
Pagi ini Hana sudah merapihkan baju Bintang semalam ia langsung mencucinya dan menjemurnya di gantungya baju dan di angin-angini dengan kipas angin agar baju itu cepat kering.Pagi ini ia berencana ke asrama untuk mengembalikan baju Bintang dan berterima kasih padanya.
Hana pun berangkat ke asrama atlet sendirian Lucky sibuk dengan pekerjaannya dan Dini juga sedang sibuk dengan urusan pribadinya.
Saat di asrama Hana langsung berjalan ke gor karena biasanya kalau pagi para atlet sedang latihan,Hana ke gor dia mengedarkan pandangannya di carinya Bintang tak ia temukan Bintang dimana pun.Maxi teman sekamar Bintang melihat Hana ia lalu mamanggil Hana.
"Kamu mencari Bintang?"Maxi menghampiri Hana ia sudah meminta ijin pada pelatihnya untuk bicara sebentar dengan Hana.
Hana mengangguk pada Maxi.
"Hari ini Bintang tidak latihan dia demam"
"Hah...demam"Hana terkejut.
"Eh buset segitu kagetnya ya?"
"Maaf kamu kaget ya"Hana jadi panik sendiri."Aku mau mengembalikan baju Bintang yang kemarin dia pinjamkan ke aku"Hana memberikan bag paper pada Maxi.
Pantas dia demam baju yang seharusnya dia pakai untuk salin malah di berikan pada wanita ini,dia malah pakai jaket tanpa dilapisi baju.
"Lebih baik kau antar baju ini langsung padanya,aku antar ya,tapi sebentar aku ijin dulu pada pelatih"
Maxi pun meminta ijin sebentar pada pelatih untuk mengantar Hana.Maxi mengetuk pintu kamar dan membukanya.saat ia masuk kamar di lihatnya Bintang sedang meringkuk di bawah selimut.
"Bi...kamu baik-baik saja kan?"Maxi sedikit khawatir di pegangnya dahi Bintang"Astaga kepala mu panas sekali"Maxi mulai panik"Ayo kita periksa ke klinik"Ajak Maxi.
"Tidak perlu Max"Bintang akhirnya bangun dari tidurnya,dan melihat ke arah pintu kamar yang masih terbuka di sana dia melihat Hana berdiri.
"Hana..."seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya"Max itu Hana kan?"Bintang bertanya karena ia takut salah lihat ia takut ini hanya hayalannya saja karena suhu badannya panas.
"Iya itu Hana dia mau mengantar baju mu"Maxi membantu Bintang untuk duduk.
Hana tidak berani masuk kedalam kamar Bintang meski dia ingin tapi,dia tak berani untuk melangkahkan kakinya karena dia takut bila ia masuk kedalam kamar Bintang,Bintang bisa terkena masalah.
"Max bisa ijinkan aku untuk pulang beberapa hari pada coach,sepertinya aku akan lebih cepat pulih bila di rumah Oma".
"Baik lah"Maxi pun segera berlari ke gor meminta ijin pada pelatihnya,sementara Hana tetap menunggu di luar kamar,dan tak lama pelatih pun datang ke kamar Bintang dan Maxi,memeriksa keadaan Bintang.
"Kamu yakin ingin di rumah Oma mu?"
"Iya coach"
"Tapi siapa yang mengantar mu pulang apa keluarga mu akan menjemput mu?"
"Biar Hana yang mengantar ku coach"
Maxi dan coach Yoga saling pandang kemudian mereka melihat Hana bersamaan dan menganggukan kepala mereka bersamaan.seolah mereka mengerti apa yang Bintang rasakan saat ini.
"Baiklah Hana tolong kamu bantu Bintang untuk pulang ke rumah Omanya,karena Bintang tak mungkin mengendarai mobil dengan keadaan seperti ini tolong kalian panggil taxi saja"
"Baik coach"Hana pun menuruti permintaan coach Yoga karena dia fikir Bintang bisa demam seperti itu karena hujan-hujanan kemarin dia jadi merasa bersalah.
Hana pun memesan taxi online,dan tak lama taxi pun datang Maxi memapah Bintang sampai masuk kedalam taxi.
"Lekas sembuh ya"Maxi menepuk bahu Bintang.
"Ya...pastinya"Bintang tersenyum.
Maxi pun menutup pintu mobil,Hana pun sudah masuk kedalam mobil dan duduk di samping Bintang.
Taxi pun berjalan ketempat tujuan.Bintang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
"Pusing ya?"Hana bertanya lembut.
Bintang hanya mengangguk dan tersenyum padanya bibirnya pucat.
"Kenapa memilih pulang tidak ke klinik saja?"Tanya Hana heran.
"Aku kangen rumah"
"Oh...semoga kamu lekas sehat ya"
Bintang pun hanya tersenyum dan mengangguk.
"Terima kasih karena ada di samping ku"
"Ah...eh...tidak ini hanya kebetulan saja kok"Hana tersipu malu.
"Tapi aku tetap harus berterima kasih pada mu"
"Sebentar lagi kita sampai rumah Oma"
"Ya..."Bintang tersenyum.
