
Malamnya setelah makan malam berakhir,Hana menunggu Bintang ditaman bersama Lucky yang memeriksa hasil kerja Hana kemarin lewat emailnya.tak disangka Atlet bule yang menyukai Hana ia pun ketaman hotel.kali ini ia tak ingin melepasnya.
Dihampiri Hana yang sedang bersama Lucky.
"Permisi boleh saya bergabung dengan kalian?"tanyanya.
Hana dan Lucky menoleh kepadanya.
"Ehmmm kau ini Alex kan "tanya Lucky.
"Ya kau benar"
oia gue inget tadi di lapangan dia merhatiin Hana terus,jangan-jangan.
Lucky lalu melihat ke arah Hana yang cuek saja.
"Hehe tapi kami sedang menunggu teman lain tapi bila anda ingin bergabung bersama silahkan"Lucky berusaha ramah.
Hana masih cuek.tapi kecuekannya makin membuat Alex penasaran padanya.
"Hai Nona boleh berkenalan"Alex mengulurkan tangannya ke hadapan Hana.
Hana terkejut melihat tangan seseorang ada di depannya melihat kearah pemilik tangan tersebut.
"Luc...lucky"Hana menendang kaki Lucky yang masih sibuk dengan pekerjaannya.Ia takut dengan orang asing yang ada di sampingnya.
"Apa?"Lucky menoleh ke arah Hana yang menunjuk diam-diam ke arah Alex.
Lucky yang melihat hal itu langsung terbelalak.
"Boleh kah aku berkenalan dengan mu?"Alex bertanya lagi pada Hana.
"Alex perkenalkan ini sahabat ku Hana dia calon istri dari Bintang Putra Adam"Lucky memperkenalkan Hana pada Alex.
"Ya...aku tahu,tapi aku tak perduli yang aku tahu Nona ini sangat menarik sejak pertama aku melihatnya"Alex terus memandang Hana.
Hana menjadi risih karena di pandang seperti itu.
Ini bule gila ya udah tahu temen gue calon istri orang tapi dia nggak perduli.kacau kalau kaya begini,bisa-bisa ada skandal nih kalau Bintang lihat ini.
Tapi baru selesai Lucky berfikir Bintang sudah tiba bersama Maxi.
"Apa yang kau lakukan Alex?"tegur Bintang.
"Wah...kacau telat"gumam Lucky.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan Nona ini karena semalam kami belum sempat berkenalan"Alex berbicara pada Bintang seolah tak perduli Hana itu calon istrinya atau bukan.
"Alex wanita ini calon istri ku"Bintang menegaskan pada Alex.
"Ya aku tahu kamu bilang semalam pada ku" Nada Alex terdengar cuek.
"Jadi sebaiknya kamu cari wanita lain yang bisa kamu ajak senang-senang"Bintang menahan emosinya.
"Tapi tidak sayangnya tidak ada wanita yang semenarik wanita mu"Wajah Alex terlihat meledek Bintang.
Lucky dan Maxi langsung mengajak Bintang dan Hana pergi dari taman tersebut.Bintang cemberut ia marah mendengar ucapan Alex.mereka berjalan dengan cepat menuju ke arah kamar Hana dan sampai di depan kamar Hana Bintang langsung berbicara.
"Hana kembalilah ke kamar mu dan besok kau tak perlu ke arena pertandingan lebih baik besok kau segera kembali ke negara kita bersama ayah mu,tunggu aku disana untuk melamar mu".Bintang masih marah tapi mencoba menyembunyikannya di hadapan Hana.
"Tapi Bi..."Hana keberatan.
"Hana..."wajah Bintang memohon.
"Sudah...sudah lebih baik lu turutin ajah permintaannya,semua ini demi kebaikan kalian berdua"saran Lucky.
"Baik besok pagi aku akan kerumah ayah dan bersiap kembali ke negara kita,doa ku selalu bersama mu"Hana memahami apa yang di rasakan Bintang saat ini hingga ia pun menuruti permintaan Bintang.
"Sekarang kembalilah ke kamar mu,maaf kan aku bukan aku tak ingin kau ada disini bersama ku tapi..."
"Aku mengerti Bi...aku mengerti,aku ke kamar ku dulu ya"Hana langsung berjalan ke arah kamarnya.
