
Ponsel Bintang berdering di lihat oleh Hana ternyata panggilan video call dari Opa.
"Sayang Opa video call"Hana antusias.
"Bawalah kemari sayang"Bintang meminta ponselnya.
"Asalamualikum Opa..."sapa Bintang saat menerima vc dari Opa.
"Walikumsalam pengantin baru..."opa menjawab salam sambil meledek mereka.
Bintang dan Hana tersenyum.
"Ini Oma mau melihat kemesraan pengantin baru"ledek Opa lagi.
Bintang dan Hana tersipu malu.
"Opa bisa saja"Bintang malu.
"Bintang...bagaimana keadaan mu sayang"Oma bertanya.
"Alhamdulilah semua lebih baik Oma berkat istri ku yang selalu di samping ku"Bintang menatap Hana.
Oma yang melihat hal itu jadi terharu ingin rasanya Oma berteriak karena senang.
"Lihat Opa mereka mesra sekali"
Opa pun tersenyum melihat kebahagiaan di wajah cucunya.
Semula Opa sempat khawatir Bintang akan terpuruk karena kecelakaan ini,karena bagaimana pun patah tulang bagi seorang atlet adalah cidera yang sangat parah dan sulit untuk pulih,tapi ternyata dengan kehadiran Hana di sampingnya tidak perlu ada hal yang di khawatirkan Opa.
...***...
Satu minggu sudah Bintang di rawat di rumah sakit,dan Hari ini dokter memperbolehkannya pulang.
Saat bersiap pulang tiba-tiba Lucky dan Maxi muncul di pintu.
"Halooo"kata mereka berdua saat nongol di pintu.
"Kalian"Bintang terkejut gembira melihat sahabatnya datang.
"Wah...untung kita datang tepat waktu ternyata mereka sudah merapihkan barang-barang sudah mau pulang rupanya"Maxi masuk dan melihat satu tas yang telah rapih.
"Gimana kalian akan tinggal dimana sekarang?"tanya Lucky.
"Kita akan tinggal di rumah ayah dulu selama Bintang masih masa pemulihan"Hana memberitahu.
"Baiklah aku antar kalian sampai rumah"Lucky menawarkan jasa.
"Kau tidak ikut turnamen berikutnya Max?"tanya Bintang.
"Tidak aku ingin istirahat dulu"Maxi duduk di sofa.
"Hemm begitu"Bintang menganggukan kepalanya.
Hana mendorong kursi roda mendekat pada Bintang,Bintang pun turun perlahan di papah oleh Hana dan duduk di kursi roda.
"Terima kasih sayang".
Lucky dan Maxi yang mendengar panggilan baru untuk Hana langsung meledek.
"Cie....sayang nih ye sekarang?"ledek mereka berdua.
"Apaan sih"Hana malu.
"Ternyata bulan madu di rumah sakit romantis juga"ledek Maxi.
"Iya dong...mangkanya nikah"Bintang membalas ledekan mereka.
"Ow...ow... ya...ya..."menyerah juga mereka akhirnya.
Mereka pun keluar dari kamar dan menuju tempat parkir,Hana mendorong kursi roda sementara Lucky membawa tas berisi pakaian mereka.
Mobil pun berjalan menuju rumah ayah Math,Mamah Bitha dan Papah Adam sudah kembali ke negeri sendiri sejak dua hari yang lalu.perjalanan cukup panjang Hana nampak kelelahan ia akhirnya tertidur di samping Bintang.
Sepertinya dia lelah sekali,maafkan aku sayang kamu pasti lelah mengurusku selama ini.
Bintang membelai rambut istrinya belaian lembut dan sesekali mencium kepala istrinya.dia tidak sadar dua orang di depannya memperhatikannya dari kaca spion mobil,melihat sikap Bintang yang seperti itu membuat kedua hati orang yang didepannya itu meronta-ronta iri dengan kemesraan yang mereka lihat.
"Luc...apa kamu tahu jalan menuju rumah Ayah,Hana tertidur"Bintang akhirnya berbicara.
"Aku tahu aku pernah kesana beberapa kali dengan Lucas".
"Ooo"Bintang hanya beroh.
