
Lima bulan kemudian.
Hari ini pertandingan final Bintang untuk merebut gelar juara paling bergengsi,perjuangan Bintang untuk sampai ke babak final tidak lah mudah dia harus mengahadapi lawan-lawan yang hebat.
Ya allah semoga suaminku menjadi juara hari ini, dede semoga Papah juara ya hari Ini.
Doa Hana dalam hatinya sambil mengelus-elus perutnya yang sudah besar.
Beruntungnya pertandingan di adakan di negri sendiri hingga Hana bisa menyaksikan langsung pertandingan final suaminya.
Bintang sudah bersiap-siap di belakang arena.
"Sayang....semangat ya... "kata Hana saat membantu suaminya bersiap-siap.
"Tentu doakan aku ya... karena lawan ku cukup hebat dia juara bertahan tahun lalu,dede lihat papah bertanding lagi ya hari ini"Bintang berbicara sambil mengelus perut Hana.
Saat Bintang berbicara dan mengelus perut istrinya yang sudah besar itu gerakan di rasakan oleh Bintang, si bayi yang didalam perut seolah mendengar perkataan papahnya. Bintang yang merasakan gerakan di atas perut istrinya tersenyum gembira.
"Bi... ayo sudah waktunya"coach Yoga memanggil Bintang.
Bintang pun mengikuti Coachnya, Coach Yoga sempat tersenyum melihat si calon ayah ini sedang memegang perut istrinya.
"Nona ayo kita ke tribun penonton"ajak Nina.
Nina berkunjung ke negara ini bersama Lucas,mereka akan menikah disini dua minggu setelah pertandingan selesai. Nina dan Lucas menemani Hana di tribun penonton karena Hana sudah memasuki bulan kelahiran.
Pertandingan pun di mulai.Hana sudah mulai berdoa dari tribun penonton. yang pertama melakukan servis adalah pihak lawan dan lawan pun mendapatkan poin pertama, tapi Bintang membalasnya poin demi poin saling berkejaran, dan di poin krusial semakin menegangkan karena perolehan angka semakin ketat.
Hana yang di tribun penonton trus berdoa untuk kemenangan suaminya.
Hingga terjadi ruber set Hana terus berdoa karena Bintang benar-benar ketinggalan oleh lawannya di set ketiga ini.
"Ayo... Bi... "ciri teriakan Hana saat dia mendukung Bintang saat bertanding.
"Ayo...Bi... Bintang....Bintang...Bintang...."Hana berteriak. mensuport suaminya yang sedang bertanding hingga para suporter di tribun penonton pun ikut menyoraki nama Bintang.
"Ibu hamil teriak-teriak nggak takut brojol tuh"gumam Lucky yang sedang meliput di sisi lapangan.
Kepercayaan diri Bintang pun akhirnya bangkit lagi saat mendengar namanya di teriakan oleh istrinya dan para sporter di tribun penonton.
Nina dan Lucas pun ikut mensuport Bintang dilapangan.
Hana merasakan pergerakan bayi didalam perutnya semakin aktif.
Kenapa dede aktif banget ya... sesssshhh perut ku sakit.
Hana mulai merasakan sakit diperutnya,tapi ditahannya dia terus mendukung suaminya yang sedang berjuang di lapangan,hingga di poin terakhir Poin menegangkan, Bintang mengatur nafasnya yang sudah kelelahan di campur ketegangan.
Konsentrasi Bi... fokus bismilah...
kata Bintang dalam hatinya saat ia Menservis bola.
Dan Bola yang di pukul Bintang tak terjangkau oleh lawan dan bola tersebut pun masuk keladam area lawan dan poin terakhir menjadi poin kemenangan untuk Bintang.
Bintang terlihat sangat senang dan melakukan selebrasi di lapangan,dia menlompat dan mengepalkan tangannya ke udara dan mencium cincin pernikannya, Hana yang melihat hal itu terharu dia sampai menitikan air matanya.
Selamat sayang...
Katanya saat melihat kemenangan suaminya.
