MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 49 Kecelakaan



Pertandingan sengit antara Bintang dan Alex masih terjadi,bahkan keduanya sampai jatuh bangun untuk melakukan defense dan penyerangan hingga meraih angka demi angka.Dan saat bola bulu itu melayang tinggi ke arah Bintang,Bintang langsung melakukan jumping smash dan mengerahkan bola ke sisi yang kosong yang sulit di jangkau oleh Alex.


Bola masuk dan Alex tersungkur,dan poin di raih oleh Bintang.kali ini Bintang melakukan serve dan bola langsung di pukul keras oleh Alex,tapi pertahanan Bintang cukup bagus hingga ia bisa mengembalikan bola tersebut menyebrang ke net lapangan Alex,Alex berusaha mengembalikan bola yang ada di depan net tapi tersangkut di net dan poin kembali untuk Bintang.


Alex kesal hingga ia melempar raketnya,Bintang yang melihat itu menjadi semakin semangat untuk bisa meraih angka lagi,lagi dan lagi.hingga Alex pun harus menyerah dalam dua set langsung.pertandingan antara Alex dan Bintang selesai mereka bersalaman di depan net tapi Alex membisikan sesuatu di telinga Bintang.


"Aku terima kekalahan ku hari ini tapi aku tidak akan terima bila gadis itu bersama mu"bisik Alex sambil tersenyum licik.


Bintang langsung melepaskan tangannya yang masih bersalaman dengan Alex.


"Jangan mimpi"kata Bintang dengan suara kecil yang hanya mereka berdua saja yang mendengar.


Bintang kesal ia lalu kembali kebelakang sendirian dan meninggalkan Alex.dirinya kesal karena Alex benar-benar menyukai Hana.melihat raut kesal di wajah anak didiknya coach Yoga bertanya.


"Kenapa?"tanyanya lembut sambil menepuk pundak Bintang.


"Tidak coach tidak apa-apa"Bintang tertunduk tidak semangat.


"Kamu berhasil menang hari ini dan akan maju ke final besok apa kamu ke fikiran itu?"tanya coach.


"Tidak coach bukan itu yang aku fikirkan"Bintang tertunduk.


"Lalu apa?apa kamu memikirkan Hana?bukan kah saya sudah bilang jangan jadikan cinta itu kelemahan mu tapi jadikan cinta sebagai kekuatan mu"coach Yoga mulai mengomel.


Bintang terdiam.


"Apa karena Hana hari ini tidak datang permainan mu tadi jadi sangat berantakan?"coach masih ngomel.


"Bukan coach jangan salahkan Hana karena permainan ku yang tidak bagus hari ini"Bintang protes.


"Saya tidak menyalahkan Hana,baiklah sekarang apa pun masalah mu saya berharap itu tidak merusak konsentrasi mu tetap lah fokus hingga bisa bermain bagus dan memberikan yang terbaik untuk bangsa mu".


"Ya coach terima kasih karena coach selalu menjadi penasihat yang baik untuk saya"


"Semangat lah"Coach Yoga menepuk pundak Bintang.


...***...


"Yes...yes...yes...Bintang menang....Lu...bintang menang Lu..."Hana berteriak-teriak kegirangan di dalam mobil menyaksikan kemenangan Bintang dari ponselnya.


Lucas menggelengkan kepalanya saja,melihat temannya kegirangan bukan main.


"Kenapa tidak menontonnya langsung?"tanya Lucas.


"Bintang melarang ku kesana"masih dengan wajah ceria menatap ponselnya.


"Kenapa melarang mu?"Lucas bingung.


"Ya jadi semalam itu yang menjadi lawan Bintang tadi itu mau berkenalan dengan aku,padahal Lucky dan Bintang sudah menjelaskan padanya kalau aku ini calon istri Bintang tapi orang itu tidak perduli dia masih saja memaksa berkenalan dengan ku,mangkanya Bintang tidak memperbolehkan ku kesana dan menyuruhku segera kembali ke negeri kita bersama ayah ku,aku di minta menunggunya disana dia akan segera melamar ku setelah dia tiba disana"


"Oh...begitu tapi orang itu benar-benar tidak tahu malu ya sudah jelas kamu ini calon istri orang masih saja tidak mau menyerah ckckck"Lucas menggelengkan kepalanya lagi.


