MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 93 Pembatalan



Pagi ini Hana yang sudah kembali kerumah Oma menyiapkan segala keperluan suaminya yang akan latihan di gor,Bintang tidak tinggal di asrama lagi setelah kejadian yang menimpa istrinya,kini dia harus setiap hari bolak-balik latihan dan kembali kerumah.


"Sayang... apa baju ku sudah siap"tanya Bintang yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menganakan Handuk dan memperlihatkan dada bidang yang atletis itu.


"Sudah sayang... kamu ingin sarapan dulu?"tanya Hana.


"Boleh... oia sepatu ku mana? "tanya Bintang saat istrinya ingin keluar kamar membuatkan sarapan untuknya.


"Itu di bawah sofa sayang... "Hana menunjukan sepatu suaminya.


"Ooo iya terima kasih sayang"Bintang tersenyum.


Hana menyiapkan roti gandum lapis juga susu hangat putih untuk suaminya.dan di bawanya ke kamar agar suaminya lekas sarapan dan tidak telat latihan.Bintang memakan sarapannya dan menghabiskan susu hangatnya kemudian dia pun bersiap pergi latihan,Hana mengantarnya sampai dia masuk kedalam mobil sebelum berangkat tak lupa Hana menyalami tangan suaminya dan Bintang pun tak lupa mengecup kening istrinya.Hana melambaikan tangan saat Bintang sudah mengeluarkan mobil dari gerbang rumah.


Hana kembali ke kamar dan merapihkan kamarnya, tak lama Lucas mengirim pesan untuknya.


"Han... bisa kah kau datang untuk meeting minggu depan karena ada perekrutkan karyawan baru"


itulah isi pesan Lucas.


Hana pun menelpon Lucas.


"Ya... Lu... harus banget aku datang kesana? "tanya Hana.


"Kalau bisa kamu datang Han... masalahnya banyak yang harus di bahas juga selain perekrutan karyawan baru"


"Ooo begitu nanti aku minta ijin suami ku dulu bisa atau tidaknya aku kesana tergantung dia"


"Ooo begitu"


"Iya... ooo iya posisi Nina sudah ada yang mengisi?"Hana tiba-tiba menanyakan Nina.


"Belum masih kosong,mangakanya mau ada perekrutan baru termasuk perekrutan diposisi yang pernah di tempati Nina"


"Hemm kamu masih menyimpan nomor ponsel Nina?"


"Masih"


"Aku minta nomornya ya... ya walau pun dia tidak mau bekerja lagi karena akan menikah dengan orang lain tapi aku kangen ingin bicara dengannya"


"Dia tidak jadi menikahi orang itu Han... "


"Hah... apa kau serius?"


"Iya... aku serius,aku yang membantunya membatalkan perjodohan itu"


Hana menutup mulutnya yang spontan mangap.


Lucas pun akhirnya bercerita pada Hana.


Pagi itu sebelum Lucas mengantar Nina ke kotanya,Lucas mengambil uang cash di bank, dia menaruhnya di dalam tasnya, setelah urusan di bank selesai dia lalu membawa Nina ke kota asalnya.


Lucas sempat bertanya pada Nina apakah orang tuanya tahu kalau tunangannya itu sangat kasar padanya.Nina tak pernah bilang kepada ke dua orang tuanya kalau tunangannya itu sangat kasar dan berperingai buruk, karena Nina tak ingin menjadi beban orang tuanya,karena bila mereka tahu mereka pasti akan membatalkan perjodohan dan harus mengambalikan uang pengikat dua kalilipat dari yang pernah mereka terima, sedangkan keluarga Nina bukanlah keluarga yang berharta hingga dapat dengan mudah mengeluarkan uang yang sebesar itu.


Lucas pun akhirnya faham betul kondisi Nina yang menjalani hidup cukup berat. mereka pun akhirnya tiba di kota asal Nina kota yang cukup jauh dari kota tempat ia bekerja satu jam perjalanan menuju kota ini dari kota tempat ia bekerja.


Mobil yang di kendari Lucas pun berhenti di depan sebuah rumah sederhana tapi memiliki halaman yang luas. Nina dan Lucas keluar dari mobil mereka berdua masuk kehalaman rumah dan Nina mengetuk pintu rumah.


Pintu rumah di buka, terlihat wanita setengah baya di balik pintu tersebut, itu Ibu Nina fikir Lucas tapi...


"Nenek... "Nina memanggil wanita itu dengan sebutan Nenek.


"Ibu...."Nina memeluk ibunya.


Astaga ku fikir ini kakanya ternyata ibunya, kira-kira berapa perbedaan usia mereka, sepertinya ibunya menikah di usia yang terlalu muda, mangkanya tidak terlihat jauh berbeda dengan anaknya.


Ibu dan Nenek melihat ke arah Lucas.Nina pun mengenalkan Lucas pada ibu dan neneknya, Nina memperkenalkan kalau Lucas adalah atasannya di restoran tempatnya bekerja.


