
Keesokan harinya saat menjelang subuh Lucky sudah menelpon Hana,dia memberitahukan pada Hana kalau ia tak perlu membeli tiket masuk untuk melihat pertandingan hari ini karena Lucky telah membuatkan kartu pers untuknya,itu ia gunakan agar Hana bisa mengambil gambar dengan leluasa saat di dalam gor nanti gambar-gambar itu bisa menjadi membantu Hana dalam menggambar komiknya.
Mereka bertemu di pintu masuk Hana sudah menunggu Lucky sendirian disana hari ini Dini tidak bisa menemaninya karena ada urusan lain yang tidak bisa ia tinggalkan.Lucky langsung memberikan id pengenal pada Hana dan memberikan kamera pada Hana,Hana bingung saat dia di berikan kamera oleh Lucky.
"Ini buat apa Luc,emang gue fotografer?"Hana bingung sambil melihat dan memutar mutar kamera.
"Itu buat lu ambil gambar nanti pas didalem lu foto-foto buat ambil gambar disini juga boleh klo menurut lu bisa bantu lu dan nambah-nambah inspirasi buat lu"
"Oh...begitu,oia gue semalem bikin covernya dulu"Hana memberikan kamera ke pada Lucky dan mengeluarkan ipadnya dari tas ranselnya,dia lalu menunjukan hasil kerjanya semalam pada Lucky.
"Boleh juga"
"O...ia Luc kenapa jalan ceritanya kaya begitu,itu kaya cerita gw sama Bintang?"
"Ya...gue emang terinspirasi dari lu berdua"
"Tapi lu tau kan gambar yang bakalan gue gambar itu bisa jadi kejadian di dunia nyata mangkanya gue ga mau sembarangan ngegambar"Hana protes.
"Tau..."Lucky menjawab santai pandangannya masih menatap ipad milik Hana.
"Luc...serius Luc kalo gue gambar kehidupan gue sama Bintang dan elu ngarang cerita cinta gue itu bisa jadi kenyataan loh"
"Ya...bagus"
"Bagus apanya lu ngaco ya"Hana protes lagi.
Akhirnya Lucky memberikan penjelasan pada Hana tentang cerita yang dia buat dan bagaimana nantinya Hana harus menggambar sesuai alur cerita yang dia tuliskan,tapi bukannya mendengarkan Lucky Hana malah terpesona melihat seorang atlet wanita dari negri lain.
"Ih...kalo di lihat lebih deket dia cantik banget..."Hana gemas melihat atlet wanita yang baru lewat didepannya dan tersenyum padanya.
"Luc...luc...dia cantik banget ya kenapa Bintang gak suka sama teman satu profesinya ya padahal mereka cantik-cantik loh"
Lucky kesal karena Hana tidak mendengarkan omongannya.
"Lu ngedengerin gue nggak sih"Lucky gemas dengan tingkah temannya hingga mendorong dahi Hana dengan telunjuknya.
Mereka tidak sadar kalau dari kejauhan Bintang melihat tingkah mereka dari jauh,Bintang tersenyum sendiri melihat tingkah laku kedua sahabat itu.
"Luc...luc...menurut lu dia cocok nggak ya sama Bintang cocok lah ya yang satu ganteng yang satu cantik"antusias sendiri.
Lucky kesal sendiri dengan temannya dan pergi meninggalkan Hana tanpa berkomentar apa pun.
Hana mengejar Lucky dan masih saja membahas tentang kecocokan Bintang dengan atlet wanita dari negri lain itu.Lucky akhirnya menghentikan langkahnya di menoleh kesal pada Hana.
"Mereka cocok tapi sayangnya Bintang nggak suka, dia lebih suka sama cewe bodoh dan nggak peka"
"Serius lu,siapa kira-kira cewe itu"
"Ya"Lucky menjawab singkat.
Tapi hatinya ingin menangis.
Cewe itu elu bodoh...dan parahnya cewe bodoh itu temen gue sahabat gueðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
"Luc...luc lu belom bilang sama gue siapa cewe yang di sukai Bintang"Hana penasaran.
"Dah lu siap-siap sana ambil gambar sana gue juga mau kerja"Lucky langsung meninggalkan Hana dan menuju tempat dia kemarin untuk meliput pertandingan.
Hana memotret apa yang menurutnya bisa membantunya dalam menggambar,Bintang melihat Hana saat dia sedang lalu lalang sambil membidik kamera,dilihatnya Hana memakai rompi bertuliskan nama sebuah media di belakangnya dan di lehernya terlihat tanda pangenal.
Apa dia jadi wartawan sekarang.
"Bintang..."Coach Yoga memanggilnya dari belakang.
Bintang langsung menoleh.
"Ya coach"Bintang menghampiri coach Yoga.
Coach Yoga tersenyum melihat anak didiknya tersenyum sendirian dari tadi.
"Kenapa?"tanya coach Yoga sambil tersenyum.
"Kenapa apanya coach?"Bintang bingung dengan pertanyaan coachnya.
"Kenapa dari tadi saya lihat kamu senyum-senyum sendirian,kasmaran?"
Pertanyaan coach Yoga langsung tepat sasaran seperti smash yang tak dapat di bendung oleh lawannya.
"Hehe coach bisa saja"Bintang salah tingkah.
"Kasmaran boleh tapi tetap fokus ya"Coach Yoga menepuk pundak Bintang dan Bintang pun hanya mengangguk patuh.
Coach Yoga pun berlalu dari Bintang untuk mendampingi anak didiknya yang lain yang segera bertanding di babak pertama.
...***...
Seorang gadis berambut kurus hitam dan panjang berjalan elegan menuju ke dalam gor,tujuannya datang bukan hanya untuk menonton pertandingan yang sedang berlangsung tapi untuk mencari sesorang yang ia rindukan yang tidak ada kabarnya selama beberapa hari ini.
Gadis itu duduk di tribun VIP penonton,dengan begitu ia bisa lebih dekat melihat keberadaan orang yang di rindukannya.tapi saat matanya berkeliling mencari matanya menangkap sosok wanita kecil yang mondar-mandir membawa kamera dan membidik kebeberapa arah dan memotretnya.
"Ngapain dia disana?"gumamnya"apa dia juga wartawan?ah sudah lah tujuan ku kesini mencari temannya bukan mencari dia" Wanita itu pun melengos dan mencari lagi dimana orang yang sangat ia ingin lihat itu.
Dan ia menemukan dimana titik seorang pria yang sedang serius dengan rekan kerjanya.
Ah...itu dia baru kali ini aku lihat wajah seriusnya,ternyata dia tampan sekali bila sedang serius begitu.
Wanita itu pun mengirim pesan ke ponselnya.
Aku disini
Begitu pesan di ponselnya.
Kantung celana Lucky bergetar,dia merogoh kantung celananya,dan dilihatnya ada pesan.
Membaca pesan yang dikirim ke ponselnya ia pun celingungkan mencari si pengirim pesan,matanya berkeliling ke arah tribun penonton,dan matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang melambaikan tangannya.ia pun permisi sebentar meninggalkan rekan kerjanya,untuk menghampiri wanita tersebut.
"Cla datang untuk melihat pertandingan?"tanya Lucky saat menghampiri Clara di tribun.
"Tidak aku datang untuk menemui mu".
Astaga dia manis sekali.
Lucky tersenyum pada Clara.ia pamit untuk bekerja kembali.sebelum ia pergi dari hadapan Clara ia berjanji akan menelponnya nanti setelah selesai bekerja.
Maaf aku tak punya banyak waktu dengan mu.
Lucky berkata dalam hatinya.
...***...