
Sudah dua hari Hana pulang ke rumah Ibunya,dan dalam dua hari itu juga Hana membujuk Ibunya agar mengijinkannya ke luar negri untuk menjemput ayahnya.dan semalam Ibunya sudah pasrah dengan keinginan anaknya.
"Baik Ibu mengijinkan mu ke luar negeri menemui ayah mu,tapi jangan berharap dia akan pulang,dia lebih mencintai profesinya dari pada keluarganya"Ibu ketus.
Itu yang di katakan Ibu pada Hana.dan pagi ini dia bersiap-siap untuk kembali ke kota untuk mengurus dokumen kepergian ke luar negeri dan dalam beberapa hari lagi Dini juga akan menikah dia berencana untuk menghadiri pernikahan sahabatnya dulu baru pergi ke luar negeri.
...***...
Hari pernikahan Dini Hana menghadiri hari pernikahan Dini bersama Lucky.
"Din...selamat ya...oia tempo hari Bintang titip salam dia minta maaf nggak bisa dateng ke pernikahan mu,jadwal keberangkatan dia bertanding sudah dua hari yang lalu"kata Hana saat bersalaman dengan Dini di pelaminan.
"Iya aku ngerti kok"Dini tersenyum.
"Selamat ya Din...semoga cepat di beri momongan hehe"Doa Lucky untuk Dini.
"Ya terimakasih kalian sudah menyempatkan datang dan kalian cepat nyusul aku ya"
Dan mereka bertiga pun tertawa bersama.
"Lu yakin besok mau berangkat?"tanya Lucky saat mereka menikmati jamuan tamu.
"Ya...iya lah buat apa gue kemarin repot-repot ngurusin dokumen keberangkatan ke luar negeri"
"Ya gue juga besok berangkat kesana ada liputan,harusnya gue bareng Bintang kemarin tapi gue mau ngadirin pernikahan Dini dulu".
Mereka pun berbincang-bincang sampai akhirnya mereka kembali kerumah masing-masing.
Keesokan harinya Hana sudah bersiap pergi kebandara internasional,jadwal keberangkatannya siang nanti,saat dia sampai di bandara ia menunggu cukup lama,dan tiba saatnya ia menaiki pesawat,saat akan terbang pramugari memberikan instruksi dan aturan dalam penerbangan.
Hana memperhatikan pramugari yang memperagakan instruksi.
"Sepertinya aku pernah melihat pramugari ini tapi dimana ya?"fikir Hana.
pesawat pun terbang seorang pramugari menawarkan snack pada semua penumpang,saat pramugari tersebut menghampiri barisan bangku Hana,ia menegur Hana.
"Hana...benar kamu Hana calon istrinya Bintang".
Hana akhirnya ingat dimana ia pernah bertemu dengan pramugari itu.ya itu adalah ka Amel istri dr. Akam.
"Kaka seorang pramugari?"tanya Hana antusias.
"Ya...kamu mau menyusul Bintang ke negara X?"
"Hehe bukan ka...aku punya urusan pribadi disana yang kebetulan Bintang pun bertanding disana"
"Oh...sudah ya aku masih harus bekerja".ka Amel pamit.
"Ya ka...terima kasih snacknya".
Pesawat pun mendarat dengan mulus di landasan,semua penumpang turun dengan teratur,Hana langsung mencari taxi ia langsung menuju restoran miliknya karena yang tahu keberadaan ayahnya di negeri ini adalah Lucas.ia akan menemui Lucas terlebih dahulu untuk membawanya pada ayahnya.
Sampai di depan restoran Hana di sambut oleh seorang greeter,Hana pun langsung menghampiri recepsionis untuk menemui Lucas.
"Apa anda sudah membuat janji oleh Tuan Lucas?".
Ah...iya aku lupa bilang sama Lucas aku akan kesini.
"Aku belum buat janji tapi bilang saja Hana ingin bertemu"
Receptionis itu memandang Hana curiga.
Aaa pasti orang ini mengira aku penipu atau pemeras penampilan ku tak ada berkelas di banding tamu-tamu yang datang kesini.
Receptionis itu mengangkat gagang telpon ia menelpon seseorang,Hana fikir ia menghubungi Lucas tapi ternyata petugas keamanan,Hana di tarik paksa keluar restoran oleh petugas keamanan.
"Hei...hei..tunggu aku hanya ingin bertemu Lucas bukan ingin berbuat kriminal"Hana protes.
Hana di dorong keluar oleh dua orang petugas keamanan.hingga dirinya terjatuh ke tanah.
Ya allah Lucas kamu susah sekali di temui,bahkan oleh pemilik restoran ini sendiri.
Keluh Hana dalam Hati.
Aku menunggu disini saja lah.
Hana memilih taman di depan restoran untuk menunggu Lucas,berharap dia muncul.
Hana melihat ponselnya,dia pun akhirnya menghubungi Lucas.ia mengatakan sulitnya masuk kedalam restoran dan tak ada yang membiarkannya menemuinya.
Lucas terkejut ia langsung berlari keluar resto melihat Hana sedang duduk sendirian di taman di sebrang resto.
"Kau tidak apa-apa?"tanya Lucas khawatir saat melihat Hana.
"Ya...tidak apa-apa,aku hanya jatuh tadi tapi tidak terluka"Hana santai.
"Apa mereka kasar pada mu?"Lucas masih khawatir.
