
Malam telah tiba rembulan pun menampakan cahayanya yang indah,sinar indahnya sepertinya sampai kesebuah ruangan di dalam rumah sakit,kedua insan anak manusia itu masih di landa gejolak asmara ya...maklum namanya juga pengantin baru jadi semuanya terasa sangat menyenangkan bila sedang bersama.
Hana menyuapi Bintang jeruk yang di bawakan Lucas saat menjenguknya tadi.Lucas pun terkejut ketika mengetahui mereka sudah menikah.dan fikiran Lucas pun sama seperti fikiran teman-teman yang lain.
Kok bisa ya menikah dengan keadaan seperti itu?
Ya bisalah kalau tidak segera di nikahkan apa yang terjadi pada Hana karena harus mengurus Bintang bila tanpa ikatan,tinggal satu kamar dan membantunya mengganti pakaian dan lain sebagainya bila tanpa ikatan semua itu di tetap harus di lakukan sama saja pihak keluarga tidak menghargai privasi Hana sebagai seorang gadis.
Oleh karena itu kedua belah pihak langsung mengambil keputusan menikahkan mereka berdua ditambah melihat keduanya sungguh sulit untuk di pisahkan.
"Manis?"Hana bertanya pada Bintang saat menyuapinya.
Bintang mengangguk.
"Cobalah"Bintang pun mengambil jeruk yang di tangan Hana dan menyuapinya juga.
Hana memakan jeruk itu ia tersenyum dan mengangguk merasakan rasa manis dari air jeruk yang keluar ketika di gigit di dalam mulutnya. Dan mereka akhirnya suap-suapan.
"Oooiya katanya malam ini Oma mengadakan syukuran untuk mu dan untuk pernikahan kita"Hana memberitahu.
"Ooo ya.."Bintang terlihat senang"Oma pasti sangat senang karena mendapatkan cucu mantu pilihannya"Bintang menoel hidung Hana.
Hana tersenyum.
"Ka Akam juga sudah mengurus dokumen pernikahan kita"
"Siapa yang memberitahu mu?"tanya Bintang.
"Mamah"jawab Hana polos.
"Hana apa kamu tidak sadar selama ini kau itu selalu hadir dalam hidup ku?"Bintang menatap istrinya dalam.
"Maksud mu?"Hana bingung.
"Apa kamu tidak ingat bila kamu terlambat sekolah kamu selalu memanjat tembok asrama yang bersebelahan dengan sekolah SMP mu"Bintang mencoba mengingat masa lalu mereka.
"Hah...bagaimana kamu bisa tahu?"Hana terkejut.
Bintang tertawa melihat reaksi istrinya.
Flash back.
Soerang gadis dengan pakaian seragam putih biru mengendap-endap berjalan di belakang tembok asrama yang menghubungkan dengan tembok sekolahnya,tembok asrama ada beton yang menjadi penyangga tembok,gadis itu memanjat penyangga tersebut dengan nekat.
Bagaimana tidak nekat di atas tembok sudah dipasangi kawat berduri tapi dia masih saja melewatinya,akal gadis itu benar-benar cerdas dia membuntal kawat berduri dengan celana traning miliknya hingga ia bisa melewati kawat berduri tanpa terluka.
Gadis itu tak menyadari bila ada seorang pemuda yang memperhatikannya,pemuda itu sempat berteriak padanya.
"Hei apa yang kamu lakukan itu berbahaya"kata pemuda itu.
Tapi gadis itu menempelkan jari telunjuknya di bibirnya mengisyaratkan diam,dan pemuda itu pun terdiam melihat aksi gadis itu dan benar saja gadis itu berhasil memanjat tembok sekolah dengan caranya.
"Nekat sekali anak itu"fikir pemuda itu.
Dan hal itu selalu terjadi hampir setiap hari,dan hampir setiap hari juga mereka bertemu tapi,karena sudah kebiasaannya pemuda itu tak pernah menegurnya lagi bila gadis itu memanjat tembok.hingga gadis itu tak pernah menyadari pertemuannya dengan seseorang yang akan ia idolakan seumur hidupnya.
"Hana...ya nama anak itu Hana aku ingat dia,ya dia memang agak sedikit tomboy mainannya saja layang-layang"Bintang bergumam sendiri saat ia didalam kamarnya.
"Hei...kawan kenapa bengong sendirian"sapa Maxi saat masuk kekamar mereka.
"Oh...tidak"
Siang itu Bintang dan Maxi berjalan ke belakang asrama,tiba-tiba mereka berdua melihat seorang anak laki-laki memanjat pohon dan 2 orang anak perempuan SMP menunggu dibawah pohon yang ada di belakang asrama.
