MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 51 Mutiara Dasar Laut



Siang Hari di rumah sakit Bintang masih belum sadarkan diri.Suara kaki melangkah terdengar menuju kamar Bintang pintu tiba-tiba terbuka ternyata itu Mamah Bitha,Papah Adam dan dr.Akam,Mamah Bitha langsung histeris melihat keadaan Anaknya.


"Bintang...astagfirullah Bintang apa yang terjadi pada mu nak?"Mamah Bitha menangis.


"Tenanglah mah..."Papah Adam mencoba menenangkan Mamah Bitha.


"Tapi pah lihat kondisi anak mu tangan dan kakinya pah...apa yang akan terjadi bila ia sadar nanti"Mamah Bitha lemas.


Hana yang berada di ruangan tersebut hanya terdiam dia tidak berani bicara.


Mamah Bitha menyadari kehadiran Hana.


"Hana kamu disini?"tanya Mamah Bitha bingung.


"Iya tante"Hana langsung menyalami tangan Mamah Bitha dan Papah Adam serta dr. Akam.


"Kenapa kamu ada disini sejak kapan,apa kamu mengikuti Bintang sampai kesini?"Mamah penasaran.


"Tidak Mah Hana pergi baru beberapa hari yang lalu saat itu dia bertemu Amel yang sedang bertugas menuju kesini"jelas dr. Akam.


"Tapi apa yang kau lakukan di negara orang selain melihat Bintang"Mamah Bitha penasaran.


"Dia ingin bertemu saya"Ayah tiba-tiba berbicara dari arah belakang mereka.


"Anda siapa?"Mamah Bitha bingung.


"Tante beliau ini ayah saya,sudah dua tahun ini beliau tinggal di negeri ini"Hana menjelaskan.


"Ayah mu tinggal di negeri orang?"Mamah Bitha beetanya lagi.


"Iya tante".


"Sebaiknya kita duduk dulu untuk berbicara"dr.Akam mengajak semuanya untuk duduk.


Mereka semua pun duduk di sofa ruangan dan mulai berbincang,Ayah pun memperkenalkan dirinya dan pekerjaannya di negeri tersebut.


"Perkenalkan saya Math Biantoro ayah Hana dan saya adalah seorang seniman lukis atau seni rupa"


"Ah...aku tahu kau MB lukisan mu itu lukisan yang hidup"Papah Adam mengenal nama ayah.


"Ya...anda benar saya MB itu singkatan nama saya"


Mereka pun berbincang hingga sampai ke pembicaraan antara ayah dan Bintang saat di restoran hotel.


"Anak anda sungguh pemberani tuan dia menyatakan cinta nya pada putri saya di hadapan saya dan teman-temannya saya salut dengannya".


"Oh..ya..."Papah Adam tak menyangka anaknya yang hanya mencintai olahraga bola bulu itu bisa seberani itu di hadapan orang tua perempuan ada kebanggaan didalam diri Papah Adam mengetahui hal tersebut.


...***...


Sore hari Lucas datang bersama Nina menjenguk Bintang.keluarga menunggu diluar ruangan sementara Hana berada di dalam,saat melihat kedatangan Nina dan Lucas Mamah Bitha penasaran siapa mereka karena Mamah Bitha belum pernah melihat mereka sebelumnya.


Saat Nina keluar bersama Lucas.


Didepan pintu ruangan.


"Nona bersabarlah tetap lah berada di sisi Tuan,karena kalian adalah pasangan favorit saya"kata Nina saat di depan pintu kamar.


"Kamu bisa saja Nina"Hana tersenyum.


"Hana...semua karyawan resto pun ikut mendoakan kesembuhan Bintang"kata Lucas.


"Oooya terima kasih sampaikan rasa terima kasih ku pada mereka semua"Hana antusias.


"Baik akan aku sampaikan,sekarang masuklah kedalam dampingi Bintang"kata Lucas.


Dan Hana pun masuk ke kamar Bintang.


Saat Hana masuk Mamah Bitha menghentikan Lucas dan Nina.


"Maaf boleh saya bertanya siapa kalian dan ada hubungan apa kalian dengan calon menantu saya?"Mamah Bitha penasaran.


"Kami karyawan Nona Hana Nyonya"jelas Nina.


"Karyawan?"Mamah Bitha bingung.


"Saya chef utama di restoran milik Hana dan ini Nina receptionis di resto kami,Hana memiliki beberapa cabang restoran di negeri ini salah satunya ada di kota ini dan beberapa di kota lain"terang Lucas.


"Hana punya restoran dan restoran itu ada beberapa cabang benarkah itu?"Mamah Bitha seolah tak percaya.


