MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 83 Little angle



10 Bulan kemudian.


Bintang sudah benar-benar sembuh, setelah oprasi pelepasan pen satu bulan yang lalu, dia sudah bisa berlatih dengan normal seperti biasanya, walau 2minggu setelah pelepasan pen dirinya masih dipantau oleh tim medis untuk melihat perkembangannya,dan ternyata perkembangannya sangat bagus dan cepat,dia sudah bisa berlari dan melompat.


Dan semalam dr. Akam pun sudah mengizinkannya kembali kerumah Oma, karena melihat adiknya yang kini sudah benar-benar sembuh.hingga dia tak khawatir bila adiknya berdekatan dengan istrinya.


Siang ini Bintang pulang ke rumah Omanya, saat langkahnya memasuki rumah omanya dia pun mengucapkan salam terlebih dahulu.


"Asalamuaikum..."Bintang memberi salam.


"Walikumsalam"Oma dan Mamah Bitha menyambutnya.


Bintangn pun menyalami tangan oma dan mamahnya, Bintang tak melihat keberadaan istrinya, mamahnya yang tahu fikiran anaknya langsung memberi tahu.


"Dia dikamar sejak pagi,belum keluar mungkin sedang sibuk menggambar".


Bintang langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya, di buka pintu kamar perlahan, dilihatnya istrinya tertidur disofa kamar sambil memeluk buku gambarnya.Bintang mendekat pada istrinya di kecupnya kening istrinya.


Hana terbangun saat merasakan ada sentuhan di keningnya. dia terkejut melihat suaminya ada dihadapannya.


"Sayang.... kamu pulang"Hana terlihat sangat senang.


Bintang tersenyum dan langsung memeluk tubuh istrinya,Hana kegirangan dia pun membalas pelukan suaminya. Bintang tidak memberi tahukan kedatangannya hari ini karena ia ingin memberikan kejutan pada istrinya.


"Kenapa tidak memberi kabar? "Hana manja,masih memeluk suaminya.


"Aku sengaja ingin membuat kejutan untuk mu sayang"Bintang membelai rambut istrinya.


"Dan kamu berhasil mengejutkan ku, aku rindu kamu sayang"Hana masih memeluk suaminya.


Bintang mengecup kepala istrinya.


"Kamu habis menggambar? "tanyanya.


"Iya aku buat cover komik yang baru"Hana melepaskan pelukannya.


"Judulnya my little angel,Lucky terinspirasi dari anaknya"Hana menunjukan gambar cover pada Bintang.


"Sebentar lagi kau pun akan menyusul"Bintang membelai pipi istrinya.


Hana tersenyum.


"Oia sayang tolong siapkan baju ku, aku ingin mandi dulu"pinta Bintang.


"Ya... baiklah"Hana bangun dari sofa tapi ia mengecup pipi suaminya dulu sebelum melangkah ke arah lemari pakaian.


Bintang pun masuk kedalam kamar mandi, yang ada di kamarnya, Hana menyiapkan pakaian yang akan dikenakan suaminya nanti.


"Sayang... kok airnya tidak mau keluar"Bintang bicara dari dalam kamar mandi.


"Hah... kok bisa"Hana bingung.


"Kemarilah tolong aku"Bintang meminta Hana masuk kedalam kamar mandi.


Hana pun menurut dia masuk ke kamar mandi tanpa canggung melihat suaminya dalam keadaan polos seperti bayi baru lahir.karena dia sudah terbiasa melihat itu sewaktu mengurus Bintang sejak pertama mereka menikah.


"Kemarilah coba kamu putar krannya airnya tidak mau keluar"Bintang menyuruh Hana mendekat pada Kran shower kamar mandi.


Hana pun berjalan kebawah shower,dia lalu memutar kran air tersebut dan... Byur.... air keluar dari shower dan langsung membasahi tubuh Hana.


"Sayang... kamu mengerjai ku ya"Hana kesal karena badannya kini basah kuyub.


Bintang tertawa tanpa suara.


"Iiihhh"Hana kesal dia ingin keluar kamar mandi tapi langkahnya terhenti kerena Bintang memeluknya tiba-tiba.


"Kita mandi yuk... "Bisik Bintang ditelinga Hana hingga nafasnya terdengar.


Hana terbelalak mendengar ucapan suaminya.


Ya ampun aku lupa dia sudah sembuh total, dia pasti menginginkan itu, setahun lebih kami menikah dan aku baru sadar aku belum seutuhnya menjadi istrinya.


"Badan dan baju mu sudah basah,mandi saja sekalian"Bintang meraba leher Hana dengan bibirnya.


Hana masih terpaku dibawah shower,badannya yang basah membuat gejolak dalam dada Bintang semakin bergelora.


