
Tengah malam Bintang yang tertidur terbangun karena ingin menggeliat, ia melihat istrinya tidur di samping tempat tidurnya dengan posisi tertunduk kepalanya berada di samping badan Bintang sementara posisi badannya terduduk di bangku.
"Ya ampun Hana kamu bisa sakit punggung bila seperti ini,Hana...Hana..."Bintang membangunkan Hana.
Hana terbangun berusaha membuka matanya yang berat karena rasa kantuk.
"Ya...kamu memerlukan sesuatu?"Hana bertanya sambil menahan kantuk.
"Tidak tapi pindah lah tidur di sofa jangan tidur dengan posisi seperti ini nanti kamu bisa sakit"Bintang membelai pipi istrinya.
Hana tersenyum memegang tangan Bintang dan menaruh pipinya ditelapak tangan Bintang,dan Bintang pun tersenyum melihat tingkah manja istrinya manja seperti anak kucing fikirnya tapi itu menggemaskan.
"Baiklah aku pindah bila kamu membutuhkan sesuatu bangunkan saja aku"
Hana bangun dari kursi tapi tangannya di tarik oleh Bintang hingga tubuh Hana jatuh ke atas badan Bintang wajahnya mendongak ke arah wajah Bintang jarak mereka sekarang dekat sekali,Bintang memeluk Hana dengan satu tangan dan mencium kening dan pipinya,Hana tersipu malu.
"Tidurlah yang nyenyak istri ku"Bisik Bintang ia pun melonggarkan pelukannya dan Hana pun bangun dari atas tubuhnya ia tersenyum malu kemudian ia pindah ke sofa untuk tidur disana.
Wajahnya merah seperti itu saat ku cium salahnya sendiri memancing ku dia terlalu menggemaskan hingga aku menciumnya,tapi itu hal yang wajar kan kami sudah sah menjadi suami istri tidak di larang kan
Bintang berdebat dengan hatinya sendiri.
Aaaa kenapa dia mendadak seperti itu sih aku jadi malu,iiihhh kenapa aku harus malu dengan suami ku sendiri akh tapi ini kan baru pertama kali wajar dong kalau aku masih gugup dan canggung.
Hana pun berdebat dengan hatinya sendiri.Hana yang masih malu menutupi wajahnya dengan bantal sofa saat tertidur,hingga menimbulkan protes dari Bintang.
"Hei...kenapa kau menutup wajah mu nanti kamu tidak bisa bernafas"protes Bintang.
"Hehehe"Hana cengengesan lalu mengintip dari balik bantal.
"Hana...kau kan sudah menjadi istri ku kenapa harus malu begitu"Bintang berusaha membujuk Hana.
"Baiklah"Hana langsung menaruh bantal sofa di kepalanya ia lalu tertidur menghadap ke arah Bintang.
Bintang melihat Hana tertidur di sofa,melihat itu dirinya terasa tenang hingga ia pun tertidur.
...***...
Pagi hari Hana mengurus Bintang membersihkan wajahnya dengan handuk dan air hangat,menyisir rambutnya dengan lembut.Bintang yang melihat istrinya begitu perhatian padanya membuatnya semakin cinta padanya.
"Nah...sekarang suami ku sudah terlihat lebih tampan"Hana menyelesaikan tugasnya membersihkan wajah Bintang.
"Nah sekarang kamu makan ya...kamu harus banyak makan makanan yang mengandung kalsium dan tinggi protein agar kamu cepat pulih"Hana menyuapi Bintang potongan ikan salmon beserta brokoli.
"Enak?"tanya Hana sambil tersenyum
Bintang mengangguk.
"Kamu suka makan yang banyak ya sayang"Hana menyuapi Bintang lagi.
Bintang tersenyum mendengar Hana memanggilnya sayang.
Setelah makan Bintang meminta Hana menghubungi Coach Yoga,ia ingin memberitahu keadaannya sekarang.Hana pun mengambil ponsel milik Bintang.
Bintang mulai menghubungi Coach Yoga.
"Bintang...bagaimana keadaan mu?"tanya coach Yoga senang saat menerima video call dari Bintang.
"Alhamdulalilah coach saya sudah lebih baik berkat istri ku yang tak lelah merawat ku"
"Istri?"Coach Yoga bingung.
"Ya coach aku sudah menikah dengan Hana semalam dan dia menjadi istri ku sekarang".
"Apa!"Coach Yoga terkejut hingga membuat teman-teman Bintang pun ikut terkejut dan mereka langsung merangsek bergabung melihat video call dari Bintang.
"Kamu serius kalian sudah menikah kok bisa"Maxi tak kalah heboh.
Bintang tersenyum ia lalu menarik Hana ke sampingnya dia merangkul Hana dan tiba-tiba mencium pipi Hana,Hana terkejut dengan hal itu,mata teman-temannya terbelalak mulut mereka menganga melihat aksi Bintang.
"Aaaaa gila Bi...bisa-bisanya kamu melakukan itu"Maxi setres sendiri mengacak-acak rambutnya sendiri.
Coach Yoga hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat anak didiknya.
"Selamat atas pernikahan kalian ya...semoga langgeng sampai tua dan hanya maut yang dapat memisahkan kalian berdua"doa coach Yoga.
"Selamat ya Bi...selamat menempuh hidup baru doakan aku menyusul kalian"Maxi juga memberikan selamat.
