
Bintang yang sedang menerima telpon dari papahnya langsung berlari saat perawat berteriak padanya.
"Tuan... istri anda mengamuk dia menyerang orang"teriak perawat itu.
Bintang memasukan ponsel ke dalam kantung celananya tanpa mematikan saluran telpon dan berlari mengejar istrinya yang sedang berkejar-kejaran dengan perawat dan petugas ke amanan.
Bintang tidak melihat siapa yang telah di serang Hana. Bintang langsung menarik tangan Hana tapi Hana tetap berontak.
"Lepaskan aku,aku ingin mengejar dan menangkap wanita jahat itu"Hana meronta-ronta saat Bintang memegang tangannya.
"Hana... hana... tenanglah"Bintang berusaha menenangkannya.
"Tidak... "tapi Hana malah bertariak.
Bintang dan para petugas keamanan mencoba membawanya keruangannya, Hana masih berontak dan meronta dia tidak mau di cegah.
"Lepaskan aku.... lepaskan aku... aku ingin menangkap wanita jahat itu lepaskan aku"Hana berontak terus.
Hana di bawa keruangannya tim medis dan petugas keamanan masih memeganginya, Hana terus berontak dan akhirnya dia berteriak sekencang-kencangnya.
AAAAaaaaa....
Tim medis langsung menyuntikan obat penenang agar Hana tenang, Hana pun lemas tapi mulutnya masih mengoceh.
"Aku ingin menangkap wanita jahat itu"Hana pun tertidur lemas.
Seharusnya aku tidak meninggalkannya tadi, pasti ini tidak akan terjadi.
Sesal Bintang.
Ponsel Bintang berdering lagi papah menelponnya lagi, dia mengabari Bintang kalau teman papahnya yang seorang polisi akan memeriksa rekaman cctv dirumah sakit untuk melihat siapa orang yang membuat Hana mengamuk seperti tadi.
Di area parkir.
"Sial tenaga wanita gila itu besar sekali, kepala ku sampai sakit dan juga terluka".
Hana menyerang wanita tadi secara brutal Hana mencengkram rambut wanita itu sampai wanita itu terjatuh dan tak melepaskan cengkeramannya sampai wanita itu berteriak meminta tolong hingga petugas dan perawat membantunya.
Oleh karena itu saat cengkraman Hana telepas wanita itu bisa berlari tapi Hana tidak diam saja Hana pun mengejarnya hingga akhirnya terjadi kejar-kejaran di lorong rumah sakit antara Hana, wanita itu, perawat dan petugas keamanan.Hana bisa di hentikan saat Bintang yang memegang tangannya di bantu oleh petugas keamanan.
Wanita itu segera pergi menaiki taxi dan berlalu dari rumah sakit jiwa tempat Hana di rawat.
...***...
Tengah malam Hana yang masih tertidur,terlihat gelisah dan mengigau seperti orang ketakutan Bintang panik dan langsung bangun dari kursi di samping tempat tidur Hana,Bintang mencoba memanggil nama Hana.
"Hana.... Hana... "Bintang memanggil Hana tapi mata Hana masih terpejam dan gelisah.
"Hana... Hana... "Bintang terus mencoba memanggil nama istrinya.
Hana mencengkram selimut yang menyelimutinya dan ia langsung terbangun dari tidurnya,dia langsung membuka matanya dan terduduk di atas kasur nafasnya ngos-ngosan dadanya naik turun keluar keringat dingin di wajahnya, Bintang segera mengambilkan air untuknya.
"Minumlah dulu"Bintang menyodorkan gelas pada Hana.
Saat mendengar suara Bintang Hana langsung menoleh ke arahnya.
"Sayang...."Hana ketakutan dan langsung memeluk Bintang.
Prang.... gelas yang di pegang Bintang langsung jatuh dan pecah di lantai.
Bintang seolah tak percaya Hana memanggilnya sayang...
"Kau ingat aku? "suara Bintang lirih.
Hana mengangguk mereka pun menangis sambil berpelukan.
"Maafkan aku karena melupakan mu, kejadian itu teramat buruk hingga aku melupakan segalanya"Hana memeluk erat suaminya.
"Kamu tidak perlu minta maaf sayang, seandainya saat itu aku pergi menemani mu semua ini tidak akan terjadi"Bintang mengelus kepala istrinya.
