
Lucas membawakan obat sesuai resep dokter, Bintang sangat berterima kasih padanya,Hana dan Bintang pun memakan makanan yang di antar Lucas tadi, setelah itu Bintang memberikan obat pada Hana.
"Kenapa obatnya banyak sekali"Hana protes.
"Tidak sayang hanya ada dua butir saja"Bintang polos.
"Mana pisangnya? "Hana mananyakan buah pisang.
"Pisang? "Bintang bingung.
"Iya aku kalau minum obat harus dibantu oleh buah pisang"Hana polos
"Hah... "Bintang terkejut mengetahui satu fakta lagi mengenai istrinya.
"Kau tidak bisa meminum obat hanya dengan dorongan air? "Bintang bertanya ragu.
Hana menggeleng.
Bintang menepuk jidatnya.
"Apa Lucas tahu kalau kamu sulit minum obat?"
"Ya dia tahu dia pasti membawakan pisang saat memberi mu obat"Hana polos.
"Tapi sayangnya tidak sayang... dia hanya memberi ku obat saja dan tidak membawa apa-apa lagi"
"Hah... "Hana terkejut.
Lucas pasti ingin mengerjai ku.
fikir Hana.
Bintang lalu berlari ke dapur mengambil dua buah sendok dan madu, ia lalu menggerus obat tersebut dan mencampurnya dengan madu.
Hana langsung menutup mulutnya, dia tidak mau meminum obat tersebut.
"Ayolah sayang... nanti kita beli coklat ya"Bujuk Bintang seperti membujuk anak kecil.
"Aku bukan anak kecil yang bisa kamu bujuk dengan coklat"Hana masih menutup mulutnya.
"Ayolah sayang... "Bujuk Bintang.
"Tidak kalau seperti itu rasanya malah tambah pahit"masih menutup mulutnya.
Bintang bingung kehabisan akal istrinya sedang kurang sehat tapi takut dengan obat, akhirnya dia memikirkan cara terakhir obat yang ada di sendok ia masukan kedalam mulutnya sendiri, Hana yang melihat itu spontan langsung mangap Bintang yang melihat mulut istrinya terbuka langsung menyergapnya.
Bintang langsung mencium bibir istrinya yang terbuka dan memasukan obat itu dari mulutnya Hana ingin berontak tapi tidak Bisa Bintang menahan tangannya dan...glek... obat itu pun lewat dari tenggorokan Hana.
Bintang langsung melepaskan tangannya setelah memastikan istrinya telah menelan obat tersebut, dia lalu memberikan segelas air pada istrinya,Hana langsung menenggak air tersebut untuk menghilangkan rasa pahit yang masih tertinggal.
"Sayang... apa kamu tidak merasakan pahit saat. memasukan obat itu ke mulut mu? "
"Pahit... tapi semua rasa pahit itu jadi terasa manis karena dirimu "
"Kamu itu belajar dari mana cara membual"Hana bingung.
"Aku tidak membual sayang... sudah istirahatlah nanti sore aku akan beli pisang di swalayan"Bintang mengelus kepala isteinya.
"Kamu ingin ke swalayan sendiri kaki mu saja sedang sakit, biar aku temani nanti"
"Kamu kan sedang sakit"
"Nanti setelah istirahat badan ku pasti sudah lebih baik sayang...aku juga kan tidak ingin sakit terus"
"Baiklah tapi bila lelah kamu bilang ya? "
Hana tersenyum dan mengangguk.
...***...
Sore hari Bintang dan Hana pergi ke swalayan mereka menaiki taxi setelah mereka berdebat tentang kursi roda Hana meminta Bintang untuk naik kursi roda tapi Bintang tidak mau karena takut Hana kelelahan mendorongnya sedangkan Hana masih kurang sehat,wajahnya masih pucat.
Di swalayan Hana memilih buah pisang, dan Bintang ingin memberikannya coklat karena tahu istrinya sangat menyukai coklat, tapi Hana menolak.
"Kenapa? "Bintang bingung.