Dan kedatangan Lucas kesini adalah untuk. menolongnya membatalkan perjodohan,karena semalam tunangannya menemuinya disana dan berbuat kekerasan padanya dan Lucas mau membantunya untuk membebaskannya dari ikatan perjodohan ini.


Ibu dan Nenek Nina menyetuji dan berterimakasih pada Lucas tapi mereka bingung harus membayar pertolongan yang di berikan Lucas itu dengan cara apa, Lucas tidak membebani mereka dengan mengambalikan uangnya Lucas ikhlas menolong, Ibu dan Nenek menangis mendengar hal itu.


"Seandainya ayah Nina masih ada pasti dia akan memilih kamu menjadi menantunya walau kamu orang asing tapi kamu sangat baik pada keluarga kami"kata Nenek sambil menangis.


Saat itu Lucas baru mengetahui kalau Nina sudah tidak memiliki ayah.


Nenek dan ibu pun bersiap menju rumah tunangan Nina, untuk segera membatalkan perjodohannya.mereka menaiki mobil Lucas.


sesampainya Lucas dan keluarga Nina di halaman rumah besar keluarga itu, mereka langsung disambut oleh pihak keluarga laki-laki.


Nenek membicarakan pembatalan perjodohan, tapi keluarga laki-laki tidak terima mereka sempat marah tapi Lucas langsung mengeluarkan uang yang ada di tasnya dan di taruhnya di meja sehingga langsung membungkam mulut ayah dari pihak laki-laki.


"Saya harap ini cukup untuk membatalkan perjodohan ini, dan saya harap anda dan keluarga anda tidak mengganggu keluarga teman saya lagi, bila anda mengganggu mereka saya akan mengambil jalur hukum"ancam Lucas.


"Baik...tuan kami berjanji tidak akan mengganggu dan mengusik keluarga mereka lagi"


"Bagus kalau begitu, kami permisi"Lucas dan keluarga Nina pun meninggalkan rumah besar itu.


Lucas mengantarkan Nina dan keluarganya pulang kerumahnya, Nina meminta Lucas untuk mampir sebentar dan mengobrol dengan keluarganya sebagai ucapan terima kasih karena sudah membantunya.tapi Lucas menolak ia ingin segera kembali kekota tempat dia tinggal dan bekerja, tapi sebelum ia pergi dari halaman rumah Nina Lucas berpesan padanya.


"Semoga setelah ini kamu bertemu cinta sejati mu,bertemu dengan orang yang mencintai mu dan kamu cintai, selamat tinggal Nina" Lucas pun langsung melajukan mobilnya menuju kota tempat tinggalnya.


Hana yang mendengar cerita Lucas benar-benar salut dengan pengorbanan sahabatnya,walau cintanya tak berbalas tapi dia rela melakukan sesuatu yang besar untuk wanita yang di cintainya.


"Eh... Lu... berarti Nina sekarang kosong dong... berarti kamu masih punya kesempatan kawan"


"Aku sudah ditolaknya aku tak berharap apa-apa lagi Hana lagi pula dia sudah mengundurkan diri dari sini"


"Ya panggil saja lagi dia untuk bekerja disana"


"Kamu saja yang panggil dan interview dia aku malas"


"hemmm aku tahu kamu bukan malas,kamu malu,ayolah kamu baru sekali ditolak jangan pantang menyerah begitu"


"Apaan sih kamu,sudah nanti aku kirim nomor dia ke kamu,terserah kamu mau rekrut lagi atau tidak dia terserah kamu,atau kamu mau kangen-kangenan sama dia ditelpon terserah kamu"


"Hemmm bilang ajah minta bantuan Lu... oke aku akan bantu biar dia kembali lagi bekerja di resto bersama mu, biar kamu bisa memandangnya terus sesuka kamu"


"Apaan sih kapan aku bilang begitu"Lucas malu.


"Huh.. kamu memang nggak bilang langsung sama aku tapi aku tahu maksud omongan mu kawan... "


"Hahaha terserah kamu lah, yang jelas aku nggak akan banyak berharap"


Hana pun tertawa dia hafal betul sifat sahabatnya dia tahu Lucas masih mengharapkan Nina kembali, tapi dia terlalu kaku untuk menunjukan rasa cintanya, Hana tahu Lucas sebenarnya berharap Hana bisa menolongnya.


Dan Hana pun mencoba menolongnya dengan cara menghubungi Nina, memintanya melakukan interview dengannya secara langsung disana. padahal Hana belum meminta ijin pada suaminya untuk pergi kesana tapi dirinya asal bicara saja seperti itu dengan Nina agar Nina mau kembali ke kota itu lagi.


Itu berita bagus untuk Nina dirinya dipanggil bekerja kembali, tapi dia ragu untuk kembali bekerja bersama penolong hidupnya, maukah ia kembali ke kota itu.


...***...