MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 100 Pertengkaran di rumah



Lucas pun memutar mobilnya menuju halte bus terdekat, dilihatnya Nina sedang menunggu bus datang. Lucas turun dari dalam mobilnya.dia berlari ke arah Nina, Nina bingung melihat keberadaan Lucas di hadapannya.


"Mau kemana kamu malam-malam begini, Memangnya kamu fikir di jam segini masih ada bus yang beroprasi"


Nina bengong mendengar ocehan Lucas.


Lucas duduk disamping Nina,dirinya minta maaf karena telah marah-marah tadi,dia baru tahu kalau itu semua adalah rencana teman dan saudara kembarnya.


"Tidak apa-apa Tuan"Nina tertunduk.


"Nina apa yang kau katakan tadi itu benar, bila kau mencintai ku"tanya Lucas ragu.


"Iya tuan itu semua benar, tapi aku tidak berharap anda akan membalasnya"


"Gadis bodoh kenapa kau tidak mencegah ku saat aku meninggalkan rumah ibu mu saat itu, mungkin kita tidak akan menjadi korban keisengan dua orang itu"


Nina tertawa kecil.


"Cie.... jadian nih ye... "ledek Hana dan Lucky yang tiba-tiba muncul.


"Jadi mau kah kau menikah dengan ku"Lucas tak memperdulikan keberadaan Hana dan Lucky.


Nina pun hanya mengangguk.


"Cie... cie... "ledek Hana dan Lucky.


Lucas yang melihat mereka berdua menghampiri mereka berdua. ingin rasanya dirinya memukul kedua orang ini mengingat dirinya di buat kacau oleh mereka, tapi akhirnya Lucas memeluk kedua orang tersebut.


"Terima kasih karena kalian aku bisa mendapatkan cinta ku yang sempat pergi"


"Berhagaialah kawan... "kata Hana.


"Ya... jangan lupa dibawa ke rumah hahaha"Lucky tertawa di iringi tawa Lucas dan Hana.


sementara Bintang dan Nina tersenyum melihat kesetiakawanan mereka.


...***...


Seminggu kemudian setelah turnamen selesai,Hana pun kembali ke rumah bersama suaminya yang telah meraih kemenangan di turnamen kemarin.


Malam ini Hana ingin mengakui sesuatu pada Suaminya,mengakui sesuatu yang tidak akan di sukai oleh suaminya. Hana mendekat pada suaminya yang duduk di kasur.


"Sayang...."Hana memanggil suaminya.


"Ya... kenapa?kenapa wajah mu seperti itu? "Bintang bingung karena melihat wajah istrinya yang terlihat merasa bersalah.


"Aku... ingin mengatakan sesuatu"Hana ragu.


"Mengatakan apa? "Bintang mulai curiga melihat wajah istrinya seperti itu.


"tapi janji kamu tidak akan marah"


"tergantung apa itu"


Hana jadi serba salah.


"Hei... apa yang ingin kau katakan"


"Janji dulu kau tidak akan marah"


"Aku tidak mau berjanji"Bintang mulai kesal.


"Sebaiknya tidak aku katakan lah, sudah kamu tidur lah"


Bintang jadi penasaran dia menarik tangan istrinya hingga istrinya sekarang ada di pelukannya.


"Pasti kamu berbuat salah di belakang ku kan? "


Hana memalingkan wajahnya dari wajah suaminya yang sekarang sangat dekat dengan wajahnya.Bintang gemas melihat istrinya dia lalu meraih pipi istrinya agar melihat ke arahnya.


"Katakan kesalahan apa yang kamu perbuat di belakang ku"Bintang menahan kesal.


Hana sudah ketakutan melihat wajah suaminya yang seperti itu, tapi dia harus mengatakannya karena biar bagaimana pun dirinya harus terbuka dengan suaminya agar segala sesuatu yang di kerjakannya mendapat restu dan berkah.


"sayang... aku"Hana mulai bicara.


"Hemmmm"Bintang menahan kesal.


"Kemarinnya aku mengeluarkan dana bantuan untuk keluarga para penculik itu"


"Apa! "Bintang terkejut dia langsung mendorong tubuh Hana dan bangun dari tempat tidur.


"Kenapa kau melakukan itu,mereka sudah jahat pada mu menyiksa mu sampai seperti kemarin"Bintang marah.


Hana tertunduk.


"Sayang...yang bersalah adalah kepala. keluarga mereka, bukan anak dan istri mereka, bila tidak ada yang mencari nafkah untuk keluarga mereka,maka mereka akan kesulitan ekonomi,dan kesulitan ekonomi bisa memicu kejahatan yang lain"


Bintang diam tak bicara.


"Apa kau juga memberikan dana untuk operasi anak orang itu juga? "


Hana mengangguk.


