MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 90 Lucas dan Nina part 2



Saluran telpon berakhir Nina pergi ke dapur untuk. mengembalikan ponsel milik Lucas, tapi saat di dapur dia tidak menemukan Lucas,Nina bertanya pada salah satu Temannya dimana Lucas dan mereka bilang Lucas di ruangannya.


Nina pun berjalan ke ruangannya,dia mengetuk pintu ruangan Lucas, dan Lucas mempersilahkannya masuk.Nina pun masuk Lucas sedang berdiri dekat jendela memandang ke arah luar.


"Tuan ponsel anda"Nina meletakan ponsel Lucas di meja kerja Lucas.


Lucas diam saja dan masih menatap keluar jendela kamarnya.


"Saya permisi Tuan"Nina meninggalkan ruangan Lucas.


Lucas masih menatap keluar jendela, dia malas melihat wajah Nina.Lucas pun duduk di bangku kerjanya saat Nina meninggalkan ruangannya. dia menopang dagunya dengan kedua tangannya.


Lucas mengingat kejadian saat ia melamar Nina.


Malam. itu seperti biasa Lucas pulang bersama Nina karena arah rumah mereka searah,di perjalanan tiba-tiba Lucas mengambil jalan ke arah lain Lucas mengajak Nina ke sebuah danau di kota tersebut.


Nina mengikuti saja kemana tujuan Lucas dia tak memikirkan apa pun tentang Lucas, Lucas mengajak Nina duduk di bangku yang ada di pinggir danau,Lucas sempat terdiam beberapa saat sambil menatap danau.


"Nina... "Lucas mulai berbicara.


"Ya... Tuan"Nina polos dia hanya menganggap Lucas hanya sebagai atasannya saja,tak lebih dari itu.


Lucas gugup.


"Tuan anda baik-baik saja? "tanya Nina sedikit khawatir.


"Iya aku baik-baik saja"Lukas mencoba menyembunyikan kegugupannya.


Astaga kenapa aku bisa segugup ini, beginikah perasaan teman-teman ku bila sedang menyatakan cinta pada wanita yang di sukai.


Nina menunggu Lucas berbicara.Lucas pun mengatur nafasnya agar mengurangi rasa gugupnya.


"Nina...."Lucas mulai bicara lagi.


"Ya Tuan... "jawab Nina polos.


"Nina... mau kah kau menikah dengan ku? "Lucas langsung to the point.


Nina terkejut dia diam seribu bahasa,ia tak menyangka atasannya bisa berbicara seperti itu padanya.


Lucas yang melihat Nina tidak bereaksi apa pun,melihat ekspresi Nina dia sudah tahu Nina terkejut dan tak akan menyangka kalau dirinya secara mendadak di lamar oleh atasannya sendiri.


"Baiklah kita pulang saja sudah malam, jangan fikirkan kata-kata ku tadi, anggap saja angin lalu yang sedang berhembus di danau ini"Lucas berdiri dari kursinya dan berjalan menuju ke mobilnya di susul oleh Nina.


Nina dan Lucas hanya terdiam didalam mobil hingga mobil tiba di depan rumah Nina, Nina hanya mengucapkan terima kasih pada Lucas karena mengantarnya pulang, dan sejak kejadian malam itu Nina pun sempat tidak bekerja selama dua hari.


Lucas merasa tidak enak hati padanya,hingga akhirnya dia lebih memilih diam dengan Nina dan berbicara seperlunya saja seperti dulu saat dirinya baru mengenal Nina.


Padahal ini adalah pertama kali Lucas jatuh cinta tapi cintanya bertepuk sebelah tangan, sedih di rasakannya,tapi dia tak ingin larut dalam kesedihan itu hingga tidak bersikap profesional dalam bekerja.


Malam ini Lucas pulang bekerja seperti biasa tapi kali ini dia tak pulang bersama Nina seperti biasanya,Lucas melihat Nina sedang menunggu bus di halte, dirinya ingin berhenti dan memberikan tumpangan tapi niatnya di urungkan mengingat Nina kurang nyaman bersamanya sejak kejadian waktu itu.


Sesampainya di rumah Lucas merebahkan dirinya di atas kasur, tiba-tiba ponselnya berdering dilihatnya ternyata Lucky menelponnya.


"Ya... Luc ada apa? "jawab Lucas malas.


"Elu udah balik kerja? "tanya Lucky di sebrang telpon.


"Ya... kenapa?"


"Elu nggak mau cerita sesuatu sama gue? "


"Cerita apa? "


"Gue boleh tau nggak cara elu menyatakan cinta sama Nina gimana?itu juga kalo gue boleh tau... "


"Ooo itu udah aku lupain nggak mau aku ingat-ingat lagi"


"Elu nyerah gitu? "


"Hehe udah ya aku mau istirahat"


"Lu... gue saudara kembar elu gue tau perasaan elu,apa yang elu rasain gue juga ngerasain"


Lucas langsung mematikan saluran telponnya.Lucky kesal dengan saudara kembarnya yang tidak ingin cerita tentang masalah percintaannya.


