MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 66 Trauma



Geral melajukan mobil kerumah sakit terdekat,rumah sakit tempat Bintang di rawat dulu.sampai rumah sakit Bintang langsung di tangani oleh dokter,Hana menjelaskan pada dokter yang menangani Bintang saat ini,Suaminya jadi seperti orang ketakutan saat melewati tempat kejadian kecelakaan yang menimpanya.


Dokter akhirnya mengambil tindakan dokter langsung memberikan obat penenang pada Bintang,agar kondisinya tenang terlebih dahulu baru melakukan tindakan lebih lanjut.


Dokter mengajak Hana berbicara.


"Nona suami anda mengalami trauma yang serius,dia harus di obati,di berikan terapi secara rutin bila tidak akan berdampak tidak baik untuk penyembuhan keseluruhan fisik dan psikisnya".


"Lakukan yang terbaik untuk suami saya dok".


Bintang pun di pindah ke ruang rawat,Hana menunggunya bersama,Nina dan Geral.


"Geral apa kamu sudah memberitahu Lucas aku membatalkan meeting hari ini?"berbicara tanpa melihat ke arah geral,Hana fokus melihat Bintang.


"Sudah Nona"


Hana lalu terdiam duduk di sofa ruangan,pandangannya kosong


"Seandainya aku tidak datang ke negeri ini dan tidak melihat mu bertanding di negeri ini mungkin ini semua tidak akan terjadi"Hana lalu melihat cincin pernikahan di jari manisnya.


Nina dan Geral bingung harus melakukan apa.


"Semua yang terjadi padanya karena aku"Hana menangis.


"Nona kuatkan diri anda tuan membutuhkan anda nona"


"Seharusnya aku tidak berada di sisinya Nina seharusnya aku pergi jauh darinya hingga dia tidak menerima kesialan ini semua"Hana menunduk dan menangis.


"Nona ini cobaan bukan kesialan"Nina berusaha menenangkan Hana mengelus punggungnya.


Hana mendongakan kepalanya yang tadi tertunduk.


"Ya...aku harus kuat aku akan ada di sampingnya sampai dia sehat seperti dulu lagi"Hana mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Tapi setelah semua kembali seperti sedia kala,di saat itu lah aku harus pergi jauh dari mu,agar tak ada kesialan yang menimpa diri mu lagi.


Fikir Hana saat itu,dan hanya dirinya sendiri saja lah yang mengetahui hal itu.


"Kalian kembalilah dan beritahu Lucas agar meeting nanti menunggu kedatangannya saja,dan Nina tolong kamu bawakan pakaian aku dan suami ku dirumah ya,maaf jadi merepotkan mu mungkin aku akan menginap disini beberapa hari lagi,dia membutuhkan perawatan".


"Baik Nona anda tidak perlu sungkan aku senang bisa membantu Nona".


Hana hanya tersenyum hambar,dimatanya terlihat beban yang sangat berat hingga serasa lelah menahannya.


...***...


Lucas yang mendapat telpon dari Geral terkejut medapatkan berita tersebut.


"Apa!?"Lucas terkejut."astaga aku salah aku lupa seharusnya tempat meeting kita ubah aku lupa bodohnya aku"Lucas kesal dengan dirinya sendiri.


"Baiklah meeting di tunda sampai aku kembali kesana ya"


telpon pun terputus.Lucas merasa bersalah pada Hana.


"Hana maaf kan aku kawan,kamu pasti sangat sedih padahal baru tadi pagi kamu gembira"Lucas menyesali kecerobohannya.


Nina pun menelpon Lucas memberitahukan keadaan Hana yang menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan yang menimpa suaminya.


"Dia menyalahkan dirinya sendiri tuan,dia bilang bila dia tidak datang kesini semua ini pasti tidak akan terjadi,dia bilang kalau dirinya itu pembawa sial untuk suaminya dia menangis tuan,di matanya terlihat beban yang sangat berat hingga ia tidak kuasa untuk menahannya lagi"cerita Nina.


"Ya allah Hana...."Lucas bersedih mendengar sahabatnya sedang tidak berdaya sendirian di sana.


