MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 86 Minum obat



Bintang bingung melihat istrinya mual-mual dia lalu memanggil dokter untuk memeriksa kondisi istrinya.


"Tuan istri anda kan sedang hamil muda, dan itu biasa terjadi,meskipun dia sekarang ini dengan kondisi tidak normal, tapi tetap itu semua bisa terjadi di trimester pertamanya".


"Ooo begitu terima kasih dok"


"Nona Hana bagaimana perasaan anda saat ini"Dokter berusaha berinteraksi dengan Hana.


Hana diam tak menjawab dia hanya bengong.


"Baiklah saya tinggal dulu tuan" dokter pun meninggalkan ruangan Hana.


Bintang melihat buah apel di meja, dia lalu menawarkan pada Hana.


"Apa kau ingin makan buah? "


Hana mengangguk.


Bintang lalu mencuci buah apel itu dan memberikannya pada Hana.Hana menurunkan lututnya yang dia tekuk dan menerima apel pemberian Bintang.


"Terima kasih"Ucap Hana saat menerima apel tersebut.


Krek.... Hana menggigit apel tersebut.


"Kau suka? "tanya Bintang.


Hana mengangguk. dan menghabiskan buah apel tersebut.


Tak lama ada yang membuka pintu, ternyata itu Lucky dan Dini mereka datang untuk menjenguk Hana.


Dini menitikan air matanya melihat keadaan sahabatnya.


Hana ketakutan saat melihat kedatangan Lucky dan Dini dia memeluk lututnya lagi.


"Bagaimana perkembangannya? "tanya Lucky.


"Dia sudah tidak pernah berteriak lagi, tapi dia masih belum mengingat aku atau apapun selain kejadian terakhir yang dia alami".


"Din temani Hana dulu"Pinta Lucky.


Lucky mengajak Bintang bicara di sofa ruangan tesebut.


Dini menyapa Hana.


"Hana... "


Hana terdiam menatap kosong ke arah Dini, ingin rasanya Dini menangis melihat keadaan sahabatnya.


"Kamu siapa? apa kamu wanita jahat yang menyuruh orang-orang itu menyiksa ku? "


"Aku sahabat mu Dini"


"Dini.... oooo iya suara mu berbeda dengan yang pernah aku dengar".


"Hana... "Dini menegurnya lagi.


"Siapa itu Hana? "Hana bingung.


"Hana itu kamu, nama mu Hana"Dini dengan sabar meladeni Hana.


"Jadi nama ku Hana? ".


"Iya... "Dini tersenyum.


Lucky memperhatikan dan mendengarkan Hana berbicara.


"Jadi seorang wanita yang mendalangi penculikan istrinmu Bi... "


Bintang pun akhirnya bercerita, tentang apa yang di ceritakan Hana padanya semalam Lucky pun geram mendengar cerita Bintang.


"Benar -benar keterlaluan"Lucky mengepalkan tangannya karena geram.


"Papah ku sedang menyelidiki kasus ini bersama temannya yang seorang polisi semoga semua pelaku cepat tertangkap terutama dalang dari semua ini"Bintang pun geram.


Lucky pun akhirnya mendekati Dini yang sedang bersama Hana.


"Hai... "Lucky menyapa Hana.


Hana ketakutan dan memegang tangan Dini, Dini mengelus-elus Bahunya.


"tenanglah dia Lucky sahabat mu juga,dia bukan orang jahat"Dini menjelaskannya dengan sabar.


"Kami pulang dulu ya... cepatlah sehat"Lucky dan Dini melambaikan tangan mereka saat meninggalkan ruangan Hana pun membalasnya.


Saat di luar ruangan tangis Dini pecah dia menangis sesegukan karena melihat kondisi sahabatnya yang memperihatinkan. Lucky Menepuk-nepuk pundak Dini mencoba menguatkannya.


Hana melihat ke arah Bintang.


"Tuan... boleh kah aku keluar dari ruangan ini? Aku bosan berada disini"pinta Hana.


"Tapi diluar banyak orang nanti kau ketekutan".


"Iya... kamu benar... tapi bila kamu menemani ku mungkin rasa takut ku bisa berkurang, mau kah kamu manemani ku? "


"Baik lah tapi bila kamu kurang nyaman kita kembali ke kamar lagi ya?"


Hana mengangguk.


Para perawat yang melihat hal itu,terpesona oleh aksi Bintang.


Ya... ampun beruntungnya pasien ini suaminya sangat sayang padanya,tampan atletis,setia ya ampun....masih ada nggak ya...stok laki-laki seperti ini.


rintihan hati seorang perawat yang terpesona pada Bintang.


