
Masa SMP
Siang itu Hana di kepung sekawanan anak perempuan yang mengagumi Lucky.Hana malas meladeni mereka semua, karena Lucky yang dengan seenaknya mengaku-ngaku pacarnya hingga dia harus berhadapan dengan cewe-cewe penggemar Lucky.
"Emang benar kamu pacaran sama Lucky?"tanya salah satu dari ke enam cewe yang mengepung Hana.
Hana diam saja walau dirinya terpojok sekarang dia masih saja cuek menghadapi cewek-cewek beringas ini.
"Hei... jawab... "salah satu dari mereka membentak Hana.
"Kalo iya kenapa?"Hana cuek.
"Kok bisa sih dia suka sama cewe kaya kamu?"
"Maksudnya kaya kamu itu apaan ya? "Hana bingung.
"Ya... kamu itu nggak feminim kesekolah datang terlambat jam pelajaran tidur lebih sering di hukum guru, prestasi nggak ada apa sih menarik nya kamu"
Semua keburukan hana disebutkan oleh gadis itu.
"Hehe justru itu menariknya gue dibanding kalian,mangkanya dia suka sama gue bukan sama elu-elu semua,dah akh... minggir gue mau lewat"Hana membelah pasukan cewe-cewe itu.
Hana berjalan kekelasnya di lihat Lucky sedang duduk d bangku sedang mengerjkan sesuatu.
"eh... ngapain luh? "
"Ini ngerjain tugas bahasa inggris besok kan mau di kumpulin gue males ngerjain dirumah kalo udah di rumah maunya main kekuar terus soalnya"Lucky biacara sambil menatap bukunya.
"Ooo eh... elu bisa nggak sih bilang sama semua cewek-cewek itu gue ini bukan pacar elu"
"Nggak bisa"Lucky masih menatap bukunya dan menulis.
"Akh... Lucky nanti kalo pacar gue yang sebenarnya tahu gimana? "Hana kesal.
"Pacar hayalan elu maksud luh"masih dengan gaya yang sama.
"Iiiihhh nyebelin luh"Hana mengacak-acak Buku di atas meja dan pergi meninggalkan teman sebangkunya.
Lucky hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya.
Siang itu saat pulang sekolah hujan turun cukup deras, Hana yang pulang sendirian berteduh di bawah pohon jambu asrama,saat berteduh dirinya iseng mengukir sebuah huruf dan gambar hati huruf H dan B. sambil tersenyum dia mengukir huruf itu tak lama Lucky datang menghampirinya.
"Elu ngapain hujan-hujan dibawah pohon bahaya tau... "Lucky menarik tangan Hana,dan ia melihat ukiran dipohon tersebut.
"Ini ulah elu ya... siapa itu B??"ledek Lucky.
"Pacar gue"
"Ooo pacar hayalan elu".
"Ihhh bukan beneran ada orangnya"
"Siapa Budi? atau baron? "
"Bukan bukan mereka"
"Ya terus siapa?"
"Bintang"bisik Hana.
"Bintang"teriak Lucky.
Bintang yang kebetulan lewat disana menoleh ke arah suara yang menyebutkan namanya.
Hana membekap mulut Lucky karena Hana melihat Bintang lewat,Hana langsung mengajak Lucky berlari dari sana dan Bintang melihat kedua anak memakai seragam SMP berlari di bawah guyuran hujan.
...***...
Bintang kembali kerumah dan berlari ke arah kamarnya,dia tidak sabar untuk bertemu istrinya.
"Sayang... "panggil Bintang saat menaiki tangga menuju kamarnya.
"Ya... "Hana membuka pintu kamarnya.
Hana bingung kenapa suaminya bersemangat sekali setelah pulang latihan.
"Sayang kamu kenapa? "Hana bingung.
"Ooo iya ini pesanan mu, tidak menyentuh tanah"Bintang mengeluarkan beberapa buah jambu dari kantung celananya dan memberikannya pada istrinya.
"Wah... "Hana terlihat antusias.
"Terima kasih sayang"Hana mengecup pipi suaminya.
"Ya tanya apa? "Hana bingung ia menaruh buah jambu tersebut di meja samping kasur.
