
Setelah makan malam selesai semua kembali ke kegiatan masing-masing,tapi semuanya kembali ke kamat masing-masing begitu pun Hana dan Bintang.Hana mengerjakan lagi pekerjaannya membuat komik dan Bintang memilih berdiam diri di kamarnya menonton siaran tv hingga akhirnya dia tertidur.
Hana tetap fokus pada gambarnya dia menggambar di atas kasur sedangkan dirinya duduk di bawah kasur.hingga tak terasa malam semakin larut Hana tertidur sambil membungkuk di bawah kasur sedangkan sebagian tubuhnya ada di atas kasur menunpuk di atas gambar-gambar yang dia sedang kerjakan tadi.
Tengah malam Bintang merasa tenggorokannya kering,ia terbangun dari tidurnya dan berjalan keluar kamarnya untuk mengambil minum di dapur,saat ia melewati kamar tamu yang di tempati Hana,ia melihat pintunya sedikit terbuka ia pun berniat ingin menutupnya rapat,tapi ketika ia mengintip kedalam kamar,ia terkejut karena Hana tidur dengan posisi tidak biasa.
Bintang menghampirinya melihatnya dari dekat.
"Ternyata dia habis menggambar,apa ini kebiasaannya bila bekerja langsung ketiduran seperti ini atau dia kelelahan karena harus merawat ku sepanjang hari"Gumam Bintang.
"Maafkan aku pekerjaan mu yang sebenarnya jadi tertunda karena harus merawat aku yang kena demam"Bintang mengambil selimut menyelimuti tubuh Hana dan membereskan pekerjaan Hana yang berantakan tapi ia tak berani memindahkan Hana ke tempat tidur karena takut akan mengagetkan Hana dan ia akan terbangun.
Saat ia menyelimuti tubuh Hana di tatapnya wajah wanita itu ingin sekali ia sentuh dan ia belai pipinya,tapi ia tak berani melakukannya mengingat Hana dan dia belum ada ikatan apa pun.hingga Bintang hanya bisa membisikan sesuatu di telinga Hana.
"I love you"kata-kata itu akhirnya bisa ia ucapkan walau mungkin Hana tidak mendengarnya.
...***...
Pagi Hari Hana terbangun di lihat jam di poselnya menunjukan pukul 06.00 pagi.
"Ya allah aku kesiangan"Hana panik dia langsung berdiri dan tiba-tiba selimut yang menyelimutinya terjatuh di lantai.
"Eh...kok bisa ada selimut,apa semalam aku tidur pakai selimut?"Hana bingung.
"Apa aku mengigau semalam mengambil selimut sendiri begitu?oia semalam aku juga mendengar ada yang bisik-bisik di telinga ku,ya allah jangan-jangan penghuni kamar ini mengganggu ku"Hana mulai parno pagi-pagi.
Hana langsung berlari keluar kamarnya,saat ia membuka pintu tiba-tiba ia menabrak tubuh Bintang yang berdiri tegak di depan pintu,hingga ia terjatuh.
"Hana kau tidak apa-apa"Bintang terkejut melihat Hana terjatuh di depannya.
"Aw...shhh aduh bokong ku"Hana kesakitan.
"Kau sakit dimana yang sakit?"Bintang membantu Hana berdiri.
"Adu...du..duh"Hana masih mengeluh kesakitan.
Bintang membawanya duduk di atas kasur.mengingat kejadian yang baru saja terjadi Hana berlari lagi keluar dengan langkah yang terpogoh pogoh.
"Hana kamu kenapa bukan kah kamu kesakitan"Bintang mengejar Hana yang berlari keluar.
Keributan yang mereka timbulkan terdengar oleh Mama Bitha.
"Ada apa ini"Mamah Bitha heran.
Hana yang terpincang-pincang berlari ke arah Mamah Bitha di susul oleh Bintang di belakangnya.
"Tante...tante tolong tante ijinkan saya pulang sekarang juga"Hana cemas.
"Kamu kenapa?"Mamah Bitha bingung.
"Bintang apa yang kamu lakukan padanya?"Mamah Bitha bertanya pada anaknya.