Rasanya cepat sekali perjalanan ini padahal aku ingin lebih lama bersamanya.
Batin Bintang.
Taxi pun sampai di depan gerbang rumah Oma Lina dan pintu gerbang pun di buka oleh supir pribadi Opa Jaya ketika melihat Bintang nongol di jendela taxi.
Hana pun membantu Bintang turun dari dalam mobil dan saat Bintang masuk kedalam rumah Opa,Oma dan Mamahnya sudah menyambutnya dengan wajah yang khawatir.
"Bintang...kamu kenapa nak..."Mamah Bitha langsung menghampiri Bintang.
"Tidak apa-apa mah aku hanya demam,setelah minum obat dan istirahat aku juga sehat lagi"
"Terus kenapa kamu pulang sama dia?"Mamah Bitha ketus.
Hah...mulai deh (batin Hana yang malas meladeni Mama Bitha).
"Sudah-sudah Bitha biarkan Bintang istirahat di kamarnya,Hana tolong antar Bintang ke kamarnya diatas"Oma berusaha melerai Mama Bitha.
Mama Bitha kesal karena Oma Lina selalu membela Hana.
Hana pun mengantar Bintang sampai ke kamarnya,kamar yang Hangat sehangat hati Bintang.
"Istirahatlah aku pamit pulang dulu ya,oia ini baju mu terima kasih kemarin sudah meminjamkan aku baju"Hana menyerahkan bag paper pada Bintang.
Saat Hana berbalik badan Mamah Bitha sudah berada di belakangnya.
"Mau kemana kamu"Mama Bitha ketus.
"Pulang Nyonya"Hana sebisa mungkin bersikap sopan pada Mamah Bitha.
"Nyonya kenapa kamu panggil Mamah ku nyonya?"Bintang heran.
"Hehe aku bingung mau panggil apa soalnya karena beliau pasti tidak suka bila aku panggil tante kan?"
Anak ini betul-betul pandai membuat aku kesal.
Mamah Bitha kesal ia mengepalkan tangannya di dadanya.
"Kata siapa Mamah tidak suka di panggil tante"Bintang masih berusaha meyakinkan Hana.
"Sudah...sudah sekarang kamu panggil saya tante saja,bisa lama urusannya Bintang harus istirahat"
"Baik tante saya permisi dulu"Hana ijin pamit.
"Permisi mau kemana?"Mamah Bitha ketus lagi.
"Pulang tante....."jawab Hana malas.
"Pulang...kamu harus disini sampai Bintang sembuh"Mamah Bitha sewot.
"Tapi tante saya bukan perawat,saya hanya mengantar Bintang saja tante"Hana berusaha tenang menghadapi Mamah Bitha yang tidak bisa bicara lembut padanya.
"Sudah Han...turuti saja apa maunya Mama kamu nggak akan menang bila berdebat dengannya"
Ide Mamah boleh juga
Dalam hati Bintang sangat menyetujui ide mamahnya.
Apa seenaknya kamu bilang begitu.(Hana)
"Tapi Bi..."
"Sudah sekarang kamu ikut tante"
"Baiklah"Hana pun pasrah mengikuti Mamah Bitha.
Ternyata Mamah Bitha membawa Hana ke kamar tamu.
"Ini kamar mu selama kamu mengurus Bintang"
"Tapi tante saya tidak bawa baju ganti"Hana beralasan.
"Kamu tinggal pakai baju yang ada di lemari itu"Mamah Bitha menunjuk lemari yang ada di sudut ruangan.
"Hana"
Hana terkejut mendengar Mamah Bitha menyebut namanya untuk pertama kali.
"Ya...tante"
"Kamu tahu alasan tante menyuruh mu merawat Bintang?"
Hana menggeleng polos.
"Hana apa kamu sudah tahu kalau Clara membatalkan perjodohannya dengan Bintang?"
Hana pun menggeleng.
Setahu ku Clara sedang dekat dengan Lucky mungkin kah karena Lucky Clara membatalkan perjodohannya.
"Hana sulit bagi tante meyakinkan Bintang untuk menjauhi mu,dia tetap saja selalu ingin berteman dengan mu,dan dia membuktikannya dengan cara seperti sekarang ini,dia lebih memilih kamu yang mengantarnya pulang dari pada kami yang menjemputnya di asrama"
Hana terdiam mendengar ucapan Mamah Bitha.
"Lalu apa yang tante ingin kan dari aku"
"Tante tidak menginginkan apa pun dari kamu,tante hanya bisa menitipkan dia pada mu,karena kamu sudah di pilih olehnya"
"Maksud tante apa aku nggak ngerti"
"Astaga anak ini bodoh atau pura-pura bodoh"Mamah Bitha gereget hingga ingin mencubit pipi Hana.
"Apa kamu tidak menyadari kalau anak saya itu sangat mencintai mu"Mamah gereget hingga gigi di mulutnya gemeretak.
"Hah..."Hana terkejut hingga berteriak.
"Tidak usah berteriak"Mamah mengibaskan tangannya di wajah Hana.
"Jadi jaga dia jangan kamu sakiti dia"Mamah Bitha lalu meninggalkan Hana yang masih bengong di dalam kamar.
...***...