"Apa artinya H❤B ?"
Hana terkejut dan menjatuhkan buah jambu itu ke lantai.
Dia meraba perutnya.
"Hah... dede papah mu jadi tahu rahasia mamah"Hana merengek.
"Hei... kenapa menyalahkan anak mu niat dia baik agar papahnya tahu rahasia mamahnya"
"Kapan kau mengukir itu? "
"Kau jangan ketawa ya bila aku cerita yang sebenarnya"
"Iya... "
"Janji"
"Janji... "
"Itu aku buat saat aku duduk di bangku kelas dua SMP,beberapa hari setelah bertemu kamu di festifal olah raga waktu itu, sejak saat itu diam-diam aku sudah menganggumi mu, aku ukir huruf itu saat turun hujan saat aku berteduh disana dan Lucky sempat melihat itu, dan yang tahu rahasia itu ya hanya Lucky seorang"
Bintang tersenyum mendengar cerita istrinya,melihat rona merah malu-malu di wajah istrinya membuatnya gemas dan ingin mencium pipi istrinya itu. Bintang pun memeluk istrinya mengecup pipi yang merona itu.
"Terima kasih sayang,kau selalu setia menjadi pengagum ku setelah sekian lama".
"Tapi memang ukiran itu masih bisa terlihat?"Hana penasaran.
"Iya awalnya saat aku naik ke pohon ukirannya sudah tertutup kulit pohonnya tapi saat aku turun kulit itu terkelupas dan ukiran itu terlihat sayang"
Hana bingung apakah ini takdir atau bukan tapi setelah bertahun-tahun lamanya ukiran itu masih bisa terlihat,seolah memang harus di lihat oleh cinta pertamanya yang kini menjadi suaminya.
Hari terus berlalu hari ini adalah jadwal keberangkatan tim Bintang untuk turnamen di negara X dan kenerangkatan Hana untuk kesana, hanya kali ini mereka tidak bisa berada satu pesawat Bintang dan rombongan nya pergi lebih dulu sementara Hana pergi bersama Lucky.
sesampainya mereka di sana Hana langsung menuju hotel tempat suaminyandan rombongannya menginap, dia menyewa kamar dihotel yang sama dengan rombongan suaminya, dan meeting pun akan di lakukan di sana berikut perekrutan karywan baru.
Hana menelpon Nina menanyakan kebersediaannya bekerja ditempat dan posisi yang sama seperti dulu.
"Bagaimana Nina apa kau bersedia bekerja bersama kami lagi dan diposisi yang sama seperti dulu?"tanya Hana di telpon.
"Baik Nona besok saya akan datang ke sana untuk melakukan interview langsung dengan anda"Nina bersedia.
"Ooow yang menginterview mu nanti Lucas bukan aku"Hana menggoda.
"Hah... "Nina terkejut.
"Nanti dia akan mengajukan pertanyaan yang bersifat pribadi pada mu jadi bersiap lah"Hana cengengesan tertawa tanpa suara menggoda Nina.
Nina yang di sebrang telpon melamun.
"Tidak aku bergurau saja, aku langsung yang akan menginterview mu hehe"
"Nona... anda pandai sekali bergurau"
"Hahaha... "tawa Hana pecah.
"Memangnya kenapa bila Lucas yang langsung menginterview mu? "
Nina diam.
"Kamu takut di lamar lagi olehnya?"
"Nona tahu itu? "Nina terkejut.
"Apa yang tidak Lucas ceritakan pada ku hehe"
"Jadi dia cerita semuanya?"
"Iya semuanya bahkan saudara kembarnya saja tidak diceritakan olehnya,ayolah...terimalah sahabat ku menjadi pasangan hidup mu"
"Nona...."Nina terdengar malu.
Hana lalu menceritakan bagaimana Lucas mau berkorban untuknya untuk kebahagiaannya,dia rela melakukan itu tanpa mengharap balasan dari Nina.
Dan Nina pun menyadari itu,dia menyadari kalau dirinya tak akan mungkin bisa menemukan pria sebaik Lucas di dunia ini untuk dirinya.
Nina pun akhirnya meminta bantuan Hana untuk bisa menyatukannya dengan Lucas.
...***...