
Pertandingan segera di mulai Hana dan Dini sudah duduk di tribun penonton,tak lupa Hana membawa air mineral persediaan bila ia haus karena bertariak untuk mensuport idolanya.
Saat tiba giliran Bintang datang ke arena Hana sudah terlihat antusias,Bintang pun mulai bertanding di 5menit pertama Bintang unggul 3 angka tapi di menit ke sepuluh poin Bintang tersusul Hana berdoa dalan hatinya agar Bintang bisa menyusul ketertinggalannya dan Bintang pun berhasil menyusul dan memenangkan set pertama dalan waktu 20menit.
Set kedua angka begitu ketat lawan yang di hadapi Bintang cukup ulet hingga poin yang di hasilkan sangat ketat susul menyusul angka,Hana tidak tahan menahan mulutnya untuk tidak bereteriak mensuport Bintang.
"Ayo...Bi...kamu bisa...."teriakan Hana langsung membuat suporter di tribun yang lain ikut mensuportnya.
Bintang mendengar suara teriakan Hana,dia berusaha konsentrasi tetap fokus pada pertandingan dan lawannya di depannya,dia tetap konsisten melakukan serangan hingga poin demi poin bertambah dan meninggalkan cukup jauh bagi lawannya,dan Bintang pun memenangkan pertandingan di kualifikasi pertama dan berhasil masuk ke babak kualifikasi kedua.
Melihat kemenangan Bintang Hana berjingkrak kegirangan dia lupa dengan apa yang di katakan pada kedua temannya kalau dia akan menghindari Bintang.Dini yang melihat kawannya penuh antusias dan sangat berenergi membuatnya geleng-geleng kepala.
Orang ini kepalanya bukan masih sakit ya,tapi loncat-loncat kaya orang nggak sakit ajah.
Batin Dini.
"Din...kita kebelakang yuk foto sama atletnya"Hana masih semangat.
Hana dan Dini pun menuju tempat dimana para atlet di sediakan ruangan untuk jumpa fansnya,disana ada Bintang dan atlet yang lainnya,saat Dini ingin menghampiri Bintang Hana malah menghampiri atlet bule yang tadi menjadi lawan Bintang,Dini bingung sementara Bintang yang habis berfoto dengan fansnya melihat Hana berfoto dengan lawannya tadi langsung menghampirinya.
Bintang langsung menarik tangan Hana,Dini menepuk jidatnya.Hana bingung dengan kelakuan Bintang.
"Kenapa lu biarin Hana foto sama ntu bule sih Din..."kata Lucky tiba-tiba yang muncul dari belakangnya.
"Elu...ngagetin ajah"Dini terkejut saat menoleh kebelakang badannya.
"Mana gue tahu dia bakalan foto sama ntu bule,gua juga kaget sama reaksinya Bintang begitu"Dini berkata pasrah.
Mereka berdua pun menyusul Bintang dan Hana di pojok ruangan.
"Kamu kenapa foto sama dia!"Bintang sedikit kesal.
"Emang salah ya,kan dia sama kamu sama-sama atlet aku cuma buat kenang-kenangan ajah ko apa salah,terus kenapa ini jadi masalah bagimu?"
Bintang kesal dia hanya mengepalkan tangannya di bawahnya dan langsung pergi dari hadapan Hana.kedua teman Hana hanya menepuk jidat mereka melihat ketidak pekaan temannya.
"Dia itu polos atau bodoh sih Din udah jelas-jelas Bintang cemburu sama dia"Lucky gereget melihat Hana.
"Gue tahu bukannya dia nggak peka kalau Bintang ada hati sama dia,dia cuma nggak mau berharap dan akhirnya kecewa yang gue baca dari fikiran Hana sih begitu"
"Iya harusnya Bintang bilang kalau dia itu sebenarnya cinta sama dia baru dia sadar"Lucky masih melihat ke arah Bintang yang masih jumpa fans.
"Tapi kayanya susah dan berat banget buat dia bilang perasaan yang sebenarnya"
Saat mereka sedang asik berbicara Hana menghampiri Bintang yang sudah selesai dengan fansnya,terlihat Bintang manyun saat Hana ada di depannya,Hana menyodorkan ponselnya pada Bintang dan memasang senyum manis semanis gula pasir hingga membuat Bintang yang manyun menjadi ikut tersenyum padanya.
"Aku tak akan berpaling pada siapa pun walau aku berfoto dengan atlet lain selain kamu tapi hanya kamu idola ku"
"Sini biar gue yang ambil foto kalian berdua"Lucky langsung mengambil ponsel Hana dan memotret mereka berdua.
Saat membidik foto mereka berdua Lucky berdoa dalam hatinya semoga kalian benar-benar di persatukan oleh tuhan.
...***...
Malam itu Hana merebahkan dirinya di kasur kamarnya,tak lama pesan masuk di ponselnya,dilihatnya pesan dari Lucky dia mengirim pesan bahwa dia sudah memberikan bahan yang harus Hana gambar di emailnya.
Hana pun melihat email yang dikirim Lucky,dia baca baik-baik dan ada beberapa foto yang di lampirkan oleh Lucky untuk rekomendasi Hana menggambar.Hana berfikir sejenak saat membaca cerita dari Lucky dia berfikir ini bukan seperti cerita perjalanan atlet dari awal menjadi seorang atlet hingga menjadi atlet besar profesional tapi lebih mengarah pada cerita cinta seorang atlet pada seorang gadis.
Hana akhirnya menelpon Lucky.
"Halo...ada apa gue udah kirim bahannya kan ke elu"kata Lucky di sebrang sana.
"Luc ini beneran ceritanya maunya begini?"
"Iya...emang begitu"
"Kok jadi cerita cinta begini sih?"Hana bingung.
"Ya emang lagian atlet nggak boleh gitu jatuh cinta?"
Pertanyaan Lucky membuat Hana tertawa terpingkal-pingkal.
🤣🤣🤣🤣🤣
"Yeh...malah ketawa,benerkan gue atlet juga kan manusia bisa kan dia jatuh cinta,kenapa kita nggak ambil sisi lain cerita seorang atlet bulu tangkis yaitu cerita cintanya kisah cintanya bukan kisah dia dengan bola bulu ajah kan?"
Hana masih terpingkal mendengar Lucky bicara,air matanya sampai keluar karena tertawa.
"Dah gambar ajah gue yakin ini berhasil"
"Ya...nanti gue gambar semoga apa yang lu harapkan terjadi karya kita ini bisa sukses aamiin"
"Aamiin,udah dulu ya gue masih ngurusin kerjaan yang belum selesai nih"
Lucky pun menutup saluran ponselnya.
Hana pun membaca cerita Lucky dan mempelajari bahan yang diberikan oleh Lucky.setelah di telusuri alur ceritanya,Hana merasakan ada kesamaan cerita kehidupan dia dengan Bintang,tentang seseorang yang mengidolakan seorang atlet dan jatuh cinta.
"Kenapa ceritanya harus begini sih?,kayanya Lucky sengaja nih,dia sengaja apa mau nyingunggung gue sih,apa sih maksudnya,dia kan tahu apa yang gue gambar bisa jadi kenyataan kenapa dia malah nulis kaya begini,besok gue mau protes sama dia"
...***...