
Mendengar sorak sorai penonton yang meneriaki Bintang untuk mencium istrinya, Bintang pun mengecup kening istrinya dan para penonton yang menyaksikan hal itu berteriak histeris.
Lucas yang melihat hal itu menutup wajahnya dengan sebelah tangannya dia tertawa tanpa suara menyaksikan wajah sahabatnya yang merah seperti tomat.
Bintang dan Hana pun turun dari panggung dan saat turun pun mereka masih di teriaki oleh para penonton dan pengunjung restoran.
Hana dan Bintang menghampiri Lucas yang berdiri di meja mereka, Lucas masih tertawa tanpa suara.Hana yang melihat hal itu jadi gemas sendiri,dia akhirnya memukul lengan Lucas.
"Senangkan kamu....melihat hal seperti itu"Hana kesal.
Bintang menarik tangan istrinya untuk duduk di kursi.
"Sayang...jangan pukul Lucas,dari semalam dia banyak membantu ku".
"Kamu juga apa-apaan sih.... pakai nyanyi diatas panggung seperti itu"Hana kesal.
"Jadi kamu tidak suka"Bintang kecewa, dia berharap istrinya menyukai kejutan yang di berikannya tapi ternyata tidak.
Melihat wajah kecewa suaminya Hana jadi merasa bersalah.
"Aku suka sayang... tapi aku malu aku tidak pernah membayangkan hal seperti ini bisa aku alami aku fikir kejadian seperti tadi itu hanya ada di film drama romantis saja"Hana menunduk malu.
"Tapi ini kenyataan sayang bukan drama film, cinta ku pada mu ini nyata adanya".
Hadeuh mulai lagi.
Batin Lucas,yang sudah malas mendengar perdebatan mereka berdua.
Lucas lalu memanggil seorang weiters laki-laki.
"Daniel tolong kamu pesan kan makan untuk Nona Hana dan suaminya"Lucas mencatat nama makanan yang harus di masak oleh juru masaknya di dapur.
Weiters itu pun segera meninggalkan mereka dan menuju dapur.
"Makanlah dulu setelah pulang dari sini kalian kan bisa langsung istirahat,oia kapan jadwal cek up ke dokter lagi Bi? "Tanya Lucas.
"Minggu ini, aku juga nanti ingin mengajukan pelepasan pen di negeri sendiri, biar kakak ku yang menangani semuanya"
"Oooo begitu bila kalian kembali kesana jangan lupakan kenangan kalian disini bersama ku ya"pinta Lucas.
"Tidak aku tidak akan melupakan semua jasa mu kawan"Bintang tersenyum.
Makanan pun tiba Lucas meninggalkan mereka untuk menikmati makanan yang telah di sajikan. sehabis makan mereka duduk sebentar menikmati live musik di panggung setelah merasa bosan mereka pun,ingin kembali Hana pun berpamitan pada Lucas, Lucas lalu meminta bantuan daneil untuk mengantarkan mereka pulang.
"Daniel tolong kamu antarkan pasangan french angelfish ini pulang kerumahnya"Lucas memberikan kunci mobilnya pada Daniel.
Julukan apa lagi yang di berikan Lucas pada kami berdua.
fikir Hana.
Melihat wajah Hana yang bingung dengan julukan barunya, Lucas pun menjelaskan.
"Kenapa bingung Han? French angelfish itu ikan paling setia seumur hidup, aku rasa itu julukan yang tepat untuk kalian berdua, kalau merpati mereka kurang setia bila pasangannya mati maka merpati akan mencari pasangan yang lain,tapi french angelfish tidak bila pasangan mereka mati mereka memilih sendirian dan tidak akan kawin lagi,atau kamu ingin Bintang kawin lagi? "jelas Lucas.
"Jangan sembarangan kamu"Hana kesal.
Bintang tersenyum.
Hana tiba-tiba mencubit perut Bintang.
"Aw... sayang kenapa aku di cubit"Bintang kesakitan.
"Jangan berfikir kamu akan kawin lagi"Hana sewot.
"Siapa yang berfikir seperti itu sayang?"Bintang bingung.
"Itu buktinya kamu tersenyum"Hana masih sewot.
Lucas tertawa baru kali dirinya ini melihat Hana cemburu,karena biasanya suaminya lah yang cemburuan.
Hana kesal dia sampai menghentakan satu kakinya.
