan memaafkan mu, tapi berikan dia waktu, bersabarlah"


Bintang masih cemas.


Di kamar Nina Hana masih menangis, dia memandang dan memutar mutar cincin pernikahannya yang masih melingkar di jarinya.


"Nona istirahatlah dulu di atas kasur"


Hana menoleh ke arah Nina,di hapusnya air mata yang sedari tadi membasahi wajahnya.


"Nina...terima kasih karena kau mau menampung ku malam ini di rumah mu"suara Hana serak.


"Tidak apa-apa Nona"Nina tersenyum.


Hana pindah ke atas kasur,dia lalu membaringkan badannya diatas kasur.


"Apa dia sudah kembali ke rumah"Hana tiba-tiba bicara lagi.


"Tuan muda pergi bersama Tuan Lucas Nona,apa anda ingin menelpon tuan Lucas untuk mencari tahu keberadaan Tuan muda"


"Tidak Nina tidak perlu kau istirahat lah maaf jadi merepotkan mu"Hana memeluk selimut dan menutupi wajahnya dengan selimut.


Nina keluar dari Kamarnya dia lalu mengirim pesan pada Lucas memberitahukan kalau Hana menanyakan suaminya.


Lucas memberitahu Bintang kalau istrinya menayakannya Bintang langsung merangsek Lucas.


"Kau serius dia menanyakan ku?"


"Iya Nina bilang dia menayakan mu apa kamu sudah pulang"


"Lalu dia bertanya apa lagi? "Bintang penasaran.


"Dia hanya menanyakan itu saja"Lucas cuek.


Bintang terlihat kecewa.


Ya allah kenapa aku harus berada di tengah-tengah mereka saat mereka bertengkar seperti ini.


keluh Lucas dalam hati.


"Memang apa sih yang memicu pertengkaran kalian? "Lucas iseng bertanya.


"Aku tak ingin menceritakannya"Bintang ketus. Dia tidak mungkin menceritakan hal memalukan lah yang memicu pertengkaran diantara mereka.


"ooo baiklah"Lucas tak memaksa.


Sayang.... jangan marah terlalu lama, aku merindukan mu.


batin Bintang.


Malam pun berlalu melewati pertengkaran mereka berdua yang semalaman tidur terpisah, bahkan keduanya tidak tertidur karena saling memikirkan. semarah hatinya Hana masih mencemaskan suaminya. dia khawatir meninggalkan suaminya sendirian. sedangkan suaminya yang berada di rumah Lucas mencemaskan kemarahan istrinya memikirkan bagaimana caranya mengambil hati istrinya kembali, membuat istrinya tersenyum kembali seperti biasnya.


Pagi ini Hana ingin kembali kerumahnya.


"Nina terima kasih kau telah menampung ku semalaman pagi ini aku ingin kembali kerumah, kasihan suami ku pagi-pagi dia harus sarapan"


Ya ampun nona semalam kau begitu marah padanya dan pagi ini kau mengkhawatirkannya seperti itu, apa dia sudah memaafkan suaminya.


Nina mengantar Hana sampai depan pintu rumahnya.


Tak lama Lucas menelpon Nina,menanyakan Hana Nina memberitahukan kalau Hana sudah kembali kerumahnya pagi-pagi sekali tadi karena mengkhawatirkan suaminya.Bintang yang mendengar hal itu langsung ingin berlari keluar, tapi langkahnya terhenti karena merasakan sakit di kakinya. Lucas yang melihat itu langsung khawatir.


"Aku antar kamu pulang, kaki mu pasti sakit lagi kan? "Lucas cemas.


Bintang mengangguk dan menahan sakit,Bintang berjalan agak pincang menuju mobil Lucas.


Hana sampai didepan rumah dia memegang gagang pintu, tapi saat ia mendorong pintu tersebut ternyata terkunci.


"Di kunci apa dia tidak di rumah semalam, kemana dia? "Hana sedikit Khawatir pada suaminya.


