
Malam Hari setelah makan malam Hana dan Bintang berada di kamar, Hana menayakan apa mereka jadi untuk datang ke rumah ibunya.
"Ya... jadi sayang aku penasaran seperti apa isi kamar mu itu? "Bintang penasaran.
Hana tersenyum.
"Kenapa hanya tersenyum? "Bintang bingung melihat istrinya tersenyum.
Hana menggaruk dahinya yang tidak gatal,bingung menjelaskan pada suaminya.
"Kamu lihat saja besok ya... "
"Ya... kemarilah" Bintang menarik tangan Hana agar istrinya mendekat padanya.
Hana mendekat pada Bintang tapi dia hanya duduk diam di hadapan suaminya, dia takut kejadian tadi sore terulang lagi,bila dia terlalu dekat dengan suaminya.
"Kenapa diam disitu"Bintang ingin memeluk. istrinya tapi tiba-tiba Hana menjauh.
"Kamu kenapa?"Bintang jadi kesal karena istrinya tidak ingin di sentuh.
Karena kesal Bintang malah menjadi buas,Di tariknya baju lengan Hana hingga sobek,dan di paksanya Hana untuk melayaninya, Hana berontak dia tidak mau,karena belum saatnya fikirnya.
Bintang terus memaksa Hana, Hana hampir kehabisan tenaga melawannya,dia tahu ini kewajiban seorang istri pada suaminya tapi saat ini suaminya sedang sakit dia tidak ingin terjadi hal yang buruk pada suaminya bila ia menyerah begitu saja.
Hingga ia menggunakan senjata terakhirnya yaitu air mata, Hana menangis saat Bintang sudah diluar kendali. Bintang yang melihat air mata istrinya menetes langsung melepaskannya dan berpindah duduk di sofa.
Hana menangis di atas kasur memeluk lututnya menundukan kepalanya, dia menangis sesegukan.Bintang yang melihat hal itu jadi merasa bersalah ia lalu menghampiri istrinya dan memeluknya Hana menangis di dada suaminya.di belainya kepala istrinya.
"Maafkan aku"Bintang meminta maaf.
Hana masih menangis.
Tok.. tok..
"Bi... bisa bicara sebentar"dr. Akam mengetuk pintu tiba-tiba.
Bintang langsung membuka pintu.
"Ya ka... "kata Bintang.
Akam sempat melihat ke arah kasur dilihatnya Hana menangis lagi dan tak sengaja Akam melihat baju Hana sobek.Akam langsung menarik tangan adiknya.
"Ayo ikut kakak"dr.Akam kesal.
ada apa dengan kakak sepertinya dia kesal.
Bintang bingung.
dr. Akam membawa Bintang ke ruang kerja opa.
"Duduk kamu"Akam menyuruh adik nya duduk di sofa yang berada di sana.
dr. Akam duduk di depan adiknya.
"Apa yang kamu lakukan pada istri mu"dr.Akam langsung ke inti permasalahan.
Bintang malas menjawabnya.
"Hei... kakak tanya pada mu apa yang kamu lakukan pada istri mu, hari ini dua kali aku memergokinya menangis pertama sore tadi saat di taman dan tadi aku lihat di kamar mu dia menangis dan lengan bajunya sobek apa yang kau lakukan padanya hah"dr. Akam mulai meninggikan suaranya.
Bintang tertunduk masih tidak menjawab pertanyaan kakaknya.
"Bintang.... "Kakaknya geram.
Bintang menarik nafas dalam dan menghembuskanya lagi.
"Aku memaksanya ka"Bintang menunduk.
"Astagfirullah Bintang... kaki mu itu belum sembuh jangan melakukan hal itu dulu,istri mu tahu itu mangkanya dia tidak melayani mu"
"Aku tahu kak"
"Kalau tahu kenapa nekat, kalau terjadi apa-apa dengan mu siapa yang repot istri mu kan?mau sampai kapan kamu merepotkannya? "dr. Akam mulai menasehati adiknya.
Bintang tertunduk.
"Sudah berapa kali kau seperti ini?"dr. Akam mencoba mengorek kebenaran agar bisa memberikan solusi yang tepat.
"Minggu kemarin saat disana sekali dan disini dua kali tadi sore dan saat tadi"Bintang jujur pada kakaknya.
"Astagfirullah Bintang....Bintang... "Kakanya memukul-mukul kepalnya sendiri.
dr. Akam pusing dengan kekakuan adiknya sendiri.
"Sekarang kembali ke kamar mu,akan kakak fikirkan bagaimana caranya agar kamu tidak berbuat seperti itu terus pada istrimu".
"Jangan tidur di sebelah istri mu tidur lah disofa kamar mu,karena itu bisa memicu hal yang seharusnya belum terjadi"Saran dr.Akam.
"Baik ka... "Bintang pun menuruti nasihat kakanya.