"Lebih baik kamu tak perlu tahu Luc masalah percintaan ku, aku tak ingin berbagi luka ku dengan saudara kembar ku atau pun teman-teman ku cukup itu aku rasakan sendiri"Lucas berbicara sendiri di dalam kamarnya.


Ke esokan Hari nya sebelum berangkat bekerja Lucas berolahraga di lapangan basket seperti biasa, dulu sebelum kejadian itu dia selalu bermain basket di temani oleh Nina,sekarang dia hanya seorang diri.


Lucas bermain basket sendirian mendribel bola dan berlari lalu memasukan bola itu ke dalam ring basket nya. terus dia lakukan hal itu sampai ia kelelahan dia akhirnya terduduk di lapangan dirinya menunduk karena lelah, tiba-tiba ada seseorang menyodorkan sebotol air di hadapannya, Lucas mendongak melihat siapa yang memberikannya air, ternyata itu Nina.


Nina hafal betul kebiasaan Lucas sebelum berangkat bekerja dia suka menghabiskan waktunya disini untuk berolahraga.Lucas menerima botol berisi air tersebut.


"Terima kasih"Lucas berterima kasih pada Nina dia pun membuka botol air tersebut dan meminumnya.


"Tuan... bisa kita bicara?"tanya Nina.


Lucas pun bangun dari duduknya di lapangan dia pun duduk bersama Nina di bangku di tepi lapangan.


"Bicaralah"Lucas seperti biasa kaku, dia membiarkan Nina berbicara tapi tak memandang padannya.


Nina pun begitu dia tak berani memandang Lucas.


"Tuan... aku ingin mengundurkan diri dari pekerjaan"


Lucas terkejut dengan perkataan Nina.


"Kenapa apa alasan mu mengundurkan diri? "tanya Lucas tapi tetap dengan gayanya yang dingin dan kaku.


"Aku... di minta kembali kerumah orang tua ku yang ada di kota seberang"Nina menunduk.


"Baik lah tapi kamu bicara sendiri dengan Hana biar dia yang menentukan setuju atau tidaknya kamu mengundurkan diri".


"Tapi Tuan... "


"Apa...kenapa aku tidak berhak atas keputusan ini yang berhak itu Hana karena dia pemilik sebenarnya restoran ini"Lucas mulai kesal.


Sebenarnya ini hanya akal-akalan Lucas untuk menahan Nina, dan dia berharap sahabatnya bisa membantunya.


"Tapi Tuan Nona tidak bisa aku hubungi"


"Nanti kamu telpon saja suaminya dia memang belum mempunyai ponsel lagi setelah kejadian itu, lagi pula dia pun baru sembuh dan masih perlu waktu mengurusi hal-hal lain selain kasusnya".


"Tapi Tuan orang tua ku meminta ku secepatnya kembali ke kota ku Tuan"Nina tetap pada pendiriannya.


"Ya sebaiknya kamu ambil cuti saja dulu sampai kamu bisa bicara langsung dengan Hana"


"Tapi Tuan... "


"Baik lah aku telpon Bintang sekrang agar kamu bisa berbicara dengan Hana"


Lucas mengeluarkan ponselnya dari tas kecil yang dia bawa.


Tapi saat dia ingin menekan nomor ponsel Bintang tangannya di tahan oleh Nina.


"Tuan... aku sudah di jodohkan oleh orang tua ku, aku tidak bisa menerima lamaran mu karena aku sudah di jodohkan sebelum aku bekerja disini maafkan aku, oleh karena itu lebih baik aku kembali ke kota asal ku dan tidak menjadi salah satu tim dari restoran sahabat"


Lucas tertawa kecil.


"Jadi itu alasan mu sebenarnya ingin mengundurkan diri"


Nina mengangguk.


"Aku tanya pada mu apa kamu mencintai orang yang di jodohkan dengan mu? "


Nina terdiam.


"Ah sudah lah lupakan kau pasti mencintainya bila tidak kau tidak akan melakukan hal ini"


"Baiklah aku tunggu surat pengunduran diri mu di ruangan ku, dan lupakan aku pernah mengatakan hal yang membuat mu tidak nyaman, kembalilah pada orang tua mu dan berbakti lah pada mereka"Lucas lalu pergi meninggalkan Nina sendirian di lapangan.


saat Lucas pergi dari hadapannya tanpa menoleh padanya entah kenapa ada rasa sakit di dadanya,sakit....sekali hingga Nina meneteskan air matanya.


...***...