MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 44 Pertemuan Tak Terduga



Hana dan Nina berjalan menuju meeting room di hotel,saat sampai ruang meeting semua orang yang ada di ruangan menganga melihat kehadiran Hana,ruang meeting yang kebanyakan dihadiri laki-laki,hanya Lucas yang cuek karena ia tahu Hana akan berbeda bila di dandani tidak seperti biasanya.


bisik-bisik terdengar.


Ternyata Nona Hana cantik sekali bila berdandan seperti ini,biasanya di tak pernah berdandan sefeminim ini tak kusangaka dia sangat berbeda hari ini.


Begitulah bisik-bisik yang terdengar.


"Ehm..."Lucas berdehem dan menghentikan suara bisik-bisik tersebut.


"Bisa kita mulai meetingnya?"tanya Lucas.


Dan meeting pun di mulai,semua kepala restoran memberikan laporan keuangan dan perkembangan di restoran masing-masing dan ada beberapa yang mengusulkan saran untuk menambah menu makanan dan minuman tanpa menghilangkan ciri khas restoran sendiri.ada juga yang mengusulkan saran agar menarik lebih banyak pelanggan selain dengan promosi mereka membuat keunikan yang di pandang orang hingga membuat orang tertarik untuk mendatangi restoran mereka.


"Bagaimana menurut anda Nona tentang usul mereka?"tanya Lucas pada Hana.


"Tidak ada salahnya di coba dulu tapi,keunikan apa yang di maksud oleh kepala resto Tuan Geraldo ini?"tanya Hana pada Geraldo.


"Jadi begini Nona keunikan itu karena kami dari bagian resto dekat pantai bagaimana kalau kita seperti membuat pesta pantai saat akhir pekan atau saat libur nasional karena pada saat-saat seperti itu pengunjung banyak yang datang,jadi kita akan membuat beberapa stand di depan resto dengan tema pesta pantai nah para petugas yang menjaga stand-stand tersebut akan memakai pakaian santai seperti ciri khas pantai disini untuk menarik para pendatang yang datang,seperti itulah konsep yang saya fikirkan Nona"jelas geraldo.


"Bagaimana menurut mu Nona?"Tanya Lucas.


"Boleh juga kita coba untuk bulan ini,bila berhasil kita panjangin konsep ini di resto dekat pantai ini,tapi kalau bisa konsep ini berganti dalam tiga atau empat bulan sekali hingga orang yang datang menjadi penasaran dengan acara yang di adakan resto tersebut"Hana menuturkan pendapatnya.


"Baik Nona"Geraldo terlihat antusias karena usulnya di terima Hana.


Hana tersenyum padanya.


"Baik apa ada lagi usulan yang lain?"tanya Lucas.


Semuanya sudah memberikan usulan dan pendapat mereka,dan rapat pun di bubarkan.Mereka semua keluar dari ruang meeting bersama Hana yang di dampingi oleh Lucas,di saat yang sama pun tim atlet bulutangkis sampai di hotel mereka,Bintang sempat melihat rombongan Hana tapi ia tidak menyadari kalau ada kekasihnya di antara rombongan tersebut,ia hanya melihat sekilas wanita cantik mengenakan baju merah marun yang berjalan di ikuti oleh beberapa pria-pria berjas.


Dan saat Hana dan Lucas menemui ayahnya yang sedang menunggu di restoran hotel mereka bertemu Lucky disana.Lucky sempat pangling melihat Hana yang berdandan tidak seperti biasanya.


"Hachi..."Lucky terpana.


"Biasa ajah kali,ngeliatnya nanti Clara marah loh"Hana nyeletuk.


Lucas tertawa tanpa suara.


"Kalian sudah selesai meetingnya?"tanya ayah.


"Iya ayah,aku ingin melihat pertandingan bulutangkis dimana tempatnya Luc?"Hana bertanya pada Lucky.


"Hah pertandinganya sudah selesai sekarang kan sudah sore Hana...mereka baru saja kembali,kebetulan mereka menginap disini"Lucky memberitahu Hana.


"Dimana mereka sekarang"Hana penasaran.


"Sepertinya mereka masih di lift bawah"Lucky melihat kearah bawah.