Bintang kembali kedalam kamar dilihatnya Hana sudah mengganti pakaiannya karena tadi sobek di tarik oleh Bintang. Hana mengemas pakaian keladalam tas yang akan di bawa besok.
Bintang berbaring di sofa. memikirkan kata-kata kakanya,dan bila di fikirkan olehnya semua yang di katakan kakanya memang benar.
Sementara di ruang kerja opa Akam memikirkan cara agar adiknya tidak menyiksa istrinya terus, dan akhirnya dia menemukan solusi yang tepat untuk adiknya dan istrinya.
"Ya... hanya itu cara satu-satunya"dr.Akam mendapatkan ide cemerlang.
Pagi hari Hana dan Bintang bersiap pergi kerumah ibu,mereka diantar pak Anang.saat mereka ingin masuk kedalam mobil dr. Akam memanggil Bintang.
"Bi... tunggu"dr. Akam menghampiri mereka berdua.
"Kamu kalau bisa besok kembali,masih banyak urusan yang harus kamu kerjakan"
"Urusan apa ka? "Bintang bingung.
"Sudah nurut sama kakak,ini demi kebaikan mu"bisik kakaknya.
"Sudah hati-hatilah dijalan kembali secepatnya"perintah kakanya.
Mobil pun berjalan, di perjalanan Hana bertanya urusan apa hingga dr. Akam memintanya cepat-cepat kembali.
"Urusan kaki ku"Bintang asal menjawab karena dia sendiri tidak tahu urusan apa yang di maksud kakanya.
Perjalanan yang panjang membuat Hana lelah hingga ia tertidur di pundak Bintang, Bintang lalu memindahkan kepala Istrinya ke atas pangkuannya. di belai rambut istrinya dan sesekali di kecupnya rambut itu.
"Maafkan aku karena selalu membuat mu menangis"bisiknya.
Pak Anang yang mengendari mobil sempat mendengar ucapan tuan mudanya.
"Pak Anang apa Bapak tahu jalan ke rumah ibu mertua ku? "
"Tahu den... tadi Nona sudah kasih saya lokasinya di map ponsel"Kata pak Anang.
"Ooo ya... sudah soalnya istri saya tidur dia kalau jalan jauh begini pasti ketiduran di mobil"Bintang memberitahukan kebiasaan istrinya.
Pak Anang tersenyum,seorang pemuda yang dia tahu masa kecilnya kini sudah memiliki istri yang paling di cintainya.
Mobil pun sampai di depan rumah Ibu. Bintang melihat rumah ibu rumah yang sederhana teras yang kecil tapi sejuk dan nyaman karena ibu menanam beberapa tanaman di sana,Bintang membangunkan istrinya.
"Sayang... kita sudah sampai"Bintang mengelus pipi istrinya.
Hana pun berusaha membuka matanya.
"Eh... sudah sampai ya? "Hana bangun dari pangkuan suaminya.
Dan saat Hana bangun deeerrr paha Bintang terasa keram kakinya sulit dingerakan.Hana melihat keanehan pada suaminya dia langsung panik.
"Sayang kamu kenapa? "tanyanya panik.
"Tidak aku tidak apa-apa Hanya kram sebentar juga baik"
"Ya... ampun pasti karena kamu memangku kepala ku tadi saat di jalan, maafkan aku ya... "Hana merasa bersalah.
"Hana kamu ini benar-benar tukang tidur,lihat suami mu sampai kram gara-gara memangku kepala mu"Ibu marah-marah saat menyambut anak dan menantunya.
"Apa sakit Bintang? "tanya ibu lembut.
"Tidak bu hanya sulit di gerakan saja, tapi ini sudah mendingan kok, sudah bisa bergerak"Bintang mulai turun dari mobil kakinya sudah tidak kram lagi.
Mereka pun masuk kedalam rumah.
"Bawa suamimu kekamar mu agar dia bisa beristirahat "ibu menyuruh Hana membawa Bintang memasuki kamarnya.
Hana pun menurut dia membuka pintu kamarnya di ikuti oleh Bintang dan saat Bintang masuk kamar istrinya senyum langsung menghiasi wajahnya.
Saat masuk dilihat jersey yang pernah ia berikan 5tahun yang lalu di pajang di dalam bingkai besar oleh Hana, dan beberapa poster dirinya terpasang di setiap sudut kamar dan ada poster seukuran lemari yang terpasang tepat menghadap kasur. di meja belajar Hana terpajang fotonya dan Hana saat meraih emas lima tahun yang lalu. di samping meja belajar ada sebuah lemari kaca berukuran sedang berisikan komik dan buku-buku novel koleksi Hana.
Bintang duduk di kasur dia tersenyum pada istrinya yang sedang merapihkan kasur.
"Kenapa?"Hana jadi salah tingkah karena suaminya memandangnya terus.
"Terima kasih karena mengidolakan ku"
Hana tersenyum.
"Terimakasih juga karena kau mau mampir ke rumah penggemar mu yang kecil ini".
...***...