Bintang pun bersalaman dengan lawannya, dan dia pun langsung di wawancari oleh beberapa wartawan saat di lapangan.
"Bintang sebelumnya kami ucapkan selamat atas kemenangannya,apa yang anda rasakan saat ini dan anda persembahkan pada siapa kemenangan ini"tanya wartawan.
"saya mengucapkan syukur kepada allah swt,dan berterima kasih pada semua yang mendukung saya apa lagi saya sempat tertinggal tadi terima kasih karena dukungan kalian semua kepercayaan diri saya tadi bangkit lagi,saya juga berterima kasih pada coach saya karena beliau sangat sabar melatih saya hingga saya bisa seperti ini, saya juga berterima kasih pada istri saya karena dia selalu ada dan mendukung saya,mendoakan saya terima kasih sayang"
"Cie...." riuh suara penonton dari tribun saat Bintang mengucapkan terima kasih kepada istrinya.
"Dan kemenangan ini saya persembahkan untuk negeri tercinta,untuk tim saya,untuk para pendukung saya dan tentunya untuk istri saya"
"Cie.... "penonton pun riuh kembali ketika Bintang menyebutkan istrinya lagi.
"Mas Bintang sepertinya sangat mencintai istrinya ya tadi saat selebrasi kami melihat anda mencium jari manis anda yang memakai cincin apakah itu cicin pernikahan kalian? "tanya wartawan iseng.
"Iya... "Bintang dengan percaya dirinya mengatakan itu.
"Cie. ..."Suara riuh penonton terdengar kembali.
"Baiklah terima kasih mas Bintang atas waktunya dan kami ucapkan selamat atas kemenangannya"
Sesi wawancara pun berakhir,sekarang sesi kejuaraan di podium,Bintang berjalan ke podium kejuaraan Hana telah menunggunya di belakang arena bersama Nina dan Lucas.
Hana merasakan perutnya semakin melilit,dia terus berusaha menyimpan rasa sakitnya.
Dilihat nya suaminya menaiki podium utama mendali emas di gantung kan di leher suaminya,suatu kebanggaan tersendiri dalam hidupnya karena bisa menjadi istri seorang Bintang.
Selesai acara di podium kejuaraan Bintang langsung menghampiri istrinya dia tak. menghiraukan keberadaan Nina dan Lucas,karena sangking gembiranya.
"Dede papah juara"Bintang mengelus perut istrinya dan dirasakan gerakan bayi yang lebih aktif dari biasanya.
Bintang menatap istrinya, Hana berkeringat dan seperti menahan rasa sakit.
"Sayang... kamu nggak apa-apa kan? "Bintang cemas.
"Aku nggak apa-apa sayang tapi sepertinya bayinya mau lahir sesssshhhh"Hana mencengkram baju Bintang menahan sakit.
Bintang panik.
"Lu... Luc... tolong istri ku mau melahirkan"teriak Bintang pada Lucas dan Lucky yang kebetulan ada disana.
Lucky langsung berlari mencari tim medis untuk membawa Hana ke ambulans.tim medis langsung datang dan Hana pun langsung di bawa oleh tim medis menggunakan kursi roda ke arah ambulans.
Bintang ikut mendampingi istrinya bersama dengan Lucky di ambulans.Hana kesakitan setiap waktu rasa sakit itu semakin menjadi-jadi Bintang trus memegangi tangan istrinya,Hana pun menggenggam tangan suaminya dengan erat.
"Tiup....tiup Han... tiup... tiup... atur nafas lu"kata Lucky
Hana pun menuruti arahan Lucky.tapi rasa sakitnya tidak berkurang malah semakin menjadi hingga Hana semakin mempererat genggamannya.
"Sayang....bertahanlah sakit banget ya?"Bintang cemas.
Hana berusaha tersenyum pada suaminya,tapi sulit dan tiba-tiba Bintang merasakan basah ditangannya saat ia memegang tandu di ambulans,di lihatnya ternyata itu darah. Bintang semakin cemas.