"Sudah kita pulang yuk sudah malam kamu butuh istirahat nanti kecapean anemia mu bisa kambuh lagi"bujuk Bintang.
"Baiklah"Hana pun berjalan merangkul lengan suaminya mengikuti langkah Deniel.
...***...
Hari berlalu jadwal cekup kedokter pun tiba, dan Bintang pun mengajukan diri untuk di operasi di negerinya sendiri saja. dokter pun menyetujui setelah berbicara dengan dokter Akam dan akan memberikan rekam medis bintang pada dokter Akam untuk di pelajari lebih lanjut.
di rumah Hana sehabis menelopon Dini, dia mengecek tabungannya dan mentrasfer sejumlah dana ke yayasan yang dia bangun bersama Dini dan pak Fathur, Dini melaporkan ada beberapa orang yang membutuhkan dana usaha dan telah di survei oleh tim pak Fathur,dan Hana pun mencairkan dana untuk orang-orang yang membutuhkan tersebut.
Bintang sempat mendengar pembicaraan istrinya dengan Dini di telpon, Hana juga mengabarkan pada Dini kalau dirinya dan suaminya akan kembali besok lusa ke negaranya, karena Bintang memilih opersai pelepasan pen disana bersama kakaknya.
"Sibuk ya sayang...? "tanya Bintang yang melihat istrinya sibuk mengutak atik ponselnya sedari tadi.
Hana tersenyum.
"Maaf ya sayang...kamu merasa bosan ya di cuekin"Hana merasa tidak enak hati dengan suaminya.
"Tidak...aku maklum karena istri ku yang banyak kegiatannya, tapi jangan terlalu capek ya sayang"Bintang memegang tangan istrinya.
"Iya... "Hana mengangguk.
Hari kepulangan mereka pun tiba, Lucas dan Nina mengantar mereka berdua sampai ke bandara, Nina sempat menitikan air mata karena perpisahan mereka.
"Sudah Nina jangan menangis"Hana membelai tangan Nina
"Aku sudah banyak merepotkan mu selama aku disini,aku tidak akan melupakan semua kebaikan mu kawan"
Mendengar dirinya di sebut kawan oleh Hana tangisnya malah semakin kencang.
"Nona anda baik sekali menyebut diri ini kawan, padahal waktu pertama kita bertemu aku memperlakukan anda sangat buruk, maafkan aku Nona"Nina terus menangis.
Hana tersenyum.
"Sudah... sudah... terima kasih atas semuanya,Lucas terima kasih ya"Hana pun tidak lupa berterima kasih pada sahabatnya.
"Ya... kembalilah kemari saat senggang".
"Ya... pastinya karena banyak kenangan indah di sini"Kata Bintang yang menjabat tangan Lucas.
Mereka pun berpisah saat pesawat yang mereka ingin tumpangi tiba, Bintang dan Hana menaiki pesawat.
Bintang penasaran sebenarnya apa yang di lakukan Nina waktu pertama bertemu dengan Istrinya.
Hana pun menceritkan kejadian saat dia pertama kali datang ke restoran Lucas.
"Apa?! "Bintang terkejut mendengar cerita istrinya.
Hana tersenyum mengingat kejadian tersebut.
"Kamu di usir paksa waktu kamu datang pertama kali ke restoran mu sendiri?"
Hana tersenyum dan mengangguk.
Hana pun bercerita lagi waktu itu Lucas sempat marah pada Nina, tapi Hana menanggapinya santai, dia tidak ambil hati perbuatan anak buah Lucas.mungkin bila dirinya kejam dia akan segera memecat Nina dan dua petugas keamanan tersebut, tapi itu semua tidak dilakukannya,Hana memaklumi kesalahan itu karena biar bagaimana pun mereka adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.
Bintang semakin kagun pada sikap istrinya, dia bisa memaafkan kesalahan orang lain semudah itu, termasuk memaafkan kesalahannya tempo hari, walau dia sempat marah padanya tapi dalam waktu semalam dia melupakan masalah yang telah terjadi dan tetap kembali padanya.
Terima kasih ya allah kau telah mengirimkan ku bidadari yang cantik, cantik parasnya dan juga cantik hatinya.
Doa Bintang dalam hatinya.
Pesawat pun terbang menuju negeri asal. mereka, mereka tidak tahu bahwa banyak yang menunggu kedatangan mereka berdua di bandara dalam negeri. kejutan yang akan membuat mereka benar-benar terkejut.
...***...