"Karena aku tidak bisa memakannya bersama mu, dalam kondisi mu yang seperti ini coklat akan menghambat proses penyembuhan tulang mu sayang"
"Ya kamu makan saja sendirian"
"Tidak itu tidak menyenangkan,sudah yuk kita ke restoran aku ingin menemui Lucas"Hana menggandeng lengan suaminya dan berjalan menuju kasir untuk membayar pisang yang mereka beli.
Mereka pun keluar dari swalayan dan menaiki taxi menuju restoran, sampai. di depan restoran, semua karyawan menyambutnya,Hana menayakan pada Nina keberadaan Lucas.
"Tuan Lucas ada didapur Nona"
"Ooo baiklah Nina tolong antar suami ku ke meja yang biasa ya... "Hana berjalan menuju dapur.
Dan Nina mengantar Bintang ke meja yang biasa mereka tempati saat Bintang menuju meja, Bintang memperhatikan live musik yang sedang tampil disana, Bintang bertanya pada Nina apakah ia bisa bernyanyi disana, ia ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk istrinya, Nina pun bertanya pada salah satu crew tersebut,Nina menjelaskan kepada crew tersebut kalau suami dari pemilik restoran ini ingin menyanyikan lagu untuk istrinya.dan crew tersebut pun mengijinkannya.
Hana kedapur mencari Lucas,di temukannya ia sedang mengarahkan seorang juru masak yang lain untuk membuat sebuah makanan.
"Lu... "tegur Hana dari arah belakangnya.
Lucas menoleh di lalu tersenyum.
"Bukankah kamu sedang sakit? "Lucas bingung melihat keberadaan sahabatnya didapur resto.
"Ya... aku sakit dan kenapa kamu sengaja membawakan obat tapi tidak dengan pisangnya"Hana sewot.
"Hehe aku lupa"Lucas beralasan.
"Bohong ah... "Hana manyun.
"Hei... kenapa ngambek"
"Kamu tahu karena perbuatan mu suami ku jadi kesusahan membantu ku meminun obat,dia akhirnya memaksa ku meminum obat dengan caranya sendiri yang tak pernah terfikirkan oleh siapa pun"
"Bagimana caranya? "Lucas penasaran.
Hana pun menceritakan kejadian saat minum obat tadi, Lucas yang mendengar cerita tersebut tertawa terpingkal-pingkal.
"Kalian memang pasangan yang aneh"Lucas tertawa.
Saat Lucas sedang tertawa tiba-tiba dari arah panggung live musik terdengar suara Bintang.
"Aku ingin mempersembahkan sebuah lagu untuk istri ku tercinta Hana"
Lucas dan Hana yang masih di dapur mendengar itu langsung berlari keluar dapur dan menyaksikan Bintang yang sudah berada di atas panggung sambil duduk dan memainkan gitar.
"Lihat kegilaan apa lagi yang suami mu perbuat Hana"Lucas setress sendiri.
Hana bengong melihat suaminya ada di panggung, dia tidak menyangka kalau suaminya bisa bermain alat musik.
"Ku fikir dia hanya bisa memukul bola bulu tak kusangka dia bisa bermain gitar belajar dari mana dia"Hana bingung.
Semua pengunjung restoran menoleh ke arah panggung, Bintang mulai memainkan gitar dan menyanyi sebuah lagu cinta yang di persembahkan untuk istrinya.
Semua karyawan resto takjub dengan suami owner mereka yang sangat romantis. saat di tengah-tengah lagu Bintang mengajak istrinya ke atas panggung,Hana pun ditarik oleh beberapa karyawan resto untuk naik ke atas panggung.
Hana malu karena banyak pasang mata yang menyaksikannya. Lucas hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya bersama suaminya.
Nina pun tersenyum melihat keromantisan mereka berdua. dia berfikir padahal semalam mereka bertengkar tapi malam ini mereka begitu mesra kembali.
"Cinta memang sulit di mengerti"Gumam Nina sambil tersenyum menyaksikan penampilan mereka berdua di atas panggung.
Bintang pun selesai menyanyi dan dari bawah panggung timbul sorak sorai dari para penonton.
"Cium... cium... cium... cium... "
Wajah Hana seketika menjadi merah.