MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 43 Seminar



Pagi itu Hana bersiap pergi bersama Lucas ke seminar di kota,karena ayah Hana akan menjadi narasumber pada seminar tersebut.


"Apa ayah selalu hadir dalam seminar seperti ini?"tanya Hana pada Lucas.


"Ya...dia selalu menjadi narasumber ayah mu itu termasuk guru besar di negara ini Han..."Lucas berbicara penuh antusias.


"Tapi kenapa ibu ku tidak bangga ya?dengan pencapaian ayah ku?"Hana bingung.


"Entah lah"Lucas menjawab singkat.


Hana terdiam dia menatap kesamping jendela melihat suasana kota melihat begitu banyak gedung bertingkat.tiba-tiba ia ingat satu hal.


"Oia Lu...kamu tahu tempat pertandingan bulutangkis dimana?"Hana memalingkan wajahnya ke arah Lucas.


"Oh...itu biasanya di kota sebelah jaraknya tidak jauh sekitar 40menit dari kota ini,kenapa memangnya?"Lucas penasaran


"Lucky pasti ada disana untuk meliput"


"O...ya...kenapa dia tidak bilang akan ada kerjaan di negri ini?"


"Mungkin dia sibuk"


"Ya sepertinya begitu,oia nanti siang kebetulan kita ada meeting di kota itu,sekalian saja kita ketemu Lucky"Lucas memberitahu.


"Meeting kok kamu baru bilang sekarang?"


"Iya nanti kamu akan di bantu Nina untuk persiapan"Lucas tetap fokus mengemudi.


"Maksudnya?"Hana bingung


"Ya kamu akan di dandani oleh Nina layaknya wanita,eh maksud ku layaknya seorang owner restoran begitu,masa kamu mau bertemu dengan tim kita dengan dandanan yang cuek begitu"


"O...begitu bisakah sehabis kita meeting kita mampir ke gedung olah raga untuk melihat pertandingan bulutangkis?"Hana bertanya antusias.


"Bisa sekalian kita bertemu saudara kembar ku itu"


"Hehe"Hana tertawa kecil.


Mereka pun sampai ke gedung kota,disana sudah ramai orang berkumpul terutama para seniman lukis.


"Wah...ramai juga ya"Hana takjub.


"Ya...memang seperti ini bila guru besar mengadakan seminar"terang Lucas.


"Lalu dimana aku bisa bertemu ayah ku?"tanya Hana.


"Ayo ikut aku biasanya beliau ada di ruangan yang sudah di sediakan di dalam"Lucas mengajak Hana.


Lucas dan Hana menuju ruangan yang khusus di persiapkan untuk tamu-tamu khusus.Lucas menunjukan tanda pengenalnya yang khusus diberikan oleh ayah Hana tempo hari hingga ia bisa menemui ayah Hana secara pribadi bila ada acara seperti ini.


Mereka diantar oleh petugas yang menjaga di dekat ruangan tersebut,sampai didepan pintu terdengar ada beberapa orang didalamnya.


Tok..tok...pintu di ketuk oleh petugas tersebut dan tak lama pintu pun terbuka,petugas memberitahukan kepada seorang pria yang membuka pintu kalau ada yang ingin menemui guru besar dengan tanda pengenal khusus,orang yang membukakan pintu tersebut pun mempersilahkan Lucas dan Hana masuk.


Saat mereka berdua masuk terlihat ayah Hana sedang mengobrol dengan dua orang sebayanya,Hana berdiri di belakang Lucas hingga tidak kelihatan oleh ayahnya.


"Oh...Lucas kamu datang hari ini,kemarilah"Ayah Hana memintanya mendekat.


Saat Lucas melangkah terlihat ada orang lain yang berjalan di belakangnya.


"Kau datang dengan siapa?"tanya ayah penasaran.


"Dengan ku ayah"Hana muncul dari belakang badan Hana.


Ayah langsung terkejut ia langsung menghambur kearah Hana,di peluknya putrinya.


"Hana...putri ku...kapan kau datang?"wajah ayah terlihat gembira.


"Semuanya perkenalkan ini putri ku Hana"ayah lalu mengenalkan Hana pada kedua temannya dan kepada seorang pemuda yang tadi membukakan pintu.


"Hana perkenalkan ini teman ayah kedua orang ini adalah seniman dan guru besar di sini dan ini dia adalah murid ayah"ayah mengenalkan kedua orang temannya yang sebayanya dan seorang pemuda yang dia bilang muridnya.


Hana pun hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Apakah dia putri anda yang mewarisi bakat anda guru?"tanya pemuda itu.


"Ya...kau benar"ayah dengan bangganya mengakui itu.


