MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 46 Calon Istri Ku



Di kamar hotel Hana memandang ke luar jendela kamarnya,dia tersenyum sendirian mengingat kejadian tadi.


"Aaaaakh gila kenapa aku bisa segila tadi,berlari mengejarnya dan bisa-bisanya aku mengatakan cinta ku duluan karena ingin mengalihkan fikirannya,apakah ini yang dinamakan cinta gila?"fikir Hana.


Hana kembali duduk di kasurnya ia lalu membuka tas ranselnya yang tadi ia bawa bersama Lucas,ia lalu melihat komik yang digambarnya dan ia baca komik tersebut.


"Saat aku membuat ini semua aku tak pernah memikirkan ini aku atau kamu,agar cerita yang di susun Lucky tak menjadi nyata,dan syukurlah semuanya tak seperti yang aku gambar,lagi pula aku belum menyelesaikan gambar sampai si atlet menyatakan cinta pada ahli gizinya".


Ya Hana membuat cerita cinta seorang atlet dengan seorang ahli gizi,cerita yang berbeda dengan kehidupannya karena ia tidak mau menuliskan kisah cintanya sendiri biar itu menjadi misteri ilahi biar mengalir apa adanya ia tak mau menyalah gunakan bakatnya untuk menarik orang yang ia suka dengan memasukannya ke dalam dunianya.


Kruukkk...perut Hana berbunyi...


"Ah...aku lapar,aku ke restoran saja aku belum makan malam hari ini,sekalian aku menngambar disana,oia aku ganti pakaian dulu Bintang tidak suka aku berpenampilan seperti ini".


Hana pun mengganti pakaiannya dan pergi ke restoran hotel tersebut,tak lupa ia membawa tas ranselnya yang berisi perlengkapan menggambarnya.


Sampai di restoran Hana memesan makanan dan minuman,sambil menunggu makanan datang ia memilih menggambar di buku yang sering ia bawa kemana-mana.ia membuat sketsa saat dirinya di topang Bintang saat di area parkir tadi.


Sangking asiknya menggambar ia tidak sadar rombongan atlet pun telah ada disana untuk makan malam.salah satu atlet tersebut memperhatikan Hana yang asik sendirian.entah apa yang ada di fikiran atlet tersebut ia lalu menghampiri Hana dan memperhatikannya dari dekat.Hana masih asik menggambar dan tak memperdulikan orang yang memperhatikannya tersebut.


Bintang dan rombongan yang baru datang tak menyadari keberadaan kekasihnya,Maxi menepuk pundak Bintang dan menunjuk ke arah meja di sudut restoran meja yang dekat dengan jendela hingga bila duduk di meja tersebut pengunjung dapat menyaksikan pemandangan keluar hotel.


"Bi...bukan kah itu Hana dan itu si bule kenapa ada disitu?"tunjuk Maxi.


"Ah...iya kau benar"Bintang langsung menghampiri meja Hana di iringi Maxi.


Maxi mengikutinya karena takut Bintang akan membuat keributan padahal sih ya dia tahu Bintang tidak akan segila itu apalagi ini sedang masa pertandingan dia tidak mungkin berbuat hal gila,lagi pula Bintang bukan orang yang suka berkelahi dengan orang lain.


"Hana..."tegur Bintang.


Hana lalu menoleh ke arah suara tersebut.


"Hai...Bi..."Hana langsung melihat ke arah Bintang ia tidak memperdulikan ada orang lain yang sedari tadi memperhatikannya dari dekat.


Wanita ini langsung melihat kearah Bintang saat dia memangilnya,tapi tidak menoleh sedikit pun pada ku yang sejak tadi memperhatikannya dari dekatnya.


"Hai kawan sedang apa disini?"Bintang bertanya pada atlet bule tersebut.


"Ah...tidak apa kalian saling kenal?"tanya atlet tersebut.


"Iya...dia calon istri ku"Bintang berkata tegas tapi masih memasang senyum diwajahnya.


Hana yang baru menyadari ada orang lain didekatnya hanya bengong menyaksikan Bintang berbicara dengan orang asing di depannya.