"Sayang... yang menyuruh orang-orang itu Imel sayang...Imel jahat pada ku sayang"Hana menagis.
"Iya aku tahu tadi siang saat teman papah memeriksa rekaman cctv wajahnya tertangkap kamera, dia sedang dalam pengejaran polisi sayang,tenaglah dia akan menerima hukumannya"
"Kamu pasti ketakutan dan kesakitan ya? ".
Hana mengangguk dan dia tiba-tiba memegang perutnya.
"Dia baik-baik saja dia anak yang kuat seperti mamahnya"Bintang pun mengelus perut istrinya.
Flash back.
Siang itu polisi langsung datang kerumah sakit jiwa tempat Hana dirawat, mereka langsung melihat rekaman cctv di taman saat Hana menyerang Imel,betapa terkejutnya Bintang saat melihat rekaman cctv itu.
"Astagfirullah aku tidak percaya dia bisa sejahat itu pada istri ku"
"Apa anda kenal dengan wanita ini? "tanya polisi.
"Iya pak dia dulu seorang fisioterapi di klub,sedari dulu dia menyukai ku, tapi aku tidak menghiraukannya, aku sudah menghindarinya tidak memberikan harapan padanya dan dia memang tidak pernah menyukai istri ku karena aku lebih memilih mencintai istri ku dari padanya, tapi aku tidak. menyangka dia bisa sejahat itu pada istri ku".
"Berarti motifnya adalah karena cinta tak berbalas"fikir polisi.
"Bisa jadi,tapi kenapa dia harus sejahat itu, bukankah dia seharusnya mencari cinta yang lain bila cintanya dengan ku tidak berbalas"Bintang tak habis fikir.
"Cinta kadang membuat orang menjadi buta mas... hingga bisa melakukan apa saja, contohnya anda,anda begitu mencintai istri anda hingga rela meninggalkan segalanya demi untuk mengurusnya"
"Hehe tapi aku tidak akan berfikiran jahat pak bila cinta ku tak berbalas, aku akan bahagia bila melihat orang yang aku cintai bahagia walau itu menyakitkan tapi aku tak akan tega untuk menyakiti orang yang aku cintai".
"Ya... itukan mas... tapi hati orang memang sulit di tebak ya kan mas... "
"Iya... bapak benar"
"Baiklah saya rasa saya pun harus kembali bertugas lagi mas, sampai ketemu di lain waktu"polisi dan Bintang pun berjabat tangan.
Falsh back off.
Pagi ini Dini, Lucky dan kedua orang tua Bintang datang ke ruangan Hana, mereka tak sabar bertemu Hana saat Bintang mengabarkan pada mereka kalau ingatan Hana telah kembali.
"Asalamuaikum"mereka memberi salam saat memasuki ruangan Hana.
"Walikumsalam"jawab Hana dan Bintang bersamaan.
"Hana... "Mamah langsung memeluk Hana mamah sempat menitikan air matanya.
"Hana... "mamah melepaskan pelukannya dan membelai pipi menantunya.
"Hana baik-baik saja kok mah mamah tak perlu bersedih"
"Bagaimana mamah tidak bersedih,mamah dengar kabar kamu seperti mamah tidak di perbolehkan menengok mu oleh semuanya, kamu pasti sangat menderita sampai bisa seperti ini"Mamah histeris.
"Mah... sudah mah... papah bukan tidak memperbolehkan mamah menengok Hana karena mamah pasti akan histeris seperti ini"papah merangkul mamah dan mengajak mamah duduk di sofa.
Dini dan Lucky mendekat pada Hana.
"Hana... "Dini memegang tangan Hana.
Hana tersenyum pada kedua sahabatnya.
"Kamu datang kesini repot-repot bayi mu di urus siapa? "tanya Hana.
"Anak ku aku titipkan sama ibu ku"Dini menangis.
"Sudahlah jangan menangis, terima kasih kalian berdua selalu ada untuk ku walau aku tidak ingat kalian kemarin"
"Hana.... "Dini langsung memeluk Hana.
Hana melihat Lucky terdiam.
"Kenapa diam saja biasanya kamu banyak bicara? "tanya Hana pada Lucky.
Lucky malah memalingkan wajahnya dari hadapan Hana.
...***...