MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 101 Bidadari Surga



Hana memungut sayuran yang berserakan di lantai, saat dirinya berdiri Hana merasakan pusing dan pandangannya menjadi gelap dia lalu menjatuhkan sayuran ke lantai lagi dan Hana pun terjatuh dan pingsan.


Bintang dan Bu Marni yang melihat itu langsung panik Bintang langsung menggendong istrinya dan di taruh di sofa.


"Sayang... sayang... kamu kenapa? "Bintang cemas.


Dilihatnya wajah Hana sangat pucat.


"Den kasih ini di hidungnya biar cepat sadar"Bu Marni memberikan botol minyak kayu putihn pada Bintang


Bintang menetaskan minyak kayu putih ditangannya dan di angin-anginkan di hidung istrinya agar dihirup oleh Hana, dan tak lama Hana pun sadar dari pingsannya.


"Sayang.... sayang... kamu kenapa?"Bintang cemas.


"Nggak tahu sayang kepala ku pusing sepertinya anemia ku kambuh"


"Kita ke dokter ya, sebentar aku ganti pakaian dulu"Bintang berlari ke arah kamarnya dia langsung mengganti pakaiannya dan segera turun dia lalu menggendong istrinya dan. membawanya kedalam mobil.


Hana masih terlihat lemas dan pucat,Bintang langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat Clara dan dokter Akam bekerja.


Sesampainya di rumah sakit, Bintang ingin mengendong Hana tapi Hana menolak. dia malu bila harus di gendong karena dirinya masih kuat berjalan.


Bintang menuju ruang praktek Clara dan untungnya Clara sudah tiba disana hingga mereka pun langsung bisa masuk tanpa harjs menunggu.


"Kenapa?"tanya Clara.


Clara melihat wajah Hana sangat pucat dan lingkar matanya gelap.


"Dia pingsan tadi"kata Bintang cemas.


"Oh... sini di tensi dulu"Clara menensi darah Hana dan memeriksa kelopak mata bagian bawah Hana pun pucat.


"tekanan darahnya rendah sekali,kamu kurang tidur ya"tanya Clara pada Hana.


Hana hanya mengangguk.


"Baik kita periksa sekalian denyut jantung dede bayinya ya"Clara memasang alat diperut Hana dan terdengar suara detakan jantung Bintang mendengar hal itu tersenyum senang.


"Denyut jantungnya bagus, sekarang kita lihat dede bayinyanya"Clara pun menyemprotkan cairan licin pada perut Hana dan meraba perutnya denga alat usg hingga terlihat bentuk bayi di monitor usg.


"Itu anak mu... gerakannya aktif bagus... "kata Clara pada Bintang.


Bintang yang melihat minitor usg terlihat senang, wajah kecemasan yang tadi terpasang hilang setelah melihat hasil usg anaknya.


"Apa sudah bisa melihat jenis kelaminnya"tanya Bintang.


"Sudah....jenis kelaminnya laki-laki".


Hana dan Bintang yang mendengar hal itu terlihat senang.


"Jaga kesehatan mu Hana, karena bila kamu kenapa-napa kasihan bayi mu"Kata Clara.


"Iya... "


"Aku akan kasih resep obat nanti kamu tebus di apotek ya Bi.. jaga pola makan perbanyak makan protein dan juga buah dan sayuran agar tekanan darah mu tidak rendah dan jangan kurang tidur,tidur yang cukup istirahat yang cukup itu bisa membantu mengurangi resiko melahirkan"


"Tuh... sayang... makan ya yang banyak dan banyak istirahat jangan terlalu lelah"


"Iya... "


Bintang pun menebus obat di apotek sementara Hana menunggu didepan ruangan Clara,karena Clara harus memeriksa pasien yang lain.


Bintang selesai menebus obat dan ia pun mengajak istrinya kembali kerumah, di perjalanan Bintang menayakan pada Hana apa dirinya kurang tidur semalam.


" iya aku tidak tidur semalam"


"Kenapa tidak tidur? "


"Bagaimana aku bisa tidur saat tahu kamu sangat marah pada ku"


Bintang merasa bersalah pada istrinya.


"Maafkan aku ya sayang, setiap kali kita bertengkar kamu selalu sakit"


"Iya di aktif sekali tadi"Bintang terlihat senang mengingat hasil usg istrinya.


...***...