Dia akhirnya duduk di dilantai didepan pintu, menunggu suaminya datang,tak lama mobil Lucas berhenti di depan gerbang Bintang langsung keluar dari dalam mobil,menghampiri istrinya yang terduduk di lantai depan pintu dengan langkah terpincang-pincang Hana yang melihat hal itu langsung bangun dari duduknya dan menghampiri suaminya.


"Ada apa dengan kaki mu apa sakit lagi? "Hana cemas.


Bintang bukan menjawab pertanyaan istrinya dia malah langsung memeluk tubuh istrinya.


"Jangan pergi lagi,maafkan aku"Bintang memeluk erat istrinya.


"Semalaman dia tidak tidur dan banyak berjalan mondar-mandir tak tentu arah mencemaskan mu Hana"Lucas memberitahu.


"Bahkan tadi pagi dia mau berlari mengejar mu tapi dia baru merasakan sakit di kakinya hingga dia berhenti, mangkanya aku mengantarnya kesini"


Hana terkejut mendengar cerita Lucas.


"Apa kau gila,kaki mu belum sembuh kau ingin berlari? "Hana seolah tak percaya mendengar cerita Lucas.


"Kau yang membuat aku gila"Bintang melepaskan pelukannya dan memegang wajah istrinya mendongakan ke arah wajahnya.


"Sudah-sudah kita masuk kerumah istirahatkan kaki mu"Hana memapah suaminya masuk kedalam rumah.


"Lu... terima kasih sudah mengantar dan menjaga suami ku"teriak Hana dari depan pintu.


"Ya... jangan bertengkar lagi"Lucas menimpali,dia tersenyum dan masuk kedalam mobilnya.


"Jangan bertengkar lagi karena aku yang repot semalaman 😭😭😭"Gumam Lucas di dalam mobil.


Hana membawa suaminya ke dalam kamar, dilihat kamar berantakan karena semalam Bintang marah dan mengacak-acak barang yang ada di kamar.


Hana membawa Bintang ke kasur dia mendudukan Bintang di kasur dan meluruskan kakinya. Bintang yang melihat istrinya yang sabar telaten merawatnya membuatnya merasa sangat merasa bersalah padanya karena ke egoisannya dia menyakiti hati istrinya.


Hana membereskan kekacauan yang terjadi di kamar, Bintang memperhatikan istrinya yang sibuk sendirian merapikan dan menaruh barang-barang ke tempatnya semula. saat Hana ingin keluar kamar Bintang memanggilnya.


"Sayang... "


Hana menoleh.


"Kemarilah"Bintang memintanya menghampirinya.


Hana menghampirinya di pegang tangannya oleh Bintang.


"Duduklah sebentar"


Hana pun menurut duduk di hadapan suaminya. Bintang langsung memeluk tubuh istrinya.


"Maafkan aku, aku janji tidak akan mengulanginya lagi"suara Bintang terdengar lirih.


Hana meneteskan air matanya ia pun memeluk erat tubuh suaminya.dia menagis sesegukan. dia kesal dia marah tapi rasa cintanya terlalu besar pada suaminya hingga dia sendiri pun harus menelan pil pahit seperti semalam. dia rela melupakan apa yang telah terjadi semalam, melihat suaminya yang tak berdaya dan sampai menyakiti dirinya sendiri membuatnya tak tega untuk marah berlama-lama.


Dia tak tahu kalau suaminya semalam tidak pulang kerumah dan tidak tidur semalaman dan malah mondar -mandir hingga kakinya sakit lagi.


"Jangan menangis sayang... "Bintang melepaskan pelukannya dan mengusap air mata istrinya yang membasahi pipinya.


"Jangan sakiti diri mu sendiri bila sedang bertengkar dengan ku"Hana sesegukan.


"Rasa sakit yang aku rasakan tak sebanding dengan rasa sakit mu sayang... "Bintang pun menangis melihat istrinya menangis.


"Jangan pergi lagi tetaplah di samping ku, aku janji tak akan mengulangi perbuatan ku seperti semalam"


Hana hanya mengangguk sambil menangis.


...***...