MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 92 Persidangan



Setelah menerima telpon dari Lucas Hana terlihat murung Bintang mencoba menghiburnya,Hana pun berusaha tersenyum agar suaminya tidak mencemaskan dirinya.


Bintang pamit keluar sebentar pada Hana ada sesuatu yang harus di belinya, Hana pun mengijinkannya.


Bintang mengendarai mobilnya menuju penjara dimana para pelaku kejahatan ditahan Bintang ingin menemui Imel dalang dari kasus ini. sesampainya dipenjara Bintang duduk di meja pengunjung tahanan. Imel terlihat sangat bahagia karena Bintang menemuinya.


"Kau... datang?"tanya Imel senang.


Tapi Bintang memasang wajah dingin padanya, wajah yang tak pernah dia lihat sebelumnya, karena biasanya Bintang hanya memasang wajah cuek dan masa bodo,tapi kali ini pandangannya dingin sedingin es.


Imel duduk di depan Bintang.


"Sebenarnya aku sudah tidak ingin melihat wajah mu lagi"Bintang mulai bicara nadanya pun dingin.


"Kenapa Bintang kenapa?"Imel mengiba.


"Kenapa kata mu,apa kau tidak sadar perbuatan kejam mu pada istri ku"Bintang mulai kesal.


"Kenapa kau masih saja mencintai dia padahal dia sudah tidak waras"Imel kesal.


"Aku mencintainya apa adanya,meskipun dia gila atau cacat sekali pun aku tetap mencintainya"


"Apa yang dia perbuat pada mu hingga kamu bisa cinta mati padanya"Imel ketus


"Karena dia wanita yang berhati sebening embun sikapnya menyejukan hati setiap orang yang mengenalnya"


"Bohong Bintang dia sebenarnya tidak seperti itu dia itu licik"


"Yang licik dan jahat itu kamu"Bentak Bintang.


"Asal kau tahu aku mencintainya sejak lama sejak aku masih duduk di bangku sekolah dasar,aku tahu betul kenakalannya semenjak dia sekolah, tapi dia tidak pernah menyakiti orang lain,bila tidak sengaja dia menyakiti temannya dia pun berusaha untuk bertanggung jawab dia tidak seperti kamu yang dengan teganya menyakiti orang lain"


Imel menutup kedua telinganya dia tidak mau mendengar Bintang mengatakan dirinya sangat mencintai Hana.


"Asal kau tahu kau bukan hanya menyakiti istri ku tapi juga calon anak ku, itu sama saja kau menyakiti dua orang kau tahu itu".


"Hana hamil? "Imel seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Tidak... "Imel langsung berdiri dari duduknya"Kau bohong kan Bintang... kau bohong kan, kalian akan memiliki anak kenapa Bintang kenapa kau tidak pernah mencintai ku"Imel histeris.


Petugas polisi yang berjaga akhirnya membawa Imel masuk kedalam selnya lagi.Didalam sel Imel seperti orang yang kehilangan akal, dia menangis dan berteriak-teriak histeris mengingat semua perkataan Bintang.


Setelah menemui Imel Bintang pun menemui kelima penculik,Bintang pun bertanya pada mereka alasan mereka mau di bayar oleh Imel, dan rata-rata alasananya adalah faktor ekomoni dan salah satu diantara mereka memiliki alsan karena ingin mengobati anaknya yang sakit parah dan harus dioprasi.


"Kalian tahu karena kalian istri ku jadi kelihangan ingatannya,dia mengalami ganguan jiwa dan mental,tulang-tulang jarinya bergeser hingga dia sulit memegang pensil untuk menggambar,kalian tahu itu bagaimana kalian dengan kejamnya menyiksa istri ku yang tidak mempunyai salah pada kalian, apa kalian ini tidak punya hati, bagaimana kalau istri kalian dan anak kalian juga di perlakukan seperti itu apa perasaan kalian"Bintang kesal dan emosi.


Para pelaku menunduk mereka menyesali perbuatan mereka pada Hana.


"Aku harap kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan kalian"Bintang langsung meninggalkan mereka dan pergi dari kantor polisi.


Bintang mampir kesebuah mal pusat perbelanjaan, dia ingin membelikan ponsel untuk istrinya,dan ketika dia melewati sebuah toko. perhiasan dirinya pun mampir dia membeli perhiasan untuk istrinya.


Dan tak lupa dia membeli sekotak coklat kesukaan istrinya. selesai berbelanja Bintang kembali kerumah sakit jiwa tempat Hana mendapatkan perawatan.


Bintang membuka pintu ruangan Hana,dilihatnya Hana sedang asik. menggambar di buku gambar yang dia belikan tempo hari.


"Sayang... "tegur Bintang.


"Eh... sayang kamu sudah kembali"Hana menoleh padanya.


"Menggambar apa? "tanya Bintang.


"Hehe aku hanya gambar iseng melatih tangan ku"Hana menutup buku gambarnya.


"Apa masih terasa sakit? "Bintang memegang tangan istrinya.


"Tidak sayang sudah tidak sakit"Hana melirik bingkisan yang di bawa Bintang.


