MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 50 Kecelakaan part 2



Hana sedang memasak di dapur bersama Lucas,hari ini Lucas tidak datang ke restoran karena menemani Hana.Ponsel Lucas tiba-tiba berdering di lihat ternyata itu Lucky.


"Ya...Luc ada apa?"tanya Lucas saat mengangkat telpon.


"Kamu bersama Hana?"Lucky terdengar cemas.


"Ya...kami sedang masak di rumah ayah datang lah kemari bila sempat".


"Lu...Bintang kecelakaan sekarang dia di rumah sakit"Lucky langsung memberitahu Lucas.


"Apa!"Lucas terkejut.


"Beri tahu Hana pelan-pelan jangan sampai dia heboh"


"Baiklah"


Saluran telpon pun terputus.


Lucas melihat ke arah Hana ia bingung bagaimana cara memberitahukan berita tidak baik ini padanya.Hana yang merasa dirinya di tatap oleh Lucas pun bingung.


"Ada apa Lu...kenapa melihat ku seperti itu?"Hana bertanya sambil mengaduk adonan roti di dalam baskom.


"Hemmm Hana..."Lucas berfikir kata-kata apa yang harus dia rangkai untuk menyampaikan berta buruk padanya.


"Ya...kenapa?"masih mengaduk adonan.


"Bintang..."suaranya mengecil.


"Ya...kenapa dia?"Hana mulai curiga ia menghentikan aktifitasnya mengaduk adonan.


Lucas tertunduk.


Hana langsung menghampiri Lucas.


"Apa yang terjadi pada Bintang Lu?kenapa kamu tertunduk seperti itu?"Hana mulai khawatir.


"Bintang kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit"dengan berat hati ia menyampaikan berita tersebut.


Gedubrak....baskom berisi adonan jatuh kelantai karena Hana menyenggolnya.


"Bintang..."Hana seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.


Ayah langsung berlari ke arah dapur karena mendengar keributan didapur.


"Ada apa Hana?"tanya ayah panik.


"Ayah...Bintang ayah...bintang kecelakaan"Hana histeris.


"Astagfirullah"Ayah terkejut."Sudah tenangkan diri mu ayo kita kerumah sakit" ayah langsung mengajak Hana dan Lucas menuju rumah sakit.


Hana melepas sarung tangan dan celemek yang ia gunakan saat memasak.Lucas langsung tancap gas kerumah sakit yang telah di beritahu oleh Lucky.


Hana menangis sepanjang jalan menangis sambil berdoa semoga Bintang baik-baik saja.ayah terus berusaha menenangkan putrinya mengelus elus bahu putrinya yang menangis.


"Ayah...Bintang akan baik-baik saja kan"air matanya terus meleleh keluar wajahnya kini basah dengan air mata.


"Iya...dia anak yang kuat dia pasti baik-baik saja kamu tenanglah dan berdoa untuk keselamatannya"ayah mengelus-elus pundak Hana.


Mobil Lucas pun tiba di parkiran rumah sakit,Lucas memarkirkan mobil dan segera keluar dari mobil menuju ruangan yang telah di beritahu oleh Lucky,Hana berjalan lebih dulu langkahnya cepat di susul oleh ayah dan Lucas.


Lucky duduk di depan sebuah ruangan,Hana yang melihat itu langsung menghampiri Lucky.


"Luc...bagaimana keadaan Bintang,kenapa dia bisa kecelakaan Luc?"


"Bintang sudah di tangani oleh dokter dan tim medis masa kritisnya sudah lewat,hanya menunggu dia sadar saja,tapi..."


Lucky tidak meneruskan kata-katanya.


Maxi dan Coach Yoga keluar dari ruangan Bintang.Hana langsung merangsek masuk.kedalam ruangan saat melihat kondisi Bintang kaki Hana lemas ia lalu jatuh terduduk di samping tempat tidur pasien.Lucky dan Maxi yang melihat itu langsung.membantu Hana untuk berdiri dan memindahkannya ke sofa yang ada di ruangan tersebut,Coach Yoga memberikan segelas air mineral untuk menenangkan Hana.


