
Lucky akhirnya memberitahukan Bintang,karena bagaimna pun juga Bintang wajib tahu keadaan istrinya.
Dirumah sakit,Bintang langsung berlari di temani dr. Akam ke arah kamar yang merawat istrinya, Lucky menunggu Hana di samping tempat tidurnya,Hana masih belum sadarkan diri.
Bintang tak kuasa menahan air matanya melihat kondisi istrinya yang penuh luka lebam di sekujur tubuhnya. bahkan wajah istrinya hampir tidak bisa di kenali karena lebam.
"Kondisinya sudah stabil,kandungannya juga baik-baik saja, elu yang kuat ya Bi... "Lucky memberitahukan kondisi Hana.
"Kenapa keadaannya seperti ini apa mereka menyiksanya? "Bintang tak bisa menahan tangisnya.
"Polisi sedang menyelidiki siapa dalang dari penculikan Hana"Lucky memberitahunya lagi.
Bintang Hanya terdiam baginya keselamatan istrinyalah yang terpenting saat ini.
Hana mencoba membuka matanya Bintang yang melihat hal itu langsung mendekatinya, Hana terbangun dari pingsannya dia lalu melihat kesekelilingnya begitu banyak orang, Hana seperti orang yang ketakutan dan gelisah dia melihat jarum infus yang menancap di tangannya dia langsung melepas jarum tersebut dia lalu turun dari tempat tidurnya dan berlari dengan susah payah ke arah pintu.
Bintang bingung melihat tingkah laku istrinya yang aneh saat bangun dari pingsan, Bintang tidak tinggal diam dia langsung mengejar istrinya.
"Sayang kamu mau kemana? "Bintang memegang tangan istrinya.
Hana langsung berontak.
"Lepaskan aku biarkan aku pergi, suamiku pasti menghawatirkan ku"Hana berontak dan berteriak.
"Sayang aku ada disini,aku suami mu"Bintang langsung memeluk istrinya yang sedang aneh.
"Tidak.... lepaskan aku... tolong... "Hana berteriak dan memberontak terus.
Lucky dan dr. Akam yang melihat Bintang kualahan menangani istrinya akhirnya ikut membantu, tapi itu malah membuat Hana semakin takut dan histeris dan Hana akhirnya berteriak sekencang-kencangnya.
"AAAaaaaa".
Tim medis langsung datang keruangan Hana dan langsung menyuntikan obat penenang Hingga Hana lemas dan tak sadarkan diri.Bintang langsung menggendong istrinya dan meletakannya di kasur.
"Sepertinya istri mu trauma berat Bi... "dr. Akam menjelaskan.
Bintang terdiam dia hanya menatap istrinya yang tidak berdaya di kasur.
Malam itu Bintang yang di temani dr. Akamn dan Lucky menyaksikan Hana yang terbangun beberapa kali dan menjerit-jerit hingga tak sadarkan diri. dokter yang menangani Hana akhirnya menjelaskan kondisi Hana pada Bintang.
"Istri anda trauma berat Tuan,bila besok dia masih seperti ini,mohon maaf kami terpaksa memindahkannya ke rumah sakit jiwa, disana dia bisa di tangani lebih baik dengan para ahli"Dokter menjelaskan.
Bintang menangis mendengar hal itu, dr. Akam dan Lucky menepuk pundaknya mencoba menguatkan hatinya.
Keesokan harinya kondisi Hana masih tidak ada perubahan,dan akhirnya dia di pindahkan ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Seluruh keluarga dan teman-teman yang mengetahui hal itu bersedih,mereka tak menyangka hal seburuk ini menimpa Hana.
...***...
Satu minggu sudah Hana dirawat di rumah sakit jiwa Bintang tetap setia menemani istrinya.Malam ini Hana terbangun dari tidurnya dia duduk dan memeluk lututnya, dilihatnya Bintang tertidur di bangku di samping tempat tidurnya. Bintang terbangun saat mendengar suara kasur agak berisik, Bintang melihat istrinya duduk memeluk lututnya.
Hana menatap Bintang,Bintang tersenyum padanya.
"Kau ini siapa?"tanya Hana dengan tatapan ketakutan.
"Aku.... "Bintang tak dapat meneruskan kata-katanya mengingat perkataan dokternya.
"Jangan katakan anda suaminya karena trauma membuatnya melupakan segalanya bila ingin memberitahu pelan-pelan jangan dalam kondisinya yang masih belum stabil seperti ini".penjelasan dokter.
"Apa kau yang menolong ku? "tanya Hana dengan tatapan yang masih sama.
