MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 45 Ayah Dan Bintang



Sore itu mereka berkumpul di restoran hotel,Nina berjalan ke arah mereka.


"Nona sepatu anda"Nina membawakan sepatu hak tinggi yang di gunakan Hana saat meeting tadi.


"Aaaah maafkan aku kamu jadi repot membawakan sepatu yang tadi ku lepas saat berlari"Hana jadi merasa tidak enak hati pada Nina.


"Tidak apa-apa Nona ini sudah menjadi kewajiban saya".


Bintang memperhatikan mereka berdua berbincang.tak lama Lucas menghampiri meja mereka dia membawa sepatu Hana yang lain sepatu kets yang biasa dia gunakan.


"Nih pakai sepatu mu yang ini saja"Lucas memberikan sepatu Hana.


"Ah...terima kasih Lu...kamu tahu saja aku tidak nyaman memakai sepatu hak tinggi hehe".


Bintang memlerhatikan Hana memakai sepatunya.


Ukuran kakinya kecil sekali.


Fikir Bintang saat melihat kaki Hana yang kecil.


"Bintang..."ayah mulai bicara.


"Ya...Om..."Bintang menyahut.


"Sejak kapan kau mencintai Nana?"Ayah mulai serius.


Mendengar pembicaraan antara ayah dan Bintang serius Lucky,Lucas dan Nina berpindah ke meja lain.


"Saya tidak tahu Om sejak kapan perasaan itu muncul tapi entah kenapa bila di dekat dia saya merasa nyaman dan bila jauh saya merasa rindu".


Oooo dia tidak malu ya berbicara seperti itu di hadapan orang tua kekasihnya (Lucas).


Haha gila nggak gue sangka dia bisa loh bicara begitu di hadapan orang tua perempuan ,tapi dia itu berani apa polos ya(Lucky bingung sendiri).


Aaaaa Nona anda sungguh beruntung mendapat kan kekasih seperti dirinya yang tidak malu mengakui cintanya di depan orang tua anda aaaa aku iri....(Nina menjerit dalam hatinya).


Kalau aku jadi anda aku pasti sudah terbang tinggi kelangit(Lanjut teriakan hati Nina).


Mereka bertiga memang pisah meja tapi jaraknya tidak terlalu jauh hingga pembicaraan ayah dan Bintang terdengar sampai ketelinga mereka.


"Hahaha Anak muda sekarang jarang yang seperti mu,mungkin karena jiwa atlet mu hingga mental mu terbentuk menjadi mental tidak mudah takut menghadapi apa pun yang ada, saya salut dengan mu"


Bintang hanya mengangguk dan tersenyum.


"Om...semua yang saya katakan ini semua benar adanya Om bukan cuma gombalan saja"Bintang menjelaskan pada ayah.


"Ya...om bisa melihat dari mata mu memang tidak ada kebohongan sama sekali"kata ayah menunjuk mata Bintang dengan kedua jarinya.


"Hanya saja sulit Om percaya kamu bisa jatuh hati pada Nana,hehehe dia sangat mengagumi mu sejak lama om kira dia bohong waktu dia bilang kalian saling kenal sejak kecil,padahal om tidak pernah melihat teman kecilnya selain Lucas dan Lucky hahaha".


"Kami memang kenal sejak kecil om tapi kami tidak pernah bermain bersama karena sejak kecil saya sudah latihan dan di latih untuk menjadi atlet profesional om"jelas Bintang.


"Ya..ya..om faham,jadi kapan kamu akan datang kerumah dengan orang tua mu untuk melamar?".


"Secepatnya Om mungkin bulan depan sebab bulan ini saya masih ada dua pertandingan lagi setelah bertanding disini".


"Oh...begitu..Nana kenapa kamu diam saja"tanya ayah.


"Ah...aku harus bicara apa ayah?"Hana bingung.


Dia cantik sekali aku hampir tidak mengenalinya tadi kalau dia tidak memanggil ku.


Batin Bintang sambil memperhatikan Hana.