Hana menolak meminum air itu ia hanya menatap Bintang yang tertidur di tempat tidur pasien,ia berdiri dan mendekat pada Bintang ia berjalan pelan,ia melihat dahi Bintang yang di perban dan tangan yang di perban.


"Kenapa semua ini terjadi Bi...bagaimana bisa?"Hana histeris Hana lalu mencengkram selimut yang menyelimuti Bintang dan tidak sengaja tertarik olehnya Hana lalu melihat kaki Bintang pun di perban membuatnya bertambah histeris.


Lucky yang melihat itu langsung memeluk sahabatnya,berusaha menenangkan sahabatnya.


"Tenang Hana...tenang...lu nggak boleh lemah lu kuat karena cuma lu nantinya yang bisa jadi sandaran Bintang cuma elu yang bisa buat Bintang kuat"


"Luc...tangan sama kakinya Luc..."


"Iya sebelah tangan sama kakinya patah tapi dia masih bisa sembuh dengan oprasi dan terapi"Lucky mencoba menguatkan sahabatnya.


Lucky tidak pernah melihat Hana sehisteris ini,mungkin karena Hana sangat mencintai Bintang.


"Doain yang terbaik buat calon suami lu"Lucky mengusap air mata di pipi Hana.


Hana langsung menjatuhkan kepalanya di dada Lucky,ia menangis,Lucky mengusap kepala Hana seperti seorang kakak pada adiknya.


"Hana tenanglah"Coach Yoga menghampiri Hana dan Lucky dan membantu mereka berdiri dan berpindah ke sofa yang ada di ruangan tersebut.


Coach Yoga memberikan segelas air mineral kepada Hana dan kali ini Hana terima dan meminun air tersebut.


Hana sudah agak tenang ayah lalu duduk di sampingnya mengelus kepala anaknya tanpa bicara.Lucky keluar ruangan dan menunggu di luar ruangan bersama Lucas dan Maxi.


"Bagaimana kejadiannya?"Lucas bertanya pada Lucky.


"Kejadiannya begitu cepat,waktu itu semuanya sudah turun dari bus dan berjalan menuju kedalam hotel tapi tiba-tiba ada mobil ngebut dari belakang Bintang dan langsung menabrak Bintang hingga ia terpental jauh"jelas Lucky.


"Apa sudah di usut siapa panabraknya dan apa motivnya"tanya Lucas.


"Sudah pelakunya sudah tertangkap dia mengendari mobil karena sedang mabuk"terang Lucky.


"Astagfirullah"Lucas beristigfar dan menggelengkan kepalanya.


"Padahal prestasi Bintang sedang bagus tapi kenapa semua ini harus terjadi"Maxi kesal sendiri.


"Beginilah bila orang sedang di uji untuk naik kelas ke kelas yang lebih tinggi,cobaannya sangat berat"kata Lucky.


"Ya kau benar"kata Lucas.


"Tapi aku khawatir bila ia bangun dan mengetahui kondisinya sekarang seperti itu apa dia akan bangkit atau malah terpuruk"Maxi khawatir.


Lucas dan Lucky terdiam.


Semoga Hana bisa membangkitkan jiwa Bintang yang pasti nantinya akan terpuruk.


Lucas dan Lucky berdoa hal yang sama dalam hati mereka.


Maxi dan coach Yoga kembali ke hotel,semua tim yang ada disana menantikan kabar dengan cemas.coach Yoga menerangkan keadaan Bintang yang sangat memprihatinkan hingga semua teman Bintang bersedih dan kesal dengan kejadian itu,bersedih karena keadaan Bintang dan kesal pada pengemudi mobil yang mabuk itu.


Hana menunggu Bintang yang belum sadarkan diri di rumah sakit bersama ayah dan Lucas,sementara Lucky pamit untuk kembali ke hotel sebentar.


Hana duduk di samping tempat duduk Bintang.ditatapnya wajah yang tertidur itu.


"Aku akan tetap berada disisi mu bagaimana pun keadaan mu"Suara Hana setengah berbisik.


Ayah menatap putrinya terlihat aura cinta yang sangat kuat di sekeliling putrinya.


Semoga cinta kalian selamanya nak.


Doa ayah saat melihat putrinya dengan Bintang.


...***...