"Bisa di bilang begitu"Bintang berbohong.
"Terima kasih karena sudah menolong ku".
Bintang tersenyum.
"Sepertinya kau bukan orang jahat yang. menyiksa ku".
Medengar pernyataan istrinya membuat hati Bintang porak poranda hancur, mengetahui kenyataan istrinya di siksa oleh orang lain.
"Bila kau orang baik tolong sampaikan pesan ku pada suami ku,katakan padanya jangan khawatirkan aku,aku baik-baik saja aku yakin dia pasti menghawatirkan ku karena aku pergi terlalu lama"
Bintang menangis mendengar ucapan istrinya.
Hana bingung melihat Bintang menangis.
"Kenapa kamu menangis?apa yang membuat mu bersedih? "tanya Hana polos.
Kau masih memikirkan ku di saat kau lupa siapa aku sayang... itulah yang membuat aku menangis.
Bintang tidak tahan ia ingin menangis di luar, tapi tiba-tiba Hana memegang tangannya.
Bintang langsung memeluk kepala istrinya dia menangis sejadi-jadinya.
sayang... sadarlah.
Hana terdiam saat dipeluk Bintang, entah kenapa ada perasaan hangat di dadanya saat Bintang memeluknya.
Bintang mengusap air matanya dia lalu duduk di hadapan istrinya,Hana tersenyum padanya.
"Terima kasih sudah mau menemaniku".
Bintang tersenyum padanya.
tubuh Hana tiba-tiba gemetar,Bintang khawatir.
"Kau kenapa? "tanya Bintang cemas.
"Dingin... "kata Hana.
"Kau kedinginan? "Bintang langsung melepaskan jaket yang di pakainya dan di pasangkan pada Hana.
"Air sungai itu dingin...sangat dingin"Hana mengoceh lagi.
Hana akhirnya berbicara pada Bintang.
"Mereka menangkap ku dan memukuli ku,aku tak tahu apa salah ku tapi mereka tetap menyiksa ku, berteriak pun aku tak bisa mulut ku ditutup lakban, rasanya menykitkan, aku bisa melarikan diri tapi aku malah jatuh ke sungai yang dingin itu"Hana terus mengoceh.
Inikah yang di alaminya kemarin hingga dia jadi seperti ini.
Fikir Bintang.
"Mereka curang mereka beramai-ramai menyiksa ku dengan mengikat tangan dan kaki ku, hiks... hiks... kenapa ada orang yang sangat jahat seperti mereka hiks...hiks... "
Bintang memeluk Hana kembali dan Hana menangis di dadanya,hingga ia tertidur.
Bintang merebahkan tubuh istrinya di tempat tidurnya, di tatap wajah istrinya,di belainya pipinya dan di kecupnya kening istrinya.Bintang ingin keluar dari kamar sebentar tapi langkahnya terhenti saat Hana mengigau menyebutkan namanya.
"Bintang... "
Bintang menoleh kepadanya dilihatnya istrinya terlelap tidur.
Bintang melaporkan kondisi istrinya pada dokter yang sedang bertugas.
"Dia mengingat kejadian itu, dia ingat dia punya suami tapi kenapa dia tidak ingat bahwa akulah suaminya"Bintang kesal.
"Tuan... yang di alami istri anda ini sangat berat baginya hingga ia melupakan sebagian memorinya dan yang dia ingat hanya kejadian yang terakhir di alaminya"jelas dokter.
Bintang pasrah.
"Bersabarlah istri anda sudah ada kemajuan dia sudah tidak berteriak-teriak lagi, kita tinggal memulihkan ingatannya saja"
"Ya... dok"Bintang pasrah.
Pagi ini Bintang masuk keruangan Hana, dilihatnya di meja kecil di sebelah tempat tidur ada nampan berisi makanan dan terlihat belum dinsentuh, Hana duduk di kasur dan memeluk lututnya.
"Hai... "Bintang menegurnya.
Hana menoleh padanya tapi dia diam saja.
"Kau ingin makan? "tanya Bintang.
Hana mengangguk.
"Mau aku suapi? "
Hana diam
Bintang mengambil piring berisi nasi dan di berinya sayuran dan lauk lalu menyendoknya, di sodorkan sendok ke arah mulut Hana, tapi Hana bukan memakannya tapi ia malah mual mual.
"Uwek... uwek... "
Bintang panik, dia langsung menaruh piring itu di meja lagi.
"Kau kenapa?"Bintang khawatir.
"Tidak tahu aku mual mencium aroma makanan itu"
Bintang bingung dengan kondisi istrinya.
Apa yang terjadi padanya.
...***...