Mobil tiba didepan rumah ayah Hana dan Lucas menunggu didepan pintu Lucas menekan bel menunggu pintu di buka,tak lama pintu di buka terlihat sosok ayah di balik pintu.


"Asalamualikum"Hana dan Lucas memberi salam.


Hana dan Lucas masuk kedalam rumah ayah,Hana menaruh koper kecilnya di pojok ruangan.dan ia duduk di kursi yang terbuat dari kayu.


"Apa Bintang sudah menyelesaikan pertandingannya hingga kamu segera meminta kembali kerumah?"tanya ayah saat mereka duduk.


"Bukan begitu ayah sebenarnya ada alasan lain yang mengaharuskan kita kembali lebih awal"Hana ragu untuk bercerita.


Tapi akihrnya Lucas lah yang bercerita kepada ayah,bercerita semuanya tanpa melebih-lebihkan.


"Astagfirullah jadi begitu hahaha ternyata dia sayang sekali sama anak ku ini,dia mau melindungimu dari pria lain yang berniat tidak baik pada mu Nana" ayah memuji Bintang.


...***...


Di gedung olah raga.


Maxi yang melihat Bintang memasang wajah kusut setelah selesai bertanding penasaran hingga ia bertanya pada Bintang.


"Apa yang dia katakan pada mu saat kalian bersalaman?"tanya maxi.


"Dia bilang dia menerima kekalahannya tapi dia tidak merelakan Hana bersama ku"Bintang kesal dia mengepalkan tangannya.


"Astaga orang itu benar-benar tergila-gila pada Hana ups"Maxi langsung menutup mulutnya yang keceplosan berbicara.


"Jangan sembarangan aku tidak perduli dia mau menyukai Hana atau tergila-gila pada calon istri ku asalkan hati Hana tetap mencintai ku tak ada yang bisa merebutnya dari ku"Bintang masih geram.


"Ya...kamu benar"Maxi menepuk pundak Bintang.


Pertandingan hari ini selesai,esok adalah pertandingan final untuk para atlet yang lolos melaju ke final.


Bus yang mengantar para atlet pun tiba di area parkir hotel tempat mereka menginap.semua atlet turun dari dalam Bus satu persatu mereka turun secara teratur.mereka pun berjalan menuju kedalam hotel saat Bintang berjalan tiba-tiba ada mobil dari arah belakangnya dengan kecepatan tinggi mobil itu langsung menabrak Bintang,dan Bintang terpental sekitar 2km dari tempat ia berjalan,semua tim dan pelatihnya berteriak dan lari menolong Bintang.


"BINTANG....."semuanya langsung berlarian menghampiri Bintang yang sudah tidak sadarkan diri.


"Astagfirullah Bintang bertahanlah"Coach Yoga panik melihat darah segar di dahi Bintang.


Lucky yang berada di lokasi kejadian akhirnya menawarkan mobil yang di sewanya untuk membawa Bintang ke rumah sakit terdekat.


Maxi,coach Yoga dan Lucky mengangkat Bintang ke mobil dan Lucky segera tancap gas menuju rumah sakit tedekat bersama Maxi dan coach Yoga.


Sesampainya di rumah sakit Bintang langsung di tangani oleh tim medis disana.Coach Yoga,Lucky dan Maxi cemas menunggu Bintang yang sedang di tangani oleh tim medis.


Keanapa hal ini harus terjadi padahal besok final,akh aku tak perduli dengan final yang terpenting sekarang adalah semoga Bintang tidak mengalami luka parah hanya itu harapan ku (fikir coach Yoga)


Maxi duduk dengan cemas ia mengepal-ngepal tangannya.


Bi...semoga tuhan melindungi mu Bi...


(Doa Maxi dalam hatinya).


Ya allah kenapa bisa ada kecelakan begini di karirnya sedang bagus,ya allah selamatkan lah dia aku nggak tahu bagaimana reaksi Hana bila ia tahu kejadian ini,bila aku tak memberitahu dia pasti akan tahu dari media yang tadi sempat meliput kejadian ini.


(Lucky gusar dalam hatinya).


...***...