MY IDOl Is MY HUSBAND

MY IDOl Is MY HUSBAND
Bab 60 Jalan-jalan



Hana mendorong kursi roda Bintang keluar dari kamar,mereka ke arah dapur ternyata Ibu sedang menyiapkan makan malam.


"Eh...kalian sudah bangun..."


"Iya bu maaf kami ketiduran"Bintang tersenyum malu.


Hana menuang air kedalam gelas,ia lalu memberikannya pada Bintang,Hana celingukan mencari Lucky dan Maxi.


"Bu...Lucky dan Max kemana?"tanya Hana bingung.


"Mereka sudah kembali ke hotel,ibu menyuruh mereka menginap tadi tapi mereka tidak mau,kata besok mereka mau kembali dan masih banyak pekerjaan juga"jelas Ibu.


"Mereka benar-benar berniat menengok keadaan kita,kita beruntung mempunyai sahabat seperti mereka ya"Bintang tersenyum mengingat kesetia kawanan teman-temannya.


Hana memegang tangan Bintang mereka pun tersenyum bersama.


"Hei...mau sampai kalian berpegangan tangan ayo makan Ibu sudah memasak yang special untuk menyambut kedatangan kelian"ajak ayah.


Hana pun mendorong kursi Bintang ke arah meja makan,Hana pun duduk di samping Bintang.


"Wah...benar sayang Ibu masak menu special nasi kuning dan lauk pauknya"Hana takjub ketika melihat hidangan yang tersedia di meja makan.


Di keluarga Hana bila mengadakan syukuran,syukuran apa pun itu, Ibu pasti membuat nasi kuning,sebagai rasa syukur karena harapan yang terkabul.


"Iya ini sebagai wujud rasa syukur Ibu dan ayah karena Bintang telah keluar dari rumah sakit dan bersyukur karena kalian telah menikah,maaf Ibu buat syukuran pernikahan kalian sedikit terlambat".


"Ibu...terima kasih aku sayang Ibu"Hana bangun dari kursinya dan langsung memeluk tubuh ibunya.


Bintang dan ayah tersenyum melihat keakraban antara Hana dan Ibu.Ibu pun mengelus-elus punggung putrinya.


Makan malam pun dinikmati bersama setelah selesai makan Hana dan Ibu merapihkan meja makan,Hana pun mencuci piring yang kotor,setelah selesai mencuci piring Hana bersiap untuk mandi.melihat istrinya membawa-bawa handuk Bintang bertanya.


"Kamu mau mandi?"tanya Bintang.


"Iya badan ku lengket karena berkeringat,apa kamu ingin membersihkan badan juga?"Hana bertanya santai sambil memegang tengkuk lehernya.


Bintang menunduk malu.


"Apa tidak apa-apa?"Bintang bertanya malu.


Kenapa dia memasang wajah seperti itu,jangan-jangan di berfikir ingin membersihkan badannya sambil melihat ku mandi lagi...


Hana lalu mendorong kursi roda Bintang.


"Baiklah aku membersihkan badan mu dulu setelah itu aku mandi"kata Hana sambil melepas kemeja suaminya.


Bintang cemberut.


Hana yang melihat wajah suaminya berubah,langsung membelai pipi suaminya.


"Kenapa?"Hana bertanya lembut.


Bintang masih cemberut.


"Kamu...mau... ikut mandi bersama ku?"tanya Hana ragu.


Bintang mengangguk ragu.


"Sayang...sabar ya...aku bukannya tidak ingin seperti itu,tapi..."Hana tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Melihat wajah bersalah istrinya,Bintang jadi bersedih.


"Sayang...aku mengerti maksud mu aku tahu ini semua untuk kebaikan ku"Bintang mengelus pipi istrinya.


"Masih ingin membersihkan badan?"Hana lalu tersenyum menatap suaminya.


Bintang mengangguk.


Hana pun melepaskan kemeja suaminya dan membersihkan badan suminya,lalu ia menggantikan semua yang di pakai suaminya,tanpa rasa canggung,dia terbiasa melakukannya saat Bintang masih di rumah sakit,awalnya dia memang canggung,malu dan takut salah sentuh tapi sekarang dia sudah membiasakan melihat keseluruhan bagian badan suaminya.


Bintang sudah berganti pakaian,Hana membantunya berpindah ke tempat tidur.


"Kamu tunggu disini ya aku mandi dulu"


Bintang pun hanya mengangguk.


Saat Hana ingin berjalan ke kamar mandi,Bintang menghentikan langkahnya.


"Sayang..."Bintang memanggilnya.


"Ya...sayang"Hana menoleh.


"Maafkan aku karena bersikap seperti tadi"Bintang menatap istrinya dengan wajah bersalah.


Hana tersenyum.


"Tidak apa-apa sayang,aku mandi dulu ya"Hana pun masuk kedalam kamar mandi yang ada di kamar mereka.


Di kamar mandi Hana menitikan Air mata,ia sedih karena tidak bisa menuruti kemauan suaminya.


Sabar Hana sabar kamu kuat kuat kuat.


...***...