Bintang yang melihat beberapa orang perawat yang bengong melihatnya akhirnya berbicara pada mereka.


"Dia bosan berada didalam, dia meminta aku menemaninya keluar"Kata Bintang pada para perawat yang melihatnya.


"Ya... silakan tuan kami akan mengawasinya tak jauh dari anda"kata seorang perawat.


Bintang membawa Hana ketaman,Bintang meminta pertolongan pada salah satu perawat untuk membawakan kertas dan pensil Bintang menjelaskan pada mereka kalau istrinya sangat suka menggambar, mungkin dengan menggambar istrinya bisa mengingat ingatan masa lalunya kembali.


Perawat pun menurutinya dia mengambilkan kertas dan pensil dan memberikannya pada Bintang. Bintang memberikan kertas dan pensil itu pada Hana.


"Apa ini? "tanya Hana bingung.


"Untuk mengusir rasa bosan mu, terserah kamu ingin menulis atau menggambar diatas kertas itu"


Hana mengambil kertas dan pensil itu dia mencoba menggoreskan pensil diatas kertas itu tapi....


"Akh... "pensil itu terjatuh diatas rumput.


"Kenapa? "Bintang khawatir.


Hana memegangi tangan kanannya.


"Apa tangan mu sakit?"Bintang masih khawatir.


"Sessshhh Iya "Hana menahan rasa sakit.


Bintang melihat tangan Hana ada bekas luka lebam di tangannya.Bintang langsung menghubungi dr. Akam untuk memeriksa tangan Hana dia khawatir kalau tulang jari istrinya ada yang patah.


Tiba-tiba hujan turun,Hana yang masih duduk dibangku taman langsung di bawa masuk oleh Bintang dan perawat.


Di dalam kamar Bintang segera menggantikan baju istrinya,dilepasnya pakaian istrinya yang basah karena hujan, dan betapa sedihnya Bintang saat melihat bekas luka lebam hampir di seluruh punggung istrinya.


Hana mendesis kesakitan saat Bintang menyenggol luka tersebut.


"Sakit ya... maaf ya.. "ingin rasanya dirinya menangis melihat kondisi istrinya.


Bintang selesai mengganti pakaian istrinya, kini dia menyisir rambut istrinya, saat Bintang sedang menyisir rambut Hana,terbesit bayangan saat Hana menyisir rambut Bintang dirumah sakit, Hana bengong kemudian dia menggelengkan kepalanya.


Bintang khawatir.


"Kenapa apa sakit?"


"Tidak... tidak apa-apa "


Bayangan apa itu tadi?


Fikir Hana.


Keesokan paginya Bintang kembali kekamar istrinya setelah dia membeli sesuatu yang mungkin bisa membuat istrinya mengingat masa lalunya.


"Tidak mau... aku tidak mau makan itu"Hana merengek seperti anak kecil,saat dua suster ingin memberikannya obat.


Saat Hana melihat kedatangan Bintang, Hana langsung berlari ke arahnya dan bersembunyi di belakang tubuh Bintang.


"Tuan tolong aku mereka memaksa ku memakan itu"


Bintang tahu betul istrinya takut minum obat.


"Sus... sini berikan obatnya"Bintang meminta obat tersebut pada kedua suster itu dan mereka meberikannya pada Bintang.


"Banyak juga obatnya,pantas dia tidak mau"Kata Bintang.


"Iya itu termasuk obat penguat kandungan dan obat penambah darah dan obat untuk mengatasi rasa gelisah agar istri anda kandungannya tetap sehat dan agar ingatan istri anda cepat sembuh tuan"jelas salah satu perawat.


"Kamu harus makan ini agar kamu cepat sembuh"rayu Bintang.


Hana menggeleng.


"Taraaaaa"Bintang memberikan buket coklat pada istrinya.


"Wah... coklat"Hana terlihat ceria seperti anak kecil.


"kamu bisa makan cokelat ini setelah kamu makan ini"Bintang menunjukan beberapa butir obat.


Hana tetap menggeleng.


"Baiklah hanya ini cara terakhir"Bintang langsung memasukan obat itu kedalam mulut nya dan mengunyah obat tersebut.


Kedua perawat itu bingung dengan tingkah Bintang.


Bintang langsung memeluk istrinya dan mendongakan dagu istrinya dan langsung mencium bibir istrinya digigitnya bibir Hana hingga ia membuka mulutnya dan di masukan obat itu kedalam mulut istrinya.


Ingatlah aku sayang...


Doa nya dalam hati saat memberikan obat dengan cara yang pernah dia lakukan dulu.


...***...