MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 84 Penculikan



3 Bulan kemudian,turnamen pun di mulai, Hana datang ke gor terbesar di kota ini. Hana sangat gembira karena bisa melihat suaminya bertanding lagi. Lucky yang telah menjadi seorang ayah pun ikut meliput hari ini.


"Heh... elu dateng"sapa Lucky saat melihat Hana di depan pintu masuk.


"Ya... iya lah gua dateng waktu dia belom jadi suami gua ajah gua dateng terus masa sekarang udah jadi istrinya gua nggak dateng aneh lu mah"Hana bicara santai.


"Huft... akhirnya ya setelah setahun lebih dia bisa kembali lagi ke arena"


"Iya Alhamdulilah "


"Oia... nih hadiah buat lu"Lucky menempelkan id wartawan di dahi Hana, agar dia bisa leluasa menonton dan menemui suaminya.


"Ah.... Lucky elu emang sahabat terbaik gua"Hana berjingkrak kegirangan.


"Eh... jangan loncat-loncat inget tuh perut"Lucky mengingatkan.


"Eh... elu tahu? "Hana bingung.


"Iya istri gue cerita kemarinnya, Bintang udah tahu belum?"


"Belum rencanaya nanti habis turnamen gua baru kasih tahu dia"


"Oh... selamat ya sob.. "Lucky menepuk pundak Hana.


"Terima kasih kawan"Hana tersenyum.


pertandingan pun di mulai, Bintang menang dengan mudah di babak pertama dan masuk ke babak kedua. Hana menunggunya di belakang arena.


"Sayang selamat ya... "Hana memeluk suaminya.


"Iya terima kasih semua karena dukungan mu"


"Sayang sebentar ya...aku mau beli minum dulu,aku haus"Hana pamit keluar sebentar pada suaminya.Bintang pun mengijinkannya, dia tidak bisa menemani istrinya karena ada wartawan yang mewawancarainya.


Sesi wawancara selesai tapi Hana tak kunjung kembali, Bintang khawatir dia lalu mencari istrinya keluar dia mengedarkan pandangannya kesetiap stand yang ada disana dia berlari kesana dan kemari,tak ditemukan juga istrinya, Akhirnya dia kembali kedalam arena dia menyalakan ponselnya yang tadi sempat dia non aktifkan.


Bintang mencoba menelpon Hana tapi tidak di angkat, hatinya semakin khawatir, dia lalu menemui Lucky dan mengatakan Hana hilang.


"Nggak mungkin Hana hilang Bi emang dia anak kecil yang nggak tahu jalan"Lucky seperti biasa tidak pernah serius.


"Serius Luc dia tadi pamit mau beli minum tapi sampai sekarang belum kembali, aku sudah cari diluar nggak ketemu aku telpon juga nggak diangkat"Bintang cemas.


"Aneh juga sih nggak biasanya dia kaya begini"Lucky berfikir.


Tiba-tiba ponsel Bintang berdering,dilihat ternyata istrinya video call, terlihat wajah lega Bintang diangkat langsung oleh Bintang video call tersebut,tapi wajah cerianya berubah seketika saat di lihat Hana tak sadarkan diri tangan dan kakinya diikat mulutnya pun di tutup oleh lakban hitam.


"Bila ingin istri anda selamat siapkan uang 500juta dan jangan berani-berani melaporkan pada polisi"vc langsung mati tak terlihat wajah sang penculik.


Seketika Bintang panik bukan main, Lucky yang melihat hal itu juga ikut panik, tapi dia berusaha menenangkan Bintang.


"Bi... tenang Bi... "


"Bagaimana bisa tenang istri ku diculik"


"Kita lacak lokasinya dimana, elu tenang ya... "


"Emang Bisa"


"Bisa kita lacak dari ponsel Hana dan id card yang gue kasih kedia, di id card itu udah gue pasang GPS semua anggota dari tim gue punya id kaya begitu, jadi elu tenang ya..."Lucky berusaha menenangkan Bintang.


Bintang berusaha tenang tapi tetap tidak bisa.


"Bi... elu tenang doain yang terbaik buat anak dan istri lu"Lucky keceplosan.