Seandainya pernikahan Lucky tidak penting mungkin sekarang ini Lucas dan Lucky akan terbang kesana dan memberi semangat kepada sahabatnya itu.


...***...


"Hana....hana..."Bintang mengigau memanggil nama istrinya.


"Ya...sayang aku disini"Hana bangun dari duduknya.


Bintang membuka matanya,melihat istrinya ada dinsampingnya Bintang mengencangkan pegangan tangan istrinya.


"Jangan tinggalkan aku"Di matanya terlihat ketakutan yang mendalam.


"Tidak sayang aku disini disamping mu".


"Aku takut bayangan kecelakaan itu masih membayangi ku"


"Sayang....aku ada disamping mu jadi tenang kanlah diri mu ya....nanti dokter akan membantu mu agar bisa keluar dari rasa trauma mu".


"Sayang...maafkan aku,padahal kamu begitu bahagia saat tadi pagi,tapi aku kumat lagi dan menyusahkan mu lagi maafkan aku ya"Bintang merasa bersalah pada istrinya.


"Tidak sayang kamu tidak salah,kamu tidak perlu minta maaf,tapi kamu harus berjanji satu hal pada ku"


"Janji apa sayang?"Bintang bingung.


"Janji kamu harus kuat dengan semua cobaan ini berjanjilah pada ku sayang"Hana menggenggam tangan suaminya dan menaruhnya di dadanya.


"Iya...aku janji mu"Bintang berjanji pada Hana.


Dua hari Bintang di rawat di rumah sakit,hari ini dirinya si perbolehkan pulang dan di berikan jadwal terapi oleh dokter untuk mengilangkan trauma kecelakaan.


Lucky dan Lucas yang kemarin mengetahui Bintang masuk kerumah sakit lagi,langsung memberikan suport pada Hana,mereka sungguh tidak tega mendengar temannya sangat menderita batin,apa lagi saat mendengar cerita Nina kalau Hana menyalahkan dirinya sendiri dan mengakibatkan suaminya mengalami hal seperti sekarang ini.


Di rumah Bintang kembali belajar berjalan pelan-pelan,Hana memperhatikannya.


Andai aku tidak datang kesini,sekarang ini pasti kamu sedang fokus memukul shutelchok berlari dan melompat di lapangan,Bukan sedang belajar berjalan seperti sekarang ini,Bintang maafakan aku.


Tak tersa air mata menetes di pipinya,ia segera mengusap air mata tersebut sebelum suaminya menyadarinya.


"Sayang...kamu kenapa?"Bintang bingung melihat istrinya diam saja.


"Sayang kita buat video kamu sedang berjalan yuk nanti kita kirim ke Oma,mamah dan juga ayah dan oia tak lupa kita kirim ke Coach Yoga dan teman-teman mu di asrama mereka pasti senang melihat perkembangan mu"Hana langsung mengambil ponselnya ia lalu merekam Bintang yang sedang belajar berjalan,dan mengirim videonya pada keluarganya dan teman-temannya.


Semua orang yang menerima video dari Hana langsung mengucap syukur karena melihat perkembangan Bintang.


"Alhamdulilah"Oma,Mamah Bitha mengucap syukur setelah melihat video yang di kirim Hana


Begitu pun dengan ayah dan Ibu yang melihat video yang dikirimkan Hana.


Coach Yoga dan teman-temannya pun mengucap syukur dan langsung melakukan video call dengan Bintang.


"Bi....."Semua teman-temannya langsung histeris melihat video itu.


"Alahamdulilah Bi...perkembangan mu bagus Bi..."Coach Yoga terharu hingga menitikan air di ujung matanya.


"Ya...coach alhamdulilah semuanya berjalan lancar,berkat doa kalian semua dan pastinya berkat istri ku yang sangat sabar merawat ku sendirian".


"Hiks...Bi...kata-kata mu sungguh menyentuh hati ku"Maxi terharu.


"Haha segeralah menikah agar ada yang mendampingi mu seperti ku"Bintang tertawa meledek Maxi.


"Oh...kalau itu nanti saja ya...aku belum siap hahaha"Maxi tertawa.


...***...