Hana pun melihat ya mereka masih di bawah.tiba-tiba Hana berlari menuju lift tapi lift tak terbuka-buka hingga ia berlari ke arah tangga ia lalu melepaskan sepatunya agar bisa berlari dengan cepat.Lucky,lucas dan ayah pun ikut mengejarnya.sesampainya di bawah Hana langsung menghampiri rombongan atlet tapi ia tak melihat keberadaan Bintang disana.


Dia pun langsung menayakan keberadaan Bintang pada seorang atlet,dan atlet tersebut memberitahu Bintang kembali ke area parkir karena ada yang tertinggal di dalam bus.


Hana langsung berlari ke area parkir menyusul Bintang,para atlet yang melihat hal itu pun ikut menyusul Hana di susul juga oleh Lucky,lucas dan ayah,mereka sempat bertanya-tanya apakah yang bertanya pada mereka itu adalah Hana,karena penampilannya sangat berbeda dari yang biasa mereka lihat.


Saat di area parkir Hana mencari bus tim bulutabgkis,ia akhirnya menemukan bus berbendera negaranya itu di antara mobil-mobil yang terparkir disana,Hana berlari ke arah bus tersebut dan Bintang baru turun dari bus,Bintang terpaku melihat kehadiran Hana di depannya,ia tak menyangka wanita yang beberapa hari ini ia ridukan muncul didepannya dengan penampilan yang berbeda.


Hana menghampiri Bintang yang masih terpaku di pintu bus,kaki Hana lemas hingga ia hampir terjatuh Bintang dengan refleks menangkap tubuhnya.


"Kau baik-baik saja"tanya Bintang khawatir.


"Ya...heeehhhheehhh"masih ngos-ngosan.


"Yakin?"Bintang masih menopang tubuh Hana,dan Hana hanya mengangguk.


"Bagaimana kau bisa disini,dan kenapa kau berpakaian seperti ini?"Bintang bingung.


Saat mereka saling menatap rombongan yang mengejar mereka pun tiba dan langsung menghentikan langkah mereka ketika melihat Bintang sedang menopang tubuh Hana dan melihat keduanya saling bertatapan,Nina pun ikut berlari sambil membawa sepatu Hana.


"Nona...sepatu anda"Suara Nina membuyarkan pandangan mereka semua.


Bintang pun ikut terkejut mendengar Nina yang memanggil Hana dengan sebutan Nona.tapi Hana berhasil mengambil mengalihhkan pandangannya.


"Bi..."Bintang menoleh ke arah Hana yang tubuhnya masih di topang olehnya.


"I love you"Hana berbisik di telinganya.


Spontan Bintang membalas.


"I love you too"Bintang tersenyum.


Mereka berdua lupa kalau banyak mata yang memperhatikan adegan romantis itu.


"Hei...hei...kalian mau sampai kapan begitu,Nana...ingat kalian belum muhrim"ayah tiba-tiba muncul dan Bintang langsung melepaskan tangannya dari tubuh Hana.


"Ayah...ikut berlari kesini?"Tanya Hana bingung.


"Ya...ayah bingung kenapa kamu tiba-tiba lari"


"Ayah...dia ayah mu?"tanya Bintang bingung.


"Hehe iya"Hana tertawa kecil.


"Ehm..."Coach Yoga berdehem"Bintang lekas lah kembali ke kamar mu"Coach Yoga langsung membubarkan semua anak didiknya untuk kembali ke kamar mereka.


"Ya...coach"jawab Bintang ia pun menghampiri coach Yoga meminta ijin sebentar untuk berbicara dengan ayah Hana.


Coach Yoga pun mengijinkannya.


Bintang lalu menghampiri Hana dan ayahnya,Bintang pun baru menyadari ada Lucas dan Lucky disana.


Ternyata mereka benar-benar mirip


Fikir Bintang saat melihat keduanya bersamaan.


Hana pun memperkenalkan Bintang pada ayahnya.


Ayah tersenyum pada Bintang dia tak menyangka Bintang seorang idola anaknya yang posternya terpajang di kamar anaknya,sekarang akan menjadi calon menantunya.


...***...