
Di ketuk-ketuk kaca mobil oleh Bintang.
"Hana...keluar lah Hana..."Bintang mengetuk kaca mobil Lucky.
Lucky yang melihat kejadian itu tertawa terpingkal tanpa suara.
"Sudah lah Bi...biarkan aku pulang aku malu berada disini"Hana menutupi wajahnya yang merah seperti udang rebus karena malu,ia bisa salah faham dan bisa cemburu buta pada Bintang seperti tadi.
"Ayolah kita bicara dulu keluar lah"Bintang memohon.
Lucky menghampiri Bintang.
"Bi...sudah lah lebih baik lu balik latihan,biar Hana gue yang urus nanti gue kabarin lu ya"Lucky masih senyam-senyum menahan tawanya.
"Ya sudah kalau begitu aku titip Hana ya"
"Oke"mereka pun melakukan tos bersama seolah ada kesepakatan yang berhasil mereka kerjakan.
"Oia ini undangan pernikahan Dini awalnya kita kesini mau antar ini buat lu"Lucky memberikan undangan pernikahan Dini pada Bintang.
Lucky masuk kedalam mobil,ia menyalakan mobil dan melajukannya perlahan untuk keluar dari area parkir kemudian mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang.
...***...
"Woi...mau sampe kapan lu nutupin muka lu"tegur Lucky.
"Gue malu Lucky gue malu..."Hana merengek.
Lucky nyengir tertawa tanpa suara.
"Udah lu nggak salah,nggak ada salahnya orang mengungkapkan cinta"Lucky sok menasehati tapi bibirnya masih cengar-cengir.
"Apaan sih lu"Hana sewot wajahnya sudah tidak dia tutupi lagi.
"Wahahaha"Lucky akhirnya melepaskan suara tawanya.
"Tuh kan elu malah ketawa yebelin lu"Hana sewot.
Lucky menahan tawanya karena melihat Hana sudah sewot.
Gila lu ya parah banget Hana...Hana...
Mobil pun sampai di depan rumah Hana,ia turun dari mobil sedangkan Lucky langsung pergi karena masih banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.
Dikantor Lucky tertawa terbahak-bahak sambil menelpon.
"Gila gue nggak nyangka bakalan seheboh itu loh Bi"
"Iya aku juga kaget tadi ku fikir dia nggak akan sampai menangis,aku tak tega melihatnya tadi pipinya basah karena air mata,aku baru melihatnya menangis"
"Biarin biar nggak usah gengsi mulu tuh anak,kesel gue orang cinta tapi nggak mau ngaku,kalo lu dah di ambil orang baru tahu rasa dia"
"Apa sebesar itu ya dia mencintai ku?"Bintang malu-malu bertanya.
"Rasa cintanya melebihi rasa cinta lu Bi...lu ingat gimana dia rela terkena pukulan preman sampe kepalanya terluka dan hampir mati"Lucky terdengar serius.
"Lu tahu siapa yang dia tanyain saat dia sadar?itu lu Bi...dia hampir mati tapi masih inget lu,coba lu fikir betapa besarnya cintanya sama elu,dia memang ga pernah bilang pake mulutnya kalo dia cinta sama lu tapi dari semua tindakannya sama lu itu menunjukan bahwa dia sangat mencintai lu"
Bintang terharu mendengar cerita Lucky hingga ia tak menyadari air matanya menetes di pipinya.
"Gue inget banget dulu waktu ada festival olahraga pas kita SMP,dia habis beli air minum buat tim kita,dia langsung lari ke arah gor bukutangkis kata dia mau dukung kenalannya,yang baru gue tahu akhir-akhir ini orang itu adalah lu,dulu dia bilang sama kita dia yakin lu bakalan jadi atlet yang hebat dan itu terbukti sekarang lu beneran jadi atlet yang hebat"
Bintang ingat masa itu saat festival olahraga saat ia bertemu Hana yang sedang membawa air meneral untuk kawan-kawannya,itu adalah pertemuan kedua kalinya dengan Hana,waktu itu dia tak menyadari kalau Hana menonton perrtandingannya,dia fikir Hana akan tetap berada di gor basket untuk mendukung teman-teman sekolahnya,ia tak menyangka kalau Hana menepati janjinya untuk mendukungnya.
Terima kasih Hana Kamu selalu ada untuk ku kau benar-benar malaikat pelindungku.
"Bi...lu masih dengerin gue?"Lucky bertanya di telpon karena tak mendengar suara Bintang.
"Ya...Luc aku masih dengerin kamu"
"Wah...lu terharu ya denger cerita gue?"Ledek Lucky.
Jadi kejadian tadi itu adalah skenario Lucky,Lucky menyuruh Bintang untuk mencari seorang cewe yang bisa di ajak kedalam drama tadi,untuk memancing kecemburuan Hana,dan Lucky pun meminta Dini mengatarkan undangan dan menitipkan undangan Bintang pada Hana,padahal Lucky sendiri sudah menerima lebih dulu undangan dari Dini tapi tadi dia berpura-pura menanyakan undangannya pada Hana,ternyata rencananya berhasil Hana terpancing walau semua nggak terduga kalau Hana bisa sampai menangis tadi.
Untungnya Bintang ada ka Amel yang sedang berlibur dirumah,ia meminta ijin ka Akam untuk membantu rencananya dan Akam pun menyetujui rencana tersebut,karena dr.Akam tahu bagaimana adiknya sangat mencintai Hana.
Terima kasih sudah sangat mencintai ku Hana.
...***...