"Bi...kendalikan diri mu jangan karena ini kamu jadi tidak fokus saat bertanding dengannya besok".Maxi menckba mengingatkan Bintang.
"Oia besok dia jadi lawan tanding lu,wah jangan-jangan ini strategi dia Bi...jangan terpancing Bi...fokus Bi fokus"Lucky menyemangati.
"Ya...bisa jadi memang ini strategi dia,mangkanya aku menyuruh Hana untuk tidak datang karena bila ia disana dia pasti menggodanya lagi dan itu akan membuat aku jadi tidak fokus"Bintang geram.
Hana membaringkan tubuhnya di kasur,memandang langit-langit kamar hotel.
Kenapa ada saja orang yang mau mengganggu hubungan kami,padahal aku sudah mengacuhkannya tapi laki-laki itu kenapa seperti menantang Bintang,dasar menyebalkan.
Hana kesal sendiri.
...***...
Keesokan harinya pagi-pagi Hana sudah bersiap cek out dari hotel ia menunggu Lucas menjemputnya.Bintang mengetuk kamarnya Bintang menemui Hana bersama Maxi.
"Eh...Bi..."Hana tersenyum saat melihat Bintang di balik pintu.
"Kamu sudah bersiap-siap?"Tanya Bintang.
"Iya...aku menunggu Lucas menjemput ku"
"Ya...hati-hati lah,salam pada ayah mu sampaikan maaf ku karena tidak bisa mengantar mu".
"Ya...aku rasa ayah juga mengerti keadaannya" mereka berbincang di depan pintu kamar.
"Bi...sudah saatnya kita berangkat"Maxi mengingatkan Bintang.
"Oh...iya,aku berangkat duluan ya,doa kan aku"Bintang berpamitan pada Hana.
"Ya...aku selalu mendoakan mu"Hana tersenyum pada Bintang dan Bintang pun langsung pergi bersama Maxi walau dengan berat hatinya meninggalkan Hana tapi tugasnya masih menunggunya di lapangan nanti.
Didalam Bus menuju gedung olah raga.
Lawan kali ini benar-benar membuat Bintang panas membara,apa lagi mengingat kejadian semalam,kejadian yang menurut Bintang tidak sopan dan tidak profesional.
Beraninya dia bicara seperti itu semalam,dengan entengnya dia bicara dia tertarik pada calon istri ku menyebalkan...
Tangan Bintang mengepal kesal.
"Bi...fokus Bi...jangan terbawa suasana semalam ingat apa kata Lucky mungkin ini salah satu strateginya untuk mengalahkan mu"Maxi mengingatkan Bintang,Maxi tahu Bintang sangat kesal saat ini.
"Ya..."Jawab Bintang.
Di arena pertandingan Bintang sudah di mulai,Alex menatap Bintang seperti meledek,Bintang berusaha seprofesional mungkin karena ia tak ingin melibatkan permasalahan pribadi dengan karirnya.
Pertandingan pun di mulai,Alex menyerang Bintang habis-habisan hingga Bintang tertinggal scorenya.
Coach Yoga yang melihat pukulan Bintang yang tidak konsisten berdoa di sudut lapangan.
Ya allah tolonglah anak didik ku ini agar ia konsentrasi dalam pertandingan ini.
Coach Yoga berdoa dalam hatinya.
Maxi dan Lucky yang tahu kejadian semalam melihat pertandingan Bintang yang seperti ini jadi kesal sendiri.
"Dasar bule licik"Maxi geram hingga mengepal tangannya.
"Hana...Idola mu keteteran sob..."Lucky cemas.
Hana yang melihat pertandingan secara steeming di ponselnya jadi khawatir,ia jadi bimbang ia ingin sekali berlari ke gedung olahraga dan berteriak menyemangati Bintang.tapi mengingat Bintang tak memperbolehkannya ke sana dia akhirnya hanya berdoa.
Hana mengangkat kedua tangannya memohon bantuan kepada allah SWT agar Bintang bisa konsisten dalam permainan,dan tak terpancing oleh lawannya.
Ya allah berikan Bintang kekuatan dan kesabaran dan mudahkanlah ia untuk meraih kemenangan hari ini hingga final.aamiin.
Hana berdoa setulus hatinya.
...***...