"Ooooh ini ponsel buat mu ponsel mu kan hilang jadi aku belikan yang baru, agar aku dan teman-teman mu bisa mudah menghubungi mu"Bintang menyerahkan bungkusan berisi ponsel pada istrinya.


"Wah... terima kasih sayang kamu sungguh perhatian"Hana senang menerima ponsel barunya.


"Dan aku juga membelikan mu ini"Bintang menunjukan kotak perhiasan.


Hana bingung, Bintang membuka kotak tersebut didalamnya ada sepasang cincin emas permata.


"Sayang kamu tidak usah sampai sejauh ini sih... "Hana kurang suka dengan kejutan yang satu ini.


Bintang sebenarnya pun tahu kalau hadiah yang satu ini tidak akan membuat hati istrinya gembira, karena Hana tidak suka dengan brang-barang mewah,tapi Bintang tetap membelinya karena memiliki alasan tertentu.


"Sayang... ini cincin pernikahan kita, mahar yang aku berikan saat kita menikah hilang saat kamu diculik dan aku wajib menggantinya dengan yang baru,tapi kali ini bukan hanya kamu yang memakai cincin di jari mu, aku pun akan memakainya agar orang tahu aku ada pemiliknya"


Hana tersenyum mendengar perkataan suaminya, dia langsung memeluk tubuh suaminya, dia tak menyangaka cinta suaminya sangatlah besar padanya.


"Kita pakai ya... biar aku pasangkan ke jari mu dan kamu memasangkan ke jari ku"pinta Bintang.


Hana pun menurutinya,kini jari mereka terpasang cincin pernikahan.


"Ooo iya ada satu lagi hadiah untuk mu tadaaaa"Bintang menunjukan sekotak coklat di hadapan istrinya.


Dan wajah Hana langsung ceria melihat sekotak coklat tersebut.


"Wah... coklat"Hana langsung Menepuk-nepuk kecil tangannya karena kegirangan.


Bintang sangat senang bila melihat ekspresi wajah istrinya yang ceria seperti itu. Bintang pun langsung membuka bungkus coklat tersebut dan menyuapi istrinya.Hana pun menyuapi Bintang coklat.


Saat sedang makan coklat Bintang iseng membuka buku gambar Hana, dia ingat betul bila Hana menggambar dan langsung menutup buku gambarnya dan tak menunjukan hasilnya pada suaminya berarti Hana menggambar sesuatu tentang dirinya.


Dan benar saja saat Bintang ingin membuka buku gambar tersebut Hana langsung merebutnya.


"Sayang aku mau lihat apa yang kamu gambar"


"Jangan sayang... ini hanya gambar iseng"Hana menyembunyikan buku gambarnya di belakang tubuhnya.


"Ayolah sayang... aku mau lihat"Bintang membujuk.


Hana tetap tidak memberikan Bukunya,hingga mereka akhirnya kejar-kejaran di dalam ruangan, dan tiba-tiba ada seorang perawat yang masuk keruangan Hana untuk mengantar obat, perawat itu tersenyum. melihat tingkah sepasang suami istri ini yang seperti anak-anak saja.


"Sayang... berhenti kamu sedang mengandung"


Hana langsung berhenti ketika mendengar ucapan suaminya dan saat Hana berhenti Bintang pun berhasil mengambil buku gambar Hana, dia langsung membuka buku tersebut dan dia tersenyum melihat apa yang di gambar istrinya,itu adalah gambar dirinya ketika sedang melamun dan menopangkan wajah di salah satu tangannya.


Gambar yang lucu dan manis menurut Bintang


...***...


Dua minggu kemudian.


Kondisi Hana sudah stabil dia sudah bisa menghadiri persidangan untuk menjadi saksi kunci atas kasus yang menimpanya.


Saat Hana berhadapan dengan kelima pelaku dan juga Imel ada perasaan takut tapi Hana mencoba melawannya, ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan orang yang berbuat jahat padanya.


Sidang pun di mulai Hana menuturkan semua kejadian yang terjadi pada dirinya, dan pengacara pun menunjukan bukti-bukti kejahatan para pelaku, mulai dari percakapan di telpon sampai rekamn cctv di gor,semua bukti memberatkan pelaku dan para pelaku pun dovonis penjara sesuai perbuatan mereka.


Hana melihat ekspresi wajah Imel yang masih saja tidak menunjukan penyesalan,berbeda dengan para pelaku penculikan diwajah mereka nampak wajah penyesalan bahkan kelima pelaku sempat meminta maaf pada Hana saat mereka digiring polisi ke dalam mobil tahanan, dan yang membuat Hana semakin terenyuh ialah Hana menyaksikan keluarga mereka menangis melihat keluarganya di giring kepenjara.


Hati Hana sedih melihat imbas dari sebuah kejahatan yang mereka perbuat, Hana ingin membantu keluarga mereka tapi dia ragu bila suaminya akan mengijinkan tindakannya.


Akan kah Hana nekat untuk membantu keluarga para pelaku atau dia hanya akan diam saja melihat kesedihan di wajah istri dan anak-anak para pelaku penculikannya. mengingat sikap Hana yang tidak tegaan dan mengingat sikap Hana yang patuh pada suaminya,kali ini dia akan memilih yang mana rasa simpati atau rasa hormat pada suaminya. Hana masih bimbang.


...***...