My Hero My Love

My Hero My Love
Plakk...



Stella sudah siap dengan menggunakan dress hitam selutut. Dia akan berangkat dengan menggunakan taxi. Namun sebelumnya dia akan mampir ke restoran depan apartement Shane untuk membeli makanan. Dia tak sempat memasak karena stock bahan makanan di kulkas habis. Jadi dia akan membelikan bekal makan siang Shane di restoran saja.



Stella menikmati perjalanannya yang singkat itu menuju perusahaan Shane. Setibanya di perusahaan, Stella menuju Resepsionis untuk bertemu Shane.Wajahnya yang cantik jelas membuat resepsionis bertanya siapa wanita cantik ini? Dan apa hubungannya dengan bossnya?


"Iya ada yang bisa saya bantu nona?" tanya resepsionis.


"Iya, bisa aku bertemu dengan Shane?" jawab Stella dengan senyum cantiknya. Stella hanya satu kali ke kantor Shane dan itupun Stella langsung menuju ke ruangan Shane, karena dia bersama Killa saat itu. Jadi tak banyak yang mengingat Stella.


"Sudah membuat janji nona?" tanya resepsionis itu kembali.


"Katakan padanya miss Stella ingin bertemu." Stella menjawab pertanyaan resepsionis dengan senyum nakalnya dan mengerlingkan matanya.


"Eh, baik nona tunggu sebentar." wajah resepsionis itu memerah saat Stella menggodanya. Pasalnya yang menggodanya seorang nona cantik, jelas lelaki itu nervous di depan Stella.


Selang berapa menit resepsionis itu kembali berbicara dengan Stella.


"Silahkan nona, saya antar depan lift." ucapnya kembali.


"Terima kasih tampan. Siapa namamu?" tanya Stella dengan senyumnya saat menuju lift. Stella memang seperti itu. Mulutnya tak pernah bisa diam. Suka sekali menggoda orang lain.


"Edo nona. Silahkan." jawab Edo dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Terima kasih Edo." jawab Stella dan masuk lift. Senang sekali Stella bisa memberi kejutan pada Shane. di dalam lift dia senyum-senyum sendiri.


Ting...


"Selamat siang nona Stella?" sapa Adolf saat pintu lift terbuka.


"Siang tuan Adolf. Kau semakin tampan saja tuan." goda Stella pada Adolf yang sudah tersenyum malu.


"Terima kasih nona. Oh iya tunggu sebentar saya akan memberitahukan Tuan Shane kalau anda datang." ucap Adolf yang sudah memegang telpon intercomnya.


"No... no.. no.. Aku akan memberi kejutan pada Shane." ucap Stella dan sedikit berlari menutup kembali telpon Adolf.


"Terima kasih Adolf." ucap Stella dan berlalu ke ruang Shane.


Saat Stella akan membuka pintunya, ternyata dari dalam Stella meresa ada yang memegang handle pintu, dan dia tersenyum. Itu pasti si tuan handsome pikir Stella.


Klek..


Cup..


"Sepertinya aku yang mendapat kejutan Shane?" suara Stella mengagetkan keduanya.


"Honey?" ucap Shane yang langsung menoleh ke arah suara berasal. Reflek Shane mendorong tubuh Ernest.


"Honey kau ke sini? Ini salah paham honey." ucap Shane dan mendekat ke arah Stella. Tapi Stella justru mendekat ke arah Ernest.


Plakkk..


"Kau tuli ketika Shane berkata aku tunangannya?" saat Shane menghampirinya tadi Stella maju ke arah Ernest dan langsung mendaratkan tamparannya di pipi Ernest hingga pipi Ernest terlihat merah. Stella selalu mengecap dirinya adalah tunangan Shane sejak Shane berkata dia adalah tunangannya di depan Ernest dulu.


"Aku pulang." ucap Stella yang masih melihat Ernest dan melirik Shane sejenak lalu pergi dengan kemarahannya.


"Hei honey... Kau salah paham honey." ucap Shane yang menarik tangan Stella.


"Aku butuh sendiri, lepaskan." jawab Stella yang tak melihat wajah Shane. Dia hanya melihat tangannya yang di pegang Shane.


"Baiklah aku akan menjelaskannya nanti saat di rumah. Kau harus mendengarkan penjelasanku honey. Tunggu aku." ucap Shane dan mengecup kening Stella. Stella berlalu pergi.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK. TERIMA KASIH ❤❤❤❤❤ 


Jangan lupa follow ig othor ya ka.


IG_SHAKILABLUE