Mobil pun akhirnya sampai di depan rumah Ayah,Lucky membunyikan klakson dan tak lama ayah keluar bersama ibu dari dalam rumah.Hana pun di bangunkan oleh Bintang sebenarnya dia tidak tega untuk membangunkan istrinya tapi lebih baik istrinya itu tidur di kasur dari pada di mobil fikirnya saat itu.
Hana pun terbangun.
"Eh...sudah sampai ya,maaf aku ketiduran ya"Hana meminta maaf pada Bintang.
Bintang hanya tersenyum.
Lucky dan Maxi membantu Bintang keluar dari dalam mobil.
Mereka pun turun dari mobil,saat Lucky ingin menyalami tangan ibu,ibu bingung yang menyalaminya ini Lucky atau Lucas.
"Ini Lucky atau Lucas ya?"Ibu kebingungan.
"Saya Lucky bu"Lucky bicara dengan gaya konyolnya,dan Ibu langsung yakin kalau itu memang Lucky.
"Oh...ya kalau yang seperti ini pasti Lucky"
Hana menahan tawa karena ibunya sudah hafal perbedaan dari teman kembarnya ini.mereka pun masuk ke dalam rumah ayah,Hana dan Bintang di antar menuju kamar mereka.kamar yang kecil tapi nyaman jendela kamar menghadap keluar sejajar dengan pintu gerbang dan bila pagi sinar matahari masuk memberikan kehangatan di dalam kamar tersebut.
Bintang menatap ke jendela tersebut.
"Kamu mau melihat keluar?"tanya Hana saat melihat suaminya memperhatikan jendela.
Hana mendorong kursi roda ke arah jendela,Bintang menatap keluar jendela terlihat pemandangan gunung yang luas dan sejuk.
"Kalau pagi sinar matahari masuk kesini,setiap pagi kamu berjemur disini ya biar otot-otot mu lemas dan tidak kaku"Hana menjelaskan sambil terduduk di bangku yang ada di samping jendela.
Mereka pun menikmati pemandangan dari jendela angin yang berhembus masuk dari luar jendela membuat mata Hana terpejam lagi dia tertidur di bahu Bintang.dan entah kenapa rasa kantuk pun menghampiri Bintang dan dia pun tertidur dipeluknya kepala Hana ia pindahkan kedadanya dan Bintang pun tertidur sambil terduduk di kursi roda.
Ibu tiba-tiba masuk ke kamar Hana niatnya ingin memberi tahu Hana kalau Lucky dan Maxi ingin pamit pulang.tapi ibu melihat keduanya yang tertidur di depan jendela ibu jadi mengurungkan niatnya Ibu hanya menutup pintu perlahan yang sejak tadi terbuka.
Ibu pun memberitahu Lucky dan Maxi kalau Hana dan Bintang tertidur di kamar.
"Apa sebaiknya kalian menginap saja?"tanya Ibu.
"Tidak Bu kami menginap di hotel saja karena besok kami pun harus kembali ke negeri kita,karena masih banyak pekerjaan yang harus kami kerjakan"jelas Lucky.
"Ya Bu salam saja pada Bintang dan Hana"Maxi pun pamit.
"Baiklah kalau begitu kalian hati-hati ya dan terima kasih sudah mengantar Hana dan Bintang sampai ke rumah"
"Ya...bu semoga Bintang cepat pulih biar bisa beraktifitas seperti biasa lagi"kata Maxi sebelum mereka pergi.
"Ya terima kasih ya sudah mengantarkan Nana dan suaminya"ayah pun mengucapkan terima kasih.
Malam hari tiba angin berhembus lebih dingin,terasa menyentuh kulit Hana yang akhirnya terbangun karena merasa kedinginan,Hana terkejut karena mendapati Bintang pun ikut tertidur di depan jendela bersamanya.
"Sayang...bangun disini dingin"Hana membangunkan Bintang.
Bintang pun terbangun ia tersenyum melihat wajah istrinya.
"Kamu masih ingin tidur?"tanya Hana.
Bintang menggeleng.
"Apa kamu haus?"
"Iya"
"Sebentar aku ambilkan minum"
Saat Hana ingin melangkah Bintang memegang tangannya.
"Aku ikut"
...***...