"Ya...mereka sangat baik menjaga keamanan disana"
"Mereka seperti itu karena mereka tidak tahu siapa aku"
"Lalu kenapa tidak kau beritahu saja mereka"Lucas kesal.
"Hehe dengan penampilan ku yang seperti ini mereka akan percaya kalau aku owner resto itu?"Hana menunjuk penampilannya sendiri.
"Ah...kau benar tapi seharusnya mereka tidak seperti itu"Lucas kesal.
"Sudah...sudah jangan kesal,aku kesini hanya ingin menayakan keberadaan ayah ku,bukan kah kau tahu dia tinggal dimana di negeri ini?"
"Ya aku tahu kami sering bertemu,oia besok dia ada seminar di gedung kota kita bisa menemuinya disana"
"Oh...begitu"
"Ayo kita masuk akan ku perkenalkan kamu pada semuanya"
Hana pun mengikuti Lucas kedalam resto.
Saat Lucas masuk bersama Hana petugas keamanan dan receptionis menganga,terlihat wajah ketakutan di wajah mereka.
"Semuanya berkumpul"Instruksi Lucas hingga semua karyawan resto pun berkumpul dalam waktu singkat Hana duduk di atas panggung yang di sediakan untuk pemusik di malam hari,dan semua karyawan yang lain berdiri di bawah panggung,sambil bertanya-tanya ada apa ini kenapa Lucas menyuruh mereka berkumpul dan saat mereka melihat Hana yang berpenampilan biasa saja berada di atas panggung mereka juga berbisik-bisik bertanya siapa itu mengapa dia bersama Tuan Lucas.
Sementara receptionis dan para petugas keamanan bermuka pucat mereka merasa bersalah dan takut mendapatkan hukuman dari Lucas.
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku menyuruh kalian berkumpul disini"Lucas mulai berbicara dari atas panggung.
Sementara Hana hanya duduk santai saja tak menghiraukan tatapan mata yang memperhatikannya.
"Siapa tadi yang pertama bertemu dengan Nona ini"Lucas bertanya sambil menunjuk Hana.
"Saya Tuan"seorang greeter maju"tapi saya hanya mempersilahkannya masuk,dan tak lama saya melihatnya di bawa keluar oleh kedua petugas keamanan"greeter itu polos menerangkan apa yang ia tahu.
"Lalu siapa yang menyuruh memangil petugas ke amanan?"suara Lucas mulai meninggi.
Greeter itu menggeleng tanda ia tidak tahu.
Lalu Lucas memandang kedua petugas keamanan.
"Siapa yang menyuruh kalian mengusir Nona ini?"suara Lucas menggema hingga memenuhi ruangan semua yang mendengarnya langsung terperanjat.
"Nina Tuan nina yang menyuruh kami,sebab dia bilang nona ini penipu"
Hana tertawa kecil mendengar penjelasan mereka.
"Maafkan kami Nona kami tidak tahu kalau anda benar-benar kenal dengan Tuan Lucas"kedua petugas keamanan itu meminta maaf pada Hana 🙏🙏🙏.
Hana hanya tersenyum menahan tawanya.
"Nina memangnya apa yang Nona ini katakan pada mu hingga kau memangil.petugas keamanan dan mengusirnya"Lucas membentak Nina.
Hingga gadis itu menciut ketakutan.
"Maaf Tuan Nona ini tidak membuat janji dengan anda sebelumnya,jadi saya tidak berani mengijinkannya menemui anda"Suaranya bergetar.
"Kalian tahu siapa Nona ini"Suara Lucas memenuhi ruangan.
Semua karyawan menggelengkan kepala mereka.
"Nona ini nona Hana Biantoro pemilik resto ini"tegas Lucas.
Semua mata langsung menatap tak percaya kalau pemilik resto tempat mereka bekerja itu sangat berpenampilan sederhana,terutama kedua petugas keamanan dan Nina.
Hana lalu berdiri dari duduknya.
"Hai...semuanya"Hana menyapa semuanya sambil melambaikan tangannya.
"Ayolah tak perlu tegang seperti itu"Hana berusaha mencairkan suasana yang tegang.
Tapi semuanya tetap saja tegang apa lagi orang-orang yang salah terhadap Hana tadi.
"Perkenalkan nama saya Hana,dan saya berterima kasih pada kalian semua yang berdedikasi di resto yang di kelola oleh sahabat saya Lucas,terima kasih sudah bekerja sebaik mungkin disini,tapi saya berharap kejadian seperti yang saya alami tidak terulang lagi,saya tidak membatasi orang yang berkunjung ke restoran ini hanya untuk kalangan elit saja"
"Lu apa kamu yang menetapkan peraturan seperti itu disini?"tanya Hana pada Lucas.
"Tidak"Lucas menjawab singkat.
Hana tersenyum.
"Saya mendirikan restoran ini dengan nama sahabat itu artinya restoran ini adalah sahabat untuk semua pengunjung disini,tapi saya salut dengan kalian yang benar-benar menjaga dengan ketat di depan pendirian kalian sulit di goyahkan tidak ada takut walau saya tadi bilang ingin bertemu Tuan Lucas,seharusnya kamu bertanya pada Tuan mu dulu dia akan menemui orang tersebut atau tidak baru memberikan tindakan,baiklah itu menjadi pelajaran untuk mu kedepannya"
Nina hanya mengangguk mendengarkan Hana.
"Oke kembali lah bekerja selamat bekerja semuanya"Hana membubarkan semua karyawannya.
Lucas membawa Hana kedalam ruangannya.
...***...