Kini tinggal Hana dan Bintang berdua di meja.


"Kapan kamu datang kesini,dan kenapa kamu berdandan seperti itu?"Bintang bertanya.


"Kemarin aku baru sampai,aku kesini mau menjemput ayah pulang dan kebetulan siang tadi ada meeting di sini,Nina mendandani ku seperti ini karena perintah Lucas apa kamu tidak suka aku berpenampilan seperti ini?"


"Tidak...aku suka kamu cantik sekali,tapi yang aku tidak suka semua mata lelaki jadi tertuju pada mu"dengan jujurnya Bintang berbicara.


Ya ampun dia cemburu.....(fikiran Lucky,Lucas dan Nina yang kompak).


"Kamu cemburu?"Hana bertanya ragu.


"Cemburu kan tanda cinta" Bintang malu-malu mengakuinya.


Aaaa bisa gila lama-lama ngedengerin mereka berdua.(Lucky stres sendiri).


"Han...lu masih ngerjain proyek kita kan"Lucky bangun dari duduknya.


"Masih"jawab Hana polos.


"Ya nanti kirim saja hasilnya ke email gue ya,gue balik kamar dulu,oia Bi mau bareng nggak nanti di tunggu coach lu loh"ajak Lucky.


Dengan berat hati Bintang pamit pada Hana.


"Besok aku akan menonton mu bertanding"kata Hana saat Bintang bangun dari kursinya.


"Baiklah ku tunggu kedatangan mu".Bintang pun berlalu dari Hana dan pergi bersama Lucky.


Hana meminta Lucas untuk menyewa kamar di hotel ini,karena dari hotel ini jaraknya tidak jauh dari gor bulutangkis di kota ini.Lucas pun menyewakan kamar untuk Hana.


"Besok biar Nina yang mengantar barang-barang mu kemari"Lucas memberitahukan Hana.


"Ya...terimakasih atas bantuan kalian berdua hari ini,istirahatlah bila sudah di rumah kalian masing-masing".


"Ya...Nona,kami permisi dulu"Nina pamit bersama Lucas.


...***...


Di perjalanan Nina berkomentar bagaimana dia sangat kagum pada Hana dan Bintang,Hana yang cantik dan bijaksana serta Bintang yang tampan dan pemberani,astaga keduanya pasangan yang serasi.Lucas hanya tersenyum mendengar ocehan Nina di sepanjang jalan.


Dikamar hotel Bintang sedang di ajak bicara oleh coach Yoga.


"Ceritakan apa yang terjadi"coach Yoga bukannya ingin tahu urusan pribadi anak didiknya tapi dia tidak ingin anak didiknya mendapatkan gosip tidak sedap di luaran sana.


Bintang pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi,kalau Hana datang ke negara ini untuk menemui ayahnya dan Hana berada di hotel ini karena mengadakan meeting tentang beberapa restoran yang ia dirikan di negara ini.


"Hana punya restoran dan ayahnya tinggal disini?"


"Iya coach rumit bila di ceritakan karena sangat panjang"jelas Bintang.


"Ya pastinya,lalu apa hubungan mu serius dengannya?"


"Ya coach saya tak ingin main-main selain kemarinnya Oma meminta saya secepatnya menikah saya pun memang tak berniat pacaran lama-lama takut khilaf"


"Aish...benar juga apa kata mu itu hehe,lalu kapan rencananya apa orang tua mu sudah tahu rencana kalian ini?"


"Aku belum bilang pada Mamah dan Papah,tapi aku yakin mereka setuju dengan rencana ku"


"Ya...semoga semuanya lancar,tapi coach minta pada mu untuk tetap fokus pada pertandingan ya,jangan jadikan cinta sebagai kelemahan mu tapi jadikan cinta sebagai kekuatan mu,istirahatlah karena besok masih ada pertandingan menunggu mu"Coach Yoga pun meninggalkan kamar Bintang dan Maxi ia pergi ke kamarnya sendiri yang bersebelahan dengan kamar mereka berdua.


...***...