Di pagi Harinya Lucky dan Maxi sudah bersiap untuk pergi kebandara,tak lama ponsel Lucky berdering ternyata Hana yang menelpon.


"Ya...Han..."jawab Lucky.


"Elu udah mau berangkat?"tanya Hana di telpon.


"Belum masih beres-beres kenapa emangnya?"tanya Lucky bingung.


"Nggak gue sama suami mau ngucapin terimakasih karena kemarin sudah repot-repot nengokin kami dan nganterin kami juga"


"Oh...itu ya sama-sama gue seneng kok ngelakuinnya,Han...yang sabar ya..."tiba-tiba suara Lucky serius.


Lucky tahu bagaimana perasaan sahabatnya menjadi pengantin baru dalam keadaan yang seperti ini pasti berat.


"Iya...udah elu nggak usah kefikiran lu urus dah tuh hubungan lu sama nona cantik lu"Hana bergurau.


"Ooo kalo itu mah nanti gue sampe sana juga udah ada sesuatu yang mengejutkan buat dia Han hehehe".


"Wah...wah...kayanya ada yang mau nyusul nih"ledek Hana.


"Ya...gitu deh...hahaha"


Hana pun tertawa.


Bintang yang melihat senyum lebar di bibir istrinya merasakan kebahagiaan juga bahagia bila melihat orang yang kita cintai bahagia.


Saluran telpon pun terputus.


"Sayang kita jalan-jalan keluar yuk..."ajak Hana saat ia mengakhiri telpon dengan Lucky.


Hana langsung mendorong kursi roda Bintang keluar rumah,mereka berjalan-jalan di sekitar rumah,mereka berjalan terus dan Hana berhenti di sebuah lapangan basket,dilihat disana ada Lucas sedang bermain sendirian terlihat Nina sedang duduk di bangku taman,rumah mereka berdua memang tak jauh jaraknya dari rumah ayah.


"Lu..."tegur Hana."Sayang ada Lucas dan Nina"Hana langsung mendorong kursi roda Bintang masuk ke dalam lapangan mereka diam menonton Lucas di sisi lapangan.


"Eh...kalian"Lucas melihat ke arah Hana dan Bintang.


Lucas bermain basket sendirian,dia fikir kurang seru lalu dia melempar bola basket ke arah Hana.Hana menangkap langsung bola tersebut Lucas lalu memainkan tangannya maju mundur.


"Ayo...nggak asik main sendirian"ajak Lucas.


Bintang bingung melihat ke arah Hana dia berfikir apa bisa istrinya ini bermain basket.


"Oke..."Hana langsung mendribel bola ke arah Lucas.


Bintang melihat mereka bermain basket.


"Nina tolong jadi wasit"kata Lucas.


Nina pun menurut dia menjadi wasit Nina melempar bola ke atas dan Hana dan Lucas melompat memperebutkan bola.


"Mana bisa menang dia dengan ukuran tinggi Lucas jauh lebih tinggi darinya"gumam Bintang sambil.terus memperhatikan permainan mereka.


Bola berhasil di tepis Lucas bola bebas Hana langsung berlari meraih bola tersebut,Bintang terkejut melihat Hana berlari sangat cepat.


Sejak kapan dia ada disana


Bintang bingung.


Hana mendribel bola berlari sambil mendribel bola tersebut tapi di hadang oleh Lucas,tapi Hana yang kecil begitu mudahnya menghindar dari hadangan Lucas,dia bisa melewati Lucas dan masih mendribel bola Hana mendekati ring.


Apa dia bisa memasukan bola setinggi itu.


fikir Bintang.


"Lay up shoot"Teriak Hana dan bola pun masuk kedalam ring basket.


Bintang terkejut melihat itu.


"Wah....sayang kamu hebat"Bintang bersorak dari pinggir lapangan.


Lucas merebut bola dan langsung lari mendribel bola ke arah ring Hana berlari dan mencoba merebut bola dan berhasil Hana langsung merebut bola dan berlari mendribel kembali kearah ring dan ia melakukan lay up shoot lagi.


"Yeay..."Hana kegirangan dia melompat dan me gepalkan tangannya keatas meninju udara.


Bintang tersenyum gembira melihat istrinya sangat bersemangat.


Lucas berhasil merebut bola lagi dia lalu mendribel bola ke arah ring saat Lucas ingin menembak Hana menghadangnya tapi ternyata itu tipuan Lucas mundur sambil mendribel bola ia mundur sampai luar garus ring bila Lucas mencetak skor dari posisi itu tiga poin.Hana berusaha menghadang bola saat Lucas menembak bola Hana langsung melompat tapi bola tidak bisa di hadang hingga bola pun masuk ring,Hana yang melompat tiba-tiba terjatuh.


"Sayang..."Bintang berteriak ketika melihat istrinya terjatuh.


"Nona"Nina pun ikut berteriak.


"Hana kamu nggak apa-apa?"Lucas langsung menghampiri Hana.


"Aw...sesssh "Hana menahan rasa sakit,dia jatuh dengan posisi tengkurap.


...***...