
Di bandara dalam negri segerombolan orang turun dari sebuah bus.mereka menunggu kedatangan seseorang yang sangat mereka rindukan selama beberapa bulan ini.kepergiannya yang mendadak dan kepulangannya yang mereka tunggu akhirnya tiba.
Hingga mereka rela menghabiskan waktu mereka di bandara untuk menyambut kedatangannya,di pintu keluar penumpang.
Perjalanan panjang yang di tempuh Hana dan Bintang pun berakhir,pesawat turun dengan mulus dan selamat, Hana pun merangkul legan suaminya saat turun dari tangga pesawat.
Banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, dan berfikiran macam-macam. ada yang berfikir norak, ada yang berfikir romantis dan ada yang berfikir mereka sangat serasi,tapi ada juga yang berfikir mereka tidak serasi karena iri melihat kedekatan mereka berdua.
Mereka berdua tak menghiraukan pemikiran-pemikiran orang-orang tersebut, karena yang menjalani kehidupan ini adalah mereka berdua orang lain tak pernah tahu bagaimana lika-liku yang harus mereka lalui hingga bisa sampai ke tahap ini.
Saat mereka berdua keluar dari pintu keluar,Hana di kejutkan oleh segerombolan orang-orang yang menanti kedatangannya.
"Hana... "teriak Dini.
"Mba... Hana.... "segerombolan orang yang terdiri dari tetangga kontrakannya dulu, dan para pedagang yang telah di bantu oleh Hana mengambut kedatangannya.
"Ya... ampun kenapa bisa ada orang sekampung disini"Gumam Hana.
"Mba... Hana gimana kabarnya,katanya mba menikah di luar negeri"
Hana langsung melirik Dini.
Pasti orang ini nih yang kasih tahu dan dia juga nih yang ngajakin orang sekampung jemput kesini.
Kata Hana dalam hati saat melirik Dini.
Keluarga Bintang yang datang menjeput pun di buat heran karena kedatangan anak dan menantu mereka di sambut oleh orang banyak seperti itu.
"Selamat ya mba... oia ini ada hadiah buat mba dan suami, ini madu kesuburan mba biar mba Hana cepat punya anak,mba Dini juga minum ini mba mangkannya cepat hamil"seorang ibu tetangga Hana dulu di kontrakan memberikan sebotol madu penyubur pada Hana.
Hana menerimanya dan tersenyum,Bintang pun menahan tawanya mendengar ucapan dari ibu tersebut.
"Iya bu terima kasih"Kata Hana.
Dan masih Banyak lagi pemberian dari orang-orang tersebut, mulai dari makanan dan kado-kado yang entah isinya apa saja.
Bintang tersenyum melihat betapa istrinya sangat di sayangi oleh banyak orang.
"Bapak-bapak...ibu-ibu... terima kasih sudah repot-repot datang menjeput Hana dan memberikan banyak hadiah Hana terima pemberian dari semuanya,tapi Hana dan suami pamit dulu ya karena mertua dan kaka ipar juga ikut menjemput kami"
Mereka melihat ke arah keluarga Bintang, dan mereka pun mengantar Hana sampai mobil yang sudah menunggu di pintu keluar,mereka mengatar Hana dan membawakan hadiah yang mereka bawa dan menaruh hadiah tersebut di bagasi mobil yang. langsung penuh dengan hadiah pemberian orang sekampung.
Saat Hana masuk kedalam mobil mereka masih menunggu Hana.
"Mba Hana selamat menempuh hidup baru ya... "Kata mereka.
Hana pun hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ihhh suami mba Hana ganteng banget deh..."kata salah seorang laki-laki tapi gemulai.
Bintang masih menahan tawa. Hana yang keki sendiri.
Perasaan yang publik figur disini kan suami ku tapi kenapa aku yang di sambut sama orang sebanyak ini.
fikir Hana heran.
Hana dan Bintang pun menutup pintu mobil.sebelum mobil mereka berjalan tak lupa Hana mengucapkan terima kasih pada semua orang yang menyambutnya.
Mobil pun berjalan Bintang langsung tertawa karena sedari tadi menahan tawa,Mamah Bitha dan dr. Akam hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Bintang.
Hana tidak menghiraukan suaminya dia malah menatap botol madu yang sedari tadi di pegangnya.
"Bintang... sudah tertawanya kamu senang sekali sepertinya"kata Mamah Bitha.
Bintang menghentikan tawanya tapi, dia masih saja tersenyum,melihat kebingungan istrinya.