"Ya nyonya Nona kami memang sangat sederhana saya pun tak mengenalinya saat ia datang ke restoran"Nina malu bila mengingat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Selain restoran Hana pun seorang penulis komik yang terkenal dan Hana pun mendirikan sebuah lembaga amal yang tujuannya memberikan modal usaha kecil kepada para pedagang yang membutuhkan modal tanpa harus di kembalikan"terang Lucas selanjutnya.


Dan itu membuat Mamah Bitha menganga,ia tak menyangka calon menantunya yang berpenampilan sederhana itu seorang yang sukses di berbagai bidang.


"Dia benar-benar mutiara dari dasar laut"gumam Mamah Bitha.


"Maaf Nyonya kami permisi dulu,semoga Bintang lekas pulih"Lucas pamit dari hadapan Mamah Bitha.


Mamah Bitha yang di tinggalkan oleh Lucas dan Nina terduduk lemas di bangku penunggu,dr. Akam yang melihat mamahnya melamun menghampirinya.


"Mah...mamah kenapa?"tanya dr. Akam.


"Ah...tidak Mamah tidak apa-apa"lamunan Mamah Bitha langsung buyar.


Inikah yang dimaksud Mamah?mangkanya mamah sangat menyukai anak itu dan selalu membelanya,karena Hana memang memiliki hati yang baik,dia benar-benar mutiara dari dasar laut.Bintang beruntung sekali di cintai olehnya.


Fikir mamah Bitha.


...***...


Sudah tiga hari Bintang belum sadarkan diri,sore ini saat Hana sedang menunggunya ia berguman sendiri sambil menatap Bintang.


"Bi...masih betah tidur?hihi Bi...wajah mu seperti bayi bila sedang tertidur pulas seperti ini sungguh menggemaskan"gumamnya.


Bintang lalu berusaha membuka matanya.


"Ehmmm sssehhh"terdengar suara Bintang.


"Bi...kamu sudah sadar?"tanya Hana.


Hana berteriak keluar memanggil semua keluarga Bintang.dan mereka pun segera masuk bersama dokter dan perawat yang menjaga ruangan tersebut.


Bintang melihat kesekitarnya,di ingatnya dia berada di area parkir hotel tapi kenapa sekarang orang tuanya dan kakanya berada disampingnya bersama Hana dan ayahnya,ia pun melihat seorang dokter dan seorang perawat dia bingung.


"Dimana aku kenapa kalian ada disini?"tanya Bintang bingung.


"Kamu kecelakan Bi...sekarang kamu di rumah sakit" dr. Akam menjelaskan.


"Kecelakaan?ow.....aaaaakhhh tangan ku dan kaki ku kenapa sakit sekali ka..."Bintang merintih kesakitan"kenapa tangan kiri dan kaki kiri ku tak bisa digerakan ka sakit ka"Bintang kesakitan.


Dokter pun akhirnya memeriksa Bintang dan memberikan obat penghilang rasa sakit.


"Tangan dan kaki anda patah dan itu hal yang biasa di alami oleh penderita patah tulang biasanya terasa sangat sakit dan panas di bagian yang terluka"jelas dokter.


Bintang terkejut mendengar penjelasan dokter.


"Apa patah tulang tangan dan kaki ku patah dok?"Bintang bertanya tak percaya.


Dan dokter hanya mengangguk saja.


Bagai di sambar petir Bintang tidak menerima keadaannya sekarang.


"Ka...dokter ini berbohong kan ka?kaka juga seorang dokter tulang kan ka dia bohong kan ka?"Bintang histeris.


dr.Akam terdiam.


"Kak....kenapa kakak diam"Bintang berteriak agar dr.Akam menjawab.


Hana langsung mendekat pada Bintang ia memeluknya berharap bisa membuatnya tenang.


"Hana...mereka bohong kan mereka semua bercanda kan,aku tidak cacat kan?"Bintang masih histeris.


"Bintang...bintang tenangkan diri mu"Hana masih memeluk Bintang yang masih meberontak.


"Hana...aku tidak cacat kan?"Bintang menangis menatap Hana.


"Tidak tangan dan kaki mu hanya tidak bisa bergerak semuanya bisa kembali seperti semula bila kau di oprasi dan melakukan terapi dan selama itu aku akan selalu ada disisi mu jadi kamu tenang ya"Hana mengusap pipi Bintang dan selembut mungkin berbicara menyaring kata-katanya agar Bintang tenang.


Dan itu berhasil Bintang tenang didalam pelukan Hana,dan semua yang ada di ruangan pun terlihat lega melihat Bintang sudah tenang.


...***...