"Selamat menempuh hidup baru ya Bi...dan semoga lekas pulih dan cepat kembali kelapangan"kata teman-teman yang lain.
Lucky yang lewat mendengar para atlet mengucapkan selamat pada Bintang langsung merangsek bergabung dengan tim atlet.
"Iya kami pun baru mengetahuinya"Maxi lalu mengarahkan kamera ponsel ke arah Lucky.
"Bi...apa itu benar kamu sudah menikah? kapan?"Lucky penasaran.
"Ya semalam kami menikah di saksikan kaka ku dan kedua orang tua ku,yang menikah kan kami adalah ayah Math"
Lucky menutup mulutnya yang refleks mangap.
"Bisa ya dalam keadaan begitu kalian menikah"Gumam Lucky.
"Selamat ya kawan langgeng ya sampai tua,dan semoga kalian di karuniai banyak anak"doa Lucky.
"Aamiin...."dan di aminkan oleh teman-teman Bintang juga coach Yoga.
"Aaminn"Bintang dan Hana pun mengaminkan doa dari Lucky.
...***...
Malam hari kamar Bintang di kunjungi oleh Mamah dan papahnya.sementara Ayah menjemput Ibu dan Aslan di bandara.
Di perjalanan Ibu cemberut karena masih kesal dengan ayah.
"Bu...sudah lah kita mau menemui menantu ibu jangan ibu pasang wajah cemberut begitu"Bujuk Aslan.
Tapi ibu tetap masih cemberut.sementara ayah cuek saja melihat tingkah istrinya seperti itu,bagi ayah itu hal yang biasa di temuinya bila mereka sudah lama berpisah istrinya pasti cemberut bila melihat wajahnya kembali,tapi ia tahu isi hatinya sangat berbunga karena rasa rindu yang terobati,istrinya menutupi rasa rindu itu dengan memasang wajah cemberut.
Mobil yang di kendari ayah pun tiba di area parkir rumah sakit,setelah memarkirkan mobil mereka pun turun dari mobil dan langsung menuju kamar Bintang,Ibu bingung kenapa mereka kerumah sakit bila harus menemui Bintang karena ayah tidak menjelaskan keadaan Bintang pada Ibu.
"Ayah...kenapa kita ke rumah sakit bukankah kita mau menemui Bintang?"ibu bingung.
"Ya..Bintang sedang di rawat di rumah sakit ini"jawab ayah santai.
"Apa!"ibu terkejut.
"Sudah kita temui mereka dulu kagetnya nanti saja"ayah tetap santai melihat wajah ibu yang gegeret karena tingkah ayah yang cuek.
Aslan menahan tawanya melihat tingkah laku kedua orang tuanya.
Mereka pun sampai di depan pintu kamar Bintang,ayah masuk kedalam bersama Ibu dan Aslan.melihat kedatangan Ibunya Hana terkejut ia sampai menjatuhkan apel yang di pegangnya.
"Ibu..."Hana langsung menghampiri ibunya dan menyalami tangan ibunya.
Ibu fokus melihat ke arah Bintang ia lalu mendekat ke arah Bintang di tatapnya Bintang dengan lekat.
"Benar kau adalah dia yang selama ini hanya aku lihat di poster besar sebesar lemari yang terpajang di kamar anak ku"Ibu masih tidak percaya kalau idola anaknya sekarang menjadi menantunya.
"Ibu..."Bintang langsung menyalami tangan ibu.
Ibu terkejut hingga menarik tangannya yang sedang di salami Bintang.
Bintang bingung dia takut ibu Hana tidak merestui hubungannya dengan Hana.
"Ah...maaf Bintang ibu kaget"ibu meminta maaf pada Bintang.
"Ayah...coba kamu cubit tangan ku pastikan aku tidak bermimpi"ibu meminta ayah mencubit tangannya.
"Aw...ah iya ini bukan mimpi hehe"ibu kesakitan dan tersenyum pada Bintang.
"Maafkan ibu tadi menarik tangan ibu ketika kamu menyalami tangan ibu,ibu terkejut tak percaya dengan kenyataan ini bagi ibu ini seperti mimpi"ibu meraih tangan Bintang dan menepuk punggung tangan Bintang.
"Tidak apa-apa bu,tapi ini bukan mimpi aku benar-benar menantu ibu sekarang"Bintang menjelaskan.
Setelah keterkejutan Ibu Mamah Bitha dan Papah Adam pun memperkenalkan diri,mereka pun akhirnya mengobrol di sofa dan Mamah Bitha membahas tentang Hana yang mempunyai restoran di negeri ini.kejutan kembali untuk ibu karena selama ini ibu tidak pernah mengetahui kalau Hana mempunyai restoran di luar negeri.
"Ayah apa ayah tahu semua ini kalau anak kita mempunyai usaha lain selain dia berjualan mie ayam di kota"Ibu bertanya penasaran.
"Ya aku tahu"jawab ayah santai.
"Astagfirullah Hana kenapa kamu selalu begini selalu merahasiakan apa pun pada ibu,aku ini ibu mu Nana..."ibu kesal.
"Ibu bisa kita bicara di luar"Pinta Hana.
Hana pun berpamitan sebentar pada suaminya untuk berbicara dengan ibunya karena bila di biarkan saja ibu akan membuat keributan di ruangan.
Hana pun mengajak ibu ke taman rumah sakit.
...***...