MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 34 Seorang Malaikat



Sore hari Hana kembali kekamar Bintang untuk menanyakan apa dia memerlukan sesuatu atau tidak.


"Bi..."Hana mengetuk pintu kamar Bintang"Bi...aku masuk ya"Hana membuka pintu kamar dilihatnya Bintang tertidur,mungkin efek dari obat yang di minum tadi dia masih tertidur fikir Hana.


"Baiklah aku pergi dulu ya selamat tidur selamat istirahat"katanya setengah berbisik.


"Hana..."Bintang memanggil Hana.


Hana menoleh dilihatnya Bintang masih tertidur matanya pun terpejam Hana akhirnya mendekati kasur Bintang dia berdiri di sisi kasur.


"Apa dia mengigau tadi?"Hana menatap Bintang.


"Kenapa melihat ku begitu"Bintang membuka matanya.


Hana gelagaban saat Bintang membuka matanya.


"Ti...tidak...bukan apa-apa aku keluar dulu ya"Hana gugup bukan main.


Aduh...aku kenapa jadi salah tingkah begini.(Hana).


"Sssshhhh"Bintang bangun dari tidurnya dia duduk di atas kasurnya menggerakan badannya berputar ke kiri dan ke kanan.


"Kamu kenapa?"Hana panik.


"Nggak apa-apa hanya saja badan ku terasa kaku saja seharian tidur hehe"Bintang tertawa kecil.


"Oh...kamu terbiasa menggerakan tubuh mu setiap hari dengan latihan di lapangan dan ketika tubuh mu beristirahat agak lama dari biasanya maka reaksinya pasti akan seperti itu"


"Ya...kamu benar,oia nanti tidak usah mengantar makan malam ke kamar aku akan makan bersama di bawah demam ku sudah turun kepala ku juga tidak pusing lagi"


"Oh...begitu baiklah apa sekarang kamu sudah tidak perlu bantuan ku?"


"Tidak terima kasih aku bisa mengerjakan semuanya sendiri"


"Oh...berarti tugas ku sudah selesai"


"Tapi tunggu"


"Apa kau memerlukan sesuatu?"


"Tidak duduklah di sofa aku ingin menanyakan resep bubur yang kau buat tadi"


Hah...apa maksudnya.


Hana bingung.


"Aku ingin mengobrol dengan mu"Bintang membaca raut wajah Hana yang kebingungan.


"Oh...baiklah"Hana pun duduk di sofa tak jauh dari kasur Bintang.


"Kamu belajar dimana membuat bubur seenak itu"


"Aku di ajari Lucas"


"Lucas?atau Lucky?"Bintang bingung.


"Lucas itu saudara kembar Lucky dia seorang chef di sebuah restoran di luar negri"


"Lucky punya saudara kembar?"Bintang penasaran.


"Ya...mereka sangat mirip hanya sifat mereka berbeda"Hana menahan tawa mengingat sifat kedua temannya yang kembar itu sangat berbeda.


"O...ya..."


"Ya...Lucas pendiam tak banyak bicara tapi bila ada bahan masakan ditangannya semua yang di olahnya menjadi makanan bisa menghasilkan cita rasa yang membuat lidah seseorang yang memakan masakan itu tidak bisa move on ke resto lain hehe julukannya si tangan ajaib hehe"


"Wah...hebat betul dia"


"Ya...bila kau bertemu dengannya kau akan melihat sisi Lucky yang lain,karena Lucas tidak banyak bicara seperti Lucky"


"Aku jadi ingin bertemu dengannya"Bintang penasaran.


"Bila kau bertanding di negara x kunjungilah resto bernama sahabat dia owner disana sekaligus chef utamanya".


"Ownernya bukan kamu?"


Pertanyaan Bintang membuat Hana terkejut.


"Hehe kamu bercanda ya aku punya uang dari mana bisa punya restoran di luar negri"


"Sudah lah Han...tak perlu merendah seperti itu,aku tau semuanya"Bintang menatapnya serius.


"Kau seorang komikus pun aku tahu"


"Apa..."Hana berteriak


Bintang tertawa melihat reaksi Hana.


"Pasti Lucky yang memberitahu mu kan?"


"Dasar penghiyanat"gumamnya kesal.