"Ah... iya"Hana lalu menggenggam erat botol madu tersebut.
Sabarlah sayang.
Batin Bintang yang seolah tahu isi hati istrinya.
"Mereka itu siapa Hana? "tanya Mamah Bitha.
"Ehmmm mereka tetangga Hana mah saat Hana tinggal di kontrakan"Hana masih tertunduk melihat botol madu tersebut.
"Oooh... sebanyak itu satu bus penuh loh mereka sudah seperti penggemar mu? "Mamah Bitha bingung.
"Ya... mungkin karena Hana itu orangnya baik mah mangkanya banyak orang yang baik dan suka padanya"kata dr. Akam.
Hana hanya diam, Bintang lalu mengambil. botol madu yang dipegang Hana dia lalu menyimpannya di dalam kantung jaketnya. Hana diam saja dia malah melihat ke arah kaca disebelahnya.
"Apa orang tua mu sudah tahu kalian kembali kesini"Mamah Bitha bertanya lagi.
"Ya... sudah mah, rencananya kami juga akan ke rumah ibu besok"
Hana lalu menoleh ke arah suaminya.
"Jadikan besok mau kesana?"tanya Hana ragu.
Bintang hanya menngangguk.
Di perjalanan mereka berdua hanya terdiam,Mamah Bitha sebenarnya heran kenapa mereka hanya terdiam,karena setahu Mamah Bitha mereka biasanya tampak mesra atau mereka malu menunjukan kemasraan mereka.
Mobil sampai di rumah Oma mereka di sambut hangat oleh oma dan opa, setelah menyalami tangan oma dan opa Bintang langsung berjalan kekamarnya,pak Anang menurunkan semua barang hadiah pemberian orang-orang tadi Oma dan opa yang melihat hal itu terkejut.
Oma menyuruh pak Anang untuk menaruh barang-barang itu di kamar Bintang sebab itu semua adalah hadiah untuk mereka fikir Oma. setelah pak Anang menaruh semua barang Hana pun masuk kedalam kamar Bintang dan menutup pintu.Hana melihat jaket Bintang yang tergeletak di bawah sofa.sedangkan Bintang sudah merebahkan dirinya si kasur.
Seperti nya dia melempar jaket itu, apa dia kesal.
Hana jadi takut karena suaminya sedikit kesal padanya.
Hana mengambil jaket yang tergeletak di lantai dan memindahkannya ke gantungan baju.
"Sayang... kamu kenapa? "Hana memberanikan diri bertanya.
Bintang menoleh padanya,dia lalu duduk di atas kasur, sedangkan Hana masih berdiri di samping kasur.
"Seharusnya aku yang bertanya kamu kenapa? "Bintang kesal mengingat Hana begitu pendiam tadi di mobil.
"Aku... kenapa aku tidak apa-apa "Hana polos.
"Bohong,kamu memikirkan apa hah sedari tadi memendangi botol madu itu terus"Bintang masih kesal.
"Aku tidak memikirkan apa-apa? "Hana bingung.
Walau sebenarnya dia sempat berfikir kapan bisa meminum madu itu, karena tahu kondisi suaminya.
Bintang langsung menarik tangan Hana hingga Hana terjatuh dipelukannya.Hana menjadi takut karena mata Bintang menjadi berubah seperti waktu itu.
"Sayang... kamu kenap... "
Hana tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena Bintang langsung ******* bibirnya,Bintang memeluknya dan memutar posisinya dan memposisikan Hana di bawah badannya, Bintang masih ******* Bibir Hana,Hana tidak bisa melawannya karena dia sendiri pun menginginkannya, Bintang lalu menelusuri leher Hana dengan bibirnya Hana menikmatinya tapi saat bibir Bintang mengarah kearah lebih bawah Hana langsung mendorong Bintang.
Bintang diam tak bicara begitu pun Hana, Bintang pindah duduk di sofa. dan Hana memilih keluar kamar,dr. Akam melihat Hana keluar dari kamar melihat adik iparnya menuju taman belakang rumah dan memergoki Hana menangis.
"Apa yang terjadi pada mereka? "dr. Akam penasaran tapi tidak berani menanyakan, dia akan menyelidiki sendriri penyebabnya, ya yang pasti penyebab utama adik iparnya menangis itu pasti karena adiknya,tapi apa yang di lakukan adiknya hingga membuat istrinya sampai menangis diam-diam,itu yang menjadi pertanyaan dan penyelidikan dr.. Akam.
...***...