Mobil Bintang tiba di rumah Bintang langsung membawa Hana ke kamar,Bu Marni yang cemas mengantarkan sarapan ke kamar Bintang.


"Den... sarapan dulu tadi belum sarapan"Bu Marni mengantarkan dua piring berisi sarapan dan susu.


"Oia Bu Terima kasih"Bintang mengambil nampan yang di bawa Bu Marni.


"Bu... maaf apa ada pisang di dapur kalau ada tolong bawa kesini,buat istri Bintang minum obat"


"Ooo ada den... sebentar Ibu ambilkan"Bu Marni langsung berjalan ke arah dapur dan mengambil pisang untuk Hana.


"Den... ini pisanganya"Bu Marni mengantarkan pisang.


"Ooo ya terima kasih Bu"Bintang mengambil pisang tersebut.


"Gimana keadaannya si Non? "tanya Bu Marni.


"Dia kurang darah,tekanan darahnya rendah sekali di tambah dia kurang tidur mangkanya dia pingsan"jelas Bintang


"Ooo begitu istirahat Non biar sehat orang hamil memang harus banyak istirahat dan makan banyak biar bayi dan ibunya sehat"kata Bu Marni pada Hana.


Hana tersenyum mendengar nasihat Bu Marni.


"Ibu permisi dulu ya Den... Non... "Bu Marni pun keluar dari kamar Bintang.


"Sayang... makan dulu ya setelah itu minum obatnya dan kamu istirahat ya... "Bintang membawa nampan berisi sarapan ke atas kasur.


Hana pun bersiap untuk makan. Bintang ingin menyuapinya tapi Hana menolak,dia ingin makan sendiri.


"Kamu juga makan"kata Hana.


"Iya... "Bintang pun memakan makanannya.


"Sehat ya sayang"Bintang membelai wajah istrinya.


Hana tersenyum dan menaruh pipinya di telapak tangan Bintang, Bintang sangat senang bila istrinya sedang manja seperti ini.


"Makan lah untung kejadian seperti ini terjadi saat kamu libur latihan kalau tidak kamu pasti ijin sama coach kamu untuk tidak latihan dulu"


"Iya kamu benar"kata Bintang dan ia pun mulai memakan sarapannya.


selesai memakan sarapan Bintang langsung memberikan Hana obat Hana pun minum Obat di bantu dengan buah pisang. setelah minum obat Hana pun tertidur.Bintang melihat wajah istrinya yang terlelap. di belainya wajah tersebut dan di kecupnya kening istrinya.


"Aku sayang kamu"bisiknya.


Bintang keluar kamarnya membawa nampan berisi piring kosong ke dapur, dilihatnya Bu Marni sedang memasak.


"Gimana si Non Den? "tanya Bu Marni.


"Dia sedang tidur,semalam dia tidak tidur katanya Bu"jelas Bintang.


Bu Marni sangat prihatin pada istri tuan mudanya,Bu Marni mendengar Bintang semalam berteriak pada Hana dan melihat Bintang tidur semalaman di sofa ruang tamu.


Dia pasti nggak bisa tidur karena kalian bertengkar semalam Den Bintang kalau sudah marah memang sulit untuk di bujuk,tapi apa yang memicu pertengkaran mereka berdua sampai Den Bintang semarah itu, setahu saya dia ini nggak pernah marah kecuali memang ada orang yang mencari masalah dengannya.


Fikir Bu Marni yang faham betul sifat tuan mudanya.


Bintang kembali ke kamarnya, dia duduk di sofa kamar, menatap keluar jendela dan angin dari luar jendela menyapu wajahnya.


Bintang pun melakukan pemanasan kecil di dalam kamarnya, tubuhnya biasa bergerak bila tidak bergerak otonya akan terasa kaku.


Hana masih terlelap tidur Bintang tersenyum melihat wajah istrinya yang terlelap dia ingat istrinya suka menciumnya diam-diam di saat dia tertidur.


"Aku dengar apa yang kau ucapkan semalam sayang... aku beruntung memiliki istri berhati bagai embun pagi,kau baik dan menyejukan hati,walau aku tidak setuju dengan perbuatan mu tapi aku sadar apa yang kau katakan itu memang benar, kalau kita tidak boleh menyimpan dendam,dan keluarga orang-orang itu memang tak bersalah cukup menghukum mereka yang bersalah pada mu anak dan istri mereka jangan di libatkan,ya allah terima kasih karena kau mendampingi ku dengan bidadari dari surga"


...***...