
Bintang menarik tangan Hana hingga kini Hana ada di pelukannya.jarak mereka sangat dekat Hana jadi semakin takut dengan tingkah laku Bintang.
"Jadilah istriku"Bintang setengah berbisik.
Hana langsung terbelaklak mendengar ucapan Bintang.
"Sepertinya demam membuat mu jadi kurang waras Bi"Hana meronta agar Bintang melepaskan pelukannya.
Suara langkah kaki Mamah terdengar mendekati kamar tamu,Bintang segera melepaskan pelukannya.
"Alhamduliah selamet..."Gumam Hana saat Bintang melepaskan pelukannya.
Mamah Bitha masuk ke kamar tamu yang pintunya terbuka sedikit.
"Hana kamu mau langsung pulang?"tanya Mamah Bitha ketika dirinya masuk kedalam kamar.
"Iya tante saya mau pulang sekarang"Hana gugup.
"Baiklah biar Bintang antar kamu"
"Tidak usah tante sepertinya Bintang masih kurang sehat biar saya pulang sendiri saja"Hana langsung menolak.
"Kalau Bintang masih sakit itu artinya kamu masih harus disini sampai dia sehat"Mamah Bitha menjadi seram.
Bintang langsung menarik tangan Hana.
"Sudah ayo aku antar,kamu masih mau bermalam disini memangnya"Bintang langsung menarik tangan Hana dan membawanya turun tangga untuk mengantarnya pulang.
Ya allah saat ini aku kenapa ingin Lucky menghubungi ku,Lucky...hiks tolong...
Jeritan hati Hana sepertinya didengar oleh Lucky.ponsel Hana tiba-tiba berdering,dilihat nama Lucky tertera di layar ponselnya,langsung Hana angkat.
"Luc...tolong jemput gue luc"Hana panik
"Lu dimana sekarang?"tanya Lucky dari sebrang telpon.
"Gue masih di rumah Omanya Bintang"
Tiba-tiba Bintang merebut ponsel Hana.
Hana gelagaban ketika Bintang merebut ponselnya.
"Luc kamu nggak usah jemput Hana aku yang akan antar"
"Lu udah sehat Bi"tanya Lucky ditelpon
"Alhamdulilah sudah"
"Ya udah kalo begitu Hana sama Lu ajah nanti kita ketemuan di rumah Hana ajah ya bye"
Lucky langsung mematikan telpon.
Aaaaa Lucky kenapa kau jadi mendukung Bintang sih....
Keluh Hana dalam hatinya.
"Ayo naik"Bintang sudah membukakan pintu mobilnya.
Dengan terpaksa Hana pun masuk kedalam mobil dia duduk dan memasang sabuk pengaman,Bintang pun masuk kedalam mobil dan duduk di belakang kemudi memakai sabuk pengaman,mobil di nyalakan dan mulai berjalan dengan kecepatan sedang.
Saat mobil berjalan Hana tiba-tiba mencubit tangannya sendiri.
Aw...sakit berarti ini bukan mimpi.
Hana lalu menatap ragu pada Bintang.
Apa yang di katakannya itu tadi benar,aku tak mengerti harus senang atau tidak aku takut dia hanya bergurau tadi.
"Kenapa melihat ku begitu?"Bintang bertanya karena merasa di tatap oleh Hana.
"Apa yang kau bilang tadi di kamar itu hanya candaan mu saja?"Hana ragu untuk bicara.
Ahhh kenapa aku harus bertanya seperti ini,bukan kah sudah jelas itu memang candaannya saja hehe Hana bodohnya kau ini.
Hana berdebat dengan isi hatinya sendiri.
Bintang menepikan mobil dia lalu menghentikan laju mobil.Ia menatap Hana serius,Hana canggung dia memalingkan wajahnya dari Bintang ia menoleh ke arah kaca di sebelahnya.
"Hana tatap aku"pinta Bintang.
Aduhhhh kenapa jantung ini semakin kencang debarannya.