"Ayah bisa kita bicara sebentar?"tanya Hana.


"Oh...baiklah"Ayah mengajaknya duduk.


Melihat keadaan yang ramai di ruangan Hana memutuskan untuk menunda pembicaraan mereka.selain itu sudah waktunya bagi ayah dan teman-temannya memberikan seminar di panggung.


"Ya...ayah".


Setelah seminar selesai ayah langsung menemui Hana,tapi karena menjelang siang dan mereka ada meeting akhirnya Hana mengajak ayahnya bersamanya dengan Lucas.


Didalam mobil.


"Apa yang akan kau bicarakan"tanya ayah.


"Ayah apa ayah tidak merindukan ibu?"


"Rindu ayah selalu merindukannya"


"Tapi kenapa ayah tidak pulang-pulang selama dua tahun"Hana kesal.


"Apa ibu mu yang meminta mu untuk kemari"


"Tidak ini kemauan ku sendiri"Hana masih kesal.


"Ayah...ada seseorang yang melamar ku"Hana ragu.


"Apa?"Ayah terkejut."benarkah itu anak ku?"terlihat di wajah ayah raut wajah bahagia.


"Ya...ayah tapi bagaimana aku busa menikah bila wali nikah ku saja tidak mau kembali pada keluarganya"Hana kembali kesal.


"Siapa pria tersebut Lucas atau Lucky"


Lucas tersenyum di belakang kemudi mendengar perkataan ayah.


"Ayah...masa mereka mau melamar ku"Hana tambah kesal.


"Ya...habis yang ayah kenal dan yang ayah tahu kamu itu hanya di kelilingi mereka berdua seumur hidup mu"


"Ayah..."Hana merengek kesal.


"Hahaha"ayah tertawa lalu merangkul anaknya.


Hana cemberut.


"Katakan siapa yang berani melamar mu?"tanya ayah lembut.


Hana melepaskan rangkulan ayahnya.


"Dia...Bintang ayah"Hana tertunduk malu.


"Apa"Ayah berteriak hingga sempat membuat Hana dan Lucas terperanjat.


"Apa ayah tidak salah mendengar?"tanya ayah tak percaya.


"Iya ayah"Hana masih tertunduk malu.


"Kau tidak menggambar kisah cinta mu sendiri kan nak?"ayah bertanya ragu.


"Tidak ayah aku tidak berani"


"Oh...baguslah"Ayah terlihat lega."Lalu bagaimana bisa dia jatuh hati pada mu?"Ayah penasaran.


"Aku pun tidak tahu ayah"


"Mungkinkah ini memang takdir mu nak,kau sangat megidolakan dia hingga allah menakdirkan kalian berjodoh,oia apa ibu mu sudah tahu hal ini?"


"Belum ayah,ibu belum tahu,mangkanya aku kesini untuk menjemput ayah pulang bersama ku,karena rencananya Bintang akan melamar ku secara resmi setelah turnamen selesai bulan ini"


"Baiklah ayah akan pulang dan bersiap menerima ocehan ibu mu saat menyambut kita di depan rumah hahaha"


Mobil pun tiba di hotel tempat mereka meeting,sesampainya disana Nina sudah menunggu ia lalu membawa Hana ke dalam kamar hotel dan mendandaninya,Hana mengenakan pakaian kantor resmi,ia memakai blezer set berwarna merah marun dengan rok selutut dan memakai sepatu platform pump heels yang di disain bagian bawah cukup tebal dan akan membantu kaki berjalan cukup nyaman dan mengatur keseimbangan bagi orang yang baru memakai sepatu hak tinggi.


Nina lalu memoles wajah Hana dengan riasan tipis memakaikan fondation dan bedak lalu memberikan sentuhan di bagian mata memakaikan eye shadow berwarna coklat dan memakaikan eyeliner di bulumata Hana,dan sentuhan terakhir adalah lipstik berwarna peach,Nina pun menyisir rambut Hana dan di biarkan terurai karena rambut Hana yang Lurus dan hanya panjang sebahu membuatnya terlihat cantik dan feminim bila di biarkan terurai. make over pun selesai,Nina takjub sendiri melihat penampilan Hana yang sangat berbeda.


"Nona...anda cantik sekali..."Nina terkagum dengan kecantikan Hana.


"Hehe kamu bisa saja aku jadi seperti ini juga berkat kamu"


"Apa kita sudah selesai?"tanya Hana.


"I...iya Nona"Nina masih terperanga menatap Hana.


"Ayo kita keluar sekarang sepertinya semuanya sudah berkumpul"Hana dan Nina pun berjalan bersma ke tempat mereka meeting.


...***...