Ketiga anak SMP itu adalah Hana,Dini dan Lucky.
"Luc...luc turun luc"Hana dan Dini menyuruh Lucky yang ada di atas pohon untuk turun.
Lucky pun turun secepatnya dan langsung berlari keluar dari asrama,tapi Hana bukannya lari dia malah menghampiri Bintang dan memberikan buah jambu itu pada Bintang.
"Untuk mu"Hana memberikan beberapa buah jambu air ke tangan Bintang dan ia lalu berlari meninggalkan Bintang dan Maxi.
"Hei..."teriak Bintang dan Maxi.
Bintang dan Maxi menatap buah Jambu air yang sekarang berada di tangannya.
"Mau kita apakan buah ini?"Bintang bingung.
"Ya...kita makan saja"krauk Maxi lalu mengigit buah jambu tersebut.
Bintang pun menggigit kecil buah itu,saat menggigit dia tersenyum mengingat siapa yang memberikan buah itu padanya.
Flas back off.
"Kamu pasti lupa ya dengan pertemuan-pertemuan kita saat itu"mata Bintang berbinar mengingat kejadian di masa lalu.
Hana tertunduk dan tertawa tanpa suara.
"Hei...kenapa tertawa"Bintang mencolek pinggang Hana hingga akhirnya tawa Hana lepas.
"Hahaha geli sayang geli"Hana tertawa geli karena Bintang mencolek pingangnya.
Bintang jadi semakin senang mencolek-coleknya.Hana akhirnya memegang tangan Bintang untuk menghentikannya.Hana masih tertawa.
"Sayang...kenapa yang kamu ingat itu perilaku abnormal ku hihihi?"Hana masih tertawa.
"Tapi itu lucu sayang bila di ingat"wajah Bintang polos.
"Tapi kamu ingat itu semua?"Bintang bertanya antusias.
Hana mengangguk.
"Aku ingat sayang,bahkan aku pernah menonton pertandingan mu di luar kota saat ada kejuaraan nasional tingkat SMA,waktu tim basket sekolah ku mewakili kota kita aku yang menjadi meneger klub basket ikut perjalanan keluar kota,dan aku sempat melihat mu bertanding disana,dan itu adalah terakhir kalinya aku melihat mu di waktu sekolah,karena sejak kemenangan mu disana kamu jadi sibuk bertanding di luar negeri,aku baru melihat mu lagi saat dirimu bertanding dan muncul di tv dan kita bisa bertemu lagi saat lima tahun yang lalu itu dan aku nggak menyangka kamu masih mengingat ku" Mata Hana pun berbinar mengingat kisah masa lalu.
"Kamu pernah menjadi meneger tim basket sekolah mu?"Tanya Bintang.
"Iya...hanya sekedar meneger sekolah"jawab Hana santai.
"Kenapa tidak kamu teruskan dan ambil sekolah olahraga?"tanya Bintang lembut.
"Hehe aku tidak berbakat olahraga sayang mangkanya tidak aku teruskan bahkan Lucky dan Lucas pun yang menjadi atlet saat itu tidak meneruskan jalan mereka,mereka malah memilih jalan yang jauh berbeda dari olahraga,termasuk aku"
"Tapi kenapa kamu sangat tertarik dengan bulutangkis?"tanya Bintang penasaran.
"Hehe aku tidak tahu,aku dulu sampai ingin menjadi pembersih lantai atlet bulu tangkis loh sayang"Hana antusias bercerita.
"Oooya.."Bintang tertarik mendengar cerita istrinya.
"Ya ku fikir kalau aku menjadi tim pembersih lantai aku bisa melihat atlet favorit ku bertanding secara dekat,tapi allah menakdirkan lain aku tidak harus menjadi tim pembersih allah mengirim ku untuk berdagang di dekat tempat kalian berlatih dan membuat aku menjadi dekat dengan mu,bahkan allah mengirim Lucky agar aku bisa leluasa berada di sisi lapangan mengawasi pertandingan dari dekat"
"Dan allah memilih ku untuk menjadi jodoh mu"Bintang mengelus pipi Hana.
Saat mereka asik bercerita tv yang sedari tadi menyala menyiarkan berita,Alex seorang atlet bukutangkis di tangkap polisi karena terbukti merencanakan penabrakan seorang atlet bukutangkis Bintang.
Bintang yang melihat berita tersebut langsung terbelalak.
Wajah Hana pun terlihat marah ketika melihat berita tersebut.
...***...