"Astagfirullah Hana.... hati mu ini terbuat dari apa sih? kamu ini manusia apa bukan mengapa kau sangat baik pada orang yang sudah membuat mu menderita"


"Aku manusia biasa sayang,justru karena aku manusia mangkanya hati nurani dan kemanusiaan ku juga tergerak untuk membantu mereka"


"Kau... melakukan itu semua tanpa seijin ku, tanpa restu ku, tidak akan berkah untuk mu tahu"Bintang marah.


Hana mengangguk.


"Aku tahu mangkanya aku mengatakannya pada mu agar kamu merestui perbuatan ku ini"


"Tidak aku tidak akan merestui hal ini, karena sampai sekarang aku masih benci dan marah pada mereka"Bintang kesal dan duduk di atas sofa dikamar.


Hana mendekat padanya.


"Sayang..."


"Diam kamu aku tidak ingin mendegar apa pun lagi dari mulut mu itu"Bintang ketus.


"Sayang..."


"Diam aku bilang diam"Bintang kesal.


"Tapi... "


"Diam... "Bintang meninggikan suaranya.


Hana tersentak.


"Sekalian saja kamu bebaskan mereka dari penjara bersama biang keladinya itu"Bintang bangun dari sofa dia pergi keluar kamar dan membanting pintu.


Hana menitikan air mata, dia sedih karena suaminya jadi keras hati, dia tak ingin suaminya jadi seorang yang pendendam, dia tahu suaminya sangat menyanginya karena itu dia sangat marah mendengar istrinya menolong orang yang telah menyakitinya.


Sampai tengah malam Bintang tidak masuk kedalam kamar,Hana keluar kamar mencari suaminya di dapatinya suaminya sedang berbaring tertidur di sofa ruang tamu.


Ditatapnya wajah suaminya yang terlelap tidur.


"Aku tahu aku salah, aku tahu kau sangat mencintai ku,aku tahu kau tak ingin melihat aku di sakiti orang lain, tapi aku tak ingin suami ku menjadi pendendam menjadi keras hati hingga tidak mempunyai hati nurani, sayang maafkan aku, tapi ku mohon jangan menjadi manusia pendendam"bisiknya sambil menangis.


"Aku sayang kamu"Hana mengecup kening suaminya,dia lalu kembali kedalam kamarnya.


Didalam kamar Hana menangis dia lalu mengambil air wudhu dan membaca alquran untuk menenagkan hatinya dan berharap hati suaminya menjadi baik lagi tidak menjadi pendendam.


Hana membaca alquran sampai pukul dua dini hari, dia pun melakukan shalat malam dan berdoa agar hati suaminya jadi tidak pendendam dan berharap suaminya merestui tindakannya. Hana melanjutkan membaca alquran lagi sampai adzan subuh berkumandang.


Adzan subuh berkumandang Bintang terbangun dari tidurnya,dia pun kembali kemarnya, pintu di bukanya terlihat istrinya sedang duduk bersimpuh di atas sajadah sambil membaca alquran,Bintang masuk kedalam kamar mandi dia mandi dan mengambil wudhu untuk melakukan shalat subuh, Hana menyiapkan segala yang diperlukan suaminya untuk shalat ini sudah menjadi kebiasaannya setiap hari, saat subuh Bintang sudah mandi dan langsung shalat subuh, biasanya mereka shalat berjama'ah tapi karena semalam bertengkar jadi mereka shalat masing-masing.


Setelah melakukan shalat subuh dan mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan suaminya.Bintang yang selesai melakukan shalat subuh, Bintang melihat istrinya yang ingin keluar kamar,Bintang menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang.


"Maafkan aku"Bisiknya.


Hana berbalik badan dia peluk tubuh suaminya.


"Kau sudah memaafkan ku? "tanya Hana dinpelukan suaminya.


Bintang mengangguk.


"Kau sudah merestui tindakan ku? "


Bintang pun mengangguk. Hana semakin erat memeluk tubuh suaminya.


"Terima kasih sayang"katanya dalam pelukan suaminya.


Mereka pun keluar kamar bersama dan bergandengan tangan, Bu Marni yang sempat mendengar pertengkaran semalam dan melihat tuan mudanya tidur semalaman diruang tamu,terlihat lega melihat kedua insan ini telah berbaikan kembali.


Syukur lah saya fikir pertengakaran mereka semalam bakalan panjang,karena den Bintang sampai tidur di sofa ruang tamu.


Fikir Bu Marni.


Hari ini Bintang libur tidak ada jam latihan karena baru selesai turnamen kemarin. dia membantu istrinya menyiapkan sarapan di dapur, Bu Marni melihat hal tersebut sangat senang.


"Sayang...."Bintang memanggil istrinya.


"Ya... "jawab Hana yang sedang memegang sayuran yang ingin dia cuci.


"Kamu itu kenapa suka sekali berbuat curang"


"Maksud mu? "Hana bingung.


"Ya suka curang mencium ku diam-diam saat aku sedang tertidur"


Hana terkejut dan menjatuhkan baskom berisi sayuran kelantai,Bintang yang melihat itu tertawa, begitu juga Bu Marni ikut tertawa yang tidak sengaja mendengar saat dirinya masuk kedapur.


...***...