MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 95 H B



Hana membekap mulut Lucky,hingga.membuat Bintang penasaran,karena dia tahu bila reaksi istrinya sudah seperti itu berarti itu benar-benar rahasia yang harus di ketahui olehnya.


"Luc... diem nggak luh berani elu ngomong ke dia gue cekik leher luh"bisik Hana mengancam.


"Eh... biarin kali dia udah jadi suami elu ini nggak usah malu"Lucky masih saja bergaya cuek.


"Sayang biarkan dia biacara"Bintang menarik tangan Hana.


"Sayang... jangan didengarkan omongan Lucky ya hehe kita pulang saja yuk...."Hana berusaha menghindar.


Tapi Bintang masih penasaran rahasia apa di bawah pohon jambu di asrama yang di simpan istrinya.


"Nggak aku mau dengar cerita rahasia itu pasti berkaitan sama aku"Bintang penasaran.


Lucky merasa menang karena Bintang terpancing Hana yang jadi gereget sama Lucky.


"Elu periksa ajah ntu pohon besok pas latihan gue nggak enak mau bilangnya istri elu dah melotot ajah ke gue dari tadi"Lucky cengengesan.


Bintang di tarik Hana untuk pulang,dan Bintang pun menurutinya,karena Lucky menolak membocorkan rahasia sahabatnya.


Di perjalanan menuju rumah Bintang masih penasaran dengan rahasia yang di sembunyikan istrinya di bawah pohon jambu di belakang asrama.


...***...


Malam itu Bintang dan Hana langsung berangkat menuju rumah Bintang, saat sebelum mereka meninggalkan rumah Oma tak lupa mereka berpamitan pada Oma, Opa dan juga Mamah yang sekarang mengurus Oma dirumah sementara papah jarang pulang kerena bisnis diluar kota tidak bisa di tinggalkan.


"Baik-baik lah kalian disana dan sering-seringlah berkunjung kesini"Oma sedih melepas cucu dan cucu mantunya keluar dari rumahnya.


"Pasti Oma... kami pasti akan sering berkunjung kesini"kata Bintang.


Mereka pun menaiki mobil dan berlalu dari rumah oma menuju rumah pribadi Bintang. sesampainya mereka disana Hana bingung, karena semua lampu padam.


"Sayang...kenapa rumah mu gelap begini? "


"Mungkin Ibu Marni lupa menghidupkan lampunya sayang"


"Ayo"Bintang mengajak istrinya keluar dari mobil.


Hana ketakutan dia merangkul lengan Bintang.


"Kamu takut ya? "


Hana memgangguk, Bintang tahu istrinya sangat takut hantu mangkanya dia sangat takut bila di kegelapan.


Bintang berjalan kearah teras dan membuka kunci rumah di nyalakan lampu teras dan sekarang Bintang menuju ruang tengah Hana masih erat merangkul lengan suaminya saat lampu tengah di nyalakan.


Blar.... Surprise..... Semua teman-temannya sudah ada disana Dini bersama suaminya ,Lucky bersama Clara juga Ibu marni asisten rumah tangga yang bekerja disana.


Dini langsung menyalakan lilin yang menancap di atas kue ulang tahun.


Hana benar-benar terkejut karena dia sendiri lupa bahwa dirinya hari ini berulang tahun.


"Selamat ulang tahun sayang.... "Bintang mengucup pipi istrinya.


"Terima kasih sayang... aku sendiri pun lupa hari ulang tahun ku"


"Ah... itu mah biasa, dia nggak pernah inget kapan hari kelahirannya sendiri"Lucky nyeletuk.


"Ayo Hana tiup lilin nya tapi ucapkan permohonan dulu sebelum meniup lilinya"Dini menyodorkan kue ulang tahun dengan lilin yang sudah menyala.


Hana berdoa dalam hatinya,sebelum menuip lilin nya. dan dia pun menuip lilinnya.


"Apa permohonan mu? "tanya Bintang penasaran.


"Semoga kita selalu sehat dalam lindungan allah dan semoga cinta kita abadi selamanya"


"Cie..... "mereka meledek.


Bintang memeluk istrinya.


"Kamu ini belajar dari mana sih suka buat kejutan begini?"tanya Hana penasaran.


"Dari kamu"jawab Bintang singkat.


"Hah... dari aku? kapan aku mengajari mu?"Hana bingung.


"Ya... karena rasa cinta ku pada mu lah yang mendorong aku menjadi laki-laki yang penuh kejutan karena aku ingin selalu melihat kamu bahagia sayang"Bintang gemas mencubit pipi istrinya tapi tidak keras.


"Woi... woi... udah-udah mesra-mesraannya nanti ajah di kamar mending kita makan dulu"celetuk Lucky.


Clara yang gemas melihat tingkah konyol suaminya akhirnya mencubit perut suaminya.


"Aw... sakit cantik... "Lucky kesakitan.


Hana dan Bintang tersenyum melihat mereka berdua.


"Bu... Marni ini istri Bintang tolong jaga dia ya kalau Bintang sedang tidak dirumah"Bintang memperkenalkan Hana pada asisten rumah tangganya yang sebenarnya sudah bekerja sejak lama di keluarga Oma, Ibu marni adalah istri dari pak Anang dia tahu masa kecil nya Bintang.