Hana memegang dadanya karena takut jantungnya loncat keluar dikarenakan debaran jantungnya begitu cepat di atas normal.
"Aku mencintai mu"Bintang langsung bicara saat Hana menoleh padanya"Aku serius aku tidak bercanda"pandangan Bintang begitu serius.
"Kenapa sejak kapan"Hana ragu.
"Entah lah aku pun tak tahu kapan datangnya perasaan ini dan sejak kapan nama mu mengisi relung hati ku"
Hana terdiam ia menunduk.
"Mau kah kau menjadi istri ku,aku tak ingin berpacaran aku ingin kita segera menikah"
"Beri aku waktu Bi..."Hana masih tertunduk.
"Apa kau tidak mencintai ku?"
"Bukan begitu Bi"Hana sewot.
"Lalu kau mencintai ku,bila mencintai ku kenapa harus berfikir lama-lama"Bintang sewot.
"Bukan begitu juga Bi..."Hana bingung.
Aduhhhh bagaimana menjelaskan padanya.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
"Lalu apa?"Bintang kesal.
"Bi...aku punya keluarga aku punya orang tua aku kan harus bicara dengan mereka,tidak bisa langsung menikah begitu saja,ku harap kau mengerti"Hana langsung menatap Bintang.
"Katakan kau mencintai ku"Bintang tersenyum.
"Hehehe"Hana malah cengengesan.
"Kenapa tertawa,ayo katakan kau mencintai ku"Bintang memaksa.
Ada ya orang yang menyatakan cinta maksa begini.
Hana masih tersenyum,dan itu membuat Bintang mati gaya entah kenapa bila melihat senyum Hana dirinya tidak bisa berkutik.
Bintang akhirnya melajukan mobilnya lagi dan berjalan menuju rumah Hana.sesampainya di rumah Hana ternyata Lucky sudah menunggu disana.
"Kalian lama sekali macet memangnya?"tanya Lucky saat melihat mereka turun.
"Ya gitu deh"jawab Hana santai.
Hana langsung mengambil kunci rumahnya yang ada di dalam tasnya,ia lalu membuka pintu rumahnya,dan mempersilahkan Bintang dan Lucky masuk kedalam rumahnya.saat didalam rumah Lucky dan Bintang langsung duduk di lantai ruang depan karena tidak ada kursi di rumah ini.
Hana langsung memberikan ipadnya pada Lucky untuk melihat hasil kerjanya kemarin dan berlari ke arah dapur untuk membuatkan minum.Lucky melihatnya ipad hanya sebentar,ia lalu bertanya pada Bintang.
"Kamu sudah sehat Bi...kapan akan kembali ke asrama?"Lucky lalu menaruh ipad Hana di lantai.
"Alhamdulilah aku sudah sehat,mungkin nanti sore aku kembali ke asrama"
Hana membawa nampan berisi dua gelas air teh manis di suguhkan untuk mereka berdua.
"Oia minggu depan ada turnamen lagi kan di negri x"
"Iya aku masih di ikut sertakan untungnya aku cepat sehat semua karena Hana merawat ku dengan baik"
"Aih...ternyata obat mujarabnya teman gue ini toh"ledek Lucky sambil menyeruput tehnya.
"Oia gue pamit duluan ya masih ada kerjaan di kantor"Lucky pamit duluan pada Hana dan Bintang.
"Ya aku juga sebaiknya pulang,tidak enak dengan tetangga mu bila kita hanya berduaan saja"Bintang pun pamit pulang.
"Ya baik lah kalian hati-hati ya di jalan"
"Ya kamu istirahat lah"kata Bintang saat ia keluar dari rumah Hana.
Saat Lucky membuka pintu mobilnya Bintang menghampiri Lucky.
"Luc bisa kita bicara berdua"pinta Bintang.
Melihat wajah serius Bintang Lucky pun mengiyakan ajakan Bintang.
...***...