"Tak usah marah padanya,aku yang memaksanya kau ingat saat aku kerumah mu bersama Clara saat kau keluar dari rumah sakit tidak memberitahu ku,aku mendengar beberapa pedagang berbincang mereka bilang kau yang memberikan mereka modal usaha tanpa harus di kembalikan,mereka akan bersedih bila sampai kau kenapa-kenapa,oleh karena itu aku penasaran dan menanyakannya pada Lucky"


"Aku tidak bermaksud menyembunyikan segalanya pada mu,tapi aku tidak ingin menjadi sombong dan lupa diri karena sesuatu yang aku miliki,aku tidak ingin terhayut oleh harta yang dititipkan allah pada ku,oleh karena itu aku membantu orang yang membutuhkan dengan sebisa ku"


"Kau benar-benar malaikat penolong untuk mereka dan juga untuk ku"


"Apaan sih aku tidak pantas dapat julukan itu"


"Jangan berikan aku julukan seperti itu atau memujiku bukan aku tak suka di puji tapi aku takut terbuai dan malah menjadi lupa diri"


"Aku mengerti alasan mu merahasikan semua ini"


Kau benar-benar seorang malaikat Hana.


...***...


Malam hari saat makan malam Hana masih berada di rumah Oma Lina,Oma memaksa Hana untuk Hana menginap di rumahnya sampai Bintang benar-benar sembuh,walaupun Bintang sudah pulih dia masih belum di ijinkan pulang oleh Oma Lina alasannya biasanya pasca sakit Bintang masih tidak nafsu makan jadi Oma Lina memintanya memasak makanan malam ini untuk semua keluarga.


Sore tadi Hana memasak di dapur di bantu oleh asisten rumah tangga dan oleh Oma dan Mamah Bitha.Hana memasak sup ayam untuk Bintang dengan bumbu racikan Hana.karena setahu Hana sup ayam bagus untuk orang yang sedang demam.


Makan malam pun tiba,Hana di minta Oma untuk memanggil Bintang di kamarnya.


"Bi...sudah waktunya makan malam"Hana mengetuk pintu dan memberitahukan Bintang yang ada didalam kamarnya.


Tak lama Bintang pun membuka pintu kamarnya,dilihatnya wajahnya dan bagian depan rambutnya basah.


"Kamu mandi?"tanya Hana heran.


"Tidak aku hanya cuci muka dengan air hangat lalu mengganti pakaian ku,aku belum berani mandi sekarang takut demam lagi dan menyusahkan mu lagi"Bintang menutup pintu kamarnya.


"Ayo...kita kebawah"ajak Bintang


Hana pun berjalan beriringan dengan Bintang sampai mereka di depan meja makan.


Mereka pun duduk bersebelahan,Makan malam kali ini tidak bersama dr.Akam ia tidak ada di rumah sejak dua hari lalu,ia pulang kerumahnya karena istrinya yang berprofesi sebagai pramugari ada dirumah.


Semua makan dengan membaca doa terlebih dahulu,di mulai dengan Oma yang mengambilkan opa Nasi dan lauk pauk ke piring Opa lalu kepiringnya sendiri,kemudian Mamah Bitha menuang Nasi kepiringnya,Mamah Bitha meminta tolong pada Hana agar menuangkan nasi ke piring Bintang,Hana pun menurut ia menungakan Nasi dan menanyakan pada Bintang seberapa banyak ia ingin makan.


"Segini cukup"Hana baru menuangkan secentong nasi ke piring Bintang dia lalu bertanya karena ia tahu orang sakit biasanya tidak nafsu makan nasi terlalu banyak.


Bintang pun mengangguk ketika Hana menanyakan apa nasi yang di tuangkannya sudah cukup atau belum.


"Terima kasih"kata Bintang ketika menerima piring dari Hana.


Makan malam pun selesai Bintang mengambil buah apel di meja makan dia memotongnya dengan pisau,sambil melihat Hana membereskan meja makan ia dengan santainya memberikan beberapa potong buah yang telah ia makan di hadapan Hana.


"Makanlah dari tadi kamu sibuk kerja terus"


"Aku sudah kenyang Bi"


"Jadi nggak mau?"


"Iya kamu saja yang makan biar lekas sehat"


Krauk...


Suara apel yang di gigit Bintang ketika masuk kedalam mulutnya.


"Apa semua ini kamu yang masak?"


"Tidak aku hanya masak sup ayam saja tadi"


"Adduh Bintang kenapa kamu tidak membantu Hana membereskan meja makan malah di ajak ngobrol"Mamah Bitha tiba-tiba muncul dari arah dapur.


"Hehe bentar mah tanggung"Bintang menunjukan apel yang ada di tangannya.


"Kamu ini benar-benar deh"gumam Mamah.


...***...