"Aku tidak melakukan apa pun mah aku tadi baru mau mengetuk kamarnya tapi Hana tiba-tiba langsung membuka pintu dan menabrak tubuh ku hingga ia terjatuh,aku pun tidak mengerti Hana kenapa mah jangan memandang ku seperti itu mah"
"Betul tante Bintang tidak melakukan apa pun pada ku,tante tolong tante ijin kan aku pulang hari ini ya tante aku mohon"Hana memohon.
"Iya...iya tapi kenapa kamu seperti ketakutan seperti itu?"Mamah Bitha penasaran.
"Tante...dikamar itu ada hantu tante,semalam itu aku tidur tidak mengenakan selimut tapi tadi pagi tiba-tiba di badan ku ada selimut dan semalam juga aku seperti mendengar ada yang berbisik di telinga ku tante"Hana histeris dan mengoyang-goyangkan tangan Mamah Bitha yang dia pegang.
Mamah Bitha bingung lalu melihat ke arah anaknya yang sekarang jadi salah tingkah.
ow...sepertinya aku tahu hantunya siapa.
Mamah Bitha melengos dan melihat Hana yang masih ketakutan.
"Tapi...tapi tante"Hana masih ketakutan.
"Baik baik bila kamu ingin pulang hari ini,biar nanti Bintang mengantar mu pulang,Bintang kamu sudah sehat kan?"Mamah Bitha bicara lembut.
Bintang mengangguk.
"Aku tidak mau nanti aku mau sekarang tante aku mau pulang sekarang"
"Ya...ya...aku antar kamu sekarang juga,tapi sebaiknya kamu mandi dulu dan merapihkan barang-barang mu"
"Iya...tapi tolong temani aku merapihkan barang-barang ku ya Bi...aku masih takut"Hana masih ketakutan.
Dia menggemaskan banget kalau seperti ini.
"Bintang..."Mamah Bitha menegurnya seolah tahu apa yang ada di fikiran anaknya.
"Iii iya mah"Bintang salah tingkah sendiri.
Bintang pun menemani Hana ke kamar tamu,dia menemani Hana di kamar dan Hana cepat-cepat marapihkan semua barangnya di masukannya semua barang-barangnya kedalam tas ranselnya.
"Kamu tidak mandi dulu"tanya Bintang saat melihat Hana terburu-buru merapihkan barang-barangnya tapi tidak mandi.
"Nanti saja di rumah ku,aku takut nanti di kamar mandi hantunya tiba-tiba muncul"
"Hahaha"Bintang tertawa terpingkal-pingkal.
"Kenapa kamu tertawa?"Hana semakin takut.
Bintang lalu mendekat pada Hana,Hana memeluk tas ranselnya karena ketakutan,jarak Bintang sekarang dekat sekali dengannya.
"Apa yang kamu dengar semalam?"tanya Bintang serius.
"Ti..ti..tidak jelas yang jelas hanya bisik-bisik begitu"Hana gugup.
Bintang mendekati bibirnya di telinga Hana.Hana semakin takut dan semakin erat memeluk tasnya.
"I love you"Bisik Bintang di telinga Hana.
Bruk...tas ransel Hana terjatuh di lantai.
Bintang menjauhkan badannya dan menatap Hana.
"Begitu kan yang kau dengar semalam"Bintang menatap Hana tajam.
"Bi...bi...aku pulang sendiri saja kamu istirahat saja sepertinya kamu belum sehat benar"Hana gelagaban dan memungut tasnya secepat mungkin ia ingin secepat mungkin keluar dari kamar itu.
"Tunggu biar aku antar kamu"Bintang menahan Tangan Hana.
"Hehe Bi...sudah kamu istirahat saja ya aku bisa pulang sendiri"
Sekarang aku jadi takut sama kamu,kamu lebih menakutkan dari hantu Bi...
"Tuh kepala mu masih panas Bi..."Hana memegang dahi Bintang.
"Ya...sekarang kamu istirahat ya"Hana ingin berlari secepatnya keluar kamar.
Tapi tangannya tak di lepaskan oleh Bintang.
Ya allah selamatkan lah Hamba mu ini.
Hana meronta dalam hatinya.ingin rasanya ia menangis tapi tak bisa.
...***...