"Oh...dia calon istri mu?"atlet itu pun akhirnya mundur teratur saat Bintang mengatakan hal tersebut.


"Kamu sedang apa disini sendirian?"Bintang bertanya khawatir.


"Aku lapar mau makan"jawab Hana polos.


"Astagfirullah maksud ku bukan itu,maksud ku kamu ngapain disini sendirian begini,kamu tidak bersama asisten mu atau Lucas?"


"Mereka pulang dan aku menginap disini kan besok aku mau melihat mu bertanding"Hana tersenyum.


Dan senyum itu selalu membuat Bintang tak berkutik,senyum yang sangat manis dan bila melihat Hana tersenyum seperti itu seolah cahaya mengitari dirinya.


"Kamu sedang menggambar,menggambar apa coba aku lihat".


Ketika Bintang ingin melihat hasil gambaran Hana,Hana langsung menutup Bukunya.


"Loh kok di tutup"Bintang bingung.


"Sudah jangan di lihat ini gambar jelek aku malu menunjukannya hehe".


Tapi Bintang penasaran hingga ia merebut buku Hana.


"Coba ah...aku lihat"merebut buku Hana.


"Bi...bi...jangan Bi..."Hana berusaha merebut bukunya kembali.


Bintang lalu membuka buku tersebut dan ia langsung terdiam ketika melihat hasil gambar Hana.Maxi yang ada disana juga ikut melihatnya ia lalu menutup mulutnya yang spontan menganga ketika melihat gambar tersebut.


"Apa tadi kami seperti ini di area parkir?"Bintang bertanya pada Maxi.


Maxi hanya mengangguk polos tak berkata apa pun.


Wajah Bintang memerah karena malu,ia lalu memberikan bukunya pada Hana kembali.


"Tuh kan aku bilang apa jangan lihat"Hana kesal.


"Tak kusangaka ternyata kamu benar-benar seniman hebat calon istri ku"Bintang langsung pergi dari hadapan Hana setelah menyebut kata calon istri,di iringi Maxi.


Bintang ingin menyembunyikan rasa malunya dan wajah memerahnya dari hadapan Hana.


Maxi yang melihat hal itu hanya menahan tawanya saja.


Wajah mu seperti tersiram jus tomat kawan.


Maxi tertawa dalam hati.


Saat makan malam di mulai.


Bisa ya...tangannya menggambar kejadian yang sudah terjadi,bahkan gambarnya sangat detail dan jelas,itu kah bakat yang di milikinya seperti yang di katakan Lucky tempo hari.


Fikir Bintang sambil menyantap makanannya.


"Woi...kok bengong"tegur Maxi.


"Ah...nggak cuma lagi mikir ajah".


"Mikir apaan?"tanya Maxi.


"Max kamu lihat gambar Hana tadi kan?"


"Ya...gambar yang bagus".


"Bukan itu maksud ku,aku tidak menyangka loh bakatnya sedalam itu,fikiran dan tangannya bisa bekerja sama hingga menghasilkan gambar seperti itu".


"Ya itu namanya bakat,dia memang berbakat sama seperti kamu bakat mu olahraga memukul bola bulu".


"Hehehe"Bintang tertawa.


"Sudah habiskan makanan mu biar tenaga yang tadi terkuras saat pertandingan terisi kembali hehe"


Bintang pun menghabiskan makanannya.


Hana memakan makanan yang telah tiba,setelah makan ia kembali kekamarnya,ia melanjutkan menggambar sketsa yang ia buat tadi saat di restoran.


"Calon istri ku hihi"Hana tertawa sendiri mengingat Bintang menyebutnya calon istri.


"Dua kali dia menyebutkan aku ini calon istrinya tadi"sambil memeluk buku gambarnya.


"Aaaa dia benar-benar menggemaskan bila di luar lapangan wajahnya bila di lapangan sangat serius dan dewasa tapi kenapa akhir-akhir ini aku melihat wajah imutnya yang tidak pernah terekspos media,iiiihhhh imutnya"Hana gemas sendirian mengingat wajah Bintang.


...***...