"Luc....darah Luc..."Bintang panik.
"Tenang Bi... tenang itu biasa terjadi pada wanita yang akan melahirkan"Lucky berusaha menenagkan Bintang.
Hana semakin kesakitan hingga ia serbasalah berbaring di ambulans.
"Sessshhh"Hana meringis kesakitan dingenggamnya terus tangan suaminya.
Ambulans pun tiba di rumah sakit tempat Clara praktek ,Hana segera di bawa ke ruang bersalin, sampai di ruang persalinan Hana langsung mendapatkan tindakan medis mulai dari tensi darah dan di pasangkan jarum infus,Clara langsung melihat jalan keluar Bayi ternyata air ketuban sudah pecah Clara mengarahkan Hana untuk mengambil posisi melahirkan.
"Sus bantu pasien melepas bajunya"Clara memita bantuan asistennya.
" Pasangkan alas kain di bawah badannya"Instruksi Clara pada asistennya.
Dan asistennya pun melakukan semua yang di instruksikan Clara.
Dan sekarang Clara menginstruksikan pada Hana agar dia dalam posisi melahirkan.
"Hana pegang lekukan lutut mu dan angkat yak seperti ini Lihat perut mu dan tarik nafas mu rapatkan gigi mu dan mulai lah mengejan"
Hana pun mengejan sambil melihat perutnya.
"Ya... terus Hana..."Clara mensuport Hana.
Hana pun mengambil nafas lagi dan mengejan lagi dan....
Owakk.... owak... Bayi pun keluar dan langsung menangis, Clara dan asistennya langsung mengambil tindakan memotong tali pusar bayi dan memindahkan bayi,Clara pun mengeluarkan plasenta bayi dan menaruhnya di plastik medis.
Bintang terlihat lega melihat anaknya telah lahir dengan sehat. Hana terlihat lelah dan lemas Clara langsung mengeceknya di ceknya tensi darah Hana sangat rendah, memang saat dia sampai dan di tensi darah Hana sangatlah rendah tapi tindakan harus segera dilakukan karena bayi sudah ingin keluar.
"Hana... hana... Janga tetidur kau dengar aku kan kawan"Clara membuat Hana agar tetap tersadar.
Hana semakin terlihat lemas matanya pun ingin terpejam.
"Hana.... melek Hana jangan tidur"Clara terus berbicara agar Hana tetap terjaga.
Bintang mulai cemas karena melihat Clara sepertinya kesulitan menangani istrinya.
"Clara dia baik-baik saja kan? "Tanya Bintang ragu.
"Bi... coba kamu trus pegang tangannya dan ajak dia bicara jangan biarkan dia tertidur aku akan mencari kantung darah dia butuh transfusi darah secepatnya"
"Sayang... kamu kuat ya....Jangan tidur... ayo lihat aku"Bintang menggenggam tangan Hana.
Mata Hana terasa berat dia pun sudah berusaha membuka matanya, tapi dia semakin lemas.
Clara yang mendapatkan kantung darah bergolongan sama dengan Hana langsung memasangkan jarum infus dan memansangkannya ditangan Hana agar Hana mendapatkan darah tambahan,sejak jauh hari Clara sudah mempersiapkan ini karena tekanan darah Hana selalu rendah bila sedang melakukan pemeriksaan kehamilan.
Saat Clara memasang jarum infus yang berisi darah, mata Hana terpejam, Bintang langsung panik.
"Clara... dia terpejam, sayang....bangun sayang... bangun"Bintang panik karena Hana tidak bereaksi.
Clara segera melakukan tindakan,mengecek denyut nadi,membkerikan oksigen dan menekan dada Hana.
"Hana... ayo...Hana bangun... Hana"Clara pun cemas tapi dia berusaha tenang sebagai dokter.
segala cara dilakukan Clara tapi Hana tidak membuka matanya denyut nadinya juga semakin lemah dan menghilang.
"Hana... "Clara menangis saat denyut nadi Hana menghilang.
...***...