Cantik dan menggemaskan benar kata suami. ku, nona muda yang satu ini cantik dan menggemaskan.


Mereka semua pun makam malam bersama dengan tenang, Setelah makan malam Lucky langsung pamit pulang karena dia tahu Bintang pasti akan mencecarnya dengan. pertanyaan rahasia d bawah pohon jambu itu. Biar Bintang tahu sendiri apa rahasia di bawah pohon jambu itu fikirnya.


Keesokan paginya Hana sudah mempersiapkan semua keperluan suaminya untuk berangkat latihan, dan dia pun tak lupa menyiapkan sarapan untuk suaminya dia membuat kan sandwich berisi sayur telur dan kornet agar menambah energi suaminya saat latihan tak lupa dia pun membuatkan jus alpukat.


"Non... pagi-pagi sudah serepot ini"kata Bu Marni saat melihat Hana sibuk didapur.


"Hehe sudah biasa bu"


selesai membuat sarapan untuk suaminya Hana membawanya tapi saat dirinya membawa nampan berisi sarapan ke arah kamar ternyata suaminya sudah menuruni tangga menuju meja makan.


"Sayang... kamu sudah siap? "tanya Hana.


"Iya... "Bintang langsung duduk di meja makan.


"Sarapan mu"Hana menurunkan isi nampan ke atas meja makan.


"Kamu tidak sarapan? "tanya Bintang yang hanya melihat satu porsi sarapan.


"Nanti saja"


Bintang memakan sandwich yang di buat istrinya dan ia memberikan jus alpukat pada istrinya.


"Minumlah kasihan anak ku nanti bila mamahnya belum makan pagi"


Hana tersenyum dia lalu menerima gelas berisi jus alpukat dan meminumnya.


"Jangan lupa minum susu dan vitamin yang diberikan dokter untuk mu"


Hana tersenyum,walau dirinya kesal karena harus meminum sesuatu yang sangat dia tidak sukai yaitu susu dan obat, tapi karena semua demi anak yang di kandungnya dia pun dengan rutin meminum itu,selain itu suaminya selalu mengingatkannya.


Bintang pun berangkat ke tempat latihan Hana mendampinginya sampai dia menaiki mobil dan meninggalkan halaman rumah. Hana masuk kedalam rumah dilihatnya rumah sebesar ini hanya dirinya sendiri dan hanya ditemani oleh satu orang asisten rumah tangga, Hana akhirnya berjalan kedapur dan melihat isi kulkas disana ada beberapa bahan untuk di masak.


"Non... sedang apa?"tanya bu Marni.


"Hana mau masak Bu... nanti pas suami datang habis latihan biar dia langsung makan"


Bu Marni tersenyum melihat Nona mudanya sangat menyangi suaminya.


"Sini ibu bantu"


Hana dan Bu marni pun masak bersama.


sementara Bintang melakukan latihan rutin di lapangan,bersama pelatih dan kawan-kawannya mengingat beberapa hari lagi turnamen akan segera di selenggarakan.


Saat dirinya istirahat dia melihat ponselnya, ternyata istrinya mengirim pesan.


Sayang... aku ingin buah jambu air yang ada di asrama bisa kamu petik buahnya, tapi jangan sampai buahnya menyentuh tanah ya...


Bintang langsung menepuk jidatnya melihat pesan istrinya yang sangat aneh.


Maxi yang sekarang sudah menjadi seorang ayah penasran dengan tingkah kawannya.


"Kenapa?"tanya Maxi penasaran.


Bintang memberikan ponselnya agar Maxi membaca pesan istrinya,spontan Maxi tertawa keras hingga coach yoga pun ikut penasran.


"Kenapa?"tanya caoach.


Dan Maxi memberikan ponsel Bintang pada caoch agar coach membacanya. dan setelah membaca pesan Hana coach pun tak bisa menahan tawanya.


"Sudah turuti saja istri mu kan sedang hamil. itu kemauan bayinya"coach menasehati.


"Ya... tapi memetik buah jambu tanpa menyentuh tanah apa tidak aneh"Bintang tak habis fikir dengan permintaan istrinya.


"Begini kamu panjat pohon itu tapi hati-hati takut jatuh lalu kamu petik buahnya dan masukan ke kantung celana mu jadikan tidak menyentuh tanah"saran Coach.


Dan Bintang pun segera menuruti saran pelatihnya dia langsung berlari ke belakang asrama tak lupa dia mengajak Maxi bersamanya.


Bintang melepas sepatu dan kaos kakinya kemudian dia memanjat pohon tersebut sementara Maxi menunggunya di bawah pohon.


"Hati-hati Bi... "kata Maxi dar bawah pohon.


"Iya... "jawab Bintang.


Bintang pun memetik beberapa buah jambu yang sudah berwarna merah tua dan mengantunginya di dalam celananya,dan di rasanya cukup untuk di bawa pulang, dia pun menuruni pohon tersebut, saat dirinya turun dari pohon dirinya meraba sesuatu di batang besar pohon itu dilihatnya sebuah ukiran yang hampir tertutup kulit pohon tersebut Bintang menyingkirkan kulit yang menghalangi ukiran tersebut sebuah ukiran huruf H❤B.


Inikah rahasia yang di maksud Lucky.


Bintang tersenyum sambil meraba ukiran di pohon tersebut.


H❤B.


...***...