Hana pun menuruti kemauan suaminya dia melepas semua yang dia kenakan tanpa meninggalkan sehelai pun di tubuhnya. inilah pertama kali Bintang melihat istrinya utuh, darah dalam tubuhnya makin panas, panantian selama setahun lebih terbayarkan saat ini juga. Hana ikhlas menyerahkan semuanya untuk suaminya dan dua insan ini sekarang benar-benar telah bersatu.


Bintang pun melepas kerinduannya, saat ingin mengakhiri acara mandi, Hana menariknya.


"Sayang... mandi lagi yuk"Hana menggodanya meraba-raba dada bidang dan atletis Bintang.


"Sayang.... aku mau lagi boleh ya... "bisik nya.


Hana tertipu malu dia pun mengangguk malu, Bintang langsung menarik handuk yang membelit tubuh istrinya dan membiarkannya jatuh dinlantai.di gendong istrinya ke atas kasur dan mereka pun bersatu kambali.


Meski sakit dirasakan Hana tapi dia tak ingin mengecewakan suaminya,hingga keduanya tertidur karena lelah.


Hana terbangun lebih dulu.


Aw.. badan ku terasa sakit semua.


saat dirinya turun dari kasur di rasakan perutnya nyeri.


aw.... sakit.


Hana melihat bercak darah di sprei.


Aku tidak akan membiarkan orang lain mencuci dan melihat ini, ini memalukan, biar nanti aku cuci sendiri setelah suami ku bangun dari tidurnya.


aw.... sessshhh.... Hana merasakan sakit di daerah perut bagian bawahnya saat ia ingin berjalan.


Bintang terbangun dari tidurnya melihat istrinya tidak ada disampingnya, di lihat bercak darah di sprei dia terkejut.


"Kenapa ada darah disini,apa aku menyakitinya"fikirnya.


Hana keluar dari kamar mandi di lihat oleh Bintang istrinya agak lain dalam melangkah, dia langsung mendekati istrinya.


"Kau tidak apa-apa?"tanyanya cemas.


Hana tersenyum.


"Sakit ya? maaf ya sayang"Bintang memeluk istrinya.


"Tidak sayang wajar kata orang Pertama-tama memang sakit tapi nantinya tidak kok".


"Hehe sayang pakailah baju mu atau mandilah"Pinta Hana yang melihat suaminya masih polos seperti bayi baru lahir.


Bintang pun masuk ke kamar mandi, membersihkan dirinya,selesai mandi dia pun memakai pakaiannya yang sudah di siapkan istrinya dia atas kasur. Bintang melihat sprei sudah di ganti, Bintang pun keluar kamar mencari istrinya dan ia menemukan istrinya ada diruang belakang tempat mencuci baju. istrinya sedang mencuci sprei.


"Sayang... apa kamu tidak apa-apa mencuci dengan keadaan begitu? "tanya Bintang.


"Tidak apa-apa sayang,biar aku cuci sendiri aku malu kalau sampai orang lain tahu"Hana tersipu.


Pembicaraan mereka berdua tidak sengaja di dengar oleh mamah yang kebetulan lewat, mamah tersenyum setelah tahu anak dan menantunya benar-benar bersatu layaknya suami istri.


"Ehm... sepertinya sebentar lagi mamah nambah cucu nih"ledek mamah.


"Eh... mamah"Bintang malu.


Mamah tertawa tanpa suara melihat rona merah di wajah mereka berdua.


Saat makan malam mamah sempat bertanya pada Bintang masalah turnamen.


"Apa kamu sudah siap ikut turnamen?"tanya mamah.


"Iya mah aku sudah dipersiapkan untuk turnamen 3bulan yang akan datang".


"Kamu sudah siap bertanding? "Hana cemas.


"Sudah sayang.... semuanya sudah dipersiapkan,aku sekarang latihan untuk pertandingan yang akan di laksanakan 3bulan lagi"


"Yakin tidak apa-apa? "Hana takut cidera suaminya kumat.


"Yakin... kalau tidak,tidak ada kejadian tadi"Bintang asal bicara.


"Ehmm... "Mamah berdehem.


Hana menendang kaki Bintang dia malu karena Bintang membahas itu saat mereka sedang makan bersama.


Iya juga sih... dia kan sudah sembuh total.


"Akan di adakan dimana turnamennya"tanya Hana.


"Disini kamu nonton ya... "


"Iya pasti"Hana tersenyum,senyuman yang selalu membuat jantungnya berdetak tak karuan bila melihatnya, padahal mereka sudah menikah cukup lama tapi perasaan yang sama selalu timbul saat melihat senyuman Hana.


Dan apa yang akan terjadi saat turnamen 3bulan yang akan datang... mampukah Bintang menjuarai turnamen itu?


...***...