Bintang terkejut mendengar ucapan Lucky.


"Anak? Istri? apa maksud mu Luc? "Bintang bingung.


"Ah... gue keceplosan,Hana sedang hamil Bi... dua hari yang lalu dia konsultasi sama Clara dan usia kandungannya sudah 8minggu, Hana belum kasih tahu elu karena dia punya rencana akan kasih tahu setelah turnamen ini selesai,tapi kabar buruk datang lebih dulu ke elu"


Bintang lemas dia tidak tahu harus senang atau sedih karena dua berita ini. Lucky mencoba melacak keberadaan Hana, sementara Bintang mempersiapkan uang tebusan.


...***...


Hana berusaha membuka matanya dilihatnya kesekeliling nampak asing dan sangat pengap.tangan dan kakinya diikat mulutnya pun ditutup oleh lakban, dia melihat lima orangn laki-laki berbadan besar berdiri di hadapannya.


Dimana ini.


"Eh... dia sudah bangun tuh"kata seorang laki-laki yang menculiknya.


Dan para lelaki itu pun menghampirinya. dan tiba-tiba memukul wajah Hana,Hana tidak bisa melawan karena tangan dan kakinya diikat.


"Maaf non bos nyuruh kami nyiksa kamu"kata salah satu penculik.


Apa.... menyiksa siapa mereka ini apa salah ku kenapa aku harus disiksa.


Hana ketakutan.


Hana terus dipukuli oleh orang-orang itu hingga dia jatuh pingsan lagi.


"Dia pingsan atau mati? "


"Jangan sampai dia mati Bisa-bisa Kalian tidak dapat uang"


Terdengar suara perempuan dan laki-laki samar-samar ditelinga Hana, tapi Hana tidak bisa melihat sosok tersebut.


Ya allah tolonglah aku, suami ku pasti mencemaskan aku sekarang.


Hana berusaha melepaskan ikatan ditangannya dengan cara menggerakan terus tangannya dan hak itu di pergoki oleh salah satu penculik, hingga Hana pun disiksa lagi agar tidak bisa bergerak Hana berteriak kesakitan ketika orang-orang itu menyiksanya.


Tapi itu tidak membuat mereka iba, saat tengah malam Hana yang pingsan beberapa kali karena penyiksaan ia tersadar, dia berusaha melepaskan tali yang mengikat tangannya.


Ya allah tolonglah aku, aku mohon ya allah.


Hana berdoa dan menangis.


Saat ia menggerak-gerakan tangannya tali yang mengikat melonggar dan akhirnya terlepas, Hana pun melepaskan tali yang mengikat kakinya,sementara para penculik ada yang berjaga dan ada yang ketiduran, dia mengendap-endap melarikan diri dari ruangan tersebut tapi saat dia berhasil keluar salah satu penjaga memergokinya,Hana langsung berlari kencang dari ruangan tersebut.


Mereka berlima mengejar Hana dan Hana terus berlari, hingga akhirnya dia terperosok jatuh kejurang.


"Ah... dia jatuh"


"Dia pasti mati jatuh dari situ"


Para penculik itu pun meninggalkan lokasi dimana Hana terjatuh.


Bintang semakin cemas karena sampai tengah malam masih belum ada kabar dari penculik atau pun dari Lucky.


Lucky mencari jejak Hana bersama tim pencari.Lucky Akhirnya menemukan jejak Hana.


"Titiknya disini,tapi ini sungai"Fikir Lucky.


Lucky menyoroti sertiap sudut sungai dengan senter bersama dengan tim pencari.lalu salah satu anggota tim berteriak.


"Dia disini".


Lucky langsung berlari ke arah yang dintunjukan salah seorang tim dan betapa terkejutnya Lucky mendapati sahabatnya dalam keadaan yang menganaskan.


"Apa yang harus gue bilang sama Bintang tentang kondisi istrinya yang begini"Lucky bimbang.


Salah satu tim memeriksa denyut nadi Hana.


"Dia masih hidup,cepat kita bawa kerumah sakit"


Lucky langsung menggendong Hana.


"Hana... hana bertahanlah Hana elu harus kuat sob..."Lucky menangis saat menggendong tubuh Hana.


...***...